NovelToon NovelToon
Kutukar Mantan Dengan Kakak Ipar

Kutukar Mantan Dengan Kakak Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Balas Dendam
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mom_cgs

Beberapa hari menjelang pernikahan, Yumna mengetahui perselingkuhan Desta, tunangannya, dengan Cindy, atasan mereka sekaligus adik angkat dari CEO kejam, Evander Sky Moreno.

...

​Kecewa lalu mabuk, Yumna melabrak sang CEO di sebuah bar.

​"Gara-gara adikmu, aku batal nikah! Aku bakal jadi bahan ejekan tetangga! Kamu harus tanggung jawab, Bos Brengsek!" teriak Yumna sambil menarik kerah kemeja mahal Evander.


​Evander menatapnya dingin, lalu berbisik di telinga Yumna, "Jika posisi mempelai pria kosong, biar aku yang mengisinya."

...

​Kini, Yumna datang ke gedung pernikahan bukan sebagai pengantin yang terbuang, melainkan sebagai istri dari pria yang paling ditakuti Desta dan Cindy.

​"Desta, perkenalkan... ini suamiku. Mulai sekarang, panggil aku Kakak Ipar."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom_cgs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permen Yupi Raksasa

Suara itu milik Mahesa, asisten kepercayaan Evander yang biasanya selalu tenang, namun kali ini wajahnya tampak tegang dengan napas yang sedikit memburu. Evander menoleh ke luar jendela mobil, menurunkan kacanya dengan gerakan yang tenang namun penuh wibawa.

​"Masalah apa?" tanya Evander dingin.

​Mahesa tidak menjawab dengan kata-kata. Ia langsung menyerahkan sebuah tablet pada bosnya. Di sana, sebuah situs berita hiburan papan atas sedang memampang foto Yumna dan Evander saat berada di tengah pesta, namun dengan sudut pengambilan gambar yang seolah-olah memperlihatkan Yumna sedang menatap lapar ke arah perhiasan yang dikenakannya.

​Judul beritanya terpampang nyata dengan huruf kapital yang mencolok:

“CEO MUDA MENIKAHI WANITA TAK BERKELAS DEMI WARISAN? KONSPIRASI DI BALIK PERNIKAHAN MENDADAK KELUARGA MORENO!”

​Yumna sempat melirik tulisan itu dari samping bahu Evander. Bukannya panik atau menangis, ia justru mengerutkan kening dan bergumam pelan, "Busyet, ini media kok paham bener sama kondisiku ya? Jujur banget sih nulisnya."

​Evander menoleh tajam ke arah istrinya. "Yumna, ini bukan waktunya untuk mengapresiasi kejujuran media."

​"Ya habisnya bener, Mas," sahut Yumna tanpa dosa. "Aku emang nggak berkelas kalau dibandingin sama mantan-mantanmu yang model itu. Dan soal warisan... ya itu tadi, Kakek baru aja kasih berlian peninggalan Nenek. Pas banget momennya."

​Evander mengabaikan celotehan Yumna. Ia menggulir layar tablet itu lebih dalam. Di kolom komentar, netizen mulai liar. Ada yang menghujat Yumna sebagai gold digger, ada yang menuduh Evander hanya memanfaatkan Yumna agar harta Kakek William tidak jatuh ke tangan kerabat lain.

​"Mahesa, cari tahu siapa yang membocorkan foto ini ke pers. Foto ini diambil dari jarak dekat, artinya pelakunya ada di dalam pesta tadi," perintah Evander, suaranya kini sekeras baja.

​Yumna terdiam sejenak, lalu ia teringat sesuatu. "Mas, apa mungkin ini kerjaannya Tante Lastri atau Cindy sebelum mereka diusir tadi? Kan mereka tadi megang HP terus."

​Evander tidak menjawab, namun rahangnya mengeras. Ia mengembalikan tablet itu pada Mahesa. "Lakukan counter-issue segera. Saya tidak mau reputasi istri saya hancur bahkan sebelum dia resmi diperkenalkan ke publik secara layak."

​"Istri saya." Kata-kata itu membuat Yumna sedikit merona, meskipun ia tahu ini masih dalam lingkup "masalah bisnis".

​"Mas..." Yumna menyentuh lengan jas Evander. "Kalau beritanya bilang aku tak berkelas, berarti aku harus latihan jadi orang berkelas ya? Apa aku harus mulai makan bakso pakai garpu dan pisau sekarang?"

​Evander menatap Yumna dengan tatapan yang sulit diartikan, antara ingin marah karena kepolosan istrinya atau ingin tertawa karena di saat krisis seperti ini, pikiran Yumna tetap saja lari ke urusan perut.

​"Diamlah, Yumna. Kita akan pulang. Mulai besok, hidupmu tidak akan sesederhana biasanya. Kamu akan berada di bawah sorotan lampu flash kamera setiap kali kamu melangkah keluar rumah," ucap Evander sambil menaikkan kembali kaca mobilnya.

​Yumna menyandarkan punggungnya di jok kulit yang empuk. Ia memandangi kalung berlian di tangannya. Ternyata jadi kaya itu nggak cuma soal makan enak ya, tapi juga soal siap mental dikata-katain orang se-jagat raya, batinnya.

