NovelToon NovelToon
The Fault In Our Secrets

The Fault In Our Secrets

Status: tamat
Genre:Ketos / Duniahiburan / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:10
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Di dunia yang penuh sandiwara, kebenaran adalah satu-satunya hal yang paling berbahaya."
Bagi semua orang di SMA Garuda, Jenny adalah definisi kesempurnaan. Sebagai ketua pemandu sorak yang ceria dan ramah, hidupnya tampak lengkap dengan kehadiran Jonathan, ketua OSIS yang kaku namun romantis, serta Claudia, sahabat yang selalu ada di sisinya. Jenny memiliki segalanya—atau setidaknya, itulah yang ia percayai.
Namun, di balik pintu ruang OSIS yang tertutup dan senyum manis para sahabat, sebuah pengkhianatan sedang tumbuh subur. Jonathan yang ia puja dan Claudia yang ia percaya, menyembunyikan api di balik punggung mereka.
Hanya satu orang yang berani mengusik "gelembung" bahagia milik Jenny: Romeo. Sang kapten tim voli yang kasar, red flag, dan rival bebuyutan Jenny sejak hari pertama. Romeo benci kepalsuan, dan ia tahu betul bahwa mahkota yang dipakai Jenny sudah retak sejak lama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

 Suasana kelas 12 IPS 3 mendadak sunyi saat Jenny melangkah masuk. Namun, kali ini ia tidak sendirian. Di sampingnya, Angga berjalan dengan wajah serius, seolah menjadi tameng hidup bagi sang mantan ratu sekolah. Kabar dari Emy tentang rencana baru Claudia telah mencapai telinga Jenny tepat sebelum bel masuk berbunyi, dan kesabarannya sudah habis.

Jenny berjalan lurus ke arah meja Claudia. Gadis itu sedang berbisik-bisik dengan Lisa, namun seketika terdiam saat melihat bayangan Jenny menutupi meja mereka.

"Lagi nyusun rencana apa lagi lo, jalang?" suara Jenny terdengar sangat dingin, menusuk hingga ke tulang belakang siapa pun yang mendengarnya.

Claudia mencoba memasang wajah terkejut yang berpura-pura polos. "Jen? Kamu ngomong apa sih? Aku cuma lagi bahas tugas sama Lisa—"

"Halah, nggak usah sok suci!" potong Jenny sambil menggebrak meja Claudia hingga botol minum di sana terguling. "Otak lo kalau nggak dipake buat licik kayaknya gatel ya?! Emy udah kasih tahu gue semuanya. Lo mau coba sabotase beasiswa gue ke Universitas Nasional dengan nyebarin fitnah soal nilai gue?"

Angga melangkah maju, menatap Claudia dan Lisa dengan pandangan meremehkan. "Gue nggak nyangka lo serendah ini, Clau. Dulu gue pikir lo cuma korban Jonathan, tapi ternyata lo emang otaknya."

"Lo nggak ada urusannya di sini, Angga!" bentak Lisa mencoba membela temannya.

Jenny tertawa kecil, sebuah tawa yang terdengar sangat berbahaya. Ia merogoh saku roknya dan mengeluarkan ponselnya, lalu mengarahkannya tepat ke depan wajah Claudia yang mulai memucat.

"Lo pikir lo udah menang karena bisa narik perhatian Jonathan?" Jenny merendahkan suaranya, berbisik tepat di telinga Claudia. "Gue punya sesuatu yang jauh lebih seru daripada sekadar foto ciuman di parkiran. Gue bisa aja loh nyebarin foto telanjang lo sama Jonathan di apartemen itu kalau gue mau. Mau lo?!"

Mata Claudia membelalak sempurna. Tubuhnya gemetar hebat. "Kamu... kamu nggak mungkin punya itu. Kamu bohong!"

"Coba aja kalau berani," tantang Jenny dengan senyum miring yang mematikan. "Lo lupa kalau gue pernah pegang akun cloud Jonathan buat urusan tugas OSIS? Jonathan itu bego, dia nggak hapus semua 'koleksi' pribadinya dengan teliti. Satu klik dari gue, dan seluruh dunia bakal liat gimana 'cantiknya' lo di atas tempat tidur Jonathan."

Sebenarnya, Jenny tidak yakin apakah foto itu benar-benar ada dalam bentuk yang sevulgar itu, tapi gertakannya bekerja dengan sempurna. Wajah Claudia kini sudah seputih kapas. Ia tahu reputasinya sudah hancur, tapi menjadi bahan tontonan video dewasa adalah kiamat baginya.

"Jangan... jangan lakuin itu, Jen. Aku mohon," isak Claudia, kali ini tangisnya bukan lagi akting. Ia benar-benar ketakutan.

"Makanya, jaga mulut lo dan jaga tangan lo dari hidup gue!" sentak Jenny. "Lo tetap sekolah di sini aja udah syukur gue nggak lapor polisi soal pengrusakan barang kemarin. Sekali lagi gue denger lo macem-macem, gue nggak bakal ragu buat hancurin lo sampai lo nggak berani keluar rumah seumur hidup!"

Lisa yang tadi sangat vokal, kini hanya bisa terdiam membeku. Ia tidak menyangka Jenny memiliki senjata sekuat itu. Angga menarik bahu Jenny dengan lembut, mengajaknya untuk menjauh.

"Udah, Jen. Dia udah nggak punya nyali lagi," ucap Angga.

Jenny menatap Claudia untuk terakhir kalinya dengan tatapan jijik. "Buat lo, Lisa... mending lo cek lagi pacar lo, Romeo. Dia lebih sering nanyain kabar gue dibanding nanyain kenapa lo nangis seharian ini. Kasihan ya, jadi pilihan kedua terus?"

Jenny berbalik dan berjalan menuju bangkunya dengan kepala tegak, diikuti oleh Angga. Seisi kelas menatap Claudia dengan pandangan yang kini penuh dengan cemoohan. Claudia hanya bisa menelungkupkan kepalanya di atas meja, menangis tanpa suara.

Di depan pintu kelas, Romeo berdiri sambil menyilangkan tangan di dada. Ia telah menyaksikan seluruh kejadian itu. Saat Jenny melewatinya, Romeo memberikan tepuk tangan pelan yang ironis.

"Gila. Gue nggak nyangka lo punya simpanan 'bom' kayak gitu, Little Miss Sunshine," gumam Romeo saat Jenny berada di dekatnya.

Jenny hanya meliriknya sekilas. "Kadang lo harus jadi iblis buat ngelawan ular, Rom."

Romeo tersenyum miring, lalu mengikuti Jenny masuk ke dalam kelas, mengabaikan Lisa yang menatapnya dengan mata penuh air mata. Hari itu, kekuasaan Claudia benar-benar berakhir. Ia tidak lagi memiliki taring untuk menyerang.

Namun, di balik kemenangan itu, Jenny merasakan ada sesuatu yang hilang. Rasa manis dari balas dendam perlahan digantikan oleh rasa hampa. Ia menyadari bahwa meskipun ia telah menghancurkan musuh-musuhnya, hatinya tetap terasa dingin.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!