Satya Hadian Biantara adalah seorang pengusaha muda yang boleh dibilang sukses dalam karir karena diusianya yang masih 27 tahun dia sudah menjadi seorang presdir disebuah perusahaan raksasa yang memiliki banyak cabang dimana mana, tapi kesuksesan karirnya sangat kontras dengan perjalanan rumah tangganya yang sudah memasuki tahun ke2.
Sitti Rubi Alya Pramana yang kemudian dipertemukan secara tidak sengaja dengan satya disebuah club malam dikota M.
Satya yang tidak tau sudah dijebak sama rekan bisnisnya akhirnya melewati malam bersama ruby disebuah apartemen ternama dikota itu. Satya baru sadar saat membuka mata paginya dan melihat keadaan dirinya yang sudah tidak memakai sehelai benangpun.
Bagaimana kelanjutan kisah selanjutnya? Apa yang akan dilakukan Satya terhadap ruby sementara dia sangat mencintai istrinya Rania.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Enni Chaka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketemu Delon
Seperti yang dikatakan Satya pagi tadi,ia akan pulang lebih awal sore ini.Jam baru saja menunjukkan pukul 16.30 mobilnya terlihat sudah memasuki apartemen Ruby.Ia berpapasan dengan Ruby saat akan memasuki lift,
"Mas Satya?",Ruby terlihat heran melihat Satya jam segini sudah ada diapartemen,tidak seperti biasanya ia akan pulang saat jalanan hanya diterangi oleh lampu jalan.Sepertinya ia lupa dengan kata Satya bahwa ia akan pulang lebih cepat sore ini.
"Kamu mau kemana?",Satya malah balik bertanya.
"Aku mau ke supermarket mas,persiapanku dikulkas udah abis,aku udah pesen taxi online,mas keatas saja dulu yah",katanya sambil hendak berlalu,tiba-tiba Satya menahan tanngannya,
"Aku anterin yah",ucap Satya.
"Mas gak capek baru pulang?
"Gak kog,biasanya juga kan aku pulang malam",Satya tersenyum kearah Ruby.
"Ya udah,tapi aku keluar duluan yah,mau ngasi tau sopir taxi kalau aku gak jadi naik taxinya",balas Ruby.
Saat Ruby menuju ketempat taxi yang dipesannya,Satya pun kembali keparkiran mengambil mobilnya.
"Kog kamu keluar sendiri belanja,emangnya Lila belum pulang?,tanya Satya saat mereka sudah berada didalam mobil.
"Belum mas,tadi ibu nelfon katanya mereka akan kekota B menghadiri pernikahan anak sepupu ibu",jawab Ruby.
"Oh",Satya menjawab singkat,dalam hati ia berkata ini pasti akal-akalan ibunya untuk membuat mereka berdua diapartemen,mereka tidak kekurangan orang-orang disana, sampai harus membawa Lila.
* DI SUPERMARKET
"Biar aku saja yang dorong trolinya",ucap Satya saat mereka sudah berada disupermarket,Ruby tersenyum memberikannya pada Satya,ia merasa seperti pasangan yang sangat romantis,andai saja ini sebuah mimpi indah ia tidak ingin buru-buru bangun,sayangnya ini kenyataan yang tidak akan bertahan lama,tapi Ruby ingin berdamai dengan kenyataan itu sebelum ia berpisah dengan semuanya.
"Kamu mau beli apa saja?",tanya Satya membuyarkan semua lamunan Ruby.
"kamu maunya dimasakin apa?",Ruby balik bertanya.
"Aku mau makan capcay,cumi goreng kecap sama bihun tumis",kata Satya.
"Wahhh,kamu banyak makan juga yah mas,yah udah kita beli itu semuanya",balasnya sambil memasukan beberapa belanjaan kedalam troli.
Saat melewati rak susu untuk ibu hamil,Satya berhenti lalu tangannya meraih satu merk susu sambil memperlihatkannya pada Ruby,Ruby lalu mengambil susu itu dan menyimpannya kembali ketempatnya,ia mengambil susu dengan merk lain.
"Aku minumnya susu yang ini mas,bukan yang itu",katanya sambil menarik kedua ujung bibirnya pelan.
"Oh...,maafin aku yah By,selama ini tidak pernah terlalu memperhatikanmu",
"Gak papa kog mas,aku mengerti posisiku",ucap Ruby tersenyum getir,tapi ia tidak ingin merusak moment hari ini,ia buru-buru membuang sakit hatinya jauh-jauh.
"Kita ke rak sana dulu yah",ajak Ruby sambil menunjuk rak yang dipenuhi dengan cemilan.
Saat mereka berjalan kearah rak tersebut,Bahu Ruby tiba-tiba ditabrak seseorang yang berjalan buru-buru didepannya,
Buuugggggg
"Au",Ruby meringis memegang bahunya.
"Ma....,Satya??,belum selesai ucapan permintaan maaf orang tersebut,ia dikagetkan dengan orang yang sedang bersama wanita yang ditabraknya.
