NovelToon NovelToon
Seragam Biru Di Balik Rahasia

Seragam Biru Di Balik Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Auvy

Bela tidak pernah berniat mencari masalah. Ia hanya ingin melarikan diri sejenak dari rumah yang penuh pertengkaran, dari hidup yang terasa terlalu berat untuk dipikul sendiri. Bersama dua temannya, ia masuk ke sebuah klub malam—tanpa tahu bahwa malam itu telah disiapkan untuknya.

Kepercayaan berubah menjadi pengkhianatan.
Kesadaran berubah menjadi kehilangan kendali.

Sementara itu, seorang pria yang tak dikenalnya juga sedang lari dari hidupnya sendiri—dari tekanan keluarga, tuntutan pernikahan, dan masa depan yang terus dipaksakan. Malam itu hanyalah pengalihan baginya. Bagi Bela, malam itu adalah awal dari segalanya.

Takdir mempertemukan dua orang asing dalam cara yang salah.
Dan dari kesalahan itu, lahir konsekuensi yang tak bisa dihindari.

Sebuah kisah tentang pilihan, manipulasi, dan bagaimana satu malam dapat mengikat dua jiwa—hingga bertahun-tahun kemudian, ketika rahasia itu kembali menuntut jawaban.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auvy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25 : Pelampiasan

Raka melangkah masuk ke rumah dengan sisa amarah yang masih mendidih di balik kulitnya. Percakapannya dengan Putra di markas tadi bukannya memberi solusi, justru meninggalkan bara api yang menuntut pelampiasan segera. Langkah sepatunya menghantam lantai marmer dengan irama yang berat, seolah setiap pijakannya adalah genderang perang yang siap memecah kesunyian rumah mewah itu.

Di ruang tamu, suasana awalnya nampak kontras. Melani sedang duduk bersandar dengan gaya elegan, berbincang santai dengan Bela yang duduk di hadapannya. Suara Melani terdengar ringan, penuh percaya diri khas wanita karier yang memegang kendali.

"Iya, makanya itu saya suka keluar kota seminggu sekali. Saya harus pantau langsung cabang baru kita di luar kota, daripada berantakan karena manajemen yang ceroboh," ujar Melani.

"Gak usah pulang lu sekalian! Tidur aja di sana sama cabang-cabang kesayangan lu itu!"

Kalimat dingin itu memotong udara, tajam dan beracun. Melani dan Bela tersentak hebat. Bahu mereka refleks menegang saat menyadari Raka sudah berdiri di ambang pintu, auranya gelap dan pekat oleh emosi yang tertahan.

Bela merasa atmosfer di ruangan itu mendadak menipis hingga ia sulit bernapas. Menghadapi Raka dalam mode tempur seperti ini adalah mimpi buruk bagi siapa pun. Tanpa perlu aba-aba, insting bertahan hidup Bela sontak berteriak keras.

"Mmm... permisi Bu, Pak. Saya... saya harus angkat telepon dulu di luar," ucap Bela gugup dengan suara yang hampir menghilang. Ia tidak berani menatap mata Raka yang nampak merah. Dengan langkah seribu, ia bergegas keluar menuju teras, melarikan diri dari medan perang yang baru saja akan meledak.

Bela tidak menyadari ironi yang menyedihkan itu. Ia baru saja melarikan diri dari pria yang sebenarnya sedang merencanakan hal paling buruk untuk nyawanya. Di luar sana, di bawah langit sore yang tenang, Bela menghela napas panjang, tidak tahu bahwa pria yang ia hindari di dalam sana adalah pria yang sama. Pria yang ingin menghabisi "gadis dalam video" yang tak lain adalah dirinya sendiri.

---

Di dalam ruangan, tensi meningkat ke titik didih. Raka melangkah mendekat, mengikis jarak dengan gerakan yang mengancam.

"Lu kenapa lagi sih, Raka? Datang-datang langsung marah kayak orang kesurupan," tanya Melani sambil memijat pelipisnya. Alih-alih menghampiri suaminya, ia tetap duduk bersandar, mencoba mempertahankan sisa-sisa wibawanya sebagai nyonya rumah.

"Kenapa? Lu tanya kenapa?!" Raka tertawa sinis, suara tawanya terdengar parau. "Pokoknya lu harus ajak Bela kalau mau keluar kota. Gak ada negosiasi, gak ada bantahan. Mulai minggu depan, asisten lu itu wajib nempel sama lu ke mana pun lu pergi!"

"Lho, gak bisa gitu dong! Urusan bisnis gue itu privat, Raka. Bela juga masih baru, dia belum paham schedule dan—"

"Privat atau tempat selingkuh?!" potong Raka dengan nada tinggi.

Rahang Raka mengeras hingga urat di lehernya menonjol. Seiring berjalannya pernikahan mereka yang baru seumur jagung, Raka mulai menyadari watak asli istrinya.

Melani nyatanya bukan tipe istri yang mudah patuh. Baginya izin Raka hanyalah formalitas, mau setuju atau tidak, Melani akan tetap pergi. Sifat independen Melani yang berlebihan memicu paranoid dalam diri Raka.

