Apa jadinya jika seorang Scientist Gila mendapatkan Sistem Pertanian?
Elena adalah seorang ilmuwan kimia gila yang mati dalam ledakan laboratorium dan terbangun di tubuh gadis desa yang tertindas. Berbekal "Sistem Petani Legendaris", ia tidak lagi bermain dengan cairan asam, melainkan dengan cangkul dan benih ajaib. Di tangan seorang jenius gila, ladang pertanian bukan sekadar tempat menanam padi, melainkan laboratorium maut yang bisa mengguncang kekaisaran!
Ingin mencuri hasil panennya? Bersiaplah menghadapi tanaman karnivora dan ledakan reaksi kimia di ladangnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
gangsal (5)
Malam di tanah terkutuk itu tidaklah hitam pekat, melainkan berwarna ungu gelap yang tidak wajar. Kabut yang dipicu oleh Sistem Petani Legendaris mulai merayap dari celah-celah tanah hitam, menciptakan dinding fatamorgana yang memisahkan ladang Elena dengan dunia luar. Bagi warga desa yang berdiri di perbatasan ladang dengan obor di tangan, kabut itu tampak seperti nafas iblis yang lapar.
"Dia benar-benar penyihir!" teriak seorang pria berjanggut yang memegang arit. "Lihat bagaimana tanaman itu bersinar! Tidak ada tumbuhan normal yang tumbuh di tengah malam di tanah kematian ini!"
Bibi Liu berdiri di belakang suaminya, Paman Han, sambil menunjuk-nunjuk dengan tangan yang masih gemetar. "Aku katakan padamu, dia sudah mati kemarin! Dia yang berdiri di sana bukan keponakanmu, tapi roh jahat yang meminjam kulitnya!"
Elena berdiri tegak di tengah kabut itu. Cahaya hijau dari sistem menyinari wajahnya yang pucat, memberikan kesan mistis yang mengerikan. Ia tidak memegang senjata, hanya sebuah cangkul tua, namun auranya seperti seorang penguasa. Di matanya, warga desa ini bukanlah ancaman, melainkan variabel pengganggu yang harus disingkirkan dari area eksperimennya.
"Sistem," Elena membatin dengan dingin. "Tingkatkan kepadatan partikel kabut di sektor barat. Tambahkan elemen refraksi cahaya untuk menciptakan distorsi visual."
[Ding! Memproses... Menambahkan efek 'Lentera Jiwa yang Hilang' pada kabut. Biaya: 5 Poin Energi.]
Seketika, di dalam kabut itu muncul bayangan-bayangan putih yang bergerak meliuk, disertai suara dengungan frekuensi rendah yang membuat telinga manusia terasa sakit. Warga desa yang tadinya garang mendadak pucat pasi. Obor-obor mereka padam satu per satu tanpa sebab yang jelas setidaknya bagi mereka itu sihir, namun bagi Elena, itu hanyalah manipulasi tingkat oksigen yang ia lakukan secara lokal.
Om
"Pergi," suara Elena bergema, terdengar jauh lebih berat dan berwibawa daripada suara Han Jia yang biasanya. "Tanah ini telah memilih tuannya. Jika kalian melangkah satu inci lagi, paru-paru kalian akan menghirup udara yang akan membekukan darah kalian dari dalam."
Itu adalah ancaman berbasis kimia yang nyata, namun warga desa menangkapnya sebagai kutukan maut. Tanpa menunggu perintah kedua, kerumunan itu berbalik dan lari tunggang langgang, meninggalkan kesunyian yang mencekam di ladang tersebut.
Setelah suasana benar-benar sepi, Elena menghela nafas panjang. Kekuatan yang ia dapatkan dari Air Embun Pemurni tadi mulai stabil, namun otaknya mulai terasa panas. Ia duduk bersila di samping tanaman Sawi Roh miliknya yang kini sudah setinggi betis. Daun-daun sawi itu tidak berwarna hijau biasa; mereka bening seperti kristal dengan urat-urat emas yang berdenyut lembut.
"Enam jam telah berlalu," gumam Elena. "Waktunya panen."
Saat jemarinya menyentuh daun roh sawi kristal tersebut, sebuah kejutan elektrik yang sangat kuat menghantam sistem saraf pusatnya. Bukan rasa sakit, melainkan ledakan informasi.
[Ding! Panen Pertama Berhasil!]
[Kualitas: Sempurna (S+). Efek: Restorasi Seluruh Jalur Memori.]
Tiba-tiba, pandangan Elena memutih. Seluruh dunia seolah ditarik keluar dari bawah kakinya.
"Jia-er, lihat bunga ini... meskipun akarnya pahit, ia bisa memurnikan darah jika dicampur dengan alkaloid yang tepat."
Suara seorang pria paruh baya yang lembut bergema di kepalanya. Elena melihat sebuah ruangan kayu yang dipenuhi rak-rak berisi botol obat dan tanaman kering. Itu adalah laboratorium versi kuno. Ia melihat dirinya sendiri Han Jia yang asli sedang memegang buku catatan medis, tersenyum lebar ke arah pria itu. Ayahnya.
Lalu, pemandangan berubah drastis menjadi kegelapan. Bau obat berganti menjadi bau darah dan asap.
"Lari, Jia-er! Jangan biarkan mereka mengambil formula 'Jantung Hijau'! Berikan tanah itu pada mereka, tapi jangan berikan rahasianya!"
