Angel mencintai Malvin dengan sepenuh hati. Sampai dia menghabiskan waktunya hanya untuk mendapatkan perhatian Malvin. Dia bahkan memaksa orang tuanya untuk menjodohkan mereka. Pernikahan yang dia impikan bisa berakhir bahagia nyatanya berakhir tragis.
Dia terbunuh di tangan Malvin dan sepupunya sendiri. Arwah nya keluar dari tubuh nya. Rahasia - rahasia yang tidak di ketahui perlahan terungkap. Bahkan dia melihat seseorang yang mencintainya dengan tulus padahal dulu dia menghina pria itu demi seorang Malvin.
---------
"Maafkan aku yang tidak bisa melindungi mu! Aku bersumpah jika aku akan membalas mereka semua. " --- Langit Al Ghassal.
"Jika aku di berikan kesempatan kedua, aku berjanji akan mencintaimu." --- Angelina Chloe Dominic.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
FLASHBACK 2
MASIH FLASHBACK..
Dengan hati - hati Angel mengeluarkan tubuh Alena dari dalam mobil yang masih sedikit mengeluarkan asap. Dia membawa dan membaringkan nya di rerumputan secara perlahan. Di periksa nya denyut nadi Alena, bisa Angel rasakan bahwa nadi Alena semakin melemah. Sepertinya Alena sudah banyak menghirup gas beracun itu.
Angel mengambil sesuatu dari belakang pakaian nya. Sebuah tempat kotak terbuat dari Stainless Steel yang menyimpan berbagai jarum akupuntur medis. Saat menjalankan pelatihan di ruang dimensi milik Kakek nya. Tidak hanya di ajarkan cara pertarungan dan bertahan. Angel juga di ajarkan berbagai hal di dalam nya. Salah satunya adalah pengobatan alternatif menggunakan jarum akupuntur.
Semasa hidup Kakek Ronald memang bukan orang sembarangan. Sekalipun dia menyembunyikan identitas nya sebagai Gen penyihir. Tapi dia menggunakan kemampuan nya untuk menyembuhkan orang lain dengan memakai jarum akupuntur.
Tenaga medis yang sulit untuk mengobati penyakit langkah mampu di obati oleh pengobatan alternatif yang di miliki Kakek nya. Karena itu banyak orang dari berbagai negara yang rela datang ke Indonesia hanya demi untuk bisa menemui Kakek nya untuk berobat.
Sekarang lah saat nya Angel kembali menggunakan bakat yang di wariskan oleh Kakek nya. Jarum tipis berukuran 0.75MM/ 3 Cun berada di tangan Angel. Itu bukan jarum biasa karena pada setiap jarum di lapisi aliran energi sihir yang bisa menghentikan dan menyembuhkan segala sesuatu.
Angel mulai menekan jarum - jarum itu pada titik - titik tertentu dalam tubuh menggunakan teknik khusus. Bukan hanya satu jarum tetapi ada tujuh jarum yang menembus kulit Alena. Seketika darah dalam tubuh berhenti mengalir. Angel mulai duduk dengan kaki bersilang dan mata terpejam. Tangan nya bergerak membentuk sebuah tarian. Setiap gerakan tangan itu pasti mengeluarkan asap berwarna.
Teknik terakhir, dia memindahkan Tujuh jarum dengan kecepatan tangan kilat dan kembali menancapkan nya di titik yang berbeda guna mengeluarkan racun dalam tubuh. Terlihat tubuh Alena mulai merasa tidak nyaman. Angel terus menekan jarum itu, memutarnya sampai posisi nya benar - benar sempurna. Seketika Alena memuntahkan sebuah cairan hitam dalam dirinya.
Angel kembali memeriksa denyut nadinya dan dia bisa merasakan jika nadi Alena kembali normal. Huhhhh, Angel bernafas lega. Ternyata ajaran Kakek nya memang tidak pernah mengecewakan.
Kemudian setelah di rasa Alena sudah aman. Angel mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya dan menghubungi seseorang yang ada disana.
000000000000000
Langit yang sedang memperbaiki mobil di bengkel terhenti saat teman nya berteriak. "Ngit.. Ada telfon tuh, "
Langit menoleh sejenak. "Siapa?
"Mana gue tau, " Digo mengedikkan bahunya kemudian memberikan ponsel pada Langit.
Langit mengelap kotoran di tangan nya dan mengambil ponsel itu. Nama yang tertera di layar ponsel.. My Angel Is Girlfriend 🥰🥰😘😘😘. Langit sampai tersedak luda nya sendiri. Sejak kapan dirinya mengganti nama Angel di layar ponsel nya. Angel memang sempat meminta nomor ponsel nya dan diapun menyimpan nomor ponsel Angel dengan nama biasa. Padahal dulu sering kali Angel menolak saat dirinya meminta nomor ponselnya dengan dalih bahwa dia adalah pacar nya Malvin.
Lihat sekarang.. Sulit di percaya.
Langit menggeser warna hijau. "Halo?"
"Langit gawat, " Disana Angel terdengar panik, tubuh Langit langsung menegang. "Kamu bisa datang kesini nggak?"
