NovelToon NovelToon
My Senior, Single Mom

My Senior, Single Mom

Status: tamat
Genre:Romansa / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di usia 24-th Paroline Benedicta adalah wanita yang paling banyak dibicarakan di kampusnya di Los Angeles. Menawan, kaya, dan penuh teka-teki, ia menyusuri lorong kampus bukan dengan tas desainer, melainkan dengan kereta bayi yang membawa Andreas Sunny yang berusia dua tahun. Rumor yang beredar sangat kejam, mereka bilang dia adalah sosialita yang jatuh, seorang gadis yang ditinggalkan kekasihnya setelah melakukan kesalahan yang ceroboh.
Kenyataannya, Paroline adalah wanita yang memegang teguh janjinya, membesarkan putra yatim piatu dari mendiang sahabatnya seolah anaknya sendiri. Ia telah menukar malam-malam liarnya dan gaun pesta sutranya dengan kekuatan tenang dari seorang ibu, mengubur masa lalu pemberontaknya demi memberikan kehidupan yang sempurna bagi Andreas.
Masuklah Fharell Desmon, mahasiswa baru berusia sembilan belas tahun sekaligus pewaris karismatik dari Desmon Group.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#3

Perpustakaan pusat UCLA sore itu cukup tenang. Aroma buku tua dan kopi dari kafetaria di lantai bawah bercampur menjadi satu. Paroline duduk di pojok ruangan yang paling tersembunyi, fokus pada laptop dan tumpukan jurnal riset untuk skripsinya. Di sampingnya, Andreas sedang asyik dengan buku mewarnai khusus balita, sesekali mengoceh pelan yang langsung ditenangkan oleh usapan lembut tangan Paro di kepala kecilnya.

Tiba-tiba, sebuah bayangan tinggi menutupi cahaya lampu mejanya.

"Kursi ini kosong?" suara bariton yang sudah mulai akrab di telinga Paroline terdengar.

Paro mendongak. Di sana berdiri Fharell, mengenakan hoodie hitam dan celana kargo, tampak sangat santai namun tatapan matanya kali ini terasa... berbeda. Tidak ada lagi sekadar rasa penasaran mahasiswa baru, ada kilat kekaguman yang lebih dalam di sana.

"Fharell? Bukannya anak tingkat satu punya kelas pengantar ekonomi jam sekarang?" Paro berbisik, tidak ingin mengganggu ketenangan perpustakaan.

"Dosennya membosankan. Lebih menarik di sini," jawab Fharell santai sambil menarik kursi tepat di depan Paroline. Ia menaruh sebuah kotak susu stroberi dan satu kantong kecil biskuit bayi di atas meja. "Untuk pangeran kecil," katanya sambil mengedipkan sebelah mata pada Andreas.

Paroline menghentikan ketikannya. "Kau terlalu sering menyogok anakku dengan makanan, Fharell."

"Anak yang bahagia adalah kunci untuk mendekati ibunya, bukan?" Fharell menopang dagunya dengan kedua tangan, menatap Paroline dengan intens. "Atau mungkin aku harus menggunakan cara yang lebih... klasik? Seperti mengajakmu ke The Viper Room?"

Gerakan tangan Paroline membeku. The Viper Room adalah salah satu klub malam paling eksklusif di Sunset Strip, tempat yang dulu sangat sering ia kunjungi, yang fotonya baru saja dilihat Fharell semalam.

Paro menatap Fharell tajam, mencoba membaca apakah pemuda ini sedang menyindirnya. "Aku bukan lagi orang yang suka pergi ke tempat seperti itu, Fharell. Kau salah orang."

"Aku tahu," sahut Fharell cepat, suaranya merendah dan menjadi lebih serius. Ia memajukan tubuhnya, memperkecil jarak di antara mereka. "Aku sudah melihat semuanya, Paro. Postingan lamamu. Foto-foto itu. Video-video itu."

Jantung Paroline berdegup kencang. Ia mengira Fharell akan menghakiminya, atau setidaknya menunjukkan rasa tidak suka seperti kebanyakan pria baik-baik dari keluarga terpandang.

"Dan kau tahu apa yang aku pikirkan?" lanjut Fharell, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum miring yang sangat tampan. "Aku pikir kau adalah wanita paling keren di kampus ini. Kau pernah mencicipi dunia, dan kau memilih untuk meninggalkannya demi malaikat kecil ini. Itu seksi, Paro. Jauh lebih seksi daripada gadis mana pun yang berpura-pura polos di luar sana."

