NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Raga Istri Jendral

Transmigrasi Ke Raga Istri Jendral

Status: tamat
Genre:Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:736.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zakiya el Fahira

Lu Mingyu adalah seorang gadis muda yang bergabung di kelompok dunia bawah, tugasnya sebagai mata mata di kelompoknya, Mingyu sudah terbiasa mendapat luka tembak ataupun benda tajam di tubuhnya, bagi Mingyu itu adalah simbol dari sosoknya yang pemberani dan tidak takut pada apapun, selain itu Mingyu juga memiliki sifat yang babar dan juga suka ceplas ceplos saat berbicara, menurut Mingyu yang paling menakutkan bukanlah musuh yang ingin membunuhnya, melainkan jika tidak punya uang, karna Mingyu gadis yang sangat matrealistis.
Dan suatu hari Mingyu tidak pernah terpikirkan kalau dirinya akan masuk ke jebakan lawan, mobil Mingyu berhasil di sabotase, yang menyebabkan remnya blong dan menabrak pembatas jalan hingga meledak, dan api besar itu melalalap habis tubuh Mingyu yang terkunci di dalam mobil.
Dan saat membuka matanya Mingyu berfikir kalau dia sudah berpindah ke alam baka, karna melihat bangunan sekelilingnya di penuhi dengan warna kuning keemasan, di tambah saat dia melihat tam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Mingyu baru sampai di kediaman Jendral Rong saat hari sudah menjelang malam, lalu dia langsung masuk ke kamarnya, dan segera membungkus beberapa bajunya yang belum pernah ia pakai sama sekali, dia juga membawa beberapa puluhan lembar uang pemberian dari sang Ayah yang belum pernah ia gunakan sama sekali.

''Nona, untuk apa anda membawa baju sebanyak ini?, apa anda akan menginap lama di sana?'' tanya Xiao Fei.

Mingyu tersenyum. ''Nanti kamu akan tahu sendiri''

Saat ini Mingyu kembali menyantap makan malamnya tanpa Jendral Rong, di sampingnya ada Xiao Fei dan juga Paman Han yang siap siaga untuk melayaninya.

''Xiao Fei, kembalilah ke kamar untuk siap siap, ada yang ingin aku bicarakan berdua dengan Paman Han'' perintah Mingyu.

''Baik Nona''

Xiao Fei bergegas meninggalkan ruang makan, dan tidak lupa dia menutup pintunya.

Setelah Xiao Fei pergi, Mingyu meletakkan sumpit yang di genggamnya, lalu dia menyangga dagunya dengan kedua tangannya, sembari menatap Paman Han, membuat pria paruh baya itu sedikit gugup.

''No,,Nona, apa yang ingin anda bicarakan dengan saya?'' tanya Paman Han gugup.

Mingyu diam saja, lalu menundukkan kepalanya dan mengaduk teh osmanthus buatannya.

''Paman, apa Paman tahu seperti apa ciri ciri Nona Gu Nian?, pasti sekarang dia sudah jauh berbeda dari lukisan itu?''

Paman Han mengerutkan dahinya, kenapa akhir akhir ini istri Tuannya sering membahas cinta masa kecil Tuannya.

''Paman''

Paman Han seketika tersadar dari lamunannya.

''Eh, iya Nona''

''Bagaimana?''

''Mungkin yang Nona katakan benar, wajah Nona Gu yang sekarang pasti sudah agak berbeda, dengan sepuluh tahun yang lalu'' tukas Paman Han.

''Andai Paman Han tidak sengaja bertemu, apa Paman masih ingat dengan rupanya?'' tanya Mingyu.

''Saya tidak yakin Nona'' jawab Paman Han ragu ragu.

Mingyu mengangguk anggukkan kepalanya, lalu menyesap teh osmanthus yang sudah tidak terlalu panas.

''Paman, apa yang membuat Pangeran sangat menyukai Nona Gu Nian?'' tanya Mingyu lalu kembali menyesap teh osmanthus dengan gerakan yang sangat lembut namun tegas.

Paman Han terdiam sejenak untuk berfikir.

''Mungkin karna sifatnya yang ramah dan lemah lembut, selain itu Nona Gu Nian juga di kenal sangat dermawan, beliau saat masih kecil dulu sering memberi pengemis di jalanan'' jelas Paman Han.

