NovelToon NovelToon
Ambisi, Cinta, Dan Ulah Si Kembar

Ambisi, Cinta, Dan Ulah Si Kembar

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Valentine dan Valerie, si Twins V, telah tumbuh menjadi dua wanita dewasa dengan kepribadian unik yang selalu membuat orang-orang di sekitar mereka geleng-geleng kepala. Kepolosan, keberanian, dan cara berpikir mereka yang di luar nalar kerap menghadirkan tawa sekaligus kekacauan, terutama bagi kedua orang tua mereka.

Di tengah candaan tentang keinginan cepat menikah, mimpi-mimpi aneh, dan celetukan tak terduga, Twins V terus membawa kejutan baru. Lalu, keseruan dan kekacauan apa lagi yang akan mereka ciptakan selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia memang cewek gue!

Di sisi lain nampak semua orang gempar dan di buat khawatir dengan keadaan nona mereka yang baru saja pulang dalam keadaan menakutkan. Dia langsung mengamuk saat sampai di rumah miliknya yang membuat kedua orang tuanya merasa cemas.

"Apa yang terjadi denganmu sebenarnya?

Kenapa pulang pulang kamu mengamuk seperti ini?" tanya mamanya bingung,

Brakkk....

"Ma, aku tuh kesel banget. Mama tahu kan kalau aku tuh suka Arlo dari kecil, aku mau dia jadi suami aku. Tapi tadi ternyata Arlo udah punya tunangan ma. Dan lebih parahnya lagi dia kelihatan sayang banget sama tunangannya itu. Arlo yang aku tahu nggak pernah deket sama cewek ternyata dia bisa selembut itu sama ceweknya. Aku mau dia ma," rengek gadis itu kepada mamanya.

Sang mama masih diam mendengarkan apa yang di adukan anaknya kepadanya. Dia juga penasaran siapa yang menjadi tunangan Arlo putranya Mischa yang dia kenal saat ada arisan berlian itu. Dia sempat bertemu dengan Arlo saat Arlo datang menjemput Mischa di tempat arisan. Hanya dia saja yang ingin tahu tentang siapa Arlo berbeda dengan teman temannya yang lain tak ada yang ingin tahu tentang Arlo. Dan saat dia bertanya soal Mischa mereka hanya mengingatkan untuk tak menyinggung Mischa dan keluarganya.

Savitri malah semakin ingin mengetahui seluk beluk tentang Arlo dan saat dia bertanya tentang Mischa kepada suaminya matanya langsung berbinar karena dia tahu jika Arlo adalah keturunan langsung dari Mahessa dan Mischa yang terkenal it. Bahkan Savitri sudah meminta sang suami untuk segera menemui Mahessa untuk melamarnya atau sedikit memaksa Mahessa untuk menerima putri mereka. Meskipun mereka belum tahu siapa pasangan Arlo yang sebenarnya.

"Tenanglah, mama sudah bicara dengan papamu dan dia setuju untuk melamar Arlo langsung ke tempat orang tuanya. Mungkin besok papamu akan pergi ke perusahaan papanya Arlo. Dan yang mama dengar Arlo juga meneruskan bisnis keluarga mereka jadi bisa di pastikan kalau dia juga punya uang yang banyak bukan?"

Savitri memberitahu soal yang dia tahu pada Rubi dan itu membuat Rubi semakin tergila gila dengan Arlo. Mata Rubi sudah berbinar mengetahui jika Arlo adalah anak dari orang kaya.

"Apa mama nggak salah info?" tanya Rubi memastikan lagi.

Savitri menggelengkan kepalanya dengan cepat karena memang dia juga kenal dengan Mischa.

"Kamu tenang aja, mamanya Arlo juga teman arisan mama jadi mama bisa kenalin kamu sama dia. Kebetulan nanti malam ada acara arisan lagi dan mama bisa kenalin kamu sama dia. Ingat jaga sikapmu dan tunjukin semua kelebihan kamu," pesan Savitri pada Rubi putrinya.

Rubi mengangguk dan setelahnya Savitri meninggalkan Rubi di kamarnya, dia juga sudah menyuruh para pelayannya untuk membersihkan kekacauan yang di buat oleh Rubi tadi.

Rubi segera membuka lemari penyimpanan miliknya dan di sana nampak foto Arlo dengan berbagai gaya dan bentuk. Dia mengusap semua foto itu dan bahkan sampai menciumi semua foto Arlo yang dia tempelkan di sana.

"Lo emang ganteng banget, dan lo cuma pantas buat gue bukan buat cewek itu!"

Mengingat cewek yang bersama dengan Arlo malah membuat Rubi kembali emosi. Dia tentu saja sadar jika Ale sangat cantik melebihi dirinya. Tapi Rubi sudah gelap mata saat ini karena yang ada di pikirannya cuma ingin mendapatkan Arlo bagaimanapun caranya.