Paroline tertegun. Untuk pertama kalinya dalam dua tahun, seseorang melihat masa lalunya bukan sebagai noda, melainkan sebagai bagian dari kekuatannya.

"Kau baru sembilan belas tahun, Fharell. Kau tidak tahu apa yang kau bicarakan," bisik Paro, mencoba kembali pada logikanya meski pipinya mulai terasa hangat.

"Usia hanyalah angka, tapi seleraku... seleraku sangat dewasa," balas Fharell dengan nada menggoda yang sangat berani. Ia meraih jemari Paroline yang ada di atas meja, mengusapnya pelan dengan ibu jarinya. "Jangan lihat aku sebagai mahasiswa baru yang lucu saja, Kak Senior. Lihat aku sebagai pria yang ingin menjagamu dan Andreas."

Suasana hangat di perpustakaan itu mendadak pecah ketika ponsel Paroline bergetar hebat. Sebuah notifikasi dari grup kelas muncul, “Ujian mendadak dimajukan 10 menit lagi di Aula Utama. Tidak ada toleransi keterlambatan!”

Wajah Paroline memucat. Ia menatap jam tangannya, lalu menatap Andreas yang sedang asyik mengunyah biskuit pemberian Fharell. "Oh, tidak... aku lupa hari ini ada kuis susulan yang dimajukan," gumamnya panik.

Fharell, yang sejak tadi hanya memperhatikan wajah cantik seniornya, langsung sigap berdiri. "Pergilah, Kak. Biar Andreas bersamaku."

"Tapi Fharell, kau punya jadwal kuliah, kan?" Paro ragu, tangannya gemetar saat merapikan buku-bukunya.

"Jam kuliahku berikutnya kosong karena dosennya sedang ke luar kota. Tenang saja, Andreas aman bersamaku. Aku akan membawanya ke kelasku agar dia tidak bosan," Fharell memberikan senyum paling meyakinkan miliknya. "Pergilah, atau kau akan mengulang mata kuliah itu tahun depan."

Tanpa sempat berpikir panjang, Paroline mencium kening Andreas kilat. "Sunny, sayang, sama Kak Fharell dulu ya? Mama pergi sebentar saja."

Andreas hanya mengerjapkan mata besarnya yang indah, lalu tertawa kecil saat Fharell mengangkatnya ke udara. "Hati-hati, Fharell! Jangan sampai dia menangis!" seru Paroline sambil berlari kencang menuju Aula.

Fharell membawa Andreas ke ruang kelasnya yang sedang kosong namun masih ada beberapa teman satu gengnya di sana. Melihat Fharell datang menggendong bayi setampan Andreas, suasana kelas yang tadinya tenang langsung heboh.

"Woah, Rell! Lo beneran jadi babysitter sekarang?" celetuk Justin, tapi kali ini nadanya tidak mengejek, melainkan kagum. "Gila, ini anak cakep banget. Kayak boneka hidup."

"Gue baru sadar, lo punya bakat jadi bapak-bapak, Rell," tambah Brandon sambil mencolek pipi Andreas yang chubby. "Lihat deh, dia nggak nangis sama sekali sama Fharell. Kayaknya dia nyaman."

Teman-teman Fharell mulai berkerumun, mereka malah asyik mengajak Andreas bercanda. Sisi humoris Fharell keluar, ia mulai berakting seolah-olah sedang memberikan kuliah pada Andreas tentang bagaimana menjadi pria idaman di masa depan. Gelak tawa pecah di ruangan itu. Fharell merasa lega, setidaknya teman-temannya mulai melihat sisi positif dari keberadaan Andreas.

Namun, suasana itu Terganggu oleh suara melengking seorang mahasiswi bernama Clara yang sejak tadi hanya memperhatikan dari sudut meja.

"Kalian sadar nggak sih?" Clara melipat tangannya di dada. "Ada rumor baru yang lagi panas di forum kampus. Mereka bilang, wajah anak itu mirip banget sama Danesh Smith. Pewaris Smith Company."

Suasana mendadak hening. Nama Danesh Smith bukan nama sembarangan. Keluarga Smith adalah rival sekaligus rekan bisnis Desmon Group. Fharell mengenal Danesh, meski mereka jarang bicara secara pribadi karena persaingan bisnis keluarga yang dingin.

"Maksud lo apa, Clara?" tanya Fharell, suaranya memberat.

"Ya... orang-orang bilang Paroline dulu kan sering ke klub malam. Danesh juga sering di sana. Lihat mata besarnya, lihat bentuk hidungnya. Bukankah itu khas keluarga Smith?" lanjut Clara dengan nada sinis.

