NovelToon NovelToon
Tertembak Cinta Nona Gangster

Tertembak Cinta Nona Gangster

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Bad girl / Preman / Persaingan Mafia
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Zavian Hersa mengira jalannya menuju keseriusan cinta dengan Grace akan semulus adiknya. Namun, realitas menghantam keras. Perbedaan status yang mencolok antara putra mahkota Hersa Group dan wakil ketua Gangster Blackrats menciptakan jurang yang lebar. Zavian, yang dihantui ketakutan kehilangan Grace seperti saat ia hampir kehilangan Nalea, berubah menjadi pria yang sangat posesif. Ia mencoba "menjinakkan" Grace dengan kemewahan dan perlindungan ketat, namun bagi Grace, perlindungan itu adalah penjara.

Kekosongan kepemimpinan sementara di Blackrats setelah Nalea fokus pada pendidikannya memicu gejolak di dunia bawah. Musuh-musuh lama dan baru mulai mengincar kekuasaan Blackrats. Teror silih berganti menghantui, mulai dari sabetan senjata tajam, pertumpahan darah, hingga pengorbanan nyawa.


Akankah cinta mereka bertahan di tengah pertumpahan darah dan tuntutan status sosial, ataukah mereka memilih jalan masing-masing dan merelakan cinta sejatinya?

NB: JANGAN SALFOK COVERNYA YAA😂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka & Amarah

Markas Blackrats – 04.00 WIB

Dini hari yang dingin menyelimuti markas Blackrats. Suasana yang biasanya riuh dengan suara tawa para anggota, kini sunyi senyap, hanya menyisakan deru napas yang berat. Grace berjalan dengan langkah tertatih, bahunya bersandar pada Karin yang juga tampak payah dengan wajah yang membengkak.

"Boss, pelan-pelan," bisik Karin saat mereka memasuki kamar pribadi Grace yang terletak di lantai paling atas markas.

Kamar itu luas namun minimalis, didominasi warna hitam dan abu-abu. Begitu pintu tertutup, Grace ambruk di atas kursi kerjanya. Napasnya tersengal. Punggungnya yang tadi dihantam balok kayu terasa panas seolah disiram cairan timah mendidih.

Karin segera mengambil kotak P3K. Dengan tangan gemetar, ia mulai membasahi kapas dengan alkohol. "Maafkan saya, Boss... ini semua salah saya. Seharusnya saya dan Ryan bisa mengatasi Slyters tanpa merepotkan Anda."

Grace memejamkan mata saat kapas dingin itu menyentuh luka lebam di sudut wajahnya. "Sshhh... sudah, Karin. Slyters memang sudah merencanakan ini. Mereka bukan lagi sekadar geng motor kecil, mereka punya penyokong."

Karin membantu Grace mengganti jaket kulitnya yang sobek dengan kaos hitam bersih. Saat baju itu tersingkap, Karin menutup mulutnya. Punggung Grace membiru, sebuah memar besar melintang di sana. "Boss, ini parah sekali. Kita harus ke dokter."

"Tidak perlu. Oleskan saja salep pereda nyeri," jawab Grace dingin. "Lalu bersihkan dirimu. Kamu juga terluka."

Tiba-tiba pintu kamar diketuk dengan keras.

BRAK!

Devano masuk dengan raut wajah yang sangat cemas. Matanya langsung tertuju pada Karin yang sedang menangis sambil memegang kapas. Devano adalah pemimpin geng motor Krayrock, dan semua orang tahu ada hubungan spesial antara dia dan Karin.

"Karin!" Devano menghampiri gadis itu, memeriksa wajahnya yang lebam. "Apa yang mereka lakukan padamu? Katakan siapa yang menyentuhmu!"

Karin tidak bisa menahan tangisnya lagi. Ia menghambur ke pelukan Devano, terisak di dada pria itu. "Baron... mereka menyekap kami, Dev. Mereka mengancam akan membunuh kami, mereka bahkan menolak membayar biaya pengawalan sesuai kesepakatan."

Devano mempererat pelukannya, tangannya mengelus kepala Karin dengan sangat lembut, sebuah pemandangan yang sangat kontras dengan aura beringasnya saat bertempur. "Tenang, Karin. Aku bersumpah, aku sendiri yang akan menyeret Baron. Akan kutinggalkan dia tanpa kehormatan. Aku akan mengebiri 'burungnya' agar dia tahu rasanya mengusik wanita Blackrats."

Devano melepaskan pelukannya sebentar, menatap mata Karin dengan serius. "Mulai besok, aku yang akan melatihmu secara khusus. Tidak ada lagi penculikan. Kamu harus jadi lebih jago dariku, mengerti?"

Karin mengangguk pelan, merasa sangat dilindungi.

