NovelToon NovelToon
Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Romansa / Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Poporing

Serah Spencer adalah seorang Ratu yang terkhianati oleh tunangannya sendiri, Raja Louis dari kerajaan Mathilda.

Awalnya ia mengira dengan status pertunangannya akan membawa ketenangan juga kedamaian untuk rakyat dan kerajaannya di Regina yang sedang menjadi wilayah perebutan. Namun, setelah mengetahui rencana Louis yang licik, Serah memutuskan untuk tak tinggal diam.

Dia akan membalas Louis dan berdiri sendiri demi kerajaannya. Namun, sebelum itu ia harus lolos dari genggaman Louis.

Apakah Serah akan berhasil kembali ke kerajaannya sendiri yang sedang menjadi wilayah konflik antar Raja Louis dan Raja Grenseal? Sementara kedua Raja itu mulai jatuh cinta kepada Serah.

Apa yang akan dilakukannya nanti untuk melawan Louis sekaligus melindungi kekuasaannya sebagai Negeri yang bebas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12 : Kekesalan Louis

Glen berdiri di tengah ruangan aula latihan ini sambil memegang sebuah pedang miliknya di tangan. Serah mengamati, sementara Cristine hanya terdiam. Wanita itu justru lebih tertarik melihat reaksi sang Putri di sebelahnya yang tampak bersungguh-sungguh.

"Pedang ini biasanya memiliki banyak bentuk dan ukuran, dan yang aku gunakan adalah pedang standar yang ditetapkan oleh Raja Louis," ucap Glen mulai menjelaskan dan memperlihatkan pedang miliknya sendiri kepada Serah.

"Senjata ini diciptakan khusus untuk melawan musuh yang memakai baju pelindung, dan mampu menemukan celah yang tepat untuk menyerang." Glen menunjukkan ketrampilannya sedikit. Dia mengayunkan pedang itu ke kiri dan ke kanan dengan gerakan cepat tanpa kesulitan dengan satu tangan. "Ujungnya kuat karena memang didesain untuk menembus dari armor musuh, namun bentuknya tetap kokoh, juga pedang ini bisa digunakan dengan dua tangan." Glen menggenggam pedang itu dengan kedua-tangan, mempraktekkan gerakannya di depan Serah.

"Nah, apa anda mau mencobanya Yang mulia?" Ucapnya seraya memasukkan pedang itu kembali ke dalam sarung dan menyodorkannya ke arah Serah.

Greb...!

Serah pun tanpa ragu langsung menggenggam pedang itu dengan satu tangan.

"Hati-hati Yang mulia, pedang ini agak berat," ujar Glen sebelum ia melepas tangannya dan membiarkan Serah merasakan sensasinya sendiri.

Apa yang dikatakan Glen benar. Begitu pedang itu dilepas oleh Glen, tangan Serah mendapatkan efek kejut saat pedang dalam genggamannya memberi tekanan membuat tangannya terdorong sedikit ke bawah dan membuat Serah langsung menguatkan cengkraman tangannya, lalu memutuskan untuk memegangnya dengan dua tangan.

"Pedang milikku memiliki berat 1,4 kg, memang lebih berat sedikit dibanding pedang lainnya dengan berat hanya sekitar 1,1-1,2 kg," jelas Glen. "Sekarang coba buka perlahan sarungnya," ujarnya kepada Serah memberi instruksi.

Serah mengikuti ucapan pemuda itu. Dengan hati-hati dilepasnya pedang dari sarungnya. Ia tak ingin terburu-buru karena belum terbiasa. Hingga ketika pedang itu sudah terbuka, pantulan pertama yang ia lihat jelas pada bilah pedang adalah refleksi dari wajahnya sendiri.

"Luar biasa...," gumamnya dengan takjub.

"Luar biasa 'kan?" Glen tersenyum. Ia merasa senang melihat sang Putri tertarik dengan seni pedang. " Sekarang anda bisa coba mengayunkannya dengan menggunakan kedua tangan." Glen berjalan mendekati Serah lalu berdiri di sampingnya. "Yang mulia...," ucapnya meminta pedang itu dari tangan Serah.

"Silahkan, Tuan Glen." Serah memberikan pedang itu kepada sang pemilik.

"Perhatikan baik-baik bagaimana cara memegang dan mengayunkannya." Glen melirik Serah sesaat untuk memastikan pandangan wanita itu masih terfokus.

Kemudian ia mulai mengangkat pedang itu tinggi-tinggi ke atas kepalanya dengan dua tangan dan mengayunkannya ke bawah, sejajar sampai sebatas perut dengan tenaga penuh.

Serah terpukau. Ia dapat merasakan kibasan angin yang diakibatkan dari pedang yang diayunkan oleh Glen juga suaranya yang membelah angin.

