NovelToon NovelToon
Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Anak Genius / Penyesalan Suami / Dokter
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Betapa bahagianya Sekar ketika dinikahi oleh dokter yang bernama Ilham Kaniago. Sekar yang bekerja sebagai perawat menyadari jika ia bukan gadis yang cantik. Kulit hitam gelap, wajah berjerawat tidak disangka jika akan dipinang oleh dokter tampan dan kaya raya. Tetapi dalam pernikahan itu, Sekar hanya mendapat nafkah batin malam pertama saja. Ilham selalu dingin dan cuek membuat hari-hari Sekar Ayu bersedih.

"Apa tujuan kamu menikah dengan aku, Mas?"

"Ya, karena ingin menjadikan kamu istri, Sekar."

Usut punya usut, Ilham menikah dengan Sekar karena ada maksud tertentu.


Tetapi walaupun hanya diberi nafkah sekali, Sekar akhirnya mengandung. Namun, sayangnya bayi yang Sekar lahirkan dinyatakan meninggal. Setelah bercerai dengan Ilham, Sekar bekerja kembali di rumah sakit yang berbeda membantu dokter Rayyan. Dari sekian anak yang Sekar tangani ada anak laki-laki yang menginginkan Sekar ikut pulang bersamanya.

Apakah Sekar akan menerima permintaan anak itu? Lalu apa Rahasia Ilham?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Luna baru saja memasuki rumah nenek Arka, tangannya menenteng plastik yang berisi buah-buahan memberikannya kepada bibi yang tengah membuka pintu untuknya. "Buatkan saya jus, tapi jangan dikasih gula, Bi," perintahnya.

"Baik Non," jawab bibi lalu ke dapur.

Sementara Luna berjalan cepat menyapa mama mertua sekedar basa basi. Melewati Sekar begitu saja dengan wajah dingin dan marah. Dari kaca jendela luar tadi Luna rupanya mengintai Ilham dan Sekar yang berpandang-pandangan walaupun dari jarak jauh membuatnya cemburu.

"Kenapa lagi anak itu?" nyonya Pratiwi geleng-geleng kepala memandangi Luna hingga naik ke lantai dua, kemudian membawa mangkuk ke dapur.

Sementara Sekar membawa Arka duduk di sofa, dengan rasa tidak nyaman karena Luna lagi-lagi marah kepadanya.

Luna mencengkeram knop pintu kamarnya dengan Ilham tanpa mengetuk lebih dulu. Wajahnya memerah ketika menatap Ilham yang tengah duduk santai di sofa kamar.

"Mas Ilham!" Tandas Luna yang masih berada di ambang pintu, membuat Ilham yang ada di sana langsung menoleh padanya.

"Baru pulang kok marah-marah begitu, kenapa Luna?" Ilham beranjak mendekati Luna. Dia bingung akhir-akhir ini istrinya tidak bisa mengendalikan emosi.

"Jadi kalau aku nggak ada di rumah, kamu selalu lirik-lirikkan sama Suster Sekar?!" Luna mendorong dada Ilham hingga mundur, lalu melempar tas ke atas tempat tidur.

"Kamu ini bicara apa Luna?" Tanya Ilham lembut, mencoba untuk tidak membalas api dengan api. "Tenang Luna, kalau sering marah-marah darah tinggi kamu nanti naik," Lanjutnya, kedua tangannya merangkul Luna dari belakang.

Namun, Luna balik badan menatap Ilham dengan mata merah. "Tenang? Bagaimana aku bisa tenang?! Kamu kira aku tidak melihat dari jendela tadi? Kamu menatap Sekar kagum!" jerit Luna semakin keras.

Ilham menghela napas dalam-dalam, mencoba menjaga ketenangan meskipun wajahnya juga mulai memanas karena kesal akan tuduhan istrinya itu. "Jangan salah paham Luna, yang aku pandang bukan Sekar, tapi Arka anak kita kan digendong sama Dia!" tegas Ilham, tapi Luna menggeleng tidak percaya.

"Jika memang tidak terbukti seharusnya kamu bisa usir dia, berani tidak?" Tantang Luna, kedua tangannya ia lipat di depan dada.

"Saya akan lakukan itu, asalkan kamu berhenti menjadi artis, dan fokus mengurus Arka, bagaimana? kamu bersedia?" Ilham berbalik menyerang.

"Enak saja," Luna menolak tegas, mau sampai ke tahap menjadi artis papan atas bukan hal yang mudah baginya, dan saat ini ia sedang berada di puncak kesuksesan tidak mungkin mundur.

"Makanya Luna, sudahlah. Biarkan Sekar tetap di sini mengurus anak kita. Apa kamu tega membiarkan Arka stres karena kehilangan Sekar?"

"Ini gara-gara Mama kamu, Mas. Jika Mama bisa tegas di awal menolak Sekar, Arka tidak akan ketergantungan kepada wanita itu!" Luna berteriak.

Mendengar mamanya dibawa-bawa Ilham tidak bisa terima. "Mama melalukan ini demi Arka anak kita, Luna."

"Pokoknya aku tidak mau rumah tangga kita di atur-atur sama Mama. Besok kita harus pindah," Luna tidak mau dibantah. Sudah lama ia ingin tinggal sendiri bukan nebeng mertua dan tidak bebas untuk berpendapat.

"Untuk saat ini aku belum bisa mengabulkan permintaan kamu Luna," Ilham juga punya alasan tinggal bersama mamanya. Luna sering bolak balik ke luar negeri, dia juga sering kali keluar kota. Ilham tidak mau jika Arka hanya di urus Rini tanpa pengawasan.