"Kalau mau main gila di luar, mending lu jujur dari sekarang! Kita baru nikah enam bulan, Melani. Tapi kelakuan lu udah kayak janda kegatelan yang gak betah di rumah," maki Raka.

Melani tersinggung. Ia berdiri, menatap Raka dengan tatapan menusuk. "Eh! Jaga mulut lu! Gue juga kerja! Gue bangun bisnis ini jauh sebelum ada lu di hidup gue!"

"Kerja atau shopping? Pas cuti menikah kemarin lu ogah diajak liburan, katanya mau di rumah aja. Tapi begitu gue sibuk dinas, lu malah semangat banget keluar daerah tiap minggu. Aneh gak?!" Raka meraih pet perwira, topi kebanggaan Angkatan Udara di tangannya, lalu melemparnya dengan kasar ke atas sofa tepat di samping Melani.

*Bug!*

Topi itu mendarat dengan suara tumpul, simbol kehormatannya yang seolah ia campakkan begitu saja demi meluapkan rasa muak. "Lu pikir gue bego? Lu manfaatin kesibukan gue buat nyari hiburan lain, kan?"

"Raka, cukup!" teriak Melani, suaranya bergetar antara marah dan takut.

Raka tidak peduli. Ia berbalik dan melangkah menuju kamar utama dengan langkah yang menggetarkan lantai.

'Brak!'

Pintu dibanting begitu keras hingga bunyi dentumnya bergema ke seluruh sudut rumah, meninggalkan kesunyian yang mencekam di ruang tamu.

Melani nampak tenang secara fisik, namun di dalam sana, ia merasa hancur. Jantungnya berdegup dengan kecepatan yang menyakitkan. Ada rasa takut yang nyata bahwa suatu saat amarah verbal Raka akan berubah menjadi kekerasan fisik yang tak terelakkan. Ia menarik napas dalam, mencoba menormalkan ekspresi wajahnya sebelum memanggil Bela kembali masuk melalui pesan singkat.

Bela masuk dengan langkah yang sangat hati-hati, seperti berjalan di atas lapisan es tipis yang siap pecah kapan saja. Ia bisa mencium aroma sisa pertengkaran yang masih menggantung di udara. Bela sengaja menjauhkan diri tadi bukan hanya karena ingin memberi privasi, tapi karena ia memiliki trauma mendalam. Suara teriakan pria dan bantingan pintu selalu menariknya kembali ke masa kecilnya, saat sang ibu sering kali menjadi sasaran amarah sang ayah tanpa alasan jelas.

Bagi Bela, pertengkaran rumah tangga adalah alasan utama mengapa ia memutuskan untuk tidak akan pernah mau menikah. Baginya, pernikahan hanyalah sebuah kontrak legal bagi pria untuk menindas wanita.

"Tadi saya sempat bilang kalau perjalanan dinas kamu tidak usah ikut untuk sementara, tapi... sepertinya saya memang butuh kamu di samping saya," ucap Melani. Kalimatnya terdengar dipaksakan, ada kecanggungan yang sangat nyata di sana.

Bela mengerutkan kening, mencoba membaca situasi. "Maksudnya ke luar kota setiap minggu itu, Bu?"

"Iya. Kamu pikirkan saja dulu, tapi sepertinya keputusan saya sudah bulat. Saya butuh asisten kalau lagi keluar daerah agar pekerjaan lebih efisien," lanjut Melani, menyembunyikan kenyataan pahit bahwa keputusan ini diambil hanya untuk meredam kecurigaan liar Raka.

Bagi Melani, membawa Bela adalah sebuah strategi pertahanan. Ia butuh saksi hidup agar Raka tidak terus-menerus menuduhnya yang bukan-bukan.

"Oh... baik, Bu. Saya mengerti," jawab Bela pelan. "Boleh nanti saya dikirimkan schedule lengkapnya? Saya ingin mempelajari rute dan agendanya secepat mungkin agar tidak mengecewakan Ibu."

Melani hanya mengangguk pelan, wajahnya nampak sangat lelah. Bela pun terdiam, tanpa menyadari bahwa dalam setiap perjalanan dinas yang akan mereka lalui nanti, ia akan terus berada di bawah pengawasan tajam Raka, pria yang kini ia anggap menyeramkan. Tanpa tahu bahwa pria itu adalah ayah dari janin yang ada di rahimnya.

1
Siti Amalia
kerennnn novelnya thorrrrr...semoga bela berjodoh sama raka
Amiera Syaqilla
hello author🤗
Queen: haloo...🥰
total 1 replies
Queen
Hai guys, jangan lupa kasih hadiah dan komen²nya biar author semangat 🥰
Blackforest
ditunggu kelanjutannya thor 😍
Queen: siip ☺️ jangan lupa like, komen, share ke teman² kalian dan giftnya yah 🫰🏻
total 1 replies
Siti Amalia
kerennnnnnn novelnya thor. sampe selesai ya thor jgn digantung
Queen: halooo terimakasih dukungannya 😊 baca terus yah sampai tamat 🫰🏻
total 1 replies
syora
konsekuensinya tinggi loh bella
Ariany Sudjana
Bella akan jadi pelakor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!