NovelToon NovelToon
Suami Kontrakku Pria Desa Mempesona

Suami Kontrakku Pria Desa Mempesona

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Pernikahan Kilat / Nikah Kontrak
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Whidie Arista

Niat hati hanya ingin menolong Putri dari mantan majikan Kakeknya yang hendak melarikan diri, Asep justru di paksa untuk menikahinya.

Hanya tiga bulan, itu yang ia katakan, namun apa benar dalam waktu tiga bulan tak akan ada perasaan yang tumbuh diantara mereka?

Asep ada kecoak! Asep ada tikus! Asep, Asep, Asep, Asep!

“Sial, kenapa dikit-dikit gue terus manggil nama dia?” Ziya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 - Kedatangan Ayah Mertua

Ziya malah mengaitkan lengannya di pundak Siti sambil menyeretnya berjalan bersama.

“Kamu Teh apa-apaan lepasin Saya,” keluhnya namun tak memberontak sama sekali.

“Ti ajarin Aku bahasa Sunda dong, Aku kaya orang bodoh kalau denger kalian ngomong pake bahasa Sunda,” ucap Ziya, dia tak menggubris kata-kata Siti tentang hubungannya dengan Asep. Lebih tepatnya dia tak ingin membahasnya, jika dia menjawab tudingannya tadi permasalahannya akan lebih panjang, akan sangat sulit memuaskan rasa ingin tahu orang seperti Siti ini.

“Ngajarin kamu? Apa untungnya buat saya?” ujarnya, ucapan Ziya sukses mengalihkan perhatiannya.

“Apa yang kamu pengen yang belum tercapai sampai sekarang?” tanya Ziya.

“Nikah sama Kang Asep,” jawabnya.

“Ck, selain itu lah, soal Asep itu pengecualian dia gak boleh masuk daftar keinginan,” ucap Ziya.

“Tapi cuma Kang Asep yang saya mau,” tanggapnya lagi.

“Dunia ini tuh luas Siti, laki-laki tuh bukan cuma Asep doang, buka hati kamu untuk pria lain,” ucap Ziya.

Aneh, meski Siti secara gamblang mengatakan dia suka pada Asep, namun Ziya tak merasa cemburu padanya justru Ziya merasa karakter Siti hampir sama dengan dirinya, judes tapi sebenarnya baik, terkadang apa yang dia katakan tak sama dengan isi pikirannya.

“Ck, Pria yang baik di kampung ini udah habis, udah susah nyarinya,” keluhnya.

“Kalau gitu jodoh kamu mungkin bukan orang sini, mungkin dari luar Desa atau bahkan luar kota. Kamu tahu terkadang Tuhan membuat kita menunggu agar kita mendapatkan jodoh terbaik dalam hidup kita,” Ziya menepuk pundak Siti.

Namun dia malah mendorong tubuh Ziya menjauh, “Ayo saya ajarin kamu bahasa Sunda,” ungkapnya sambil berjalan lebih dulu meninggalkan Ziya.

“Oke!” sahut Ziya penuh semangat.

Siti berdiri sambil memegang penggaris yang terbuat dari kayu dengan kaca mata yang bertengger di hidungnya, di benar-benar bersikap seperti seorang guru. Sedang Ziya duduk di bale-bale sambil memegang pena dan buku.

“Sampean Abdi rorombeheun!” ucapnya, “Artinya, Aku Cinta kamu,” ujarnya sambil menunjukkan jarinya membentuk finger heart.

“Sampean Abdi bararudug!” Ucapnya lagi, “Artinya, aku sayang kamu,” lagi-lagi dia melakukan hal yang sama.

Awalnya Ziya tak merasa curiga dan mencoba menghapal kalimat yang Siti ucapkan, namun saat Siti mengatakan kalimat yang ke-dua dia mengerti dengan kata 'budug' itu yang berarti koreng, apa lagi dia mengatakannya sambil cekikikan.

“Ti, kamu lagi ngerjain Aku ya,” protes Ziya tak terima.

