NovelToon NovelToon
Jodoh Ku Mas Kades

Jodoh Ku Mas Kades

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Romansa pedesaan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Prettyies

Anggika Rosalia, gadis cantik berusia 27 tahun, baru kembali dari Jakarta dan harus menerima kenyataan dijodohkan dengan calon kepala desa. Luka hatinya belum sembuh setelah ditinggal menikah sang kekasih, ditambah gosip kejam yang melabelinya perawan tua. Demi kepentingan masing-masing, Rosalia akhirnya menikah kontrak dengan Mario Langit Pradana, pria tampan yang membutuhkan pasangan untuk maju sebagai lurah. Lalu, bagaimana kelanjutan rumah tangga mereka? Saksikan kisah selengkapnya hanya di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prettyies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Digerebek

Pagi itu Anggika sudah terbangun. Ia langsung melangkah keluar kamar menuju dapur.

Kulsum yang sedang menyiapkan sayur menoleh heran.

“Tumben kamu sudah bangun pagi, Gi.”

Anggika menghela napas kesal.

“Bangun siang salah, bangun pagi juga salah. Ya sudah, mending Anggi tidur lagi, Mak.”

“Heh! Jangan ambekan. Jadi anak tuh bantuin emak.”

Kulsum mendengus.

“Nanti kamu mau ditinggal milih baju pengantin sama Mario, kan?”

Anggika mendecak pelan.

Ah elah… ngapain juga bangun pagi. Mending bangun sore sekalian, pura-pura lupa semuanya, gerutunya dalam hati.

Kulsum mengibaskan tangan.

“Masak sana. Emak mau ke pasar dulu.”

“Iya, Mak,” jawab Anggika malas.

Begitu Kulsum pergi, Anggika masuk ke dapur. Ia menyiapkan bahan, mengiris bawang, lalu mulai memasak. Setelah selesai, ia menyajikan masakan di meja makan dan menata rantang untuk bapaknya.

Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu, disusul suara salam.

“Assalamualaikum…”

Anggika tersentak.

“Siapa sih bertamu pagi-pagi begini?” gumamnya panik.

Ia mencium bajunya sendiri.

“Ya ampun … masih bau bawang! Belum mandi pula mirip gembel. Bisa-bisa satu kampung ngomong, Anggika si kembang desa bau terasi dan bawang!”

Ia berjalan mendekat ke pintu, lalu mengintip dari jendela kecil.

Matanya langsung melebar.

OMYGOD… ngapain si Pinokio ke sini?!

Bisa ilfeel dia lihat aku kayak gembel begini!

Tanpa pikir panjang, Anggika langsung berbalik dan lari ke kamar mandi.

“Mati aku kalau ketemu dia sekarang!” katanya panik sambil menyalakan keran.

Air mengalir deras, sementara jantung Anggika berdetak tak karuan, membayangkan wajah Mario di balik pintu.

Anggika selesai mandi lalu berlari ke kamarnya. Ia berganti pakaian dan berdiri di depan cermin, mulai berdandan.

“Tunggu… ngapain sih aku dandan segala?” gumamnya sambil menatap bayangannya sendiri.

“Kayaknya otakku agak gesrek.”

Ia menghela napas.

“Nggak, nggak mungkin. Masa aku seantusias ini? Harusnya biarin aja dia ilfeel.”

Tangannya berhenti di udara.

“Aduh… kepalaku kayak konslet.”

Ia melirik ke arah pintu.

“Tapi kalau aku nggak keluar-keluar, nanti dia nungguin kelamaan. Kasihan juga…”

Dengan ragu, Anggika akhirnya melangkah keluar kamar dan menuju ruang tamu. Ia membuka pintu tepat saat—

“Tuk!”

Ketukan Mario mendarat pas di jidat Anggika.

“Aduh!”

“Kamu nggak punya mata, ya?!” protes Anggika sambil memegangi jidatnya.

Mario terkekeh.

“Lah, kamu yang tiba-tiba buka pintu.”

Ia mengerutkan kening.

“Lagian lama banget sih bukanya, Gi. Aku kira nggak ada orang. Padahal emak kamu bilang kamu di rumah.”

Kalimat Mario terhenti. Matanya terpaku menatap Anggika dari ujung kepala sampai kaki. Tenggorokannya bergerak, ia menelan ludah dengan susah payah.

