Di pesantren Queen Al-Falah, Abigail, seorang Ning yang dingin dan penuh talenta, lebih memilih kopi dan kesibukan pondok daripada cinta. Ia adalah permata yang tersembunyi di balik sikap judes dan penampilannya yang sederhana. Namun, takdir berkata lain ketika sang kakek menjodohkannya dengan seorang Gus Abdi Ndalem, partnernya dalam tim multimedia dan hadroh. Di antara jadwal padat, sholawat, dan misteri masa lalu, Abigail harus membuka hatinya untuk cinta yang tak pernah ia duga. Mampukah ia menemukan kehangatan di balik dinginnya ndalem dan kerasnya hatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malang Memanggil, Rahasia Terkuak dalam Siaran Langsung
[Ning bijel sedang perjalanan ke malang karena ada urusan penting yaitu mau launching kerja samanya dg beberapa brand, meskipun kondisi blm sepenuhnya fit, ia berusaha kuat, ternyata di pesantren juga lebih tepatnya dia drama putra dihebohkan dg reaksi para santri pengurus 4 kakak bijel, Faiq juga Gus Arya yg kaget tiba" mereka liat live di Ig ada bijel di malang sedang ikut launching kerjaa smaa dg beberapa brand terkenal, bijel terlihat masih pucat dan belum fit tp tertutup dg wajah judes, dingin dan cueknya itu.]
[Ning Bijel sedang dalam perjalanan menuju Malang karena ada urusan penting, yaitu menghadiri launching kerjasama dengan beberapa brand ternama. Meskipun kondisinya belum sepenuhnya pulih, ia berusaha sekuat tenaga untuk profesional. Ternyata, di pesantren—terutama di asrama putra—para santri, pengurus, keempat kakak Bijel, Gus Faiq, dan terutama Gus Arya, dikejutkan dengan siaran langsung di Instagram yang menampilkan Bijel di Malang, sedang mengikuti launching kerjasama dengan beberapa brand terkenal. Bijel terlihat masih pucat dan belum sepenuhnya fit, namun hal itu tertutupi oleh wajah judes, dingin, dan cueknya yang khas.]
Santri 1: "Eh, lihat ini! Ning Abigail live di Malang!"
Santri 2: "Serius? Lagi ngapain?"
Santri 3: (menunjuk layar ponsel) "Itu, lagi launching kerjasama sama brand-brand terkenal!"
Gus Arka: (terkejut) "Bijel di Malang? Kok nggak bilang-bilang?"
Gus Arzan: "Padahal baru kemarin keluar dari rumah sakit."
Gus Ivan: "Nekat banget sih, Bijel ini."
Gus Atha: (dengan nada prihatin) "Semoga dia baik-baik saja."
Gus Faiq: (terdiam, memperhatikan siaran langsung dengan seksama)
Gus Arya: (dengan nada cemas) "Ya Allah, kenapa dia tidak memberitahuku?"
[Setelah selesai semuanya, ia pergi ke kafe ia live para santri putra, pengurus juga yg lainnya melihat live bijel di kafe di malang, lalu mereka juga mendengar suara 2 cowok 1 cewek di live itu mereka sedang berbincang bincang tentang Zahira yg di pesantren Al Fattah, juga masa" sekolah mereka 2 tahun yg lalu.]
[Setelah menyelesaikan urusannya, Bijel pergi ke sebuah kafe. Ia kembali melakukan siaran langsung, yang mana para santri putra, pengurus, dan yang lainnya melihat Bijel di kafe di Malang. Mereka juga mendengar suara dua orang cowok dan satu orang cewek di live tersebut, yang sedang berbincang-bincang tentang Zahira yang ada di pesantren Al-Fattah, serta masa-masa sekolah mereka dua tahun yang lalu.]
Bijel: (tersenyum tipis ke kamera) "Hai semuanya, lagi santai dulu nih di kafe setelah acara tadi. Capek banget, tapi seru!"