Siti hanya tertawa menanggapinya, “Ngerjain apaan coba itu kan bahasa Sunda, kan kamu yang minta di ajarin tadi,” ucapnya tanpa dosa.

Saat itu Ibunya pun muncul sambil membawa teko air putih dan sepiring pisang goreng yang kemudian ia letakkan di hadapan Ziya.

“Neng ngapain atuh belajar bahasa Sunda sama Siti, udah jelas semua yang dia ajarkan itu gak bakal ada yang bener, kenapa gak belajarnya dari Jang Asep aja atuh,” saran Ibunya Siti.

“Saya mau ngasih kejutan gitu Bu, makanya belajar diam-diam,” dusta Ziya, nyatanya dia hanya ingin bisa mengerti kalau-kalau Asep bicara lagi dengan mantannya itu pake bahasa Sunda.

“Oh gitu, sok atuh biar Ibu saja yang ajarin. Siti, kamu jemur cucian sana,” titahnya.

Walau dengan bibir menggerutu Siti tetap pergi melaksanakan perintah sang Ibu.

“Wah maksih banyak Bu,” Ziya tersenyum senang.

“Di Sunda, Abdi itu berarti Aku, kalau kamu itu Maneh atau bisa juga Anjeun,” ucap Ibu Siti memulai pelajarannya.

Ziya benar-benar serius belajar dia menulis setiap kalimat yang di ucapkan Ibu nya Siti beserta artinya dalam bahasa Indonesia, dia ingin setidaknya bisa mengerti walau tidak bisa mengucapkannya.

Cukup lama Ziya belajar bahasa pada Ibunya Siti hingga tak terasa waktu pun sudah lewat pukul 12 siang.

“Makasih Bu, saya belajar banyak dari Ibu hari ini,” ungkap Ziya, sambil menutup buku catatannya.

“Sama-sama Neng. Tapi Neng, Ibu heran atuh kenapa Neng bisa tiba-tiba akrab sama Siti, bukannya pas awal-awal Neng disini kalian sering berantem ya?” tanyanya.

“Saya juga gak ngerti Bu, mungkin kami cocok menjadi teman,” tanggap Ziya.

“Wah syukur kalau gitu, Ibu sempet ngira Neng bakal benci sama Siti karena terus gangguin Jang Asep. Sebenernya Ibu tuh udah beberapa kali jodohin dia, tapi dianya terus gak mau, padahal usia dia tuh udah lewat usia menikah,” ujarnya.

“Udah lewat, bukannya Siti seumuran saya ya, baru juga 25 tahun?”

“Iya Neng, di kampung sama di kota beda atuh, disini kalau lebih dari dua puluh tahun belum nikah udah di anggap perawan tua, apa lagi semua gadis yang seumuran Siti udah pada nikah semua malah udah pada punya anak, sejujurnya Ibu takut kalau-kalau dia susah dapat jodoh,” ungkapnya.

“Gak akan Bu, percaya sama takdir yang di atas, mungkin dia menyimpan jodoh yang terbaik buat Siti,” ucap Ziya menenangkan.

Setelah berpamitan Ziya pun beranjak pulang, saat dia hampir mencapai halaman rumah saat itu matanya menangkap sosok asing di teras rumahnya.

“Maaf Bapak siapa ya?” tanya Ziya, namun Pria itu hanya diam sambil menatap kearahnya.

“Bapak nyari Asep? Kayanya dia masih di ladang,” lagi-lagi dia mengabaikan ucapan Ziya.

Ziya mengerutkan keningnya, “ditanya ko diem aja,” gumam Ziya pelan.

“Kalau Bapak gak punya urusan disini mungkin lebih bapak duduknya pindah tempat, saya gak nyaman ada bapak disini,” ucap Ziya terus terang. Dia yang hendak masuk rumah pun ragu-ragu karena takut jika Pria paruh baya ini adalah orang yang hendak berniat jahat.

“Kamu Istrinya Asep?” setelah beberapa saat dia pun buka suara.