Pertengkaran terus berlangsung hingga terdengar oleh nyonya Pratiwi, Sekar dan juga Arka yang masih berada di ruang tamu.

"Sayang kita mandi dulu, oke..." ucap Sekar lembut, lalu menggendong Arka. "Saya ke kamar dulu, Nyonya," ucap Sekar.

"Iya, Sekar," Nyonya Pratiwi menatap Sekar dan Arka dari belakang. Dia tahu maksud Sekar cepat-cepat membawa Arka ke kamar, karena tidak ingin Arka mendengar pertengkaran kedua orang tuanya.

Jika sudah begini, nyonya Pratiwi harus turun tangan. Ia tinggalkan tiga gelas jus buah untuk Luna, Ilham dan dirinya. Dengan langkah gemetar karena sudah lama tidak naik tangga ia memaksakan diri menuju kamar anak dan menantunya.

Nenek Arka mendorong pintu kamar perlahan, menatap anak dan menantunya saling tuding, menyebut nama Sekar dan Arka. Nenek tahu jika itu pemicunya. Lelah karena usia tampak jelas di setiap garis wajah nyonya Pratiwi, ditambah lagi mendengar keributan hampir setiap hari selama Ilham dan Luna berada di rumah ini. Matanya yang biasanya lembut kini penuh dengan kekecewaan saat melihat Luna dan Ilham yang masih berdiri berhadapan, tampak emosi.

"Bukannya Mama mau ikut campur urusan kalian..." ucapnya dengan suara yang lembut namun tegas, sambil mencari tempat untuk duduk di tepi ranjang. "Tapi setiap kali saya dengar suara kalian bertengkar, rasanya seperti ada sesuatu yang menusuk di sini." Dia menunjuk dadanya perlahan.

Ilham dan Luna menunduk seperti tikus di incar kucing.

"Mama tidak peduli dengan apa yang Mama rasa, tapi apakah kalian tidak memikirkan sedikit tentang Arka. Jika sikap kalian masih seperti anak kecil, bertengkar setiap hari, apa kamu tidak berpikir akan memengaruhi mentalnya?" Nyonya Pratiwi menatap Ilham dan Luna bergantian.

Luna langsung menurunkan pandangannya, entah apa yang wanita itu pikirkan. Benar-benar merasa salah atau ada pikiran lain hanya dia yang tahu.

"Aku mengerti Mama, tapi aku pusing, setiap Luna pulang selalu menuduh aku ada main dengan Sekar," Ilham akhirnya mengadu.

Nenek Arka menggeleng perlahan, tangannya yang berkerut mengulurkan tangan untuk meraih tangan Luna dan Ilham. "Yang namanya suami istri itu harus saling percaya. Jika sudah tidak ada kepercayaan lagi, bagaimana kalian akan membesarkan Arka bersama?" Tanya nyonya Pratiwi lalu meninggalkan mereka.

Ilham pun ikut keluar, Sementara Luna masuk ke kamar mandi, membanting pintu dengan keras. "Ini gara-gara Sekar!" Gumamnya sembari menggosok tubuhnya dengan sabun kuat-kuat.

Waktu berganti malam, Ilham belum juga masuk ke kamar, Luna semakin marah. "Dia pasti di kamar Sekar, akan aku jebak mereka!"

...~Bersambung~...

1
Sunaryati
Syukurlah Arka belum sampai diajak pergi Luna, Nak Sekar jika dr Ilham mempersulit ancam dengan ingin melaporkan tindakannya dulu.
Teh Yen
Ilham yah ,, dia kmn tadi tau engg kalau arka mau d bawa ke luar negri sama Luna ???
Rina
Semoga semuanya akan baik” saja dan hidup dengan bahagia 🫢🫢🫢
Dew666
💎🌹
Asyatun 1
lanjut
Lia siti marlia
siapa tuh yang nanya apa mungkin nyonya pratiwi
Eka ELissa
spa tuhhh Ilham apa Mak Lampir yaaaaa entahlah hy emak yg tau 🫣🫣🫣
@Mita🥰
ilham
Fitriah Fitri
ilham ni yg bertanya, pasti
Eka ELissa
aduh jgn2 di bawa minggat ma Luna lgi...😡😡😡😡
Eka ELissa
knpa....pnsrn yeee...
dia ada di dekat mu tau...bhkn sbntr lgi bikin idup mu jungkir balik Luna.....
Eka ELissa
sudah ku duga...Luna GK sebaik yg kmu lihat ilham....ksian bgt kmu...😡😡😡😄😄😄😄🫣slma ini di tipu ma Luna....😄😄😄🫣
Rina
Waduh Arka kemana ya 🫢🫢🫢
Teh Yen
apa Luna yg membawa arka pergi trus c ilham diam saja kah kurang ajar
Ariany Sudjana
kenapa Luna harus sewot? kan arka bukan anak kandungnya Luna, tapi anak kandungnya Sekar
@Mita🥰
arka di bawa pergi
Lia siti marlia
lucu kamu luna sok perhatian sama arkan .....aduh itu arkan kemana yah ...
Yanti Gunawan
Dsar Ilham bodoh lelaki terbodoh iiiiih jijik kali lah 😫😫😫
Bu Kus
harus cari bukti lg Sekar kalo Luna bukan ibu yang baik kasihan arka yang jadi korban luna
Ita rahmawati
bodoh kalo kamu mau arka,,tinggal SM mamamu aja anakmu masih di gituin apa lgi tinggal terpisah GK ada keluarga lain yg mengawasi pasti makin menjadi itu si Luna 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!