"Anda juga bisa mengayunkannya ke kiri dan ke kanan seperti ini...." Glen lalu bergeser ke kiri, menjauh dari posisi Serah sebelum mencontohkannya.

Swing.... Swing...!

Lagi, ia mengayunkan pedang itu dengan sekuat tenaga beberapa kali.

Glen menghentikan demonstrasinya dan kini beralih menatap Serah yang sepertinya sudah tak sabar ingin mencoba.

"Apa aku boleh?" Ujar Serah dengan penuh harap.

"Tentu Yang mulai, 'dia' pasti senang karena menjadi pertama yang digunakan oleh calon Ratu Mathilda," ucap Glen tersenyum tipis lalu membungkukkan badan sambil mengerjakan pedang itu kepada Serah.

Pedang itu kini beralih berada di tangan Serah. Ia menggenggam nya sekuat tenaga dan mencoba mengikuti gerakan Glen yang sudah dilihatnya. Pertama ia mengayunkan pedang itu ke bawah dan ke atas beberapa kali, meski tampaknya tidak terlalu bertenaga karena belum terbiasa, tapi Serah dapat melakukan gerakan cukup cepat saat diayunkan ke kiri dan ke kanan.

"Tidak buruk, gerakan anda cukup bagus." Glen menepuk tangan memberikan pujian.

"Apa kau bisa mengajariku caranya menggunakan pedang lebih serius lagi? Sepertinya aku tertarik," ungkap Serah tanpa menutupi rasa ingin tau dan keseriusannya untuk belajar menggunakan pedang layaknya prajurit.

Glen dan Cristine yang mendengar ungkapan itu saling menatap dalam diam. Bukan tidak boleh tapi ini adalah hal tak biasa, bahkan tak pernah terjadi sebelumnya ada seorang Ratu atau Putri yang benar-benar ingin menguasai cara berpedang dengan serius.

"Maaf Yang mulia, tapi untuk urusan seperti itu, Tuan Comwell lebih berhak, dan itu harus dengan ijin Raja Louis," ucap Glen dengan sopan. Bukannya dia ingin menolak tapi semua ada aturan. Dia tak bisa sembarang mengajari atau langsung memenuhi permintaan Serah tanpa persetujuan Raja Louis apalagi belajar berpedang itu memiliki resiko cedera.

Pemuda itu pun hanya bisa membungkuk patuh, berharap Serah dapat memahami. Kalau memang sudah mendapat ijin, tentu dia akan mengajari Serah dengan senang hati.

.

.

Sementara itu di ruangan rapat semua tamu delegasi sudah berkumpul. Mereka duduk di bangku masing-masing dengan ekspresi tegang, sedang menunggu sang tuan rumah yang tak kunjung datang. Pertemuan yang direncanakan bahkan sudah tertunda hampir satu jam.

Para tamu itu mulai gelisah dan mulai terdengar bisik-bisik yang tak enak ditelinga.

"Sepertinya Raja Louis tidak konsisten ya," ucap seorang pria bernama Gordon. Dia adalah Raja dari wilayah yang cukup besar dari kerajaan Gordonia. Ia menatap angkuh kepada William yang berdiri

"Jangan mentang-mentang sebagai Kerajaan besar maka bisa seenaknya begini," sambar pria lain dengan wajah kesal.

Begitulah, ruangan itu mulai berisik seperti dengungan lebah.

"Kalau begini lebih baik kami kembali saja ke ruangan kami!" Seorang pria yang terlihat seumuran dengan Gordon menghentak meja dengan kepalan tangannya.

"Tuan-tuan, mohon maaf, tolong duduklah dulu dengan sabar." William segera bergerak cepat agar tak terjadi kekacauan. "Saya akan segera mencari keberadaan Yang mulia Louis," ujarnya lagi lalu melirik ke seorang pengawal istana yang ada di dalam sana.

Pengawal itu tersentak, lalu tak lama ia mengerti maksud dari sang penasehat agung. Dia membungkuk kepada William kemudian dengan sigap berjalan keluar ruangan untuk mencari Louis.

Sementara Louis sebenarnya sedang berkeliling istana mencari keberadaan Serah dan belum berhasil menemukannya. Ia benar-benar dibuat kesal karena perempuan itu berani menghilang disaat yang krusial. Saat ini ia sedang membutuhkan keberadaan Serah di sisinya sebagai penguat kekuatan kekuasaannya kalau kelak jalur perdagangan itu pun akan segera menjadi miliknya.

"Kemana perginya dia!?" Suaranya lolos menggema di lorong yang sedang ia lalui.

Heran, dia tak menemukannya di mana pun. Di taman, di perpustakaan, Halaman belakang istana, bahkan di area melukis juga tak ada.

Saat itu seorang prajurit berlari menghampiri. Ia langsung memberi hormat kepada Louis.

