-Dark Romance
-Bukan untuk anak-anak.
-Adegan kekerasan dan darah.
Sherly gadis berusia 21 tahun, yang mengalami kematian setelah tertabrak mobil. Kini jiwanya justru memasuki sebuah novel, dan masuk ke dalam raga dari sang tokoh utama yang memiliki nama depan sama sepertinya.
Sherly Agda Yeremia, tokoh utama perempuan bodoh dan lemah yang tidak pernah dianggap, bahkan diselingkuhi beberapa kali oleh Vincent suaminya.
Tapi dengan jiwa baru, semua cerita berubah. Sherly yang baru tidak peduli dan mengabaikan Vincent. Bahkan Sherly memilih untuk melindungi, Jeremy Christ Chadwick, tokoh antagonis favoritnya yang akan mati pada akhir cerita.
Di balik wajah tampan penuh pesona, Sherly tidak pernah menduga jika Jeremy memiliki sisi gelap dan obsesi tersembunyi pada tokoh utama.
“Setelah ini, kau tidak akan bisa lari dariku, Sherly sayang~ Kau adalah milikku, tidak peduli jika kau sudah memiliki suami.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 : Rencana kencan
“Sherly~ tolong bebaskan aku, dari penjara ini..”
Sherly hanya bisa menepuk keningnya, melihat tingkah dramatis dari Jeremy yang terlihat di depan layar handphonenya. Padahal baru 3 jam yang lalu, lelaki itu berpisah dengannya, dan kini Jeremy memintanya untuk melakukan vidcall dengannya.
Karena bosan dan bingung, Sherly menerima panggilan itu, dan melihat wajah Jeremy dengan rambut yang sudah acak-acakan dan lembar dokumen berantakan di atas meja. Wanita itu terkekeh pelan melihat ekspresi dari Jeremy.
“Kau jahat sekali, menertawakan lelaki tampan ini~”
“Baiklah.. Baiklah.. Maafkan aku. Jadi ada angin jenis apa yang membuat rambut dan doumenmu berantakan, hmm ??”
“Angin rindu padamu~”
Sherly tertawa mendengar jawaban alay dari Jeremy.
“Kau ini alay sekali, persis seperti teman-temanmu semalam !”
“Mereka tidak hanya alay, mereka juga tidak waras. Kejam sekali, menyamakan kekasih tampanmu ini, dengan orang gila.”
“Astaga, kau ini kejam sekali dengan teman-temanmu.”
Kini giliran Jeremy yang tertawa dengan perkataan Sherly. Percakapan yang benar-benar absurd dari kedua pasangan beda jenis kelamin itu, justru terlihat membuat sebuah hubungan tidak terlihat antara mereka. Dan entah apakah itu hubungan yang sehat ataukah tidak, karena Sherly.. Masih menjadi istri orang lain.
“Hey sayang, bagaimana dengan blackcard yang aku berikan ?? Sudah kau pakai ??”
“Belum, mungkin aku akan mencoba berbelanja nantinya.”
“Beli saja baju di mall.”
“Untuk apa ??”
“Untuk kencan pertama kita, nanti malam. Bagaimana ?? Aku akan menjemputmu nanti sore.”
Sherly menimang perkataan Jeremy, mungkin tidak ada salahnya, daripada dirinya di rumah ini bersama dengan suami dan selingkuhannya, lebih baik dia pergi dengan Jeremy.
“Baiklah, kau menunggu saja di taman seperti tadi, aku akan menyusulmu ke sana.”
“Baiklah, kalau begitu. Sampai bertemu nanti, sayang~”
Sherly terkekeh pelan mendengarkan perkataan Jeremy, sebelum menutup panggilannya. Setelah itu, wanita itu menaruh handphone di atas meja nakas di sebelahnya, dan kemudian bersiap untuk pergi ke mall.
...
“Kau benar-benar nekat, kali ini..”
“Setidaknya kenekatanku kali ini, tidak akan mengancam nyawa kita, lagipula suaminya hanyalah orang biasa.”
Di atas tempat duduk kebesarannya, Jeremy menaruh handphone di atas mejanya. Dirinya tersenyum puas saat bisa meraih wanita yang sangat dia cintai di tangannya. Sementara di seberang sana, sosok lelaki yang lebih tinggi, duduk bersandar menatap ke arah Jeremy, dengan tatapan yang sulit di mengerti.
“Aku hampir tidak percaya, kau bisa membawa wanita itu, dan bahkan sempat tidur dengannya. Aku mendengar jika dia sangat mencintai suaminya.” Ujar sosok lelaki bernama Jefry Ian Chadwick, kakak tiri Jeremy, yang merupakan satu-satunya keluarga yang dimiliki oleh Jeremy, setelah kedua orang tuanya meninggal.
Berbeda dengan saudara tiri pada cerita-cerita menyedihkan, Jefry dan Jeremy memiliki hubungan yang sangat baik. Bahkan Jefry selalu membantu dan melindungi Jeremy dari ancaman apapun, tidak ada rasa iri pada Jefry, saat mendengar jika Jeremy mendapatkan warisan lebih banyak, dan secara sah yang memegang perusahaan keluarga mereka.
Sebaliknya, Jefry justru memiliki bisnis tersendiri, yang dia bangun dengan hasil kerja kerasnya sendiri. Tapi tetap, Jefry setia menemani adiknya, dan membantu adik laki-lakinya itu.