“Woy!” Anggika mengibaskan tangan di depan wajah Mario.

“Jangan bengong. Nanti lalat masuk ke mulut kamu.”

“Eh—maaf.” Mario terkesiap.

Ia tersenyum miring.

“Soalnya rasanya kayak disambut bidadari. Niat banget simulasi pernikahannya. Dandan cantik gini kayak mau nyambut suami pulang.”

Anggika langsung mendengus.

“Jangan GR, ya. Aku dandan begini karena katanya kita mau pergi fiting baju pengantin.”

Ia menoleh ke arah lain.

“Bukan buat kamu.”

Mario terkekeh pelan.

“Iya, iya … alasan klasik.”

Anggika mendengus kesal sambil melipat tangan di dada.

“Jangan sembarangan kalau ngomong, ya.”

Mario mengangkat kedua tangannya seolah menyerah.

“Santai. Eh, kata emak kamu tadi masak. Kebetulan aku lapar. Boleh numpang makan?”

Anggika menyipitkan mata.

“Numpang makan? Yang bener aja. Bayar, ya.”

Mario tersenyum lebar, makin usil.

“Tenang. Nafkah lahir aku bayar. Nafkah batin juga boleh sekalian.”

“WOY!” Anggika langsung menepuk lengannya.

“Jangan aneh-aneh. Ayo masuk. Tapi pintunya dibuka aja.”

Mario melangkah masuk setengah badan, lalu menoleh.

“Ditutup aja. Biar nggak berisik.”

“Enak aja!” Anggika refleks menahan pintu.

“Nanti kalau kita digerebek warga gimana?”

Mario mengedikkan bahu santai.

“Ya tinggal ijab kabul. Kok ribet.”

“Kepedean!” Anggika mendengus.

“Masuk cepat, jangan banyak bacot.”

Mario tertawa kecil sambil benar-benar masuk ke rumah.

“Siap, Bu calon istri galak.”

“Aku denger, ya!” Anggika menutup pintu setengah, tetap menyisakan celah.

“Dan ingat, makan doang.”

Mario menoleh dengan senyum penuh arti.

“Iya… makan doang. Untuk sekarang.”

Anggika melotot.

“Mario!”

“Bercanda, bercanda.” Mario terkekeh.

“Ayo, aku kelaparan. Masakan calon istri kan sayang kalau dingin.”

Anggika menggeleng sambil berjalan ke dapur.

“Dasar nggak tahu malu…”

Namun sudut bibirnya tak sengaja terangkat sedikit.

Mario sudah duduk manis di kursi ruang makan, kedua sikunya bertumpu santai di meja.

“Ambilin dong. Kayak semalam… kamu manis banget.”

Anggika berhenti melangkah, menoleh tajam.

“Manis apaan. Gula kali. Itu juga karena ada orang tua kita, bukan karena kamu.”

Mario nyengir, jelas nggak percaya.

“Iya, iya… alasan.”

“Udah, diem. Aku ambilin.” Anggika akhirnya mengalah sambil meraih piring.

Mario langsung mengangguk puas.

“Nah, gitu dong.”

Anggika mengambil nasi dan lauk, gerakannya cepat tapi rapi.

“Nih. Jangan banyak tingkah.”

Mario menatap piring itu, lalu mendongak dengan wajah memelas yang dibuat-buat.

“Tapi kalau disuapin kayaknya lebih enak, Gi.”

Anggika berhenti, menoleh dengan tatapan tidak percaya.

“Manja amat. Tangan kamu dua, kaki juga dua. Lengkap semua.”

Mario terkekeh.

“Justru karena lengkap, pengen dimanja."

“Ngimpi.” Anggika menyodorkan piring agak keras ke depannya.

“Makan sendiri.”

Mario menerima piring itu sambil tertawa kecil.

“Iya, iya. Galaknya konsisten. Tapi tetep… kamu perhatian.”

“Kegeeran lagi.” Anggika mendengus sambil duduk di seberangnya.

“Makan cepat. Habis itu pulang.”

Mario mulai menyuap sambil melirik Anggika.

“Kalau tiap hari begini, pulang rasanya berat, Gi.”

Anggika pura-pura fokus ke gelasnya.

“Makan aja. Kebanyakan ngomong bikin keselek.”

