NovelToon NovelToon
My Sexy Daddy

My Sexy Daddy

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / One Night Stand / Mafia / Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Careerlit
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Eva sangat membenci ibunya yang terus-menerus membuat masalah, sementara ia harus bekerja keras seorang diri demi bertahan hidup.

Untuk meredakan stres, Eva gemar menari. Ia bekerja sebagai cleaning-service di sebuah perusahaan balet dan kerap mencuri waktu untuk menari sendirian saat gedung sudah kosong.

Hingga suatu malam, pemilik gedung yang tampan itu memergokinya, mengira Eva adalah penari balet sungguhan, dan Eva memilih tidak meluruskan kesalahpahaman itu. Pekerjaan ini terlalu penting untuk dipertaruhkan.

Farris Delaney.

Hampir semua perempuan di perusahaan itu tergila-gila padanya. Banyak yang berharap bisa menjadi kekasihnya. Eva berbeda. Ia hanya ingin rahasianya aman dan sebisa mungkin menjauh darinya.

Masalahnya, dosa-dosa ibunya kembali menyeretnya ke masalah yang lebih dalam. Dan perlahan Eva menyadari, Farris memiliki kuasa untuk mengubah hidupnya, bahkan menyelamatkannya dari kematian. Tetapi ia tidak tahu harus berbuat apa.

୨ৎ MARUNDA SEASON IV ୨ৎ

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Benci Mama!

Setelah selesai shift aku di kedai, aku buka pintu depan dan masuk ke apartemenku. Mataku langsung tertuju ke kaca jendela yang pecah dan terbuka. Sebuah linggis tergeletak di lantai dan amarah langsung mengalir di tubuhku.

Setelah seharian capek kerja, ini tenaga terakhir yang aku punya untuk menghadapinya, dan aku tahu siapa pelakunya.

“Saharaaaaaaaaaa!” teriakku. Enggak melihat batang hidungnya di ruang tamu atau dapur, aku lari ke kamarku. “Sahara!”

Enggak menemukan dia di sana, aku ke kamar mandi dan langsung menemukan perempuan menjijikkan itu pingsan di lantai dengan botol miras oplosan di sampingnya.

“Bangun!” tuntutku sambil tendang pantatnya pakai ujung sepatu.

“Sahara. Bangun dan keluar dari rumah aku!”

Dia enggak bergerak. Tanpa toleransi sedikit pun, aku pegang pergelangan kakinya dan mulai menyeret dia ke arah pintu depan.

“Langkahi mayat aku dulu baru aku biarin kamu tidur di sini. Aku mau kamu pergi. Selamanya!” gumamku dengan marah.

Saat aku menyeretnya yang enggak sadar ke lorong, Nasrin buka pintu. Begitu lihat Mama aku yang mabuk, dia cuma geleng-geleng kepala dan bilang, “Aku masak daging panggang. Mau makan dulu sebelum kamu berangkat ke tempat kerja kedua?”

Aku lepas pergelangan kakinya dan kaki itu jatuh ke lantai dengan bunyi,

...PLUUUGG...

Mood aku langsung membaik waktu aku bercanda, “Celeng itu hidupnya di hutan, bukan di apartemen!”

Nasrin tertawa dan menunjuk ke apartemennya.

Aku geleng-geleng kepala. “Dia mecahin jendela aku. Aku cuma mau benerin itu, habis itu aku pergi.”

“Coba aku lihat,” kata Nasrin. “Aku ambil kotak alatku dulu.”

Aku tersenyum lebar ke dia. “Kamu baik banget sama aku.”

Melangkahi Sahara, aku masuk lagi dan ambil linggis. Sambil geleng-geleng kepala, aku periksa kerusakan di kaca jendela dan mikir, bagaimana caranya perbaiki ini, biar Sahara enggak bisa masuk lagi.

“Aku bisa paku aja ini,” kata Nasrin tiba-tiba dari belakangku. “Tapi kamu enggak bakal bisa pakai tangga darurat buat menghindari Marion pas sewa jatuh tempo.”

“Atau itu ... Hemm ... atau aku harus minta Marion pasang jendela baru pakai kunci, yang jelas makan biaya, dan aku enggak punya. Dan dia pasti enggak mau.”

Aku menghela napas sambil melihat Nasrin mulai bekerja.

Sejak aku kenal Nasrin, aku enggak pernah lihat dia sama perempuan. Setiap kali aku tanya kenapa, dia cuma bilang enggak punya waktu buat hubungan.

Dia memaku rangka kayu jendela ke ambang dengan tiga paku panjang lalu bergumam, “Ayo makan, nak.”

Aku melingkarkan tangan ke punggungnya dan kasih pelukan samping sambil kami keluar dari apartemenku. Aku cepat-cepat mengunci pintu, lalu melangkahi Sahara dan kami ke dapur Nasrin buat makan cepat sebelum aku berangkat ke shift kerja malam.

Nasrin mengeluarkan sepiring penuh makanan dari oven buat aku.

Aku ambil piring itu sambil tersenyum penuh terima kasih, jalan ke meja bundar kecil, lalu duduk.

Nasrin mengeluarkan dua botol bir dari kulkas dan duduk bareng aku.

“Kamu masih kerja shift dobel di kedai?” tanyanya, padahal dia sudah tahu jawabannya.

Aku gigit daging panggang sambil mengangguk.

“Kamu kerja keras,” gumamnya. “Aku dapat uang tambahan dari proyek terakhir. Biar aku bantu kamu.”

“Enggak.” Aku menggeleng kepala kuat-kuat. “Aku enggak bakal nerima uangmu, Nasrin. Kondisi kamu juga enggak lebih baik dari aku.”

Dia melihat aku dengan tatapan memohon. “Kita harus saling bantu. Aku mau ngapain kalau kamu tumbang dan mati kecapekan?”

