NovelToon NovelToon
Encrypted Hearts

Encrypted Hearts

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Trauma masa lalu / CEO / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Sequel Langit Senja Galata

Pernikahan adalah suatu hal sakral untuk menyatukan dua hati dalam satu ikatan janji suci. Lalu bagaimana jika pernikahan tersebut terjadi antara dua orang yang tidak pernah akur satu sama lain? Alvin adalah CEO yang dingin, sedangkan Nana adalah gadis yang terlihat sempurna tapi memiliki gangguan duck syndrome. Baik Alvin maupun Nana memiliki ke hidupan lain di balik layar, tanpa ke duanya tahu bahwa mereka adalah musuh bebuyutan di dunia cyber.

Adik Lunara Ayzel Devran tersebut tanpa pikir panjang menujuk gadis yang sedang duduk di samping sang kakak adalah calon istrinya. Hanya demi menghindari kehidupannya diusik oleh sang kakek yang telah membuat hati sang kakak banyak tersakiti.

“Aku akan menikah dengan Nana,” ucap Alvin.

Nana yang sedang minum terkejut, dia tidak sengaja menyemburkan minumannya.

“Onty jolok! Baju Ezza jadi bacah,”

Apa alasan Nana akhirnya menyetujui permintaan Alvin? Lalu bagaimanakah kehidupan ke duanya setelah menikah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mempercepat pernikahan

Nana baru saja bangun dari tidur, tadi sampai di rumah dia langsung istirahat. Ayzel bersama suami dan ke dua putranya juga istirahat di kamar mereka, hingga Alvin dan ke dua orang tuanya datang mereka masih istirahat di kamar.

Drrt…drrt

Ponsel Nana berbunyi, dia mencari ponselnya yang tadi dia lempar asal di tempat tidur. “Siapa sih? Ganggu banget,” monolognya.

Nana membuka notifikasi pesan masuk, dia menghela napas. “Dia lagi…dia lagi,” kesalnya saat melihat notifikasi pesan masuk. “Dari siapa orang ini tahu nomor ponselku,” heran Nana.

Take a picture 📷

“Dia adalah masa lalu Alvin, sampai saat ini Alvin masih belum bisa melupakannya. Sebaiknya kamu mundur,”

Nana merotasi bola matanya malas, untuk ke sekian kalinya dia mendapatkan pesan dari orang yang tidak di kenalnya. Nana menghela napas, dia akhirnya melacak IP si pemilik ponsel. Nana mengambil leptop, dia duduk di sofa dan meletakkan leptop di pangkuannnya. Seharian ini dia di buat overthinking hingga panik attack dia alami, untungnya Ayzel menyadari sebelum Nana semakin parah. Kali ini tidak akan dia biarkan orang itu bertindak sesukanya.

Dengan kepiawaiannya berselancar di dunia cyber, Nana melacak IP si pemilik ponsel. Tidak butuh waktu lama untuk gadis dua puluh empat tahun tersebut menemukan titik koordinat si pemilik ponsel. Bonus data diri sang pemilik ponsel, Nana tersenyum smirk.

“Kamu bermain dengan orang yang salah, nona.” Nana mengambil ponselnya, dia masuk ke dalam room chat tadi.

Nana mengetik sesuatu.

“Terimakasih untuk informasinya…”

“Nona Yerin!”

Nana terkekeh melihat pesan yang dia kirim, orang yang mengiriminya pesan beruntun yang memintanya mundur dari Alvin adalah Yerin. Nana sama sekali tidak terpengaruh dengan pesan-pesan yang di kirim Yerin, Nana sendiri belum tahu seperti apa perasaannya pada Alvin. Dia juga belum tahu bagaimana perasaan Alvin padanya, tapi tidak menutup kemungkinan dengan seiring berjalannya waktu perasaan ke duanya akan tumbuh.

Senja sudah menghilang, berganti langit yang menggelap. Setelah puas membuat Yerin mungkin syok, Nana memutuskan untuk segera membersihkan diri sebelum nanti makan malam bersama keluarga Devran.

Benar saja karena di sebuah apartemen meVah, Yerin terkejut saat membaca pesan balasan dari Nana. Wajahnya memerah karena kesal. “Bagaimana dia tahu siapa aku?” monolognya.

“Arrrgh. Aku tidak akan membiarkan siapapun mendapatkan Alvin dengan mudah,” lanjutnya.

Yerin dan Alvin adalah teman satu SMA, dia memang sudah menaruh hati pada Alvin sejak masih di bangku sekolah. Namun Alvin lebih dekat dengan sahabat Yerin yang bernama Ghea, hingga beredar rumor kalau Ghea dan Alvin pacaran. Mereka semua berpisah selepas lulus SMA, karena mereka melanjutkan kuliah di Universitas yang berbeda. Mereka bertiga masih saling kontak, hingga Ghea tiba-tiba mengumumkan pertunangannya dengan orang lain. Dari semenjak itu baik Yerin, Ghea dan Alvin tidak lagi saling berkomunikasi. Yerin mengambil kesimpulannya sendiri, bahwa Alvin patah hati.