"Lihat aja gue yang akan rebut dia dari sisi lo dan Arlo akan jadi milik gue, karena cuma gue yang pantas sama Arlo bukan cewek sok kaya lo!" gumam Rubi pelan.

Dia menutup kembali lemari itu dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Dia harus bersiap dengan semaximal mungkin agar Arlo bisa terpikat dengannya nanti. Rubi melakukan semua ritual untuk mempercantik diri untuk memikat Arlo.

Di mansion Zurra, saat Ale dan Arlo pulang ke sana, di sana sudah ada Mischa dan juga Mahessa.

Mereka langsung ke sana setelah Mahessa mendapatkan semua info tentang siapa yang di maksud oleh Arlo tadi di telfon karena mereka juga tak ingin ada kejadian yang tak mengenakkan nantinya ataupun kecolongan.

Arlo pun juga kaget saat melihat mobil kedua orang tuanya sudah terparkir rapi di depan mansion milik Ale. Di sana bahkan sudah ada Zurra dan Altezza yang terlihat sudah menunggu mereka.

"Lah kenapa kalian berdua ada di sini? Aku kan mau pulang ke mansion habis ini,"

Arlo lantas duduk di sebelah sang mama setelah menyapa dua pasang orang tua yang ada di depannya saat ini. Sedangkan Ale sudah mendekat ke arah sang mami dan bergelayut manja di sana. Zurra sendiri sudah bisa menebak hanya dengan melihat mata Ale yang nampak sendu saat ini dan juga terlihat masih memerah meskipun wajahnya sudah tak terlihat sedih.

"Cuma ingin berbagi informasi aja soal apa yang kamu bilang tadi dan juga ingin memastikan jika apa yang papa dapat tak ada yang terlewat setelah papa mendapatkan semuanya." jawab Mahessa santai.

Arlo menaikkan sebelah alisnya dan saat Arlo ingin menyahut lagi ponsel Mischa bergetar ada telfon masuk ke sana. Mischa mengambil ponselnya dan mengangkat telfon yang masuk ke sana yang berasal dari teman arisan berlian yang memang juga sudah mengenal Mischa sangat lama.

Drttt...Drttt....

"Hallo Nana, ada apa?" tanya Mischa langsung.

Dari seberang telfon Nana masih diam dan ragu untuk menyampaikan apa yang menjadi unek uneknya kali ini.

"Mischa, apa aku mengganggu waktumu? Aku ingin menyampaikan sesuatu? Apa suamimu sedang bersamamu?" tanya Nana ragu.

Tapi dari awal Mischa mengangkat telfonnya Mischa sudah mengaktifkna loudspeakernya agar semua orang yang di sana bisa mendengarnya.

"Ya aku sedang bersamanya? Ada apa Nana?" tanya Mischa balik.

lega. "Ah, syukurlah," ucap Nana sambil bernapas

Dan itu malah membuat semua orang saling pandang bingung.

"Savitri baru saja datang ke mansion dan dia menginginkan Arlo untuk anaknya. Yang aku lihat dia ingin merencanakan sesuatu kepada putramu, aku harap kamu dan keluargamu hati hati.

Meskipun hanya aku yang tahu siapa kalian tapi semua kemungkinan bisa terjadi," pesan Nana pada Mischa.

Mahessa mendengarkan dengan seksama apa yang di katakan Nana. Tentu saja Mahessa juga mengenal Nana karena Nana adalah salah satu istri anggotanya tapi yang berasal dari kalangan biasa.

"Aku mengerti, terimakasih sudah memberi peringatan padaku karena aku sedang membicarakan itu juga dengan Mahessa dan juga Zurra tentu saja," jawab Mischa.

Nana sempat tertegun dengan jawaban Mischa di tambah ternyata di sana ada Zurra. Sudah bisa di pastikan Zurra juga akan turun tangan setelah ini. D

Biip...

Nanan segera mematikan sambungan telfonya dan memandangi ponselnya dengan ngeri.

"Hancurlah kamu Savitri karena kamu berani mengusiknya, orang yang tak pernah di usik apalagi jika menyangkut anak anaknya," gumam Nana pelan.

Tapi setelah itu dia segera bersiap untuk hadir di acara arisan nanti yang di adakan di hotel milik Zurra dan Altezza.

Nana masih memikirkan apa yang akan terjadi nanti di tambah mereka ada di kandang singa betina dan singa jantan. Tapi yang terpenting dia sudah pernah mengingatkan tentang apa yang akan terjadi pada Savitri jika Savitri masih berniat melanjutkan apa yang ada di pikirannya saat ini.

Kembali ke mansion Altezza....

Tak hanya Mischa yang menerima telfon saat ini tapi juga Mahessa yang menerima telfon dari asistennya.

"Bos, ada yang ingin bertemu denganmu dan dia memaksa. Bahkan dia meneror dengan telfon yang tak kunjung berhenti sejak tadi." ucap sang asisten kesal.

