Sebelum membaca jangan lupa di Favoritin ❤️ dulu ya kakak.
"Maaf aku hanya mampu menjadi pengagum rahasia mu dan seseorang yang senantiasa melangitkan namamu" Ryeana.
Ryeana Allura Clarabelle adalah remaja SMA yang sangat mencintai sahabat laki-lakinya sejak SMP. Ryeana adalah tipe gadis yang sangat sulit dimengerti, dia akan terlihat dingin dan cuek didepan orang baru. Dan akan terlihat hangat di depan orang terdekatnya.
Ryeana bukanlah tipe gadis yang mau menunjukkan perasaannya secara frontal, gadis itu lebih memilih memendam dan menyalurkan rasa cinta dan sukanya lewat cara rahasia dia sendiri.
Jadi, mungkinkah bagi seorang gadis remaja seperti Ryeana berhasil mendapatkan cinta yang sangat diinginkannya dari sahabat laki-lakinya itu ?
Ikuti dan baca terus novel "Cinta Ryeana" dan jangan lupa kasih komentar mu di setiap Bab.
Happy Reading 🌻
Follow Instagram : @nona_rie
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hertati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ryeana-25
Nicholas tiba dirumah Ryeana. Ia memperhatikan pekarangan rumah Ryeana yang sangat sepi itu. Nicholas turun dari motornya dan berniat ingin memencet bel, namun matanya menangkap pintu pagar yang tergembok. Itu berarti tidak ada penghuninya, namun Nicholas masih saja keras kepala ia terus memanggil nama Ryeana. Namun nihil, tidak ada sautan seperti biasa dari dalam rumah gadis itu.
Nicholas semakin kalut, ia menaiki motornya dan melaju menuju rumah Andira.
Nicholas tiba didepan rumah sederhana yang cukup asri. Disana Nicholas bisa melihat Andira yang sedang duduk di kursi plastik sambil berjemur karena matahari memang lumayan terik salah satu kakinya yang terluka itu diangkat lurus ke depan dengan kursi sebagai penyangga.
"Ra,,, " panggil Nicholas sambil turun dari motornya. Andira menoleh ke arah sumber suara.
"Eh Lo, ada apa Cho? Ini bukannya jam belajar ya. Lo cabut ya!" Cecar Andira terkejut, baru kali ini tahu seorang Nicholas berani cabut.
"Gilakkk. Lo berani banget cabut dari SMA Roma" lanjutnya lagi takjub. "Kalo Ryeana tahu ckckck habis Lo kenak sembur Cho" Andira menurunkan kakinya yang tadinya ia letakkan di atas kursi plastik satu lagi. Lalu menyerahkan pada Nicholas untuk diduduki.
Nicholas duduk. Mereka berdua duduk dibawah terik matahari. Karena Andira belum mau beranjak, sayang mataharinya sangat bagus untuk kesehatan tubuh, mumpung belum jam 11 juga.
"Ra, gue kesini mau tanya kabar Ryeana sama Lo" ucap Nicholas penuh harap menatap Andira.
"Ryeana? Memangnya dia kenapa? Sejak kita kenak musibah kemarin, Ryeana belum ada kemari kok Cho. Ryeana gak masuk tadi?" ucapnya jujur. Nicholas menggeleng.
"Lo gak ada ditelpon atau di chat gitu Ra?"
"Gak ada Cho. Tapi bentar gue telpon dulu ya. Lo datang tiba-tiba gini nanyakin dia bikin gue takut tahu gak. " gerutu Andira sambil mencari kontak Ryeana di ponselnya.
Andira beberapa kali menghubungi namun panggilan tetap tidak tersambung.
"Gimana Ra?"
Andira menggeleng. "Gak tersambung Cho. Lo udah datangin Rumahnya belum?"
"Udah. Tapi kosong. " Nicholas menghela nafas panjang.
"Yaudah Lo tenang aja. Ryeana pasti baik-baik aja kok. " ujar Andira menenangkan Nicholas.
"Gue kalo gak lihat orangnya langsung, gak bisa tenang Ra. " ucapnya lesu.
"Gini aja deh, mending Lo balik ke sekolah lagi, ntar malem Lo datangin lagi rumah Ryeana. Gue belum bisa kemana-mana Cho, Lo lihat kondisi gue nih. Entar kalo Lo udah ada kabar janji ya Lo kasih tahu gue."
Nicholas mengangguk "Gue balik ya. Lo semoga cepat sembuh" ujarnya kemudian pamit. Bukannya kembali ke sekolah atau kembali ke rumah. Nicholas hanya mengendarai motornya tanpa tujuan. Hingga ia tiba di taman dekat lapangan rumah Ryeana. Ia menghentikan motornya disitu dan berjalan menuju bangku taman yang terakhir kali ia duduki bersama Ryeana saat olahraga pagi bersama.
"Ri gue kangen Lo" gumamnya tersenyum.
