NovelToon NovelToon
Diremehkan Karena Miskin, Ternyata Aku Punya Sistem Analisis Nilai

Diremehkan Karena Miskin, Ternyata Aku Punya Sistem Analisis Nilai

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kebangkitan pecundang / Anak Lelaki/Pria Miskin
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Rahmat hanyalah siswa SMA biasa—miskin, bodoh, diremehkan, dan dipaksa menanggung hutang satu miliar yang ditinggalkan ayahnya.

Ibunya terbaring di rumah sakit, deb collector bernama tomy terus mengancamnya, memukuli Rahmat sampai hampir mau mati, ia diberi waktu lagi selama dua bulan.

Waktu hanya tersisa dua bulan. Saat segalanya terasa mustahil, sebuah suara muncul di kepalanya.

[Sistem Analisis Nilai Aktif.]

[Menampilkan nilai sebenarnya dari segala hal]

Dari jam tangan rongsok bernilai jutaan, hingga saham perusahaan raksasa yang diam-diam akan runtuh—Rahmat kini bisa melihat apa yang tak terlihat orang lain.
Namun dunia investasi bukan taman bermain.

Satu kesalahan berarti kehancuran.
Satu langkah terlambat berarti ibunya menjadi “jaminan”.

Bisakah seorang bocah 16 tahun membalikkan nasibnya, menembus dunia finansial yang penuh manipulasi, dan menumbangkan perusahaan yang menghancurkan keluarganya?

(bismillah, ayo ramai, support penulis kecil ini yaallah 😭🙏wkw)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1—Sistem Analisis Nilai

"Apa? Tidak bisa membayar? Terus sampai kapan kamu ingin membayar hutang ini!" Seorang debt collector bernama Tommy itu berteriak sekeras mungkin ke arah bocah berumur 16 tahun, raut wajahnya diselimuti oleh emosi.

"Maaf pak Tomy. Tapi Ibu lagi berada di rumah sakit, dan gaji kerja sampingan saya kufokuskan untuk berobat ke ibu, jadi... Aku masih belum bisa membayar." Remaja itu bernama Rahmat, dia gemetaran karena takut akan amarah Tomy.

-Brak

Tommy semakin jengkel, wajahnya makin memerah. Tidak bisa menahan amarah, memukul Rahmat dengan keras hingga membuat remaja itu terkulai lemah di tanah. 

Tubuh Rahmat terjatuh, badannya terasa remuk dan sakit minta ampun, darah bercucuran. Sementara Tomy menatap Rahmat tanpa kasihan sama sekali, menatap dia bagaikan sampah.

"Dasar miskin. Kalau tidak ada niat bayar bilang! Asal kamu tahu hutang 1 miliar dari Ayahmu sudah dari beberapa tahun, cari uang gak mudah! Jadi jangan kira sepele uang 1 miliar." 

Tomy melanjutkan aksi kekerasan dengan menginjak tubuh remaja itu tanpa kenal ampun. Rahmat mengaduh kesakitan, ia melindungi tubuh lemahnya dengan kedua tangan, tapi tenaganya begitu lemah sehingga percuma.

Injakan demi injakan terus dilancarkan, membuat tubuh Rahmat semakin kesakitan, tulangnya terasa remuk dan dia muntah darah beberapa kali.

Selang beberapa menit, karena merasa bosan Rahmat tidak membalas. Akhirnya Tomy berhenti melakukan kekerasan. 

"Aku punya ide bagus, kalau kamu tidak bisa membayar hutang ayahmu. Maka berikan aku tubuh ibumu dengan begitu aku akan menganggap hutang itu selesai," ucap Tomy dengan senyuman menjijikan.

Menikmati tubuh wanita berumur yang cantik seperti Ibu rahmat adalah anugerah, jadi itu merupakan opsi bagus untuk melunasi hutang.

Tapi sebagai anak lelaki yang harus membuat derajat ibunya tinggi. Rahmat tentu menolak keras. Ia tidak apa-apa untuk ditindas dan dihina, namun tidak untuk ibunya.

"Anda kira apa ibuku? Dia bukan barang!" Tanpa ia sadari Rahmat sudah berteriak.

Merasa tidak terima karena diteriaki, Tomy menjadi marah. Ia kembali menerjang, melancarkan pukulan demi pukulan lebih intens daripada tadi.

 "Bajingan, hanya orang miskin saja belagu. Mampus kau!"

"Aaaa!"

Tomy menendang muka Rahmat tanpa henti, terus menendangnya hingga muka Rahmat penuh oleh darah dan bengkak.

