NovelToon NovelToon
VELVET & GASOLINE

VELVET & GASOLINE

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Di bawah langit London yang selalu kelabu, Juliatte Fontaine hidup dalam jadwal yang diatur ketat. Baginya, keamanan adalah segalanya.
Maka, ketika gerombolan motor The Ravens menderu di depan gerbang sekolah dengan asap knalpot dan aroma pemberontakan, Juliatte hanya merasakan satu hal, kejijikan.

Puncaknya adalah William Wilson. Cowok itu adalah personifikasi dari semua yang Juliatte benci. William adalah alasan adiknya hampir celaka dalam sebuah tawuran antar-geng motor di Camden. Bagi Juliatte, William adalah kriminal, bagi William, Juliatte hanyalah gadis kaca yang akan pecah jika menyentuh realita.

Namun, sebuah insiden memaksa mereka dalam satu situasi pelarian. Juliatte melihat sisi London yang tak pernah ada di buku sejarahnya, dan William menyadari bahwa gadis kaca ini punya api yang lebih besar dari percikan mesin motornya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sinyal Yang Tertangkap

Pagi itu, Jude’s High School seolah menjadi tempat yang sangat berbeda bagi Juliatte. Matahari yang masuk melalui jendela koridor terasa terlalu terang, dan kebisingan siswa-siswi terasa sepuluh kali lipat lebih nyaring.

Juliatte berjalan dengan langkah yang ia usahakan tetap tegas, dagunya ia angkat setinggi mungkin, namun ada satu hal yang tidak bisa ia kendalikan, rona merah tipis yang menjalar hingga ke telinganya setiap kali ia teringat aroma peppermint dan sentuhan kasar namun hangat di kamar William semalam.

Sonia menghambur ke arah Juliatte di depan loker, melompat-lompat kecil dengan energi yang meluap. Wajahnya berseri-seri, jauh lebih cerah daripada lip gloss stroberi yang ia kenakan.

"JULES! Kau tidak akan percaya ini!" teriak Sonia, membuat beberapa siswa menoleh. "Jaxie-ku! Dia mengirim pesan pagi ini! Isinya memang hanya Jangan lupa sarapan, energimu rendah jika kau hanya minum kopi, tapi itu kemajuan pesat! Dia menggunakan logika untuk memperhatikanku! Dia tidak lagi cuek, Jules! Dia sudah mulai terinfeksi virus cinta!"

Juliatte mencoba memasang wajah datarnya yang paling andalan. Ia membuka loker dengan gerakan yang lambat. "Itu bagus, Sonia. Setidaknya dia peduli pada kesehatanmu, meski bahasanya mirip manual komputer."

"Ah, jangan mengalihkan pembicaraan padaku!" Sonia menyenggol bahu Juliatte dengan nakal. "Bagaimana denganmu? Kau turun dari lantai atas semalam dengan bibir yang sedikit... bengkak, dan rambut yang tidak serapi biasanya. Apa inspeksi kamar William membuahkan hasil?"

Juliatte membeku. Ia segera membenamkan wajahnya ke dalam loker, pura-pura mencari buku teks sejarah yang sebenarnya sudah ada di tangannya.

Ucapnya dengan nada yang dipaksakan dingin, "Tidak terjadi apa-apa yang luar biasa, Sonia. Kami hanya bicara. Kamarnya... cukup bersih untuk ukuran pria seperti dia. Itu saja."

"Bicara? Bicara pakai bibir?" goda Sonia sambil tertawa abstrak.

Tiba-tiba, suara deru motor yang sangat dikenali terdengar dari arah parkiran.

Jantung Juliatte memberikan reaksi instan, ia berdegup dua kali lebih cepat. Tak lama kemudian, rombongan The Ravens masuk ke koridor utama.

William berjalan di depan, mengenakan jaket kulitnya yang terbuka, memperlihatkan kaos hitam yang membungkus tubuh atletisnya. Saat matanya menangkap sosok Juliatte, ia tidak berhenti atau menyapa dengan kata-kata. Namun, tatapannya berbicara jauh lebih banyak.