Grace yang menyaksikan itu dari kursinya hanya bisa terdiam. Ada rasa iri yang menusuk relung hatinya. Ia melihat bagaimana Devano yang sama-sama berada di dunia hitam begitu mengerti risiko pekerjaan mereka. Devano tidak marah karena Karin terluka, dia justru memberikan dukungan dan solusi.

Sedangkan Zavian...

Grace melirik ponselnya yang tergeletak mati di meja. Ia tahu, jika Zavian tahu ia terluka, pria itu tidak akan memeluknya seperti Devano memeluk Karin. Zavian akan meledak, memarahinya, menyalahkannya karena tetap berada di Blackrats, dan berakhir dengan tuntutan agar ia keluar dari geng ini.

"Devano, bawa Karin keluar. Biarkan dia istirahat," perintah Grace lirih.

"Baiklah Grace. Kamu juga istirahatlah, nanti akan aku panggilan dokter untuk memeriksa kondisimu," ujar Devano sebelum memapah Karin keluar.

Grace sendirian kembali. Ia menyandarkan kepalanya, menatap langit-langit. Pikirannya buntu. Mencintai Zavian terasa seperti mencoba memegang bara api dengan tangan kosong, indah untuk dilihat, namun menghancurkan saat digenggam.

Kediaman Utama Hersa – 07.30 WIB

Suasana meja makan keluarga Hersa pagi ini terasa mencekam, tapi bukan karena musuh, melainkan karena aura gelap yang dipancarkan oleh Zavian. Pria itu duduk dengan wajah lesu. Lingkaran hitam di bawah matanya sangat jelas, menandakan ia tidak tidur semenit pun semalam.

"Kak Vian? Kakak sakit?" tanya Nalea yang baru saja duduk di sampingnya. "Matamu seperti mata panda."

Zavian tidak menjawab. Ia hanya mengaduk-aduk bubur ayamnya tanpa minat. Pikirannya masih tertuju pada panggilan yang dimatikan sepihak oleh Grace jam satu dini hari tadi.

Azlan, yang sedang membaca tablet bisnisnya, mendengus pelan. "Dia tidak sakit, Lea. Dia hanya sedang menderita penyakit 'budak cinta' akut. Biasalah, pawangnya menghilang lagi."

Zavian membanting sendoknya ke piring keramik hingga menimbulkan bunyi yang nyaring. "Bisa diam tidak, Az? Ini bukan urusanmu."

"Oho, mulai sensitif," sindir Azlan tanpa menoleh. "Lagipula, untuk apa mengkhawatirkan wanita yang bahkan tidak menghargai teleponmu? Kalau aku jadi kamu, sudah kucari wanita lain yang lebih 'normal'."

"Azlan! Cukup!" Nalea menatap tajam kakaknya yang tertua. "Tidak boleh bicara begitu. Kak Vian sedang sedih. Kak Azlan hati-hati, jangan sombong. Nanti kalau kena karma, jatuh cinta dengan wanita yang lebih 'parah' dari Grace, baru tahu rasa!"

"Tidak mungkin," sahut Azlan percaya diri.

Tepat saat itu, Kayzo masuk ke ruang makan dengan setelan santai. "Selamat pagi semuanya. Lea, sudah siap? Aku akan mengantarmu ke tempat les."

"Sudah, Kay. Ayo berangkat sebelum suasana di sini semakin panas," bisik Nalea sambil berdiri. Ia sempat menepuk bahu Zavian. "Sabar ya, Kak. Mungkin ponsel Grace rusak."

Zavian hanya mendesah berat. Ia berdiri dan mengambil tas kerjanya tanpa pamit, langsung menuju kantor dengan amarah yang siap meledak.

Kantor Hersa Group

Ketegangan di lantai eksekutif Hersa Group mencapai titik didih. Di dalam ruang rapat, Zavian berdiri di depan meja besar dengan wajah memerah.

"APA-APAAN INI!" Zavian melemparkan map laporan ke tengah meja.

Fitria, sekretaris pribadinya yang sudah bekerja bertahun-tahun, tertunduk gemetar. "Maaf, Pak Zavian... itu rencana penjualan untuk kuartal depan yang disusun tim pemasaran."

"RENCANA SAMPAH!" bentak Zavian. Suaranya menggelegar hingga ke luar ruangan. "Target bulan lalu saja tidak tercapai! Bagaimana mungkin kalian membuat rencana yang bahkan tidak menyentuh akar masalah? Apa kalian semua hanya makan gaji buta di sini?"

"M-maaf Pak, kami akan segera revisi—"

"TIDAK ADA REVISI LAGI! Saya mau rencana baru di meja saya dalam dua jam! Jika tidak, kalian semua bisa angkat kaki dari gedung ini!"

Zavian keluar dari ruang rapat dengan napas memburu. Ia masuk ke ruangannya dan membanting pintu.

Ia segera meraih ponselnya. Jemarinya dengan cepat mengetik pesan di WhatsApp.