"Yang mulia, Tuan William meminta anda untuk segera ke ruangan rapat karena para tamu delegasi sudah tak sabar," ucapnya menyampaikan situasi ruangan rapat saat ini.

"Baiklah, dan kau cepat berkeliling mencari Putri Serah. Katakan kepadanya untuk datang ke ruangan rapat," perintahnya dengan tegas dan sedikit kesal karena masih belum bisa menemukan keberadaan Serah.

"Baik, Yang mulia!" Balas prajurit itu membungkuk.

Louis pun bergegas kembali menuju ke ruangan rapat yang sesaat sempat terlupakan kalau dia ada pertemuan penting dan ia sudah terlambat cukup lama. Langkahnya pun semakin dipercepat. Ia tak ingin reputasinya menjadi buruk di mata kerajaan lain.

1
Hunk
fitnah nya kejam banget. ga main main semua pelayan iya fitnah🤣
Panda: blunder
total 1 replies
Hunk
wajib di hujat helena👍
Serena Khanza
akhirnya bisa baca cerita ini lagi thor..
disini si louis sbg raja dia kek terlalu anak emasin helena ya , aku baca sejak bab awal jadinya si helena ini besar kepala merasa diatas angin.. merasa menang dr serah..
tapi bagusnya juga si serah langsung sadar dan bagus aku suka , lebih bagus lg buat si louis menyesal sampe ke dasar jurang karena melepas berlian demi batu kerikil di sungai keruh😏
gak pantes dia jd raja, otak nya cuma wanita, wanita dan wanita dan slengki aja 😏😏😏
jijay..
ayo serah lawan helena biar dia sadar diri posisi dan statusnya dia gak sebanding sama kamu
Serena Khanza: kalo lompat jadi gak tau tiap bab nya kak 🤭
biar makin gregetan juga sama louis ini sama helena mak lampir 🤭
total 2 replies
Nyonya Gunawan
Detik" pembebasan grenseal..
Kaka's
mungkin sebaiknya kata ruangan di hapus saja yah..... jadi " Pagi itu–Serah berjalan seorang diri menelusuri koridor menuju taman depan istana"/Pray//Pray/
Kaka's: 🤭🤭🤭 yang di komen ku sendiri
total 6 replies
Nyonya Gunawan
Bacanya dag dig dug gmn gtu..😄😄
Panda: peyuk Glenn kakaaaaaa
total 3 replies
🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴀʟᴢ٭٭٭
Ratu Serah cukup cerdas, setidaknya dia tidak perlu turun tangan langsung buat ngurus Helena 👏
Wida_Ast Jcy
kenapa gak berontak aja sich thor
Wida_Ast Jcy
lho kok apa apa harus minta persetujuan louis dulu ya
Jing_Jing22
berontak yok🤧
Jing_Jing22
apa-apa harus minta persetujuan Louis dulu
putri bungsu
semangat Ser tunjukan kalo kamu wanita yang tak mudah di bohongi, dan kamu adalah wanita pintar yang bisa mengatasi segala masalah yang loouis perbuat untuk menjatuh kan mu
PrettyDuck
ini cowok yang di bab lalu ngeliatin rombongan serah ya tor?
Panda: iyak kakk
total 1 replies
PrettyDuck
kirain sengaja pamer, ternyata efek otak bloon /Facepalm/
PrettyDuck
terang2an banget ngegundiknya 😭
Mingyu gf😘
dihh sombong banget
Panda: villain tercinta akuh kak tapi wwkwkwk
total 1 replies
Mingyu gf😘
cihh mau banget hormat sama raja tamak
Panda: dia Uda jinakk kak di novel sebelah buakakaka 🤣

prosesnya panjang hah..😏
total 1 replies
MARDONI
Seru banget nih! Serah tahu Louis lagi bersandiwara tapi tetap setuju buat jadi calon Ratu, malah minta belajar berpedang sampe Louis meremehkan dia! Terus pas malamnya jalan-jalan ke taman ketemu lagi sama Grenseal yang lagi latihan pedang, ternyata kerajaan Duncan lagi dalam krisis pangan karena blokade Louis, dan mereka mau cari bantuan ke Ratu Regina! Bikin penasaran banget gimana Serah bakal membantu Grenseal dan bagaimana rencana balas dendamnya ke Louis nih! Semangat terus ya Kak Author! 💪✨
Chimpanzini Banananini
masih belum ada yang bisa dikomentari sih. soalnya isinya masih rapat.

namun, yang aku pengen tahu adalah latar belakang putri serah. mengapa dia akan menikah dengan raja Louis. dipaksa? atau memang sukarela?
Jing_Jing22
wanita juga harus tangguh wahai kesatria jadi tolong bantu ratu serah untuk belajar ya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!