“Kamu bisa nampung Sahara,” candaku. “Dia kan selalu nyari tempat buat tidur.”

“Jangan bercanda soal dia,” gumamnya sebelum meneguk bir. “Ini keajaiban, dia masih hidup. Harusnya kamu bersyukur.”

“Dia kayak gulma. Enggak ada yang bisa membunuh itu.”

Dia menunggu aku mengambil satu gigitan lagi dari makanan sehat dan enak itu, lalu bilang, “Ambil uangnya. Ini bakal bikin aku bisa tidur nyenyak, karena sekarang aku khawatir sama kamu.”

Aku senyum berterima kasih lalu geleng kepala lagi. “Kamu tahu, aku enggak bisa nerima uang kamu. Lagipula, aku cuma perlu kerja shift dobel tiga bulan lagi, habis itu aku bakal punya sedikit tabungan.”

“Kamu keras kepala banget,” keluhnya.

“Iya, aku tahu.” Aku tertawa lalu menambahkan, “Kamu sendiri yang ngajarin aku jadi keras kepala.” Aku makan sedikit lagi lalu bilang, “Aku pingin masak buat acara tahun baru nanti.”

“Aku udah pernah nyoba masakan kamu, dan tanpa bermaksud nyinggung, ya ... tapi kamu enggak bisa masak sama sekali.”

Aku lempar tatapan bercanda ke Nasrin. “Ya makanya ajarin aku dong, bukannya ngeluh.”

Senyum melebar di wajahnya. “Itu artinya kamu bakal libur pas Tahun baru? Masak daging itu butuh waktu berjam-jam.”

“Sial,” gumamku. “Aku enggak mikirin itu.”

Sambil tertawa, dia berkedip ke aku. “Berarti beres. Aku yang masak buat tahun baru seperti biasa.”

“Ya udah. Kamu menang,” gerutuku sebelum menghabiskan sisa makananku.

Aku bilas makanan enak itu dengan bir sebelum berdiri buat mencuci piring dan alat makan.

“Kamu mau ngapain sama Sahara?” tanya Nasrin dari tempat duduknya di meja.

“Nggak ngapa-ngapain. Dia bisa tiduran di lorong sampai Marion ngusir dia.”

“Bukan itu maksud aku. Dia terus-terusan balik dan nyelonong masuk rumah kamu. Setengah barang yang dia curi terakhir kali aja belum kamu ganti.”

Aku angkat bahu karena enggak banyak yang bisa aku lakukan selain pindah, dan aku enggak bakal melakukan itu.

“Ini pertama kalinya aku lihat dia muncul lagi setelah berbulan-bulan. Mudah-mudahan dia bakal ngilang lagi.”

“Kamu lihat bekas-bekas di lengannya. Gimana kalau dia punya utang ke bandar lain dan mereka mukulin Sahara? Terakhir kali mereka malah nyakitin kamu.”

Iya, aku enggak lupa. Mata aku bengkak seminggu full kena tonjok mereka.

“Semua bandar di sekitar sini tahu aku enggak punya uang buat nutup utang Sahara,” kataku, meski aku tahu itu enggak bakal menghentikan mereka buat membobol pintu aku.

Sial, aku ingin banget perempuan itu lenyap permanen dari hidupku. Dia enggak pernah melakukan apa pun buat aku selain bawa masalah dan sakit kepala.

Selesai mencuci piring, aku keringkan tangan sambil melihat Nasrin. “Jangan khawatir. Suatu hari nanti dia bakal berhenti muncul.”

Nasrin menghela napas. Saat aku ke pintu depan, dia bilang, “Hati-hati.”

“Pasti.”

Aku balik ke apartemen buat ganti baju sebelum shift malam di perusahaan balet. Aku melangkahi Sahara lagi. Aku harus menahan keinginan buat enggak tendang dia atas semua masalah yang dia timbulkan ke aku.

1
Aditya hp/ bunda Lia
keluarga Marunda berkumpul dan Eva akan menjadi bagian nya nanti
Aditya hp/ bunda Lia
masa farris gak beliin baju?
Adellia❤
ya ampuun farriss ampe rela bersih" 😂😂
Adellia❤
sikap eva wajar bangett q yakin semua cewek polos yg enggak punya niat jahat akan bersikap sama kayak eva karna emang spt bumi dan langit minder pasti pesimis juga..
Adellia❤: hihi🤭🤭
total 4 replies
Adellia❤
duit emang bisa ngubah sikap orang😂😂
Adellia❤
enak bangett ya farrisss
Aditya hp/ bunda Lia
manisnya kaliaaaan ... 😍
Aditya hp/ bunda Lia
tuh kan farris gak apa-apa dia Nerima kamu apa adanya .... 👍
Aditya hp/ bunda Lia
mati kalian .....
ollyooliver🍌🥒🍆
lanjuttt
Adellia❤
hujaan tapi panass🔥🔥
Adellia❤
mo sampai kapan vaa
Adellia❤
eva lagi jalan" di pulau kapuk😂😂
Adellia❤
yeeyyy enggak ada sif pagi tidur sampai besok evaa😂😂
Ita Putri
karya yg menarik Thor
JD penasaran Endingnya
DityaR 🌾: Hehe, maciii🙏
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
dingin gini ada yang panas 🤭
Aditya hp/ bunda Lia: segelas teh manis
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
nyanyi dong Farris .... jatuh cinta berjuta rasanya .... ahay sang mafia akhirnya jatuh cinta
Aditya hp/ bunda Lia
Nah ... udah ada bodyguard bayangan Eva 👍
Adellia❤
Eva sekarang km aman termasuk dari sahara😂😂
Adellia❤
ngobrol ajah dulu iclik kemudian🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!