Merasa sudah keterlaluan, Tomy berhenti. Dia takut nantinya anak itu mati, dia bisa kena masalah juga dan hutang tidak akan kunjung dibayar.

"Cih, oke. Aku akan meringankan lagi... batas waktu dua bulan! Jika dua bulan tidak bisa membayar hutang, maka ibumu akan menjadi aset, mengerti!"

Rahmat tidak menjawab. Sudah tidak punya tenaga untuk menjawab.

"Cih! Dasar sampah!" Tomy berjalan menjauhi rahmat dan pergi.

Rahmat tidak tahu berapa lama dia tergeletak di tanah. Langit mulai gelap. Hujan rintik turun perlahan, membasahi tubuhnya yang penuh luka. Darah bercampur air hujan, mengalir tipis melewati pipinya. Sakit.

Tapi yang lebih sakit bukan tubuhnya, melainkan harga diri dan jiwanya. Uang satu milyar, tentu bukan angka yang bisa dia bayangkan bentuknya. Ayah dia pergi begitu saja meninggalkan dia dengan sejumlah hutang yang gak wajar.

Oleh karena itu walau masih 16 tahun dan SMA dia bekerja part time sebagai kasir, ittupun dia harus bersujud agar bisa diterima kerja karena batasan usia yang masih sangat muda. Dan gaji dari kerja sampingan tidak seberapa, tentu tidak sampai UMR.

“Kenapa… hidupku seperti ini…” lirihnya pelan.

Dunia memang tidak adil, ia sudah menyadari hal itu semenjak kecil. Terlahir dari keluarga miskin dan terlilit hutang membuat dia harus bekerja keras lebih dari anak diumurnya, sejak kecil ia sudah hidup dengan kekerasan dan tulang baja.

Dia tangguh, terlalu tangguh untuk anak seusianya. Namun sekarang pandangan Rahmat mulai kabur. Suara di sekelilingnya perlahan menjauh. Dunia seperti tenggelam dalam keheningan.

Lalu, diselimuti rasa putus asa, dia terasa hampir mati.

Apa ini perasaan sekarat hampir mati? Rahmat memejamkan mata, mengira ia akan mati.

“Maaf, ibu … tampaknya ini memang batasku–”

Dan saat ia putus asa, sebuah suara ala robot terdengar.

[Ding!]

Suara itu jelas, terlalu jelas untuk diabaikan, bukan sebuah halusinasi, bukan juga dari luar melainkan dari dalam kepalanya.

━━━━━━━━━━━━━━━

SISTEM ANALISIS NILAI

Host: Rahmat

Level : 1

Usia: 16 tahun

Status: Lemah

Kekuatan: 1

Kecerdasan: 3

Ketahanan: 2

Keberuntungan: 0

Rekening uang : 440.000

━━━━━━━━━━━━━━━

[Ding! Terdeteksi individu dengan keinginan bertahan hidup ekstrem.]

[Tingkat keputusasaan: 97%]

[Tingkat kebencian terhadap ketidakadilan: 100%]

[Mencocokkan kriteria host…]

[Sinkronisasi dimulai…]

Rahmat membelalakkan mata. “Apa… ini…?”

Rahmat terdiam. “Ini… mimpi? Gambaran sebelum mati?”

[Tidak. Ini adalah Sistem. Selamat anda mendapatkan sistem Analisis Nilai.]

[Saya adalah sistem spesial yang bisa membantu anda menilai suatu objek, baik itu nilai kegunaan, dan nilai jual]

[Tugas utama saya: Membantu Host membalikkan takdir.]

[Misi Pertama Tersedia.]

━━━━━━━━━━━━━━━

Misi 1: Bertahan Hidup

Deskripsi: Bangkit dari tempat ini dan kembali berdiri tanpa menyerah.

Hadiah: +5 Semua Statistik

Bonus : saldo Rp 100.000

Gagal: Sistem dinonaktifkan permanen.

━━━━━━━━━━━━━━━

Rahmat terdiam beberapa detik, lalu tertawa kecil. Tertawa pahit.  “Bertahan hidup? Aku sudah bertahan hidup selama 16 tahun… dengan takdir dan beban yang luar biasa hebat.”

Tangannya gemetar, tapi perlahan ia mencoba menggerakkan tubuhnya. Sakit luar biasa menjalar dari wajah hingga tulang rusuknya. Namun suara sistem kembali berbunyi.

[Peringatan: Jika Host menyerah, sistem akan memilih kandidat lain.]

Mata Rahmat berubah. Memilih kandidat lain? Artinya… Ia sama sekali tidak paham, tapi dia teringat wajah sang ibu, Benar dia tidak boleh menyerah sekarang.