William berjalan melewati Juliatte dengan sangat pelan. Saat jarak mereka hanya satu langkah, ia sengaja melambatkan ritmenya. Tatapannya menggoda, sangat intens, seolah-olah ia sedang memutar kembali rekaman adegan di kamarnya semalam tepat di depan mata Juliatte. Sudut bibirnya terangkat membentuk seringai miring yang mematikan.

"Selamat pagi, Fontaine. Merah itu warna yang bagus untukmu, tapi menurutku... kau lebih cocok memakai hitam yang semalam."

Bisiknya tepat saat ia berada di samping telinga Juliatte, tanpa berhenti melangkah.

Juliatte tersentak. Ia meremas pinggiran pintu lokernya hingga buku jarinya memutih. Ucapnya dengan suara yang bergetar namun mencoba tetap ketus, "Jaga bicaramu, Wilson! Ini sekolah, bukan tempat pembuangan sampahmu!"

William hanya tertawa rendah tanpa menoleh ke belakang, melambaikan tangannya dengan santai sambil terus berjalan menuju kelas bersama Jax yang tampak lebih sibuk menatap ponsel dan Ethan yang sibuk bersiul-siul jahil.

"Tuh kan! Kau lihat itu?!" pekik Sonia. "Dia menggodamu terang-terangan! Dan kau... kau sok dingin tapi telingamu merah padam seperti kepiting rebus, Jules!"

"Sonia, diam atau aku akan benar-benar mengirim Jax ke kutub utara agar dia kembali kaku!" ancam Juliatte, meski ia sendiri harus bersandar pada loker agar kakinya tidak lemas.

Malam Valentine telah berlalu, tapi bagi Juliatte, perang antara harga dirinya yang setinggi langit dan perasaannya yang sudah jatuh ke tangan William Wilson baru saja dimulai. Dan dia tahu, di bawah tatapan menggoda pria itu, dia tidak akan pernah menang.

Kantin siang itu dipadati siswa, namun meja panjang di sudut tengah, daerah kekuasaan The Ravens, menjadi pusat perhatian.

Juliatte duduk di sana, terjepit di antara kegilaan Sonia dan aura dominan William. Ia masih berusaha mempertahankan sisa-sisa martabatnya sebagai Ketua OSIS dengan duduk tegak dan menatap lurus ke depan, meski jiwanya terasa sedang menari-nari di atas kabel listrik.

William bangkit dari kursinya tanpa bertanya. Beberapa menit kemudian, ia kembali bukan dengan nampan berisi salad atau air lemon, melainkan sebuah piring besar berisi daging panggang dengan keju yang masih meleleh dan segelas jus jeruk segar.

"Makan," perintah William pendek sambil meletakkan piring itu tepat di depan Juliatte.

Juliatte melirik makanan berkalori tinggi itu dengan ngeri. Ucapnya sambil mendorong piring itu menjauh, "Wilson, aku sudah bilang berkali-kali. Aku tidak makan karbohidrat sebanyak ini di siang hari. Ini bisa menghancurkan dietku dalam sekejap."

William tidak membantah dengan kata-kata. Sebaliknya, ia duduk kembali di samping Juliatte, menyandarkan satu sikunya di meja, dan melakukan sesuatu yang membuat seisi kantin menahan napas.

Sentuhannya mendarat di puncak kepala Juliatte. Dengan gerakan yang sangat santai namun intim, William mengelus rambut Juliatte yang halus, membelainya pelan seolah sedang menjinakkan seekor kucing liar yang galak.

"Kau butuh energi untuk otakmu yang terlalu banyak bekerja itu, Fontaine," katanya dengan suara rendah yang menggetarkan meja. "Makan, atau aku akan menyuapimu di sini, sekarang, di depan semua orang yang sedang menonton kita."

Juliatte membeku. Elusan tangan William di rambutnya terasa seperti sengatan listrik yang melumpuhkan saraf protesnya. Gumamnya sambil menunduk dalam, mencoba menyembunyikan pipinya yang memanas, "Kau benar-benar pemaksa yang menyebalkan."