"Dan itu jelas menggangguku yang sedang lembur, kamu tahu kan bos kita besok ada meting penting?" ucap sang asisten yang sudah sangat kesal.

Mahessa hanya menggeleng pelan dan menarik napas panjang karena asistenya pun adalah anggotanya yang tak lain tak bukan adalah suami Nana yang tadi menelfon Mischa.

"Angkat saja jika dia ingin bertemu denganku dan bilang aku tunggu di hotel milik Altezza sekalian aku antar Mischa ke sana." jawab Mahessa tenang.

Galuh diam mencerna perkataan Mahessa karena tak biasanya Mahessa mau menerima permintaan orang yang ingin bertemu dengannya di luar jam kerja.

Tapi Galuh juga ingat jika istrinya Nana barusan mengabari jika dia juga ada arisan di sana bareng Mischa.

"Ah, baiklah." jawab Galuh cepat.

Biip....

Galuh mematikan sambungan telfonnya tanpa menunggu intruksi yang lebih lanjut dari Mahessa.

Mahessa yang menerima perlakuan tak sopan itu mendengus kesal.

"Dasar assisten nggak tahu sopan." gerutu Mahessa pelan.

"Bukannya lo dulu juga gitu kan sama gue? Jadi asisten adalah cerminan dari atasan." Altezza menyahut Mahessa sembari berkelakar dan membuat semua orang yang di sana terkekeh geli.

Mahessa sendiri sudah menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil menunduk karena dia juga ingat betul kelakuannya saat bersama dengan Altezza.

"Baiklah lebih baik kita bersiap. Kita cari tahu apa yang akan di lakukan mereka nanti di sana." usul Zurra pada yang lainnya.

Altezza dan yang lain setuju dengan apa yang di usulkan Zurra tadi, tapi Ale masih diam tak menyahut dan itu membuat Arlo menaikkan sebelah alisnya aneh ke arah Ale.

"Apa yang kamu pikirkan sayang?" tanya Arlo pada Ale.

Ale menegakkan badannya dan menatap Arlo kesal. Arlo yang di tatap seperti itu semakin bingung karena seingatnya Arlo tak melakukan kesalahan apapun saat ini.

"Gimana kalau aku langsung culik aja itu lelembut cewek? Dan aku buang aja kelaut setelah aku bikin dia jadi bahan percobaanku. Kan lumayan bisa buat makan ikan hiu," jawab Ale polos.

"Hah?"

Semua orang melongo mendengar jawaban Ale yang terkesan tak sabar ingin segera memberi pelajaran pada keluarga yang menginginkan Arlo kekasihnya.

Zurra menarik napas dan langsung membuangnya dengan cepat, dia memandang semua orang yang malah balik menatapnya.

"Kenapa kalian malah nglihatin gue seperti itu?" tanya Zurra bingung.

"Ya kan karena lo dia jadi begitu, aneh banget sih lo nggak jelas. Masak kelakuan anaknya nurun dia tapi dia yang malah bingung," celetuk Mahessa gemas.

Altezza memelototi Mahessa yang baru saja mengomeli Zurra istrinya tapi Mahessa tak peduli karena memang benar itu kenyataannya.

"Hhahah, bukankah itu bagus jika Ale ingin langsung membalasnya dan kita tinggal melihatnya saja?"

Zurra bertanya dengan nada yang riang dan senang seolah dia malah senang jika Ale sudah bertindak sekarang.

Jangan tanya bagaimana ekspresi para orang tua yang lainnya yang langsung pusing mendengar celotehan Zurra yang absurd.

"Dasar orang tua gila!" gumam Mahessa pelan.

Ale yang diam tapi otaknya sudah berkelana kemana mana, dan sudah merencanakan sesuatu untuk menyambut wanita yang ingin merebut Arlo dari sisinya.

"Mami aku akan ikut bersiap dengan mami, tapi biarkan aku berpenampilan biasa saja," ucap Ale.

Perkataan Ale membuat semua orang menoleh ke arahnya dengan penasaran terutama Zurra.

"Kenapa harus begitu? Bukankah

berpenampilan anggun dan memakai gaun akan di segani orang lain Al?" tanya Zurra bingung.

"Mami, Ale masih muda dan imut, Ale akan berpakaian sesuai dengan umur Ale. Dan lagi apa mami lupa kalau Ale juga seorang model dan juga designer meskipun Ale jarang kerja sih, hihi, tapi bukan berarti Ale harus berpenampilan seperti tante tante yang akan pergi ke club malam 'kan?" tanya Ale sambil tersenyum imut ke arah Zurra.

Zurra tersenyum lebar dan dia bangga dengan apa yang di pikirkan Ale dalam bertindak.

Zurra mengusap lembut rambut putrinya itu.

"Kamu benar dan lakukan apa yang ingin kamu lakukan karena kami akan bertindak sebagai penonton kecuali kamu dan Arlo dalam bahaya." Jawab Zurra yang di angguki oleh Ale.

"Dia memang cewek gue!"

To be continued...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!