***

Nana keluar dari kamarnya bersamaan dengan Alvin yang juga keluar dari kamar, ke duanya hendak turun ke lantai satu untuk makan malam bersama keluarga. Rasa canggung menyergap ke duanya, terlebih saat netra ke duanya saling bersitatap. Nana langsung mengalihkan pandangannya dari Alvin, canggung juga malu yang gadis itu rasakan.

“Sorry,” ucap Alvin tetap dengan ekspresi datar dan dingin.

Nana melongo. “Untuk apa?” tanyanya pada Alvin.

“Kamu harus terlibat dengan kakek Zekai dan Yerin,” jawab Alvin. “Yerin menerormu, kan?”

“Da-dari mana kamu tahu?” Nana terkejut.

“Kamu tidak perlu tahu dari mana aku mendapatkan informasi itu,” jawab Alvin datar, dia lantas berjalan mendahului Nana. “Semua yang terjadi tidak lantas membatalkan lamaranku padamu,” imbuhnya sebelum dia menuruni anak tangga.

“Ish…dia lebih menyebalkan dari si bocil Altezza, masih mending Altezza gemesin dan lucu. Kalau dia amit-amit,” Nana memukul udara dengan ke dua tangannya, dia kesal pada Alvin.

Di meja makan sudah berkumpul semua orang, termasuk si bayi Haziel yang duduk di kursi makan miliknya. Bocah itu sedang belajar makan sendiri, Haziel nampak antusias meskipun belepotan. Sedangkan sang abang sudah bisa makan sendiri, meskipun kadang ada manja-manjanya minta di suapi mama atau papanya.

“Adek cemong-cemong cepelti badut,” celetuk Altezza.

“Dulu kamu juga seperti itu,” sahut Nana yang memang tahu bagaimana Altezza kecil, karena dia sering main ke rumah Ayzel dan Alvaro.

“Ehee...onty bohong! Ezza ndak begitu,”

“Ish…coba Ezza tanya mama Zeze,”

Altezza langsung menoleh pada sang mama, seolah mencari pembelaan dari mamanya tersebut bahwa yang di katakan aunty Nana tidak benar. Ayzel mengusap lembut kepala sang putra. “Adek masih bayi, jadi wajar kalau makan masih belepotan. Dulu abang waktu masih bayi juga sama seperti adek,” lembut Ayzel memberitahu putra sulungnya.

Altezza langsung bersedekap tangan di dada. “Tapi ndak cemong kaya adek. Abang pacti lebih lapi dan belcih,” protesnya tidak terimak.

Mereka terkekeh melihat tingkah Altezza, dia tidak terima kalau saat seusia dengan sang adik cara makannya juga sama seperti Haziel.

Setelah drama Altezza, mereka lantas makan malam dengan tenang. Malam itu selepas acara makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga menemani Altezza dan Haziel bermain sambil belajar.

Ayzel dari tadi melihat sang bunda yang menatap sendu pada semua orang, dia lantas duduk di samping sang bunda. “Ze buat teh chamomile buat bunda,” dia memberikan cangkir teh pada bunda Anara.

“Terimakasih, sayang.” Ucap bunda Anara diangguki Ayzel.

Bunda Anara menyeruput teh chamomile buatan putrinya hingga tandas, rasa hangat teh yang di campur madu membuatnya lebih rileks. Bunda Anara melihat Alvin dan Nana yang menemani dua cucunya bermain, sedangkan ayah Devran dan Alvaro…mertua dan menantu tersebut sedang bicara empat mata.

“Terimakasih sudah memberi bunda cucu-cucu yang tampan juga cerdas, nak. Bunda bahagia masih bisa melihat mereka tumbuh,” bunda Anara memperhatikan Altezza dan Haziel.

“Ze juga mau berterimakasih sama bunda. Terimakasih sudah melahirkan aku dan Alvin,”

Ayzel lantas meraih tangan sang bunda. “Jangan khawatir tentang apapun, bun. Berdamai dengan semua yang sudah lalu, Ze bahagia bersama mas Alvaro dan anak-anak. Sebentar lagi Alvin juga memulai bahagianya,” Ayzel paham sang bunda masih saja merasa bersalah soal kakek Zekai yang menyuruh orang mengikuti mereka.

Bunda Anara tersenyum. “Bunda akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian,” ucapnya diangguki Ayzel.

