NovelToon NovelToon
PEMBALASAN ITEM SURGAWI

PEMBALASAN ITEM SURGAWI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Raden Saleh

Pembalasan Item Surgawi
"Sampah tidak berguna." Itulah julukan bagi Tian Feng. Di saat murid lain bertaruh nyawa demi setetes energi kultivasi, Feng justru memilih tidur malas sebagai pelayan di Paviliun Pengobatan.
Namun, dunia tidak tahu bahwa Feng menyembunyikan rahasia besar: Ia adalah keturunan terakhir Aliran Tao Terlarang yang diburu seluruh dunia.
Dengan bantuan Perkamen Alkimia Arus Balik, Feng mengambil jalan pintas mematikan. Ia bisa menjadi kuat dalam semalam tanpa latihan! Tapi, surga tidak memberi cuma-cuma. Setiap kekuatan instan menciptakan Hutang Karma—sebuah "penagihan" nyawa yang datang dalam bentuk petir bencana dan musuh-musuh haus darah.
Demi menyembunyikan identitasnya, Feng rela difitnah sebagai "Kelinci Percobaan Medis" yang sekarat. Namun, saat segel giok di dadanya retak dan para Tetua mulai mengincarnya, si pemalas ini terpaksa bangun.
Satu pil untuk menghancurkan pedang jenius. Satu teknik untuk membungkam langit.
Mampukah Tian Feng melunasi hutang karmanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raden Saleh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TUJUH HAKIM KEMATIAN

Langit di atas Lembah Sunyi mendadak berubah warna menjadi perunggu tua. Awan yang tadinya berarak tenang kini berputar membentuk tujuh pusaran raksasa yang seolah-olah menyedot seluruh udara dari paru-paru bumi. Setiap pusaran itu memancarkan frekuensi rendah yang membuat Pedang Keseimbangan Agung di tangan Feng bergetar hebat, mengeluarkan denting peringatan yang tak berhenti.

Di bawah tebing, dua ribu murid terdiam. Pengkhianatan Zhao telah menyisakan lubang besar dalam moral mereka, namun ancaman yang turun dari langit jauh lebih menghancurkan daripada sekadar perebutan kekuasaan internal.

"Mereka di sini," bisik Xuelan. Ia berdiri di samping Feng, tangannya menggenggam gagang pedang esnya hingga buku-buku jarinya memutih. "Feng, tekanan ini... ini bukan Jenderal Wei. Ini jauh lebih berat."

"Tentu saja," Feng menyapu pandangannya ke arah tujuh pilar cahaya yang mulai menyentuh puncak-puncak tebing sekeliling lembah. "Ini adalah Tujuh Hakim Agung Kekaisaran. Mereka adalah departemen audit terakhir milik Kaisar. Jika mereka datang, artinya aset yang mereka incar dianggap terlalu berbahaya untuk dibiarkan ada."

“Feng! Perhatikan Mei!” raung Yue Er.

Gadis kecil itu berdiri di tengah lapangan terbuka. Guqin kayu di tangannya kini memancarkan cahaya hitam yang pekat, bertindak sebagai suar bagi ketujuh hakim tersebut. Wajah Mei yang tadinya polos kini datar tanpa emosi, matanya putih sepenuhnya tanpa pupil.

"Penyitaan dimulai," suara Mei terdengar bergema, bukan suara anak kecil, melainkan suara ribuan jiwa yang berbicara serentak.

Dari pilar cahaya pertama di puncak timur, muncul seorang pria tua kurus yang membawa timbangan raksasa di punggungnya. Hakim Pertama: Penilai Nyawa.

Dari pilar barat, seorang wanita bercadar dengan cambuk yang terbuat dari rantai besi hitam. Hakim Kedua: Penagih Dosa.

Satu per satu, ketujuh figur itu menampakkan diri, mengepung lembah dari segala penjuru mata angin. Aura mereka menyatu, menciptakan kubah energi transparan yang mengunci seluruh Lembah Sunyi. Tidak ada yang bisa keluar, dan tidak ada energi alam yang bisa masuk.