"Ri Lo mau tahu gak waktu lo minta gue buat jauhin Lo, jujur gue gak bisa Ri. Gue udah coba dan gue gak tahan. Lo sahabat gue Ri. Lo punya tempat spesial dalam diri gue. Lo dimana? Jangan bikin gue khawatir Ri. Kalo disuruh milih gue lebih ikhlas pisah sama Lala daripada harus jauh dari Lo Ri. Cukup waktu SMP Lo jauhin gue, sekarang jangan lagi Ri. Gue jujur gue gak tahan. " gumam Nicholas lesu. Ia mengusap letak duduk Ryeana pada waktu itu. Sambil tersenyum membayangkan wajah gadis itu saat meminta Nicholas untuk menjauhi Ryeana. Gadis itu masih sanggup tersenyum padahal Nicholah sudah kalang kabut dengan permintaan gadis itu.
Cukup lama Nicholas berdiam diri di taman itu. Rasanya berat untuk kembali ke rumah sebelum tujuan bertemu Ryeana terkabul.
🐸🐸🐸
Di rumah sakit, ruang rawat inap Ryeana begitu ramai di isi oleh keluarga baik dari Mama Anya maupun dari Papa Gading. Kakak Sepupu Ryeana berdatangan menjenguk adik sepupu mereka yang paling bungsu itu. Baik keluarga dari Papa Gading dan Mama Anya, Ryeana adalah keturunan terakhir karena kelahiran gadis itu cukup lama ditunggu. Keluarga Mama Anya Ryeana bukan satu-satunya keturunan perempuan, tapi di keluarga Papa Gading dia satu-satunya. Semua keluarga begitu memanjakan dan menyayangi gadis itu. Sungguh kasih sayang dari keluarga, Ryeana sama sekali tak kekurangan.
"Dek, mau makan apa lagi, biar kita pesan nih" ucap Abang Aryo Sepupu laki-laki tertua Ryeana dari Abang Papanya begitu semangat.
"Ri gak mau lagi ah kak. Perut Ri uda penuh" tolaknya manja sambil menarik erat tangan Papanya yang berada di genggamannya keatas perutnya. Papa Gading hanya tersenyum lucu melihat reaksi putrinya itu.
"Eits mana bisa gitu. Tadi dokter bilang kamu harus isi perut setiap ganti jam" sambung Kakak Ros sepupu perempuan tertua dari Mama Anya. Kak Ros ini jugalah yang menyarankan Ryeana masuk ke SMA Roma.
Sepupu dari Mama dan Papanya juga kompak karena sering bertemu setiap kali ada acara.
"Alah, bilang aja Lo berdua alasan kan. Biar bisa ikutan makan juga" sewot Abang Aska
"Kayak lu gak gitu aja Ka" sambung Abang Pero
Ryeana terkekeh. "Yaudah kalo Kakak dan Abang masih kelaparan gak pa-pa kok pesan aja lagi makanannya" ucap Ryeana menengahi
"Gak dek gak. Entar aja kalo uda habis magrib baru pesan lagi. Bisa-bisa ruangan kamu ini bau makanan karena ulah mereka" ucap Abang Satrio menatap sinis saudaranya yang lain.
"Yaelah Bang, kalo gak makan-makan terus kita ngapain disini. Cuman lihat-lihat doang, udahlah gue juga udah tahu muka gue yang paling cakep. "sela Abang Aska sambil memuji dirinya sendiri begitu bangga.
"Gimana kalo kita pesan kuaci sama jus aja dek. Sambil main ular tangga entaran" ajak Kakak Ros sambil merangkul Aska yang lebih muda darinya, Aska bangkit dengan antusias.
Mereka berdua keluar dari ruangan Ryeana, sedangkan yang lain hanya bisa geleng-geleng kepala. Para orang tua sedang asyik mengobrol berbeda dengan Papa Gading yang terus menggenggam erat tangan anak gadisnya itu.
"Papa kalo capek istirahat aja Pa. " ucap Ryeana sambil tersenyum manis pada Papanya.
"Gak Nona, Papa gak capek. Lihat kamu baik-baik gini aja Papa semangat 45 terus. " ucapnya sambil terkekeh.
"Maaf ya Pa. Udah buat Papa khawatir, Ri janji gak begadang lagi, Ri janji bakalan jaga pola makanan Ri. Ri gak mau buat Papa, Mama dan yang lainnya khawatir lagi." ucap Ryeana merasa bersalah.
"Iya sayang Papa. Papa gak marah kok, kamu begadang juga karena belajar, justru Papa yang minta maaf karena terlalu menuntut putri Papa ini. " Papa Gading mengusap kepala putrinya penuh sayang.
"Papa peluk "ucap Ryeana manja sambil merentangkan kedua tangannya. Dengan senang hati Papa Gading menyambut pelukan putrinya itu.
Mama Anya yang tak sengaja melihat adegan itu begitu terharu, putri kesayangannya sudah sehat. Ia berjanji akan lebih ketat lagi menjaga kesehatan anak gadisnya itu.
fokusnya ttep ryeana & nicho
trs kok alex nyalahin ryeana?
emosi sih emosi tpi g mesti nyalahin orang lain kan..