NovelToon NovelToon
Crowned Villains :The End Of Old World

Crowned Villains :The End Of Old World

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Fantasi
Popularitas:287
Nilai: 5
Nama Author: Asjoe the writer

Dunia adalah sebuah luka yang menolak untuk sembuh. Di Utara, perang suci antara Holy Kingdom dan Demon Realm tak kunjung usai. Di Selatan, tirani matriarki menciptakan perbudakan sistematis terhadap kaum pria. Sementara di Timur, jutaan nyawa menjadi tumbal bagi ambisi Federasi dan Aliansi. Bahkan di Barat, Kekaisaran Berline yang agung telah membusuk dari dalam akibat korupsi, nepotisme, dan kelaparan yang mencekik rakyatnya.Saat dunia memprediksi keruntuhan Berline akan menjadi awal dari domino kehancuran global, sebuah anomali muncul dari balik bayangbayang. Bukan pahlawan yang bangkit, melainkan Chara Initiative Organization (CIO). Sebuah organisasi villain yang kejam dan tak terduga. Lewat kudeta berdarah, mereka merebut tahta Berline dan memulai langkah radikal untuk menjungkirbalikkan tatanan dunia yang lama. Bagi mereka, dunia yang rusak tidak butuh diperbaiki; dunia butuh dihancurkan untuk dibangun kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asjoe the writer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dewan Para Penjual Bangsa

Oakhaven, Ibu Kota Federasi, adalah kota yang dibangun di atas tradisi demokrasi dan hukum. Bangunan legislatifnya yang berkubah putih besar, The Grand Hall, biasanya menjadi simbol persatuan. Namun, saat Kaelen, Elara, dan Count Carlosc melangkah masuk ke ruang sidang utama, mereka hanya merasakan hawa dingin yang penuh rahasia.

Ketua Dewan Valmont, seorang pria bertubuh tambun dengan jubah sutra yang mahal, mengetukkan palunya.

"Ksatria Kaelen, Count Carlosc. Kami menerima laporan kalian. Namun, tuduhan kalian terhadap CIO sangatlah... berat."

Kaelen melangkah maju, tangannya mengepal di atas meja kayu ek.

"Berat? Saya berdiri di sana, Ketua! Saya melihat tank-tank CIO membantai ksatria suci seolah-olah mereka adalah rumput di padang. Saya melihat Aris membiarkan wabah Aliansi menyebar demi keuntungan taktisnya! Federasi sedang memelihara monster yang akan menelan kita semua!"

Para anggota Dewan saling berpandangan. Tidak ada ekspresi terkejut. Tidak ada amarah. Hanya keheningan yang janggal.

"Monster, katamu?" Valmont tersenyum tipis. Ia membuka sebuah map yang berisi angka-angka.

"Berkat kontrak eksklusif dengan CIO, pendapatan Federasi naik 400% tahun ini. Kita punya listrik di kota-kota besar, pupuk kimia untuk petani, dan senjata yang membuat Aliansi berpikir dua kali untuk menginvasi perbatasan utama kita. Aris bukan monster, Kaelen. Dia adalah juru selamat ekonomi kita."

Bau Emas di Balik Jubah

Elara, yang sejak tadi mengamati aura mana di ruangan itu, tiba-tiba membelalakkan matanya. Ia melihat sesuatu yang tidak beres di pergelangan tangan para anggota dewan.

"Gelang itu..." bisik Elara kepada Kaelen.

"Itu bukan perhiasan biasa. Itu adalah alat pelacak dan penyimpan data keluaran CIO. Mereka semua sudah 'terkoneksi'."

Kaelen memukul meja sidang dengan keras.

"Berapa banyak Aris membayar kalian?! Apakah kedaulatan Federasi sekarang punya harga dalam bentuk koin emas?!"

Wajah Valmont mengeras.

"Jaga bicaramu, Ksatria. Kami membuat keputusan demi stabilitas. Jika kami melawan Aris, dia akan memutus aliran listrik kita. Dia akan menghentikan pengiriman obat-obatan. Rakyat akan memberontak bukan kepada Aris, tapi kepada kita karena membuat mereka miskin kembali."

"Jadi kalian memilih menjadi budak yang kenyang daripada ksatria yang merdeka?" suara Count Carlosc bergetar karena emosi.

Intervensi Tanpa Suara

Tiba-tiba, pintu besar Grand Hall terbuka. Seorang pria berpakaian setelan jas hitam rapi—bukan prajurit, melainkan seorang pengacara tinggi CIO—masuk dengan tas kantor perak.

"Maaf mengganggu sidang yang mulia," ucap pria itu dengan sopan namun dingin.

"Saya membawa pesan dari Tuan Aris. Beliau merasa prihatin dengan 'gangguan mental' yang dialami oleh Komandan Kaelen akibat trauma perang di Barloa. Tuan Aris menyarankan agar Komandan Kaelen dan Nona Elara diberikan 'istirahat wajib' di bawah pengawasan medis CIO."

Valmont mengangguk cepat.

"Saran yang sangat masuk akal. Kaelen, demi kesehatanmu, Dewan memutuskan untuk mencopot gelar komandanmu sementara waktu. Kalian berdua akan ditempatkan di kediaman tamu negara... yang dijaga oleh unit keamanan CIO."

Kaelen menarik pedangnya, namun sebelum ia bisa melakukan apa pun, selusin penjaga Dewan—yang kini sudah memegang senapan CIO—menodongkan senjata ke arah mereka.

"Bahkan tentara kita pun sudah dia beli," gumam Kaelen pahit.

Rencana Terakhir

Dalam situasi terjepit itu, Count Carlosc melangkah di depan Kaelen dan Elara.

"Lari," bisiknya.

"Apa?" Kaelen terkejut.

"Aku adalah anggota Dewan tertua. Mereka tidak akan berani menembakku di sini, di depan publik. Tapi kalian berdua adalah saksi hidup. Pergilah ke Sektor Bawah Oakhaven. Temukan jaringan perlawanan yang disebut The Rusty Gear. Mereka adalah orang-orang yang tidak tersentuh oleh emas Aris karena mereka adalah korban dari pabrik-pabriknya."

"Tapi Count—"

"Pergi! Ini adalah perintah terakhirku sebagai penguasa Barloa!"

Carlosc berteriak sambil menghalangi jalan para penjaga dengan tubuhnya yang ringkih namun penuh wibawa.

Kaelen menarik tangan Elara. Dengan berat hati, mereka melompat melalui jendela besar Grand Hall, meluncur jatuh ke arah kanal-kanal air kota Oakhaven tepat saat suara tembakan peringatan terdengar dari dalam aula.

Di atas sana, Ketua Valmont menatap mereka yang melarikan diri dengan dingin. Ia mengangkat gagang telepon di mejanya.

"Aris? Mereka melarikan diri. Ya... lakukan apa yang harus kau lakukan. Tapi pastikan Elara dibawa hidup-hidup. Riset energi mana-nya terlalu berharga untuk dihancurkan."

Di Barloa, Aris meletakkan teleponnya. Ia menatap peta dunia Welcon yang kini hampir seluruhnya berwarna merah—warna CIO.

"Kaelen, kau selalu menjadi idealis yang merepotkan. Saatnya menunjukkan padamu bahwa di dunia ini, kebenaran tidak ditentukan oleh kehormatan, tapi oleh siapa yang memegang kendali atas suplai kebutuhan hidup."

1
anggita
mampir like👍 iklan ☝saja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!