"Tian Feng," Hakim Pertama berbicara, suaranya jatuh seperti batu besar ke tengah lembah. "Kau telah melakukan tiga pelanggaran besar: Pencurian Pusaka Purba, Pengrusakan Garis Waktu, dan Pendirian Institusi Ilegal Tanpa Pajak Karma. Hukumannya adalah... Pailit Abadi."

"Pailit abadi?" Feng tertawa kecil, meskipun darah mulai mengalir dari hidungnya karena tekanan aura tersebut. "Kalian bicara seolah-olah kalian memiliki bank kehidupan ini. Padahal kalian hanya pelayan dari sistem yang sudah usang."

Feng mengangkat Pedang Keseimbangan Agung tinggi-tinggi. Emas murni pada bilahnya berpendar, mencoba melawan tekanan perunggu dari langit.

"Dengarkan aku, Sekte Tanpa Hutang!" teriak Feng kepada orang-orang di bawah. "Malam ini, kalian akan melihat apa artinya menjadi pemilik nasib sendiri! Jangan berikan ketakutan kalian pada mereka! Ketakutan adalah bunga hutang yang mereka makan! TETAPLAH TEGAK!"

Hakim Kedua mengibaskan cambuk rantainya. CETARRR!

Lantai lembah terbelah. "Bicara besar untuk seorang pelayan medis yang beruntung. Mari kita lihat seberapa besar modal yang kau punya untuk melindungi ribuan limbah ini!"

Ketujuh Hakim melompat secara serentak dari puncak tebing. Mereka menyerang bukan ke arah Feng, melainkan ke arah pemukiman. Mereka tahu titik lemah Feng adalah tanggung jawab yang baru saja ia ambil.

"Xuelan! Guru Lin! Aktifkan Formasi Perisai Kolektif!" Feng memerintah sambil melesat turun dari tebing dengan kecepatan yang memecah penghalang suara.

Xuelan segera menghujamkan pedang esnya ke tanah. "Semuanya! Salurkan energi kalian ke pusat formasi! Sekarang!"

Dua ribu murid, yang tadi sempat goyah oleh provokasi Zhao, kini menyadari bahwa hanya Feng yang berdiri di antara mereka dan pemusnahan total. Mereka duduk bersila, menggenggam tangan satu sama lain, dan menyalurkan Chi melalui sistem transmutasi yang telah dibangun Feng.

Sebuah kubah cahaya emas-biru meledak dari tengah lembah, menangkis serangan cambuk Hakim Kedua dan timbangan Hakim Pertama.

BOOOMM!

Guncangan itu membuat seluruh hutan di luar lembah tumbang.

Feng mendarat di depan barisan murid-muridnya. Ia berdiri membelakangi mereka, menghadapi tujuh entitas terkuat kekaisaran sendirian.

"Kau ingin melakukan audit?" Feng menyeringai gila. Tato di dadanya merambat naik ke lehernya, berubah warna menjadi merah darah. "Mari kita mulai dengan Pemeriksaan Aset Fisik."

Feng mengayunkan pedang besarnya dalam putaran 360 derajat.

"Hukum Keseimbangan: Penyitaan Ruang!"

Seketika, gravitasi di sekitar ketujuh hakim itu menjadi kacau. Tanah di bawah kaki mereka melambung ke atas, sementara udara di atas mereka menekan ke bawah dengan berat jutaan ton.

Hakim Ketiga dan Keempat, yang membawa pedang kembar, terpaksa menahan langkah mereka. Namun, Hakim Pertama hanya mendengus. Ia melemparkan timbangannya ke udara.

"Timbangan ini membawa berat keadilan Kaisar. Gravitasimu tidak berarti apa-apa di depan Hukum Mutlak!"

Timbangan itu menekan jatuh perisai Feng. Cahaya emas dari pedang Feng mulai meredup. Tubuh mudanya mulai retak; tulang-tulangnya berderak protes karena dipaksa menahan kekuatan yang melampaui batas kemanusiaan.

"Feng! Berhenti! Kau akan hancur!" Xuelan berteriak, matanya penuh air mata saat melihat punggung Feng yang mulai mengeluarkan darah.