"Delon??",Satya juga terlihat sangat kaget bisa bertemu dengan Delon.Delon adalah pemilik club S,sahabat Satya sewaktu kuliah yang juga sahabat Rania.Delon sangat tau perjalanan cinta Satya dan Rania.Mereka pun masuk dalam grup whatshap Reuni Kampus dan sebentar lagi angkatan dikampusnya akan mengadakan reuni.
"Ini???",pandangan Delon mengarah pada Ruby yang sore itu memakai overal katun yang menonjolkan perut buncitnya.
"Ini istri sepupu gua,kebetulan dia lagi keluar kota dan istrinya butuh sesuatu jadi dia minta tolong sama gua karena istrinya lagi hamil",kata-kata itu spontan saja keluar dari mulut Satya,Ruby yang berada disebelahnya lagi-lagi harus menelan kegetiran.
"Sepupu lu yang mana Sat?",Satya tidak menyangka Delon akan bertanya sedetail ini.
"Nata",entah kenapa cuma nama itu yang ada dikepala Satya,teman kuliah Satya memang mengira Satya dan Nata adalah sepupu karena keluarga mereka yang terlihat sangat akrab.Satya dan Natapun tidak pernah membantah kalau mereka dibilang sepupu oleh teman-teman kampus walaupun sebenarnya kakek Nata dan kakek Satya yang punya hubungan sangat baik menjadikan mereka sahabat.
"Abyaz Dinata Arghany??,jurusan kedokteran??",Delon masih saja bertanya.
"Iya",jawab Satya singkat,Ruby hanya melongo mendengar semua kata-kata Satya,ia membulatkan bibirnya.
"Dimana anak itu sekarang,sudah lama sekali gua gak ketemu dia,tau-tau dia udah mau punya anak saja",kata Delon menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Delon,teman kampus suamimu",ucapnya mengulurkan tangan pada Ruby.
"Ruby",ia membalas uluran tangan Delon.
"Ternyata Nata pintar juga cari istri,istrinya sangat cantik begini",ucapnya lagi,membuat Ruby hanya tersenyum simpul.
"Oya sat,gimana kabar Rania,entar lagi ada reuni kampus loh,lu datang kan sama Rania?",
"Iya,gua duluan yah lon,takut Ruby capek kelamaan berdiri",kata Satya buru-buru ingin menghindari Delon.
"Oke,sampai ketemu nanti ditempat reuni",Delon masih terus bicara saat Satya akan berlalu,Satya hanya tersenyum simpul pada Delon.
Setelah membayar semua belanjaan dikasir,mereka pun kembali keapartemen,tidak ada yang berniat memulai pembicaraan selama mereka didalam mobil,keduanya tenggelam dalam fikiran masing-masing.
"By,maafin aku tadi gak bisa ngakuin kamu didepan Delon,Delon adalah sahabat Rania juga,aku belum siap By",ucap Satya saat sampai didalam apartemen.Ia meremas wajahnya lalu menundukkan kepalanya kelantai,ia terlihat sangat frustasi.
"Iya gak papa mas,aku mengerti kog,tapi kenapa harus kak Nata yang mas sebut",mata Ruby mulai berkaca-kaca.
"Aku juga tidak tau kenapa bisa mulutku tiba-tiba menyebut Nata,yang aku fikir Delon gak akan mungkin ketemu Nata karena Nata sedang diJerman",balas Satya.
"Lalu bagaimana kalau kak Nata kembali dan ia bertemu Delon lebih cepat?",tanya Ruby.
"Entahlah By,aku belum bisa mikir sampai kesana,untuk sekarang aku hanya ingin fokus memberikan perhatian sama kamu dan calon anak kita",ucapnya sambil mengelus perut Ruby yang duduk disampingnya,Ruby hanya menarik nafas dalam.
"Mas tenang saja,kalau saatnya nanti mba Rania tau,aku akan pergi jauh dari mas Satya,aku akan meninggalkan anak ini untuk mas Satya,ibu dan Grandma",bulir-bulir bening itu jatuh juga dipipi mulus Ruby setelah tadi berkumpul dipelupuk matanya,Satya langsung memeluk Ruby erat,ia sudah mulai merasa nyaman bersama Ruby,ia tidak ingin Ruby meninggalkannya,tapi ia juga belum berani mengakui Ruby didepan Rania dan didepan semua orang.
"Kamu gak akan pernah kemana-mana By,kamu akan tetap disisiku sampai kapanpun",air mata Satya ikut menetes,ia tidak sanggup menahan kesedihan saat Ruby berkata akan pergi jauh.
Akhirnya sore itu bukannya jadi waktu memasak buat Ruby tapi malah jadi waktu sedih-sedihan untuknya dan Satya.
❤️Sabar yah readers2ku syg,nungguin part dokter Nata dan Rania,author aja udah gak sabar berangkatin Ruby ke Jerman bareng dokter Nata yang karir dan ketampanannya tidak kalah sama Satya,makanya stay terus yah ngasi author semangat,supaya bisa up banyak2😘🤗