NovelToon NovelToon
Menantu Kaisar Agung

Menantu Kaisar Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao Ling'er

Ling Chen, pemuda cacat yang mati dalam kesepian, terbangun di dunia kultivasi sebagai pengawal rendahan di Kekaisaran Api Agung. Namun sebelum memahami takdir barunya, seorang putri kekaisaran tiba-tiba memilihnya sebagai suami di hadapan seluruh istana.

Di balik tubuh barunya tersembunyi Api Hitam kuno, kekuatan terlarang yang mampu mengguncang kekaisaran dan membakar langit. Terjebak dalam intrik politik, perebutan takhta, dan ambisi para pangeran, Ling Chen harus bangkit dari menantu yang diremehkan, menjadi penguasa yang ditakuti seluruh dunia.

Di dunia di mana kekuatan adalah hukum, ia akan membuktikan, yang hina hari ini, bisa menjadi Kaisar Agung esok hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao Ling'er, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

Dengan Kitab Dewa Laut Abadi tersimpan aman di dalam cincin penyimpanan ruang Ling Chen, ketiganya bergegas menaiki tangga keluar dari lapisan terakhir. Cahaya biru safir dari kitab masih samar-samar memancar dari cincin itu, membuat langkah mereka terasa lebih ringan dan cepat. Gua mulai bergetar pelan—tanda reruntuhan mulai menutup setelah warisan utama diambil.

“Kita harus cepat!” kata Qing Lin, napasnya tersengal tapi suaranya tetap tenang. “Formasi penutup reruntuhan akan aktif dalam hitungan menit. Jika kita terjebak di dalam, tak ada jalan keluar.”

Bai Yue Chan berlari di depan, meski kakinya masih pincang karena luka sebelumnya. “Aku duluan! Kalau ada jebakan terakhir, aku yang kena dulu! Keluarga harus lindungi yang paling lemah, kan?” candanya sambil tertawa lepas, meski wajahnya penuh keringat.

Ling Chen tersenyum tipis, trisula di tangannya siap. “Kau bukan yang paling lemah, Yue Chan. Kau yang paling berani.”

Mereka mencapai koridor utama lapisan atas. Di sana, suara benturan dan teriakan masih terdengar samar—banyak sekte yang masih bertarung di antara reruntuhan, berebut harta kecil yang tersisa. Tapi saat ketiganya muncul dari pintu rahasia, puluhan pasang mata langsung tertuju pada mereka.

“Paviliun Dewa Laut! Mereka keluar dengan kitab itu!” teriak seorang murid dari Sekte Hiu Langit.

Kabar menyebar seperti api liar. Dua puluh sekte yang kalah di lapisan bawah, plus puluhan sekte kecil lainnya, langsung mengepung koridor keluar. Pemimpin mereka—Bing Xue’er dari Paviliun Es Abadi, Xue Hong dari Klan Karang Darah, dan beberapa elder dari Sekte Naga Ombak—berdiri di depan, auranya meledak penuh amarah.

“Kalian pikir bisa kabur begitu saja?” dingin Bing Xue’er, es di sekitar tubuhnya membentuk tombak-tombak tajam. “Serahkan Kitab Dewa Laut Abadi. Kalian bertiga tak akan bisa melawan kami semua!”

Xue Hong menyeringai, pedang darahnya bergetar. “Kalian sudah lelah. Kami masih segar. Serahkan, atau mati di sini!”

Bai Yue Chan mengangkat tangan, membentuk ombak kecil yang berputar. “Wah, masih belum kapok ya? Kami baru saja ngalahin iblis tingkat dewa! Kalian mau coba?”

Ling Chen melangkah maju, trisula diangkat tinggi. “Kami tidak ingin membunuh tanpa alasan. Tapi jika kalian menghalangi, kami tak akan ragu.”

Qing Lin berdiri di sisi kanan Ling Chen, pedang air kristalnya menyala. “Kami sudah mendapatkan warisan. Ini bukan lagi soal rebutan—ini soal takdir. Mundurlah.”