"Belum... belum saatnya tutup buku," bisik Feng.

Tiba-tiba, Mei—gadis kecil pembawa suar—melangkah mendekat ke arah Feng. Ia tidak menyerang. Ia hanya memetik senar Guqin-nya sekali lagi.

TRIIING.

Suara itu menembus segalanya. Waktu seolah melambat kembali. Di dalam kepala Feng, Yue Er berteriak, bukan karena takut, tapi karena terkejut.

“Feng! Dia... dia tidak mengirim sinyal untuk membunuhmu! Lihatlah catatannya!”

Feng melihat ke arah proyeksi cahaya yang keluar dari Guqin Mei. Di sana tidak tertulis perintah eksekusi. Di sana tertulis: "INVESTASI BERISIKO TINGGI: TIAN FENG. REKOMENDASI: AKTIVASI MODAL TERPENDAM."

Mei menatap Feng. Untuk pertama kalinya, ada kilatan kesadaran di matanya. "Tuan... hutangmu pada Yan Ling belum lunas. Dia meninggalkan satu 'Deposito Terlarang' di dalam jiwamu. Gunakanlah... atau kita semua akan dihapus."

Mei menyentuhkan tangannya yang kecil ke luka di punggung Feng.

Seketika, sebuah gerbang raksasa seolah terbuka di dalam memori Feng yang paling dalam. Bukan memori dari garis waktu yang ia ingat, melainkan dari masa sebelum alam semesta memiliki angka.

Rambut perak Feng memanjang hingga menyentuh tanah. Matanya berubah menjadi emas murni dengan pupil berbentuk timbangan hitam. Aura yang keluar dari tubuhnya kini bukan lagi energi Chi, melainkan Essensi Otoritas Primordial.

"Keadilan Kaisar?" Feng berbicara, dan suaranya membuat ketujuh hakim itu jatuh berlutut secara instan. "Kaisarmu meminjam napas dariku saat ia pertama kali lahir ke dunia ini. Beraninya kau bicara soal hukum di depanku?"

Feng mengangkat jarinya. Ia tidak lagi membutuhkan pedang.

"Audit Akhir: Likuidasi Kekaisaran."

Feng hanya menjentikkan jarinya.

KLIK.

Ketujuh Hakim Agung itu meledak menjadi butiran debu emas dalam hitungan detik. Tidak ada perlawanan. Tidak ada teriakan. Mereka hanya terhapus dari eksistensi, seolah-olah nama mereka baru saja dicoret dari buku besar kehidupan.

Kubah perunggu di langit pecah. Kapal-kapal terbang Kekaisaran yang bersembunyi di balik awan mendadak kehilangan energi dan jatuh berhamburan seperti mainan rusak.

Feng berdiri diam di tengah lembah yang kini sunyi. Kekuatan luar biasa itu mulai surut, meninggalkan tubuhnya dalam keadaan kritis. Ia jatuh ke depan, namun sebelum wajahnya menyentuh tanah, Mei dan Xuelan menangkapnya secara bersamaan.

Feng menatap Mei, suaranya sangat lirih. "Siapa... kau sebenarnya?"

Mei tersenyum kecil, senyum yang sangat mirip dengan Yan Ling namun lebih tulus. "Aku adalah 'Bunga' yang kau simpan untuk masa sulit, Tuan Bendahara. Dan sepertinya, masa sulit itu baru saja dimulai."

Di kejauhan, di pusat Kekaisaran yang jauh, seorang pria di atas singgasana giok membuka matanya. Ia merasakan bahwa salah satu "Hutang Primordial"-nya baru saja ditagih secara paksa.

Feng telah membangkitkan kekuatan yang membuatnya menjadi musuh nomor satu Kekaisaran dan Istana Karma sekaligus. Namun, identitas asli Mei dan rahasia "Deposito Terlarang" di dalam jiwanya menunjukkan bahwa perang ini jauh lebih besar daripada sekadar sekte kecil di puncak gunung.

1
Raden Saleh
Bagus sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!