Tidak lama kemudian ayah Devran kembali ke ruang keluarga bersama menantunya, mereka sudah selesai berbincang. Kini giliran Alvin bicara setelah semua berkumpul, Alvin beranjak dari karpet tempatnya bermain bersama dua keponakan tampannya tersebut.

Dia lantas duduk di sofa berhadapan dengan ke dua orang tuanya, Ayzel dan Alvaro.

“Ada apa, son?” tanya ayah Devran.

Alvin menoleh pada Nana. “Bisa kemari sebentar!” pinta Alvin pada Nana.

Nana mengangguk, dia lantas mengangkat Haziel dan memberikannya pada Ayzel. Sementara itu Altezza sudah duduk manis di pangkuan papa Alvaro.

Nana duduku di sofa yang sama dengan Alvin, namun duduk mereka berarak.

“Alvin ingin mempercepat pernikahan dengan Nana,” tidak ada senyum terukir, yang ada adalah ketegasan dari seorang Alvin yang dingin itu.

“Bang Alvin!” tegur Nana, dia juga terkejut dengan ucapan Alvin barusan.

“Kenapa kamu ingin mempercepatnya, Vin? Tanya Alvaro.

“Hari ini kakek Zekai bertindak sudah di lewat batas, aku tidak mau dia atau Yeri melukai Nana. Aku tidak akan leluasa melindungi Nana karena kami belum halal,” Alvin memberikan alasan pada mereka, termasuk pada Nana.

“Bagaimana dengan waliku?” tanya Nana dengan sendu.

“Paman Haejong dan bibi Haruna akan datang lusa, satu hari setelahnya kita lakukan akad nikah. Aku tidak mau makin ada banyak orang yang menerormu, karena itu kita harus segera menikah.”

Nana hanya bisa menelan salivanya dengan susah, secepat itu? Mana bisa menyiapkan acara pernikahan hanya dalam watu beberapa hari. Nana masih terbengong-bengong, mimpi kah dia? Tapi sepertinya dia tidak sedang bermimpi.

“Apa ayah dan bunda setuju?” tanya Alvin kembali.

“Apapun yang terbaik untukmu bunda ikut, Vin. Tapi kamu juga harus bertanya lagi pada Nana, siap tidaknya ada pada diri Nana. Bunda senang kalau pernikahan kalian di percepat,” jawab sang bunda.”Ayah juga setuju,” imbuh ayah Devran.

Alvin menoleh pada kakak dan kakak iparnya tersebut, mereka berdua mengangguk.

“Kamu bersedia kalau di percepat?” Alvin bertanya  pada Nana.

“Aku ikut bbang Alvin saja,” jawab Nana.

Alvin kembali tersenyum padanya, membuat hati Nana seperti tersengat listrik. Begitu Nana setuju, Alvin bergegas menghubungi sang sahabat untuk membantunya mengurus keperluan pernikahannya.

 

1
Mar lina
aku mampir, kak
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimaksih kk... smg tdkmengecewkn kk sbg pembaca nvlku🙏🙏💗
total 1 replies
lyla lafiya
👍
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trmksh kk❤️
total 1 replies
partini
ini nanti yg bucin duluan siapa yah
tapi aku suka gaya Nana sih
partini: dua"nya Thor boleh"
total 2 replies
partini
kakek benci banget sama nana aihhh no good suatu saat pasti bangga punya cucu mantu BADAS
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkw blm th dia siapa nana kan ya. tak kenal maka hrs kenalan 🤭
total 1 replies
Ira Indrayani
/Good//Good//Heart//Heart//Heart/
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trmksh kk ❤️
total 1 replies
partini
tua Bangkotan emang susah karena udah alot
moga kena stroke 🤣🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): ekwkkw. hrs dibasmi biar g ganggu ya ka🤭
total 1 replies
partini
na tadi kamu jawab aja ,,aku ga bisa
ga bisa nolak 🤣🤣🤣
partini: yah udah expired Thor 🤭
total 2 replies
partini
Alvin keren 👍👍👍 like someone yg selalu selangkah di depan
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkw sat set dia
total 1 replies
partini
so sad bnggt ini jirr mewek akuhhh
a yulaela_fa(Ayu Anfi): cup kkk jgn nangis... kita temani kawal Nana biar bhgia nnti ❤️❤️
total 1 replies
partini
Alvin selangkah di depan weh
a yulaela_fa(Ayu Anfi): gaspoll dia kk... sblm ke duluan kakeknya🤣
total 1 replies
partini
Alvin kaya kulkas 100 pintu
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwk perlu di lelehin makanya dia kk 🫣🤣
total 1 replies
partini
dapat notif,,tapi mesti baca yg dulu" ini maklum Mak Mak memory cuma 4 GB gampang ful 🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkwk...g hrs bc sequel yg lm kk. soalnya g trll ngaruh jg nnti
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!