NovelToon NovelToon
Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Dokter / Tamat
Popularitas:426.8k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Betapa bahagianya Sekar ketika dinikahi oleh dokter yang bernama Ilham Caniago. Sekar yang bekerja sebagai perawat menyadari jika ia bukan gadis yang cantik. Kulit hitam gelap, wajah berjerawat tidak disangka jika akan dipinang oleh dokter tampan dan kaya raya. Tetapi dalam pernikahan itu, Sekar hanya mendapat nafkah batin malam pertama saja. Ilham selalu dingin dan cuek membuat hari-hari Sekar Ayu bersedih.

"Apa tujuan kamu menikah dengan aku, Mas?"

"Ya, karena ingin menjadikan kamu istri, Sekar."

Usut punya usut, Ilham menikah dengan Sekar karena ada maksud tertentu.


Tetapi walaupun hanya diberi nafkah sekali, Sekar akhirnya mengandung. Namun, sayangnya bayi yang Sekar lahirkan dinyatakan meninggal. Setelah bercerai dengan Ilham, Sekar bekerja kembali di rumah sakit yang berbeda membantu dokter Rayyan. Dari sekian anak yang Sekar tangani ada anak laki-laki yang menginginkan Sekar ikut pulang bersamanya.

Apakah Sekar akan menerima permintaan anak itu? Lalu apa Rahasia Ilham?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Luna baru saja memasuki rumah nenek Arka, tangannya menenteng plastik yang berisi buah-buahan memberikannya kepada bibi yang tengah membuka pintu untuknya. "Buatkan saya jus, tapi jangan dikasih gula, Bi," perintahnya.

"Baik Non," jawab bibi lalu ke dapur.

Sementara Luna berjalan cepat menyapa mama mertua sekedar basa basi. Melewati Sekar begitu saja dengan wajah dingin dan marah. Dari kaca jendela luar tadi Luna rupanya mengintai Ilham dan Sekar yang berpandang-pandangan walaupun dari jarak jauh membuatnya cemburu.

"Kenapa lagi anak itu?" nyonya Pratiwi geleng-geleng kepala memandangi Luna hingga naik ke lantai dua, kemudian membawa mangkuk ke dapur.

Sementara Sekar membawa Arka duduk di sofa, dengan rasa tidak nyaman karena Luna lagi-lagi marah kepadanya.

Luna mencengkeram knop pintu kamarnya dengan Ilham tanpa mengetuk lebih dulu. Wajahnya memerah ketika menatap Ilham yang tengah duduk santai di sofa kamar.

"Mas Ilham!" Tandas Luna yang masih berada di ambang pintu, membuat Ilham yang ada di sana langsung menoleh padanya.

"Baru pulang kok marah-marah begitu, kenapa Luna?" Ilham beranjak mendekati Luna. Dia bingung akhir-akhir ini istrinya tidak bisa mengendalikan emosi.

"Jadi kalau aku nggak ada di rumah, kamu selalu lirik-lirikkan sama Suster Sekar?!" Luna mendorong dada Ilham hingga mundur, lalu melempar tas ke atas tempat tidur.

"Kamu ini bicara apa Luna?" Tanya Ilham lembut, mencoba untuk tidak membalas api dengan api. "Tenang Luna, kalau sering marah-marah darah tinggi kamu nanti naik," Lanjutnya, kedua tangannya merangkul Luna dari belakang.

Namun, Luna balik badan menatap Ilham dengan mata merah. "Tenang? Bagaimana aku bisa tenang?! Kamu kira aku tidak melihat dari jendela tadi? Kamu menatap Sekar kagum!" jerit Luna semakin keras.

Ilham menghela napas dalam-dalam, mencoba menjaga ketenangan meskipun wajahnya juga mulai memanas karena kesal akan tuduhan istrinya itu. "Jangan salah paham Luna, yang aku pandang bukan Sekar, tapi Arka anak kita kan digendong sama Dia!" tegas Ilham, tapi Luna menggeleng tidak percaya.

"Jika memang tidak terbukti seharusnya kamu bisa usir dia, berani tidak?" Tantang Luna, kedua tangannya ia lipat di depan dada.

"Saya akan lakukan itu, asalkan kamu berhenti menjadi artis, dan fokus mengurus Arka, bagaimana? kamu bersedia?" Ilham berbalik menyerang.

"Enak saja," Luna menolak tegas, mau sampai ke tahap menjadi artis papan atas bukan hal yang mudah baginya, dan saat ini ia sedang berada di puncak kesuksesan tidak mungkin mundur.

"Makanya Luna, sudahlah. Biarkan Sekar tetap di sini mengurus anak kita. Apa kamu tega membiarkan Arka stres karena kehilangan Sekar?"

"Ini gara-gara Mama kamu, Mas. Jika Mama bisa tegas di awal menolak Sekar, Arka tidak akan ketergantungan kepada wanita itu!" Luna berteriak.

Mendengar mamanya dibawa-bawa Ilham tidak bisa terima. "Mama melalukan ini demi Arka anak kita, Luna."

"Pokoknya aku tidak mau rumah tangga kita di atur-atur sama Mama. Besok kita harus pindah," Luna tidak mau dibantah. Sudah lama ia ingin tinggal sendiri bukan nebeng mertua dan tidak bebas untuk berpendapat.

"Untuk saat ini aku belum bisa mengabulkan permintaan kamu Luna," Ilham juga punya alasan tinggal bersama mamanya. Luna sering bolak balik ke luar negeri, dia juga sering kali keluar kota. Ilham tidak mau jika Arka hanya di urus Rini tanpa pengawasan.