Sesampainya di rumah, Evander menghela napas panjang melihat pemandangan di kursi sampingnya. Pria itu baru sadar jika ternyata istrinya telah tertidur pulas dengan mulut sedikit terbuka. Padahal, di luar sana gosip sedang membicarakannya dengan liar di dunia maya, netizen sedang sibuk menghujat dan menganalisa silsilah keluarganya, tapi Yumna? Dia terlihat nyaman-nyaman saja dalam mimpi indahnya.

​"Ck, kamu itu jenis apa sih, Yumna? Syarafmu itu terbuat dari baja atau memang putus?" gumam Evander heran.

​Tidak tega membangunkan si tukang tidur, Evander akhirnya keluar dan memutari mobil. Ia menggendong tubuh mungil cewek yang asyik mimpi indah itu dengan gaya bridal style. Namun, saat kaki Evander baru saja menapak di depan pintu kamar Yumna, tiba-tiba tubuh pria itu menegang. Rona merah yang jarang terlihat kini muncul sangat kentara di wajah dingin sang CEO.

​Bagaimana tidak? Yumna lagi-lagi bikin ulah tanpa sadar.

​Dalam tidurnya, kepala Yumna terkulai ke arah leher Evander. Mungkin karena bermimpi sedang makan besar, cewek tengil itu tiba-tiba menggigit kecil telinga Evander, mengulumnya pelan seakan itu adalah permen Yupi kenyal di mulutnya.

​"Ngh... kenyal... rasa stroberi..." igau Yumna pelan sambil terus memberikan hisapan-hisapan kecil di daun telinga suaminya.

​Efeknya luar biasa dahsyat. Tubuh Evander seperti tersengat listrik ribuan volt. Napasnya mendadak memburu, dan sebuah sensasi panas menjalar dengan cepat ke seluruh aliran darahnya. Di bawah sana, ada sesuatu yang merespons dengan sangat tidak sopan—sesuatu yang menonjol tapi bukan tombol pintu.

​"Y-yumna! Lepas!" bisik Evander dengan suara serak yang tertahan.

​Alih-alih lepas, Yumna justru semakin menduselkan wajahnya ke leher Evander, mencari posisi yang lebih nyaman sambil tetap "mengunyah" telinga pria itu. Evander memejamkan mata rapat-rapat, merutuki nasibnya yang harus menahan gejolak gairah sambil menggendong wanita yang bahkan tidak tahu apa yang sedang ia perbuat.

​"Sialan. Bisa gila saya kalau begini terus," geram Evander.

​Dengan gerakan yang sangat terburu-buru (dan sedikit panik), Evander segera masuk ke kamar dan meletakkan Yumna di atas kasur seolah-olah wanita itu adalah barang pecah belah yang berbahaya. Begitu kepala Yumna menyentuh bantal, gigitan itu terlepas. Yumna hanya mendengkur halus, berbalik memunggungi Evander, dan memeluk gulingnya dengan erat.

​Evander berdiri di pinggir ranjang, mengatur napasnya yang berantakan sambil menatap bagian depan celananya yang kini tampak sangat "bermasalah". Ia melirik wajah polos Yumna yang tanpa dosa, lalu mengusap wajahnya dengan frustrasi.

​"Besok... besok kamu benar-benar harus saya beri pelajaran tentang anatomi tubuh manusia, Yumna," ucapnya pelan sebelum ia buru-buru keluar dan mengunci diri di kamar mandi untuk mengguyur kepalanya dengan air dingin.

​Sinar matahari pagi menembus celah gorden kamar Yumna, membangunkannya dengan rasa segar yang luar biasa. Yumna menggeliat, merasa tidurnya semalam sangat nyenyak. Ia merasa bermimpi sedang berada di sebuah festival makanan dan menemukan permen Yupi raksasa yang sangat kenyal dan hangat.

​"Ah, mimpi yang indah," gumamnya sambil beranjak menuju dapur.

​Di meja makan, Evander sudah duduk dengan setelan jas kerjanya yang sempurna. Namun, ada yang aneh. Pria itu tidak menyentuh kopinya. Ia hanya duduk kaku sambil menatap tablet di tangannya dengan rahang yang mengeras. Begitu mendengar langkah kaki Yumna, tubuh Evander sedikit tersentak.

​"Pagi, Mas Suami!" sapa Yumna dengan ceria sambil menarik kursi di depan Evander.

​Evander tidak menyahut. Ia perlahan mengangkat pandangannya, menatap Yumna dengan tatapan yang sulit diartikan, ada sisa-sisa kekesalan, rasa malu, dan sesuatu yang terlihat seperti... ancaman.

1
Shyfa Andira Rahmi
yayasan kucing terlantar🤪🤪🤪
Shyfa Andira Rahmi
🤦🤦🤦
Shyfa Andira Rahmi
ngga usah main bentak bisa ngga siihh kan aq nya juga jadi ikutan kaget🤪
diajarin lah biar c,Yumna nya rada anggunan kalo di bentak mulu bukannya anggun yg ada malah ciut...
Mom_cgs: Evander-nya suka gitu ya Kak😄
total 1 replies
Shyfa Andira Rahmi
puas banget ya Yum👏👏👏
Mom_cgs: Iya Kak, kita pun ikut puas Kak😄
total 1 replies
falea sezi
ortunya pasti syok lahh
Mom_cgs: Syok kesenengan ya Kak😅
total 1 replies
falea sezi
nyaman ya bau cogan kaya raya /Curse/
Mom_cgs: Bener banget Kak 🤣
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👍👌
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Mom_cgs: Siap Kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!