NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ke Tubuh Permaisuri Terbuang

Reinkarnasi Ke Tubuh Permaisuri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Winny adalah seorang gadis preman yang pekerjaannya selalu berhubungan dengan nyawa. Malam itu dia berada di sirkuit balap mobil, ketika dia hendak sampai di garis finis tiba-tiba mobilnya mengeluarkan api di bagian mesin. suara ledakan terdengar begitu keras, cahaya putih tiba-tiba muncul dan membawa Winny pergi ke suatu tempat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inilah keindahan dunia.

Ketika berada di barat militer para prajurit Ling Xu-mei disuguhkan dengan pemandangan yang membuat kedua bola matanya membulat sempurna, mulutnya langsung menganga tercengang melihat keindahan yang ada di depannya.

"Huaaaaa...," Ling Xu-mei takjub melihat betapa indahnya pemandangan yang ada di depannya. Ibu suri yang melihat itu dia sedikit tersenyum, wajah polos dan tidak bisa dibohongi itu terlihat jelas.

"Huaa..., Ibu suri benar-benar membuat aku seperti mendapatkan suplemen tak terbatas. Lihatlah... betapa indahnya ciptaan para dewa ini." ucap langsung ketika melihat para prajurit sedang berlatih. Otot tubuh mereka begitu sixpack, tangan mereka dipenuhi dengan otot bahkan tubuh setengah telanjang itu seperti pemandangan yang benar-benar sangat menyilaukan.

langkah kaki Ling Xu-mei tanpa dia sadari berjalan menuju para prajurit yang sedang berlatih, kedua bola matanya menatap tubuh telanjang yang sedang berlatih, senyum merekah terlihat ketika dia menatap para prajurit yang setengah telanjang itu dipenuhi dengan keringat.

"Aissss..., Kenapa tidak dari dulu aku ke tempat ini, lihatlah... tubuh mereka benar-benar menggetarkan hatiku, otot mereka seperti sesuatu yang ingin sekali aku remas." Ling Xu-mei tersenyum menatap para prajurit yang sedang berlatih, hal itu membuat beberapa prajurit menatap wanita cantik yang sedang menatap mereka.

"Jenderal, siapa wanita itu?" tanya salah satu prajurit kepada jenderal Tanzo.

Sang Jenderal menoleh menatap ke arah sosok wanita yang sudah ada di arena pelatihan para prajurit, hal itu membuat sang Jenderal nampak terkejut. "Bukankah itu yang mulia permaisuri?" ucap Jenderal Tanzo yang meyakinkan dirinya.

Tanpa sengaja Ling Xu-mei menatap ke arah sang Jenderal, wanita itu tersenyum kemudian mendekati Jenderal Tanzo yang sedang melatih para prajuritnya. "Jenderal." panggil Ling Xu-mei. dia mendatangi Jenderal Tanzo dengan senyum yang merekah melihat senyum yang begitu lebar dan sangat mempesona.

Hal itu membuat sang Jenderal Tanzo jantungnya langsung berdetak kencang. Baru kali ini dia melihat senyum permaisuri Ling Xu-mei, padahal dulu wanita itu tidak pernah sekalipun tersenyum kepada orang lain, namun wanita itu sangat berbeda, dia tersenyum padanya. Berjalan ke arahnya sembari melambaikan tangannya.

"Permaisuri apa yang permaisuri lakukan di sini?" tanya Jenderal Tanzo ketika melihat Ling Xu-mei berada di barat pelatihan para prajurit.

"Apa maksudmu? Ya tentu saja aku mau melihat para prajurit berlatih." jawabnya dengan tersenyum. setelah itu Ling Xu-mei menatap sang Jenderal yang masih berpakaian lengkap. "Jenderal, kenapa kamu masih berpakaian sedangkan para prajuritmu saja bertelanjang dada?" tanya Ling Xu-mei hal itu membuat jenderal Tanzo terkejut sembari memegang pakaiannya.

"Ah.. itu yang mulia..," perkataannya terhenti ketika dia mendapatkan tatapan mata tajam dari Ling Xu-mei. sedangkan di tempat yang tidak jauh ibu suri hanya menggelengkan kepalanya.

"Ya ampun, permaisuri yang sekarang mulutnya tidak bisa dikontrol saat berbicara, kata-katanya begitu manis bahkan dia selalu membuat orang lain jadi salah tingkah." ucap dayang Jung.

Ibu suri hanya tersenyum, Dia kemudian menatap dayang Jung. "Aku yakin sebentar lagi putraku itu akan tunduk kepada permaisuri, biarkan saja permaisuri melakukan apapun yang dia inginkan, biarkan dia membuat seluruh istana ini takluk padanya. Dengan begitu.. mau tidak mau Kaisar akan mengikuti semua alur yang dibuat oleh permaisuri." jawab ibu suri yang membuat dayang Jung menganggukkan kepalanya. dia setuju dengan apa yang dipikirkan oleh ibu suri.

"Jenderal, Kenapa wajahmu jadi memerah seperti itu? apakah kamu sedang tidak enak badan?" tanya Ling Xu-mei yang kemudian menyentuh dahi Jenderal Tanzo. hal itu membuat sang Jenderal langsung menarik tubuhnya.

"Maafkan hamba yang mulia, hamba hanya...," perkataannya terhenti dan kemudian buru-buru pergi meninggalkan Ling Xu-mei.

"Pria itu kenapa sih malah langsung pergi ketika ditanya, memang dasar tidak punya etika sama seperti kaisarnya." kata Ling Xu-mei yang kemudian berlalu meninggalkan tempat itu. Dia berjalan menuju tempat Ibu suri, dia duduk di salah satu kursi penonton tempat para pejabat melihat para prajurit berlatih.