Pertengkaran terus berlangsung hingga terdengar oleh nyonya Pratiwi, Sekar dan juga Arka yang masih berada di ruang tamu.

"Sayang kita mandi dulu, oke..." ucap Sekar lembut, lalu menggendong Arka. "Saya ke kamar dulu, Nyonya," ucap Sekar.

"Iya, Sekar," Nyonya Pratiwi menatap Sekar dan Arka dari belakang. Dia tahu maksud Sekar cepat-cepat membawa Arka ke kamar, karena tidak ingin Arka mendengar pertengkaran kedua orang tuanya.

Jika sudah begini, nyonya Pratiwi harus turun tangan. Ia tinggalkan tiga gelas jus buah untuk Luna, Ilham dan dirinya. Dengan langkah gemetar karena sudah lama tidak naik tangga ia memaksakan diri menuju kamar anak dan menantunya.

Nenek Arka mendorong pintu kamar perlahan, menatap anak dan menantunya saling tuding, menyebut nama Sekar dan Arka. Nenek tahu jika itu pemicunya. Lelah karena usia tampak jelas di setiap garis wajah nyonya Pratiwi, ditambah lagi mendengar keributan hampir setiap hari selama Ilham dan Luna berada di rumah ini. Matanya yang biasanya lembut kini penuh dengan kekecewaan saat melihat Luna dan Ilham yang masih berdiri berhadapan, tampak emosi.

"Bukannya Mama mau ikut campur urusan kalian..." ucapnya dengan suara yang lembut namun tegas, sambil mencari tempat untuk duduk di tepi ranjang. "Tapi setiap kali saya dengar suara kalian bertengkar, rasanya seperti ada sesuatu yang menusuk di sini." Dia menunjuk dadanya perlahan.

Ilham dan Luna menunduk seperti tikus di incar kucing.

"Mama tidak peduli dengan apa yang Mama rasa, tapi apakah kalian tidak memikirkan sedikit tentang Arka? Jika sikap kalian masih seperti anak kecil, bertengkar setiap hari, apa kamu tidak berpikir akan memengaruhi mentalnya?" Nyonya Pratiwi menatap Ilham dan Luna bergantian.

Luna langsung menurunkan pandangannya, entah apa yang wanita itu pikirkan. Benar-benar merasa salah atau ada pikiran lain hanya dia yang tahu.

"Aku mengerti Mama, tapi aku pusing, setiap Luna pulang selalu menuduh aku ada main dengan Sekar," Ilham akhirnya mengadu.

Nenek Arka menggeleng perlahan, tangannya yang berkerut mengulurkan tangan untuk meraih tangan Luna dan Ilham. "Yang namanya suami istri itu harus saling percaya. Jika sudah tidak ada kepercayaan lagi, bagaimana kalian akan membesarkan Arka bersama?" Tanya nyonya Pratiwi lalu meninggalkan mereka.

Ilham pun ikut keluar, Sementara Luna masuk ke kamar mandi, membanting pintu dengan keras. "Ini gara-gara Sekar!" Gumamnya sembari menggosok tubuhnya dengan sabun kuat-kuat.

Waktu berganti malam, Ilham belum juga masuk ke kamar, Luna semakin marah. "Dia pasti di kamar Sekar, akan aku jebak mereka!"

...~Bersambung~...

1
juwita
klo emg itu anak sekar apa tujuan si dr gadungan nyembunyiin dr sekar?
juwita
udh 3 thn sj g kerasa🤣🤣
guntur 1609
dasar begok. wanita tu ahli ilmu sejarah. mknya jangan sok mancing2
guntur 1609
kwkkwk🤣🤣 kapok kau kan. harus banyak betsabatlt lah kau ilham
guntur 1609
gak sadar diri
guntur 1609
berusaha lh kau ioham
Alvian Denis
pirasatku arka anak Sekar sama Ilham..bayi yang di lahir kan Sekar sebetulnya tidak meninggal 🙏🙏
Saryanti Yahya
yaah kasihan ilham, gagal maning gagal maning son.
guntur 1609
jangan bilang nanti orang tua Rayyan gak suka sama sekar. terakhir sekar dan Rayyan gak jadi sama
guntur 1609
aku setuju sm Rayyan. asal Rayyan jangan berulah. biarkan saja ilham hidup dalam penyesalnya
Ita Mei Lestari
kyaknyA anknya diambil dr ilham😄
guntur 1609
mampus kalian. tinggal si biadab ilham
guntur 1609
aku pingin ilham hancur sehancurnya. biar dia tahu rasa
guntur 1609
tuntut semuanya. baik ilham Luna dan Siska. dan semua yg terlibat. biar hancur semua reputasi mereka
guntur 1609
tuntut sj mereka
Misaza Sumiati
sepertinya arka anaknya Sekar , jadi waktu lahir mungkin bohong Ilham mengatakan meninggal
guntur 1609
masa di rumah gak ada foto keluarganya arka.
guntur 1609
aku yakin arka anaknya sekar yg di bilang ilham meninggal. entah apa tujuan ilham sebenarnya. dasar btrengsek kau ilham. apapun alasan mu kau memang biadab
guntur 1609
loh jadi hub sekar sm sibrengsek ilham bagaimana? kok sdh 3 tahun kemudian
guntur 1609
aku yakin anaknya sekar tdk mati. ni kerjaan ilham semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!