Mario tersenyum kecil, kali ini lebih pelan.

Pintu depan berderit saat dibuka. Herry masuk dengan tubuh masih berlumur debu kebun. Pandangannya langsung tertuju ke ruang makan.

“Mario? Anggi?” suaranya meninggi.

“Kalian ngapain berduaan di rumah? Kamu itu habis keramas, terus dia makan di sini?”

Anggika refleks berdiri.

“Aku cuma nawarin dia makan, Pak. Itu aja.”

Herry mengernyit, menatap rambut Anggika yang masih basah.

“Terus kenapa rambut kamu basah begitu? Jam segini udah keramas?”

Ia melirik Mario tajam.

“Mario pasti udah dari tadi di sini, kan?”

Mario langsung meletakkan sendoknya.

“Iya, Pak… saya baru datang. Anggi habis masak, katanya sekalian mandi karena bau bawang.”

“Habis masak?” Herry mendengus.

“Atau ada kegiatan lain sebelum itu?”

Anggika membelalakkan mata.

“Ih, Bapak mikirnya ke mana-mana. Aku mandi karena emak nyuruh masak pagi-pagi.”

“Iya, Pak,” sambung Mario cepat.

“Saya datang pas makanannya udah siap. Nggak lebih.”

Herry masih terlihat curiga.

“Rumah kosong, kalian berdua, terus rambut basah. Bapak nanya itu wajar,Gi. Kamu itu anak semata wayang,Bapak.”

1
Nabila Nabil
laaahhhh jangankan beda rumah, aku yg beda kamar sama pak suami aja kalo malem WA nan... 🤣🤣🤣🤣
sundusiyah86
yeeehhh otw kondangan Thor wkwkkwkw lanjut Thor lanjut
Ayu
lanjut
Ayu
lanjut kak
wagiyah baru
lanjut
Nabila Nabil
promagh kok pedes... 🤣🤣🤣🤣🤣
Prettyies: oh iya lupa 😭 efek lapar kayanya kak gagal fokus padahal aku punya asam lambung😭
total 2 replies
Anonymous
lanjut
Nabila Nabil
seneng lu ye tiap malam gempur si anggi mulu... 🤣🤣🤣🤣
Nabila Nabil
harus sehat banget ya... di kampungku yg 2 orang aku ceritain itu perempuannya gendut semua... makanya orang bilang pada bilang "diet nak menowo iso meteng" tapi ya gak didepan orang banyak bilanginnya,,, bisa bicara dari hati ke hati,,, itu mah namanya ngeledek, aku kalo ada yg bilang gitu mulutku rasanya gatal pengen belain tapi suami ku selalu bilang jangan ikut campur urusan orang.... hiiiihhh gatel mulutku.....
sundusiyah86
lanjut Thor lanjut
Prettyies: ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
sundusiyah86
wkwkw cuma semcama aja Mario 🤣... lanjut Thor lanjut
sundusiyah86: hayuu gass keun Thor....jangan sampai berhenti 🤭🤭
total 2 replies
Nabila Nabil
pingit aja seminggu.... walau udah nikah tapi jangan diketemuin dulu🤣🤣
Prettyies: Sulit sepertinya😂
total 1 replies
Nabila Nabil
pukul pukulan mulut mereka... 🤣🤣🤣
Prettyies: Belum tahap berantem diranjang😅
total 1 replies
Nabila Nabil
dasar buaya... semua laki mah sama ngomongnya gitu.... eh tapi ada lho tetanggaku nikah udah lama ada 2 pasangan malahan,, lama banget gak punya anak... nah ada yg bilang suruh ganti jago atau ganti pasangan... ya gak mau lah.... edan aja... tapi respek sih pada setia banget....
Prettyies: Aamiin Terima kasih doaanya😊
total 3 replies
sundusiyah86
lanjut Thor lanjut keyen ceritanya....semoga Anggi SM Mario cepet nikah
Prettyies: Terima kasih Kak. Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Ayu
lanjut kak
Ayu
lanjut thor
wagiyah baru
lanjut
wagiyah baru
lanjut thor
Nabila Nabil
othornya pinter,, jadiin si tasya tumbal... padahal kan yak yg bikin marah nggak itu.... 🤣🤣🤣🤣
Prettyies: Daripada nyalahin Pak Huda gak lucu banget kak😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!