Jenderal Tanzo yang berada di tempatnya dia nampak sangat kebingungan, jantungnya berdebar begitu kencang, tiba-tiba saja wajah permaisuri Ling berulang kali muncul di otaknya. "Kenapa jadi seperti ini? permaisuri kenapa sangat berubah seperti itu?" ucap Jenderal Tanzo yang mencoba untuk menenangkan dirinya. dia menghembuskan nafas berulang kali dan dia juga berusaha untuk mengontrol debaran jantungnya.

Dari tadi melihat para prajurit berlatih hal itu membuat Ling Xu-mei bosan, dia mengelus pipinya berulang kali kemudian melihat tombak yang ada di dekat para prajurit. karena gabut dan tidak punya pekerjaan Ling Xu-mei akhirnya berjalan mendekati senjata para prajurit.

"Kamu mau ke mana?" tanya ibu suri.

"Mau main-main sebentar Ibu suri." jawab Ling Xu-mei yang kemudian mengambil tombak salah satu prajurit. dia bahkan mengarahkan tombak itu ke salah satu prajurit.

"Yang mulia permaisuri mau apa?" tanya prajurit yang nampak kebingungan.

"Aku juga mau latihan sebentar sama kalian." jawab Ling Xu-mei santai kemudian mengangkat tombak itu, memutarnya perlahan kemudian memutar tombak itu dengan cepat. "Ayo kita berlatih." ajak Ling Xu-mei, dia mengarahkan tombak itu ke salah satu prajurit.

"Yang mulia permaisuri, ini tidak baik." prajurit jadi ketakutan.

"Tidak apa-apa." jawab Ling Xu-mei. Dia langsung menyerang salah satu prajurit yang membawa pedang, hal itu membuat prajurit langsung memberikan perlawanan.

Ibu suri dan dayang Jung yang melihat itu mereka berdua di buat terkejut, mereka seolah tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, perasaan mereka bercampur aduk menjadi satu. "Yang mulia, lihatlah, permaisuri bisa bertarung." dayang Jung terkejut dengan apa yang dia lihat. kedua jarinya dia letakkan di mata seolah dia mencoba untuk mencari tahu kebenaran.

"Benar sekali dayang, permaisuri ternyata pandai bertarung." jawab ibu suri dengan senyum yang begitu lebar. sedangkan di tempat lain para prajurit bergegas ke tempat Jenderal dan mengatakan kalau permaisuri Ling sedang bertarung dengan salah satu prajurit. hal itu membuat sang Jenderal bergegas ke tempat pelatihan para prajuritnya.

Ketika berada di tempat itu betapa terkejutnya sang Jenderal saat melihat permaisuri Ling menggunakan tombak dengan begitu luwesnya, tangannya begitu pandai memutar tombak itu memutari tubuhnya, melemparnya ke atas kemudian menangkapnya. Dan.. yang paling membuat terkejut lagi adalah permaisuri Ling langsung menumbangkan prajurit dengan begitu mudah.

"Kenapa latihanmu hanya seperti ini, lihatlah.. kamu mudah sekali dikalahkan oleh seorang wanita." ucap Ling Xu-mei yang kemudian menatap si prajurit. semua orang yang ada di tempat itu dibuat terkejut dengan apa yang mereka lihat, permaisuri yang dikenal sebagai wanita tidak mempunyai kepandaian apapun itu. namun sekarang pemikiran itu langsung dibantai habis oleh kenyataan pagi itu.

"Bagaimana mungkin permaisuri jadi sepandai ini, dia menggunakan senjata seperti menggunakan pisau untuk memasak." ucap jenderal Tanzo.

"Ck..., kalian ini benar-benar tidak bisa diandalkan kalau ada perang besar kalian tidak akan mampu melawan mereka. Lihatlah.. tubuh kalian ini memang berotot tapi dalamnya tidak ada isinya sama sekali, cuma otot lembek tanpa ada tulang sama sekali." Ling Xu-mei mengeluarkan beberapa kalimat yang nampak begitu pedas kata-kata itu seperti jarum yang langsung menusuk ke jantung para prajurit.

*bersambung*

1
Nurmalasari
Luar biasa
Suzana Diro
ibunda bar²
Yuliana Tunru
mantap ling basmi.orang2 yg sok dan menindas ank2 mu bisa1 mrķ di tindas padahal ank kaisar ..apa kaisar selama ini tak.oersuli pd ank2 x kaisar bodoh
Yulya Muzwar
keren ceritanya thor ⭐5 untukmu
semangat berkaryaa
Yuliana Tunru
bagus hajqr guru tua tqk tau adab putra kqisar di olok2 tunggu kau akan di gantikan dgn guru laiin silqhkan ajari ank2 pejabat.lain yg bermukq dua
Ma Em
Biarkan permaisuri Ling dgn kaisar Qin saja daripada tinggal di istana Han cuma dihina dan di rendahkan dan juga permaisuri Ling sdh dibuang sama kaisar Han .
Rizky Fathur
Thor itu kaisar seperti orang yang tidak mengenal cinta Thor
Yuliana Tunru
ayo permaisuri hajqr kaisar sok.itu aplg sidampingi selir jalqbg apa hebat x cm di ranjang dan dibibir beracun penuh dusta tak usah oersuli kan cari bahagia mu.klo oerlu hajqr kqisar seperti dia dulu menyiksamu biar kapok
Rizky Fathur
cepat buat cerai dari kaisar itu Thor
kaylla salsabella
aku mampir thor semangat berkarya😍😍
shafrilla
terima kasih kak
Wahyuningsih
q mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!