Tapi kata-kata itu hanya memicu amarah. Dua puluh sekte menyerang bersamaan lagi—gelombang es, tombak naga, duri karang, gigitan hiu qi—semua menyambar seperti badai.

Ling Chen mengayunkan trisula sekali. **Badai Dewa Laut Nirwana** meledak—ombak raksasa jingga kebiruan yang lebih kuat dari sebelumnya, menggabungkan kekuatan Kitab Dewa Laut Abadi dan Jantung Nirwana. Ombak itu menyapu serangan musuh seperti menyapu debu, membakar qi gelap, membekukan es, dan mematahkan tombak.

Beberapa murid sekte kecil terlempar ke dinding, terluka parah. Bing Xue’er dan Xue Hong terhuyung mundur, tapi mereka tak menyerah. Mereka berdua melepaskan serangan terkuat: **Es Abadi yang Membekukan Jiwa** dan **Darah Karang yang Menghisap Nyawa**.

Ling Chen dan Qing Lin menyatu sempurna. Qing Lin membentuk **Perisai Es Nirwana**, Ling Chen menambahkan api jingga di dalamnya—membuat perisai yang tak bisa ditembus. Bai Yue Chan melompat ke depan, melepaskan **Ombak Peledak Badai** yang meledak di antara musuh, membuat formasi mereka kacau.

“Pergi sekarang!” seru Ling Chen. “Kita kabur ke portal keluar!”

Mereka bertiga berlari menyusuri koridor, ombak nirwana di belakang mereka seperti perisai hidup yang terus menolak serangan. Sekte-sekte mengejar dengan ganas, tapi kekuatan baru ketiganya terlalu superior. Beberapa elder terjatuh, yang lain mulai ragu.

Di ujung koridor, portal keluar reruntuhan sudah terlihat—lingkaran cahaya biru yang mulai mengecil karena reruntuhan hendak menutup.

“Masuk cepat!” teriak Qing Lin.

Bai Yue Chan melompat lebih dulu, diikuti Qing Lin. Ling Chen berbalik sekali lagi, mengayunkan trisula terakhir kali. **Gelombang Penutup Dewa Laut** meledak—ombak raksasa yang menghalangi seluruh koridor, membuat sekte-sekte terhenti sejenak.

Ling Chen melompat masuk ke portal tepat saat cahaya biru menyusut dan menutup. Reruntuhan runtuh di belakang mereka, menelan suara teriakan marah dari sekte-sekte yang tertinggal.

Mereka bertiga terhempas keluar ke permukaan laut di atas Pulau Dewa Laut. Udara segar menyambut, ombak lembut menyapa tubuh mereka yang penuh luka. Portal di belakang menutup total, meninggalkan reruntuhan kuno terkubur selamanya.

Bai Yue Chan terbaring di pasir, tertawa lepas meski kelelahan. “Kita… lolos! Dan bawa pulang kitabnya! Keluarga Dewa Laut juara!”

Qing Lin duduk di sampingnya, menyandarkan kepala di bahu Ling Chen. “Terima kasih, Chen. Tanpa kau… kami takkan selamat.”

Ling Chen memeluk keduanya, menatap langit biru di atas pulau. “Kita selamat bersama. Sekarang… kita pulang ke paviliun. Guru pasti menunggu.”

Di kejauhan, Peri Qing Yi sudah berdiri di tebing paviliun, senyum tipis di bibirnya. Dia tahu—murid-muridnya telah kembali sebagai penerus sejati.

Tapi di hati Ling Chen, api itu masih membara lebih kuat. Yue Yan… aku semakin dekat. Tunggu aku.

1
Nanik S
Cukup menarik diawal
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ: hehehe, terimakasih 🙏
total 1 replies
Akagami
mantap
Akagami
Lanjit
Akagami
ok
Akagami
seru
Akagami
mantap
Akagami
Awal yang menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!