“Suaminya sudah melewati batas, dengan berselingkuh dan secara terang-terangan membawa wanita lain ke rumah, lagipula Sherly masih sangat cantik, banyak lelaki yang bisa dan mau menerimanya, termasuk aku.” Ujar Jeremy menyeringai dengan licik, dirinya bisa membayangkan wajah cantik, dan tubuh seksi di balik gaun mewah dan mahal.
“Aku mendengar jika suaminya.. Menginginkan seorang anak, dan Sherly..” Jefry tidak melanjutkan perkataannya, karena takut adiknya akan tersinggung, tapi sebaliknya Jeremy hanya tersenyum kecil.
“Sherly tidak mandul, dia akan hamil.. Dan akan aku pastikan, hanya aku yang boleh membuatnya hamil.” Ujar Jeremy tersenyum miring, membayangkan dirinya menikah dan memiliki anak dengannya. Bukankah itu akan menjadi mimpi yang indah baginya ??
“Tapi bukankah sedikit sulit, terlebih dirinya masih tinggal satu atap dengan suaminya. Kau tidak mungkin akan ikut tinggal di rumah mereka, kan ??” Ujar Jefry menyipitkan matanya, seakan mengatakan bagaimana Sherly bisa hamil denganmu, jika dia tidak selalu di dekatmu
Jeremy memasang wajah berfikir, benar perkataan kakaknya. Jika dia masih jauh, hubungannya dan Sherly juga pasti hanya seperti ini, tidak mungkin hanya karena satu HS saja, bisa membuat Sherly hamil, dan membuat hubungan mereka semakin dekat. Tapi kemudian tercetus ide liar dari Jeremy.
“Aku ada ide, aku harap reaksinya bisa seperti harapanku..” Ujar Jeremy berbicara dengan nada lirih, tapi terdengar oleh Jefry, kakaknya.
...
“Nyonya Sherly mau kemana ??” Virly salah satu pelayan di rumah terkejut, mendapati Sherly turun dengan gaya berbeda, bahkan berdandan ?!
Oh astaga, apakah ini mimpi ?! Nyonya Sherly, adalah tipe perempuan sederhana, terbiasa menggunakan pakaian piyama dan jarang sekali menggunakan riasan di wajahnya. Perkataan Virly membuat orang-orang memandangnya dengan tatapan bingung dan heran.
“Apakah anda..”
“Ah, tidak. Aku berdandan karena aku mau pergi, bukan untuk bersaing dengan wanita rendahan itu.” Lirih Sherly dengan nada berbisik di bagian akhirnya, membuat Virly yang masih memandang kagum, tanpa mendengarkan perkataan sinis Sherly yang mengarah pada Aluna.
“Jujur saja, Nyonya anda lebih cantik daripada wanita itu.” Bisik pelayan lainnya, Sherly hanya tersenyum menanggapi.
Memang di dalam novel, beberapa pelayan sebenarnya berpihak pada Sherly, lagipula beberapa dari mereka bisa merasakan rasa sakit, Sherly saat suaminya berselingkuh dan bahkan membawa Aluna kemari.
“Kalau begitu, aku pergi dulu. Kalian mau titip apa ??” Tanya Sherly, beberapa pelayan menggelengkan kepalanya.
“Tidak usah Nyonya. Sebaiknya Nyonya sering-sering keluar, atau ke mall. Siapa tahu dapat duda kaya, kan enak cerai dapat laki baru.” Ujar Virly dengan nada centil bak anak remaja, membuat tawa terjadi di antara mereka, juga Sherly, di balik semua hal buruk yang terjadi pada sang tokoh utama, rupanya masih ada beberapa sesi komedi di novel ini.
“Baiklah, aku pergi dulu, sampai jumpa semua.” Ujar Sherly, melambaikan tangannya kepada para pelayan.
Lalu Sherly mulai melangkahkan kakinya keluar dari rumah. Oh iya, meskipun rumah ini tidak sebesar milik Jeremy, tapi tetap saja rumah ini memiliki taman kecil di bagian depan. Jadilah Sherly harus melangkahkan kakinya melewati taman untuk keluar dari gerbang.
Mata Sherly sempat menangkap Vincent dan Aluna yang duduk di taman, dengan Aluna yang peluk mesra oleh Vincent. Sherly sempat memperlambat jalannya, tangannya memegang dadanya sejenak, untuk memastikan sesuatu.
“Tidak ada rasa cemburu dan sakit, oke~ move on gampang.” Celetuk Sherly dengan riang, dia kembali melangkah melewati mereka sembari bersenandung kecil, hingga dirinya berada di depan gerbang rumah.
“Lho, mau kemana Nyonya ?? Tumben dandan cantik.” Ujar lelaki bernama Milo, satpam penjaga di rumah mereka. Milo memang lelaki yang lebih muda, bahkan Sherly berfikir jika di dalam novel sang tokoh utama akan berakhir menikah dengan Milo, karena lelaki itu cukup perhatian dengan sang tokoh utama.
“Mau jalan-jalan aja kok, duluan ya..”
“Iya, hati-hati Nyonya.” Ujar Milo dengan ramah, membalas lambaian tangan Sherly kepadanya.
🌟🌟🌟🌟
..