Zavian: Grace, jawab aku! Kamu di mana?!

Zavian: Kenapa ponselmu mati? Apa kamu sengaja menghindariku?

Zavian: Jangan membuatku gila, Grace. Aku akan ke markasmu kalau kamu tidak menjawab dalam sepuluh menit!

Zavian menatap layar. Centang satu. Pesannya bahkan tidak terkirim. Ia mencoba menelepon lagi. Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.

"Sial! Sial! Sial!" Zavian melempar ponselnya ke atas sofa kulit.

Ia merasa dipermainkan. Ia merasa Grace tidak menganggap hubungan ini penting. Di saat ia mati-matian mencemaskannya, Grace seolah menghilang ditelan bumi.

"Fitria!" teriak Zavian dari dalam.

Fitria masuk dengan wajah pucat. "I-iya, Pak?"

"Kosongkan jadwalku setelah jam makan siang. Saya harus pergi," perintah Zavian dingin.

"Tapi Pak, ada pertemuan dengan investor dari Singapura—"

"Batalkan! Bilang saya ada urusan keluarga mendesak!"

Zavian mengambil kunci mobilnya. Ia tidak tahan lagi. Ia harus mendapatkan jawaban. Ia harus tahu kenapa Grace mematikan telepon saat ia menelepon semalam. Ia tidak tahu, bahwa keputusannya untuk menyusul ke markas kali ini akan memicu ledakan besar yang mungkin tidak bisa diperbaiki lagi.

Sikap kaku Zavian dan ketidakmampuannya mengontrol emosi mulai menjadi racun. Baginya, Grace adalah miliknya yang harus selalu bisa dijangkau. Sementara bagi Grace, Zavian adalah "dunia luar" yang seharusnya menjadi tempat istirahat, bukan justru menjadi sumber tekanan tambahan di saat ia sudah babak belur.

Markas Blackrats

Grace baru saja bangun dengan tubuh yang sangat kaku. Ia mencoba menyalakan ponselnya. Begitu layar menyala, ratusan notifikasi masuk. Namun, sebelum ia sempat membaca satu pun, sebuah mobil sport hitam yang sangat ia kenal mengerem mendadak di depan markas.

SKREEEEET!

Grace mengintip dari jendela kamarnya. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena cinta, melainkan karena rasa lelah yang luar biasa.

"Dia di sini..." bisik Grace. "Dan dia sedang marah besar."

Grace menarik napas panjang, mencoba menyiapkan mental. Ia tahu, percakapan ini tidak akan berakhir baik. Luka di punggungnya kembali berdenyut, seolah memberi peringatan bahwa badai yang sesungguhnya baru saja dimulai.

1
Tiara Bella
kasian Grace....semoga bang zavian segera tw ya....
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
maka nya kalo kesel tuh jangan mabuk²an sekarang akibat nya jadi fatal banget buat orang lain 😒
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
aduh siap² aja kalo disitu ada cctv pasti kamu udah menyesal berat Andreas 😒,untung aja Miller datang kalo gak?
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
saking cantiknya Grace sampai dikira kalo Grace itu keturunan konglomerat,tapi siapa tau bener loh 🤔
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
hati² loh Vian nanti cemburu lagi liat kedekatan Grace sama andreas
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
wkwkw panik gak kalian para tikus got enak aja mau mempermainkan Grace padahal dibelakang Grace masih ada zavian 😼
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
Panik gak kau Hendry orang jelas² Grace itu bukan cuma sekedar pengawal biasa 😹
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
modyar aee si gio ini mana ada paman yang menginginkan nyawa ponakan nya sendiri cuma gara² posisi pemimpin dan harta 😒
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
kalo insting si Grace gak kuat pasti si Andreas udah ketusuk gara² penyamar 😏
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
hmm apakah jangan² selama ini Grace bukan yatim piatu ?🤔
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
waduh² ada saingan baru ni 😼,ayo zavian balik cepetan nanti malah diambil loh si Grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
karena kamu sedang mabuk berat makanya tidak sadar
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
aduh benar2 hilang kendali, kasian juga grace harusnya istirahat malah mendapatkan perlakuan yang membuat nya terluka
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
memang benar tapi grace punya tanggung jawab yang besar jadi tidak bisa berdiam diri hanya untuk istirahat
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
waw Zavian sudah kuat sekarang ya sudah sebanding sama grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
aduh grace kasian sekali kamu, pasti tersiksa dengan luka itu
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
eya panik eya gagal deh dpat uang cuma2 karena ada grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
silahkan saja turun tangan sendiri gimana menghadapi blackrats biar kena pukulannya grace. jangan marah2 aja bisanya
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
bilang aja mau deket2 sama grace. tapi memang benar sih grace punya insting yang bagus dn lebih waspada
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
lagian kenapa gk langsung pulang aja tadi. malah keliling dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!