''Oh, ternyata Pangeran menyukai tipe wanita yang seperti itu'' gumam Mingyu yang di dengar oleh Paman Han.

Paman Han menatap Nonanya, dia sedikit ragu untuk menanyakan sesuatu yang sejak tadi terus memenuhi otaknya.

''Paman, kalau ada yang ingin Paman tanyakan, tanyakan saja, aku akan menjawabnya'' ujar Mingyu membuat Paman Han sedikit kaget.

''Itu Nona, kenapa anda tidak marah, tahu ada wanita lain di hati Pangeran?'' tanya Paman Han akhirnya.

Mingyu terkekeh pelan. ''Aku tidak punya hak untuk marah, karna aku sadar kalau Gu Nian lebih dulu ada di kehidupan Pangeran'' ucapnya.

Setelah itu Mingyu bangkit dari kursinya.

''Paman, aku akan berangkat dulu''

Mingyu memang sengaja mengambil perjalanan ke rumah sepupunya saat larut malam, agar bisa sampai sana saat menjelang pagi, dan bisa mengikuti upacara pernikahan sepupunya.

''Nona, anda hati hati di jalan'' ucap Paman Han.

''Hem, aku berangkat dulu'' pamitnya lalu masuk ke dalam kereta, dan di susul oleh Xiao Fei.

Paman Han menatap kasihan ke arah kereta kuda yang membawa Nonanya, yang perlahan menghilang di balik pintu gerbang.

Selama di perjalanan menuju rumah sepupunya yang terletak di desa pinggiran wilayah ke kaisaran, Mingyu terus melamun.

''Nona, Nona''

Mingyu tersentak kaget.

''Ada apa Fei?''

''Sejak tadi saya perhatikan anda terus melamun, apa Nona sedang ada masalah?'' tanya Xiao Fei.

Mingyu menghela nafasnya. ''Aku hanya sedang berfikir, bagaimana caranya aku bisa bertemu dengan Gu Nian'' ucapnya.

Sontak Xiao Fei yang mendengarnya terkejut.

''Nona, an,, anda mau pergi ke kerajaan timur?'' tanya Xiao Fei.

Dua hari yang lalu Xiao Fei sudah mendengarkan cerita dari Nonanya, kalau Jendral Rong memiliki wanita yang di cintainya namanya Gu Nian, dan sejak beberapa tahun yang lalu Gu Nian di culik oleh kerajaan timur, karna tahu kalau gadis itu satu satunya kelemahan Jendral Rong, agar Jendral rong tidak berani menyerang kerajaan timur.

''Nona, untuk apa anda ke sana?'' tanya Xiao Fei kahwatir.

''Tentu, untuk menjemput Gu Nian, agar Jendral Rong tidak memiliki ancaman lagi untuk menyerang kerjaan timur'' jawab Mingyu dengan santai.

Beberapa hari yang lalu, saat tidur Mingyu mengalami mimpi buruk, dalam mimpinya dia melihat Jendral Rong menikah dengan Gu Nian, dan tak berselang lama dalam mimpi itu Gu Nian hamil, dan sejak itu Jendral Rong sama sekali tidak pernah menganggap keberadaannya, fokus Jendral Rong hanya pada Gu Ninan saja, dan mimpi itu terjadi tidak sekali tapi lebih dari tiga kali dengan mimpi yang sama.

Dan entah kenapa ketika bangun, Mingyu merasakan dadanya amat sangat sakit, padahal dia tidak memiliki perasaan apapun pada Jendral Rong, tapi melihat Jendral Rong mengacuhkannya karna adanya wanita lain benar benar melukai hatinya, meskipun itu hanya dalam mimpi, dan saat itu Mingyu memutuskan untuk pergi dari kehidupan Jendral Rong, sebelum mimpi itu berubah kenyataan, dengan cara dia ingin menjemput Gu Nian di kerjaan timur, lalu dirinya yang akan tinggal di sana.

''Nona, kalau orang orang kerjaan timur tahu, pasti mereka akan membunuh anda'' ucap Xiao Fei khawatir.

Mingyu tersenyum. ''Kamu tenang saja, Nonamu ini sudah punya rencana'' ucapnya.

Setiba di kediaman sepupunya, Mingyu di sambut dengan olokan dan ejekan, karna Jendral Rong tidak ikut serta.

''Ck, lagian mimpi saja Jendral Rong mau pergi bersamanya'' cibir saudara A.