Fharell terdiam sejenak. Ia menatap wajah Andreas Sunny dalam-dalam. Ia mencari kemiripan yang dikatakan Clara, tapi yang ia temukan justru sebaliknya. Andreas memiliki garis wajah yang lembut, mata yang penuh binar, dan senyum yang sangat mirip dengan... Paroline. Tidak ada setitik pun jejak wajah arogan Danesh Smith di sana.

Fharell mendengus remeh, lalu tertawa kecil yang terdengar sangat sinis.

"Lo salah besar, Clara," ujar Fharell lantang hingga semua orang di kelas menoleh padanya. "Kenapa lo harus bawa-bawa nama Danesh Smith? Jelas-jelas anak ini mirip ayahnya."

"Maksud lo?" Clara bingung.

Fharell membenarkan posisi gendongan Andreas, lalu mengecup pipi bayi itu dengan bangga. "Akulah ayahnya. Jadi berhenti bilang dia mirip Danesh, karena dia jelas-jelas mirip gue."

Ruangan itu hening sesaat sebelum akhirnya ledakan tawa dari Justin dan Brandon mengguncang kelas.

"GILA! LO BENERAN BUCIN PARAH!" teriak Justin sambil memegangi perutnya.

"Rell, lo baru kenal dia berapa minggu dan lo udah berani klaim jadi bapaknya? Wah, Paroline bener-bener sudah pakai pelet apa ke lo, hahah!" Brandon terpingkal-pingkal.

Fharell hanya ikut tertawa, meski dalam hatinya ia merasa puas. Ia tidak peduli jika teman-temannya menganggapnya gila atau sudah jadi budak cinta. Baginya, melindungi harga diri Paroline dan Andreas jauh lebih penting daripada sekadar menjaga reputasi sebagai pewaris tunggal Desmon yang dingin.

Tanpa Fharell sadari, di ambang pintu kelas yang sedikit terbuka, Paroline berdiri di sana. Ia sudah selesai ujian lebih cepat dan berniat menjemput Andreas. Ia mendengar setiap kata yang diucapkan Fharell. Jantungnya berdegup tak keruan, dan matanya mulai berkaca-kaca.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
awesome moment
sll punay senjata disaat yg kritis
awesome moment
slese. saat pisah.
awesome moment
kekuatan cinta yg tdk biasa. skrg...kemana danesha? kemana org yg sdh diberi pengorbanan bgitu besar oleh paro, fharell dan andreas? ttp jd pecundang? ttp jd pengecut? yg tdk mengakui darahnya sndiri?
awesome moment
namanya jg digosok makin sip. tu lah gosip
awesome moment
smg andreas ttp jd beteng utk boo dan babynya
awesome moment
kenyataan mmg hrs dihadapi. sepahit p pun. andreas g sepenuhnya salah. bgitupun Boo. Paro jg g salah kecewa. tp...skrg d nyawa yg hrs lbh diperhatikan. toch andreas dan boo g sedarah. g sesusuan jg. takdir kak author mmg rada istimewa. restui mrk lbh aman. krn boo sdh ditangan yg tpt. tangan yg sdh paro dan fharell bentuk dan asuh. yg sdh jelas
awesome moment
duh...bnr2 nekat n boo
awesome moment
smg fharell dan paro menerima dan memahami
awesome moment
duh malah q yg 😭😭😭
ros 🍂: Harap tenang ini ujian kak😭
total 1 replies
awesome moment
leganya...mrk punya rasa yg sama. dan...smg paro dan fharell paham dan merestui
awesome moment
labelnya...bntar lg brubah
awesome moment
antara gumush dan cemas. jd 1. 7 hr lho. lumayan lama.
awesome moment
scra g sadar...boo jg punya rasa yg sama
awesome moment
jgn smp kebablasan y. mendingan bicara terbuka. krn akan menyakitkan banyak org. terutama paro dan fharell
awesome moment
duh...wor2 klo d badai
awesome moment
bnr2 anak dgn hati yg lembht dan teguh bersamaan
awesome moment
😄😄😄andreas mencintai boo. skrg tinggal boo gmn. klo mrk punuabrasa saling, g masalah. toch tdk ada ikatan darah dan...berarti hrs buka kotak pandora yg slama n disimpan rapat dan rapi
awesome moment
sifat melindunginya kloningan fharell bgts.
awesome moment
👍👍👍👍👍
awesome moment
perlindungan dan cinta yg tpt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!