"Kamu dimana sekarang?" Langit tidak bertanya karena baginya keselamatan Angel lebih penting. Dan dari suaranya saja Angel terdengar seperti orang panik.
"Aku ada di jalan Kamboja.. Plis kamu datang, tapi kamu datang nya pakek mobil bisa nggak..Atau nggak kamu pinjam atau sewa mobil nanti aku transfer uang nya"
"Oke aku kesana.. " Langit tidak bertanya lagi karena dia pun sangat cemas dengan Angel.
Langit mengambil jaket dan kunci mobil. " Dig.. Gue pergi dulu, ada urusan nanti gue jelasin. Dan, gue juga pinjem mobil Lo nanti gue balikin" Digo mengernyit heran melihat sahabat nya berlari terburu-buru.
00000000000000000
CHIITTTTTT
Langit berlari begitu turun dari mobil nya. Dia berlari dan langsung memeluk Angel dengan erat seolah takut jika Angel akan menghilang dari dunia ini. Angel bisa merasakan tubuh Langit yang bergetar hebat seperti sedang menangis. Angel tertegun, dia hanya tidak menyangka jika Langit akan sangat takut kehilangan dirinya.
Dengan lembut Angel mengelus punggung Langit dan berkata. "Aku nggak papa."
Mata Langit berair. " Aku kira kamu akan pergi seperti di dalam mimpi ku.. Aku takut mimpi itu seperti kenyataan. Di mimpi itu kamu meninggal dan setiap hari aku seperti orang gila yang kehilangan seluruh jiwa. "
DEG
Ternyata ikatan nya dengan Langit memang kuat. Meski Langit tidak mengingat nya tapi Angel jelas mengingat semuanya. Setiap malam Langit selalu tidur memeluk gundukan tanah nya. Air mata tidak pernah berhenti mengalir seperti air terjun.
Angel berusaha tersenyum meski hatinya terasa perih saat mengingat itu. "Itu hanya mimpi, bunga tidur.. Sudah lebih baik sekarang kamu tolongin aku. "
Angel menunjuk ke arah tubuh Alena yang masih terbaring lemah. Tidak hanya ada tubuh Alena tapi tubuh seorang pria juga ada di samping tubuh Alena. Dia supir yang tadi sempat pingsan. Langit baru sadar dengan apa yang terjadi.
"Apa yang terjadi?
"Nanti aku jelasin, sekarang kamu bawa dulu mereka ini ke rumah sakit." Langit mengangguk dan berjalan ke samping tubuh Alena.
Tapi saat tangan nya menyentuh tangan Alena, ada perasaan aneh yang tiba - tiba menyelinap masuk dengan sendirinya. Gelisah dia rasakan begitu melihat wajah Alena yang damai dalam tidur nya. Tapi Langit menepis perasaan itu dan mengangkat rubuh Alena dalam gendongan nya.
"Kamu bagaimana?" tanya Langit karena Angel hanya diam.
"Aku bawa motor, nanti aku nyusul. " Langit mengangguk.
"Hati - hati..
Sebenarnya bisa saja Angel menghubungi supir nya atau memesan Grab. Tapi dia sengaja memanggil Langit untuk mempertemukan Ibu dan Anak itu yang terpisah karena ambisi seseorang. Sekarang giliran memulai permainan yang sebenarnya.
Angel berjongkok di hadapan jasad Kimberly dan memasukkan nya ke dalam mobil di kursi belakang. Sekarang masalah nya dia membutuhkan satu orang untuk menjadi supir nya. Angel tersenyum sinis.
Lalu dia membuka pintu dimensi menggunakan simbol yang ada di tangan nya. Pintu muncul dan terbuka, Angel masuk dengan perasaan ringan. Melambaikan tangan pada Kakek Ronald dan Haruto yang ada disana.
"Ada apa dengan mu? Sepertinya suasana hatimu sedang baik?" tanya Kakek Ronald merasa penasaran.
"Yeesss, bener banget! Kakek emang nggak pernah salah.. Ngomong - ngomong aku ingin meminjam sesuatu dari ruang dimensi ini.."
Kakek Ronald dan Haruto saling pandang kemudian menatap Angel dengan perasaan tidak enak. "Apa?
" Robot Humanoid.. " Itu salah satu alat android yang di ciptakan Kakek nya. Selain bisa menyembuhkan penyakit, Kakek Ronald juga memiliki bakat lain seperti meracik senjata, racun dan bahkan menciptakan alat teknologi salah satunya berupa manusia buatan yang bekerja dengan sangat baik. Tapi sayang eksperimen itu tidak pernah Kakek Ronald perlihatkan pada dunia luar. Hanya keluarga Dominic saja yang tau tentang hal itu.
"Untuk apa kamu membutuhkan robot Humanoid?" tanya Kakek Ronald waspada.
Dengan santai sambil berjalan melewati mereka Angel mengatakan. "Buat di hancurkan." mata Kakek Ronald dan Haruto membelalak seketika.
"APA?!"
•
•
•
BERSAMBUNG