''Jendral Rong benar benar terkena sial, karna harus menikahi wanita ini'' sahut saudara B.

Xiao Fei yang sudah tidak tahan, berniat memberi pelajaran pada dua gadis muda yang sudah menghina Nonanya, tapi Mingyu menahannya.

''Nona, izinkan saya memberi mereka pelajaran, merka sudah sangat lancang'' ucap Xiao Fei menggebu gebu.

Mingyu menggelengkan kepalanya. ''Biarkan saja'' ucapnya.

''Tapi Nona''

''Fei'' tekan Mingyu.

Dan akhirnya Xiao Fei terpaksa menahan amarahnya dengan tangan terkepal.

Sedangkan di markas militer, Han Bing menemui Jendral Rong yang sedang membaca buku di ruang bacanya.

''Pangeran, apa anda yakin tidak ingin menjemput Nona Lu ke rumah sepupunya?'' tanya Han Bing dengan hati hati.

Jendral Rong terdiam, sebenarnya dia ingin menjemput Mingyu, tapi egonya terlalu tinggi, selagi Mingyu belum berusaha membujuknya, dirinya akan tetap mendiamkan Mingyu.

''Tidak'' jawab Jendral Rong, namun beberapa detik kemudian Jendral Rong merasakan nyeri di dadanya.

Ugh

"Ada apa ini?, kenapa dadaku tiba tiba sakit?" batin Jendral Rong.

Brakk

Jendral Rong dan Han Bing terkejut, saat seorang prajurit masuk ke dalam ruangan Jendral Rong tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

''Apa kamu tidak punya sopan santun, ha!'' sentak Jendral Rong.

''Pangeran maaf, di depan ada orang suruhan Tuan Lu, orang itu mengatakan kalau Nona Lu Mingyu jatuh di tebing''

''Apa!!''

1
Erna Masliana
iya pulanglah . biarkan waktu yang menjawab
Erna Masliana
persis bapaknya ngeselin
Erna Masliana
Qin Lan juga baik kan...iya dong iya kan ...jangan sampai Qin Lan seperti Gu Nian lembut eh ternyata lelembut
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kebas kebas lidah kalian
Erna Masliana
ayah permaisuri kemana?? pasti seorang pejabat bangsawan kan..kok gak minta ampun untuk anaknya.. minimal kasus ini jangan sampe ke rakyat.. cukup dihukum.. statusnya permaisuri loh.. memalukan istana dan Kaisar tentunya
Erna Masliana
sifatnya yang menunda dan mendiamkan ini yang memuakkan sepertinya mendarah daging
Erna Masliana
Su Wan Rou jadi teman ajalah.. terus dia nikah dan hidup bahagia sama suaminya.. usia nya sama dengan Rong Cheng dan Gu Nian
Erna Masliana
iya iya yang punya bapak... dasar tukang ngadu... jadi ingat temen masa kecil dia ngeselin kalo dilawan terus kalah suka ngadu sama ibunya yang gualak pooll kesel banget
Erna Masliana
trauma digampar sampe bengep ye🤣🤣
Erna Masliana
granat juga bikin jangan cuman pistol
Erna Masliana
dulu Gu Nian pernah jadi rebutan tapi tidak bersyukur.. sekarang dia seperti sampah semua pengen buang dia
Erna Masliana
gak semudah itu menguasai bela diri.. Su Wan Rou aja yang udah bertahun tahun masih kalah sama Mingyu..masa iya tiba tiba jadi hebat ..sejenius apapun tetap butuh pengalaman
Erna Masliana
lebay tapi hidung mengembang kan🤣
Erna Masliana
👍..muka badak telinga bolot memang harus ditendang biar ngarti
Erna Masliana
oh ternyata malu selalu mewek sampe tidur di makam palsu 🤣🤣
Erna Masliana
suruh nikah sama ayahmu saja.. ayahmu duda kan😁
Erna Masliana
yang katanya lembut ternyata sebangsa lelembut.. teganya membunuh anak sendiri
Erna Masliana
lampiaskan kekesalanmu.. tapi kenapa bahu yang digigit kehalang baju.. kenapa gak lengannya aja biar kerasa
Erna Masliana
wuow mantap 🤣🤣🤣
Erna Masliana
mantap.. lagi dong belum puas..kalo bisa mah tangan kosong duel nya.. lebih puas.. kerasa bak bik buk nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!