“Iya saya Istrinya,” sahut Ziya.

Tak berselang lama Asep pun datang dengan langkah terburu-buru, dia langsung menyalami orang tersebut.

“Pak, kunaon Bapak kadie henteu wawartos heula, pan ku Abi bisa di jemput,” (Pak kenapa Bapak kesini gak bilang-bilang, kan bisa saya jemput.) ucap Asep.

“Bapak?” Ziya memekik saking terkejutnya.

“Iya Neng, kenalin atuh ini Bapak saya,” ucap Asep memperkenalkan.

Ziya menelan Salivanya, kemudian menyalami Ayah mertuanya itu, ‘mampus lu Ziya. Kenapa malah lu usir tadi tuh bapak-bapak Astaga. Kenapa coba gue gak kepikiran soal Bapaknya Asep.’

Ziya menunduk sambil menggigit bibir bawahnya, saat ini dia sedang duduk berhadapan dengan Ayahnya Asep di ruang tamu, sementara Asep sendiri tengah mengambil makanan dan minuman ke dapur.

“Katanya Kamu anaknya Pak Arman majikannya Kakeknya Asep dulu, apa itu benar?” tanyanya tanpa ekspresi, belum lagi kumis yang cukup besar itu menambah kesan seram di wajahnya.

“I-iya Pak,” cicit Ziya.

“Kenapa kamu mau menikah dengan anak saya yang hanya seorang petani Desa, apa kamu menyukainya?”

1
Arin
Bagus itu Ziya makin cepat makin bagus putusin tuh si Regan....
Biar si benalu cari duit sendiri
juwita
Ziya org tua g ngerstui sm pacar km. mgkn ada sebabnya.
Susi Akbarini
lanjuttttt...
❤❤😍😍💪💪
Susi Akbarini
ziya jga kurang oeka gk ada yg menjaga seperti Asep..
klao Asep gk cinta ma kmu ziyaa..
🤣🤣😄❤❤❤😍💪💪💪
Susi Akbarini
lanjutttttt❤❤😍😍😍💪💪💪
Susi Akbarini
🤣🤣😄😄😄😍❤❤💪💪💪
Rubyred
lanjut makin seru ceritanya..🤭🤭
Rubyred
menarik
Susi Akbarini
asep lagi ganti baju..
ziya auto njerittt..

aaaaa..
🤣🤣😄😄😍😍😍❤💪💪💪
Susi Akbarini
waaaahhhh..
jangan samlai pak raden manfaatin ziya yaaa😍❤❤❤❤💪💪💪
Whidie Arista 🦋: Nggak Kak, Bapaknya Asep itu baik ko yang serem cuma penampilannya aja hehe
total 1 replies
Arin
Jawab Ziya...... iya gitu. Jangan sampai bapak mertua berusaha misahin. Karena gak ada cinta buat Asep😁😁😁
Susi Akbarini
waaaddduuuuhhhh..

jgn sampai siti curiga..
klao perlu ziya cium asep di depan siti..

🤣🤣😄😍❤❤❤❤
Whidie Arista 🦋: /Facepalm/
total 1 replies
Rubyred
haha.....matilah kau ziya bisa ketahuan tu bohongnya....🤭🤭🤭
Susi Akbarini
lanjutttt...
😍💪😍😍💪💪❤❤❤
Rubyred
kasian ziyanya cemburu tu asep🤭🤭🤭
Susi Akbarini: betul3..

🤣😄😄😍😍❤❤
total 1 replies
Ayu
menarik dan tidak membosankan bacanya /Smile/
Susi Akbarini
lanjutttt❤❤❤💪😍😍❤❤
Susi Akbarini
waahhhh..

aseppp..
siap2 aja macn netinamu ngamuk3..
🤣❤❤💪😍😄
Susi Akbarini
lanjuttttt❤❤💪😍😄
Susi Akbarini
waduhhhh...
bakal ada salah paham ini..
moga gak panjang salah pahamnya..


❤💪💪💪😍😍😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!