Elena merasakan rasa sakit yang bukan miliknya. Rasa sakit dikhianati oleh saudara kandung ayahnya sendiri Paman Han. Ia melihat bagaimana paman dan bibinya meracuni ayahnya perlahan-lahan dengan Arsenic dosis kecil yang dicampur ke dalam teh setiap sore. Han Jia yang asli tahu, tapi dia terlalu lemah dan takut untuk bicara. Hingga akhirnya, ayahnya mati, dan dia dibuang ke tanah hitam ini setelah dipaksa meminum racun yang melumpuhkan pita suaranya dan merusak sistem sarafnya.
"Jadi ini alasannya," Elena membuka mata, nafasnya memburu. Keringat membasahi dahi dan punggungnya. "Han Jia mati bukan karena nasib buruk, tapi karena pembunuhan berencana yang sistematis."
Ia menatap tangannya yang kurus. Sekarang ia mengerti mengapa tubuh ini begitu hancur. Bukan hanya karena kelaparan, tapi sisa-sisa racun logam berat masih mengendap di sumsum tulangnya.
"Paman dan bibi itu... mereka bukan hanya variabel pengganggu," Elena menyipitkan mata, kilatan gila ilmuwannya kembali muncul. "Mereka adalah 'limbah' yang harus diolah kembali. Sebagai seorang ahli kimia, aku sangat benci dengan residu yang tidak bersih."
Ia memetik satu helai daun Sawi Roh kristal itu dan memasukkannya ke dalam mulut. Rasanya manis, dingin, dan meledak menjadi energi murni yang langsung menyerang residu racun di tubuhnya. Elena bisa merasakan proses kimiawi di dalam darahnya: energi dari tanaman itu bertindak sebagai agen kelasi, mengikat logam berat dalam darahnya dan membuangnya melalui pori-pori kulitnya dalam bentuk cairan hitam berbau tajam.
"Luar biasa," bisik Elena saat merasakan kekuatannya kembali berkali-kali lipat. "Sistem, kau benar-benar mahakarya biokimia."
[Ding! Level Up! Anda sekarang Petani Level 1.]
[Membuka Fitur: Laboratorium Alkimia Sederhana & Katalog Benih Beracun.]
Elena berdiri. Tubuhnya kini tidak lagi bungkuk dan lemah. Meskipun masih kurus, kulitnya mulai bersinar dengan kesehatan yang tidak wajar. Matanya yang tajam menatap ke arah desa yang mulai tenang di kejauhan.
"Han Jia, kau ingin aku membalas dendam? Itu terlalu primitif," ucap Elena pada udara kosong, namun seolah bicara pada jiwa yang sebelumnya menempati tubuh itu. "Aku akan melakukan sesuatu yang lebih baik. Aku akan mengubah tanah yang mereka anggap kutukan ini menjadi surga, dan aku akan membuat mereka memohon satu tetes air dari ladangku sementara aku membedah satu demi satu kebohongan mereka."
Elena kembali menatap tanaman sawinya. Ia menyadari sesuatu yang baru. Di bawah tanah hitam yang ia cangkul, sistem memberikan data tambahan yang tidak ia lihat sebelumnya.
[Status Tanah: Terkontaminasi Mineral 'Awan Hitam' (Sangat Langka).]
[Info: Mineral ini adalah bahan utama untuk menciptakan katalis energi tinggi.]
"Awan Hitam?" Elena berjongkok dan mengambil segenggam tanah. "Di dunia modern, ini adalah struktur yang mirip dengan Graphene yang diperkaya radioaktif. Jika aku menggunakan tanaman ini untuk mengekstrak mineral tersebut dari tanah... aku bisa membangun laboratorium yang lebih canggih daripada Sektor 7."
Tiba-tiba, sebuah suara gedebuk keras terdengar dari tepi sungai di batas ladangnya.
Elena segera waspada. Ia berjalan mendekat dengan cangkul di tangan, kabutnya masih menyelimuti area tersebut. Di sana, di antara bebatuan sungai yang licin, tergeletak seorang pria berpakaian zirah hitam yang hancur. Darah segar mengalir dari perutnya, menodai air sungai yang keruh.
Elena mendekat, tidak ada rasa kasihan di wajahnya, hanya rasa ingin tahu medis. Ia membalik tubuh pria itu dengan ujung cangkulnya. Pria itu masih muda, wajahnya tegas namun pucat pasi, dan di tangannya ia memegang sebuah lencana emas dengan lambang naga terbang.
"Zat besi dalam darahnya tinggi... luka robek akibat senjata tajam dengan residu racun saraf," Elena menganalisis dengan cepat. "Subjek ini adalah spesimen yang menarik."
Ia menatap pria yang pingsan itu, lalu menatap ladangnya.
"Sistem, apakah pria ini bisa dijadikan pupuk jika dia mati? Atau dia lebih berguna sebagai asisten laboratorium?"
[Sistem: ... Subjek terdeteksi sebagai karakter kunci. Menyelamatkannya akan membuka akses ke sumber daya langka di luar desa.]
Elena mendengus. "Baiklah. Mari kita lihat apakah kimia modernku bisa menangani racun saraf zaman kuno ini."
Malam itu, di bawah cahaya ungu dan kabut halusinasi, sang ilmuwan gila baru saja mendapatkan "pasien" pertamanya, sementara rencana besarnya untuk mengubah dunia pertanian baru saja dimulai.