Cowok 1: "Gila, Bijel, lo emang keren! Padahal baru sakit, tapi tetep semangat launching!"
Cewek: "Iya, Bijel. Gue bangga banget sama lo! Oh iya, inget Zahira nggak?"
Bijel: (tertawa kecil) "Zahira? Ya iyalah inget! Masa lalu yang nggak bisa dilupain tuh!"
Cowok 2: "Iya, dulu kita sering banget gangguin Zahira di sekolah. Kasian banget dia."
Cewek: "Tapi Zahira sekarang gimana ya? Denger-denger dia jadi santri di Al-Fattah?"
Bijel: (terdiam sejenak) "Iya, gue juga denger gitu. Semoga dia bahagia aja deh."
Santri 4: "Wah, ternyata Ning Abigail punya teman-teman yang seru juga ya."
Santri 5: "Iya, tapi kok mereka ngomongin santri Al-Fattah ya?"
Santri 6: "Mungkin Ning Abigail punya kenangan sama santri Al-Fattah itu."
Gus Arya: (dengan nada penasaran) "Zahira? Siapa Zahira?"
[Stelah itu, bijel pulang menuju pesantren Queen Al Falah, sampai di pesantren, ia ke ndalem barat, ia tiduran di sofa, ia blm mengembalikan kuncinya. kang Resya mengahmpiri Gus Arya dan bicara tentang kunci yg blm dikembalikan]
[Setelah itu, Bijel pulang menuju pesantren Queen Al-Falah. Sesampainya di pesantren, ia langsung menuju ndalem barat dan tiduran di sofa. Ia belum mengembalikan kunci mobilnya. Kang Resya menghampiri Gus Arya dan membicarakan tentang kunci yang belum dikembalikan.]
Kang Resya: (dengan nada khawatir) "Gus Arya, Ning Abigail sudah pulang, tapi kuncinya belum dikembalikan."
Gus Arya: (dengan nada cemas) "Ya Allah, dia benar-benar nekat. Sebentar, saya akan bicara dengannya."
[Gus Arya berjalan menuju ndalem barat untuk menemui Ning Abigail. Ia merasa khawatir dengan kondisi Ning Abigail yang belum sepenuhnya pulih, namun tetap nekat pergi ke Malang. Ia juga penasaran dengan obrolan Ning Abigail dengan teman-temannya di kafe tentang Zahira, santri Al-Fattah.]
[Sesampainya di ndalem barat, Gus Arya melihat Ning Abigail tertidur di sofa. Wajahnya terlihat pucat dan kelelahan. Gus Arya mendekati Ning Abigail dan berjongkok di depannya. Ia mengamati wajah Ning Abigail dengan seksama. Ia merasa kasihan melihat Ning Abigail yang terlihat sangat rapuh dan membutuhkan perlindungan.]
Gus Arya: (dalam hati, dengan nada khawatir) "Ya Allah, kenapa Ning Abigail harus mengalami semua ini? Apa yang sebenarnya terjadi padanya?"
[Gus Arya mengulurkan tangannya untuk menyentuh rambut Ning Abigail, namun ia mengurungkan niatnya. Ia tidak ingin mengganggu istirahat Ning Abigail. Ia memutuskan untuk menunggu sampai Ning Abigail bangun dan bertanya langsung kepadanya tentang kepergiannya ke Malang dan tentang Zahira.]
[Gus Arya berdiri dan berjalan menuju dapur untuk membuatkan minuman hangat untuk Ning Abigail. Ia berharap minuman hangat tersebut bisa membuat Ning Abigail merasa lebih baik setelah bangun nanti.]
[Sambil menunggu air mendidih, Gus Arya memikirkan tentang Zahira. Siapa sebenarnya Zahira? Mengapa Ning Abigail dan teman-temannya membicarakan tentang Zahira di siaran langsung? Apakah Zahira memiliki hubungan dengan masa lalu Ning Abigail? Gus Arya merasa semakin penasaran dan ingin segera mengetahui kebenaran tentang Zahira.]