Dan kalau sistem itu nyata, maka ini kesempatan. Satu-satunya kesempatan. Ia tidak boleh kalah!

“Kalau ini nyata…” Rahmat menggertakkan giginya. “…maka aku tidak akan mati sebagai sampah.”

Dengan sisa tenaga yang ada, ia menekan tanah dan perlahan bangkit.

 Satu langkah, tubuhnya hampir jatuh.

Dua langkah, napasnya tersengal.

Tiga langkah, Ia berdiri tegak. Merasakan tubuh yang mati rasa. 

[Ding!]

[Misi 1 Selesai.]

[Semua Statistik +5]

[Uang Rp 100.000 masuk ke rekening anda]

━━━━━━━━━━━━━━━

Host: Rahmat

Kekuatan: 6

Kecerdasan: 8

Ketahanan: 7

Keberuntungan: 5

━━━━━━━━━━━━━━━

Tiba-tiba, rasa hangat menyelimuti tubuhnya.

Lukanya tidak langsung sembuh, tapi rasa sakitnya berkurang drastis. Pandangan Rahmat menjadi lebih tajam. Lebih jernih.

Lalu ia memeriksa saldo rekeningnya di ponsel. Sebuah notifikasi masuk,

“Gila benar-benar nambah 100k, cuma modal bangun doang?”

Lalu Ia melihat sebuah batu di pinggir jalan.Tanpa sadar, informasi muncul di kepalanya. Ia pun berteriak terkejut atas informasi hologram yang tiba-tiba muncul.

“Ini apaan woi!?”

[Objek: Batu Granit]

[Nilai Ekonomi: Rendah]

[Potensi: Tidak ada]

Rahmat terdiam. Lalu ia melihat papan iklan di seberang jalan.

[Objek: Tanah Komersial]

[Nilai Ekonomi: Sangat Tinggi]

[Potensi Kenaikan Harga: 27% dalam 1 tahun]

Napas Rahmat memburu.

“Analisis Nilai…”

Dia memegang dagu, jadi  artinya… dia bisa melihat nilai sesuatu? Termasuk uang?Termasuk peluang? Bahkan termasuk manusia?

Hujan masih turun. Tapi kali ini Rahmat tidak merasa dingin. Ia mengepalkan tangan.

“Satu miliar?”

Senyumnya perlahan berubah.

“Dua bulan cukup.”

Di dalam hatinya, sesuatu telah bangkit. Bukan lagi Rahmat yang miskin, jelek, dan bodoh. Melainkan Rahmat— Yang memiliki Sistem.

1
Martono Tono
bagus
Manusia Biasa: Terima kasih kak sudah membaca
total 1 replies
isnaini naini
cie..cie..aq baca smbil snyum2 ini thor....
Manusia Biasa: hehe terimakasih sudah membaca kak. emang dua pemuda pemudi ini lucu cara interaksinya
total 1 replies
isnaini naini
aq ikut grogi nih al....😄
isnaini naini
astaga mat...alya sdh jungkir balik km nya lempeng...trlalu polos apa gimana sih km ini...😄
Manusia Biasa: wkwkw anakku emang gitu kak🗿 terlalu serius
total 1 replies
Jujun Adnin
lanjut
Manusia Biasa: Baik kak ditunggu updatenya ya kak, setiap hari saya usahakan 3x😁🙏
total 1 replies
isnaini naini
alya kah yg diajak nonton konser thor????
Manusia Biasa: di konser nanti bakal banyak plot terbuka, dijamin asik hehe. terima kasih sudah membaca kak
total 2 replies
Gege
apik dan epic bangeed...lanjoot Thor.. 10k kata tiap update
Manusia Biasa: siap, kak. ditunggu updatenya lagi ya
total 1 replies
Yuliani Jogja
sumpah aku ngakak Baca ini
Manusia Biasa: Terima kasih kak
total 1 replies
Yuliani Jogja
Gaz Ayo jual mamat
Manusia Biasa: gazzz
total 1 replies
Yuliani Jogja
noir plot twist banger wkwk
Manusia Biasa: wkwkwkwk emang kakak
total 1 replies
Yuliani Jogja
kann
Yuliani Jogja
putri? celebrate yang Diselamatin itu paling🤭
Yuliani Jogja
💪mantap gas terus rahmat
Gege
ide ceritanya warbyasaah...mungkin sekali update 10k kata kereen Thor..
Manusia Biasa: terima kasih kakak sudah membaca, ditunggu updatenya besok ya, saya usahin 3x setiap hari kalau gak ada kesibukan wkwk
total 1 replies
Yuliani Jogja
Karya luar biasa
Yuliani Jogja
mantapp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!