"Hanya padamu," bisik William tepat di samping telinganya.

Melihat pemandangan itu, Ethan dan Leo langsung meledak dalam tawa. Mereka mulai mengeluarkan harta karun hasil Valentine semalam yang menurut mereka sangat absurd.

"Kalian pikir William yang paling beruntung karena kehadiran Juliatte Tadi malam?" Ethan memulai sambil merogoh tasnya. "Lihat apa yang kudapat dari pengagum rahasiaku semalam!" ia mengeluarkan sebuah bantal kecil berbentuk pantat ayam dengan tulisan Hot as Spicy Chicken.

"Itu belum seberapa!" timpal Leo sambil memegangi perutnya yang kaku karena tertawa. "Aku dapat paket pengiriman misterius ke markas. Isinya apa? Satu lusin kaus kaki dengan motif wajahku sendiri yang sedang menguap! Siapa pun yang mengirim ini, dia adalah teroris emosional!"

Satu meja meledak dalam tawa, bahkan Jax yang sedang sibuk menyantap piza pemberian Sonia sampai tersedak.

"Jaxie juga dapat hadiah unik, kan?" goda Sonia sambil menyenggol lengan Jax.

Jax menghela napas panjang, memperbaiki letak kacamatanya. Katanya dengan nada datar tanpa ekspresi, "Sonia memberiku sebuah gantungan kunci berbentuk virus komputer yang bisa bicara. Setiap kali aku pulang ke rumah, benda itu berteriak I Love You, User! dengan suara robot yang sangat cempreng. Ibuku sampai mengira aku sedang merakit bom di kamar."

"Hahaha! Itu namanya kado spesial, Jax!" seru Ethan. "Tapi jujur saja, kado paling mahal semalam tetap dimenangkan oleh William. Dapat akses ke Benteng Porselen itu bukan pencapaian sembarangan!"

Juliatte yang sedang menyuap satu sendok kecil daging langsung tersedak. Ia menatap Ethan dengan pandangan membunuh.

"Ethan, jika kau bicara satu kata lagi, aku akan memastikan izin klub motormu di sekolah ini dicabut selamanya!" Ucapnya dengan ketus.

William hanya tertawa lepas, tangannya masih setia mengelus rambut Juliatte, seolah tidak peduli dengan ancaman gadis itu. "Jangan dengarkan mereka, Fontaine. Fokus saja pada makananmu. Kau butuh tenaga untuk... ronde kedua bicara kita nanti malam."

Juliatte nyaris menyemburkan jus jeruknya. Ia tahu William sedang sengaja mengujinya. Di bawah meja, ia menendang tulang kering William dengan keras, namun pria itu bahkan tidak berkedip, justru semakin mempererat elusannya di rambut Juliatte dengan tatapan yang semakin menggoda.

Kantin siang itu memang bising, tapi bagi Juliatte, kebisingan itu terasa jauh. Yang ia rasakan hanyalah hangat tangan William dan rasa makanan yang entah kenapa, terasa jauh lebih enak daripada semua makanan diet yang pernah ia makan seumur hidupnya.

🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear😍

1
listia_putu
aku tidak bisa berhenti membaca novel ini, aduhhh ini gawaatttt....
listia_putu
lanjut kakak, sampai tmat ya jgn digantung
listia_putu
manis bnget ya
listia_putu
ngakak ketawa, pas surat cinta diselipin di knalpot motor ethan🤣🤣🤣
Zoya Humaira
Akuu sukaaaa tthoor,,💪💪💪
Zoya Humaira
Kereeeen otoor ,,,tetap semangaat yaaa
Fbian Danish
wow... crazy up...... tingkyu otor,....😄😄
Fbian Danish
terima kasih update nya Thor.... ceritamu bagusss sekali sukakkkkkkkkkkkk❤️❤️❤️
Lisna
suka banget sama cerita yang inii😍😍
Lisna
thor ini udah jam 8 lebihh🤭🤭nungguin🤭🤭
Ros_10: Terharuuu😍😍😍
total 1 replies
Lisna
lanjutt kakk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!