NovelToon NovelToon
Terjebak Di Tubuh Sang Antagonis

Terjebak Di Tubuh Sang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Time Travel / Mengubah Takdir
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Sabrina Rasmah

Yang Chi, seorang mahasiswi sekaligus penulis novel amatir, terbangun di dalam dunia ceritanya sendiri setelah menyelesaikan bab tragis tentang kematian sang Permaisuri, Yang Nan. Namun, bukannya menjadi pahlawan, ia justru terjebak dalam tubuh Xiao Xi Huwan, putri dari kerajaan tetangga sekaligus antagonis utama yang baru saja membunuh Permaisuri tersebut.
Kini, Yang Chi harus berhadapan dengan murka Kaisar Long Wei, pria yang seharusnya menjadi pelindung permaisurinya namun kini bersumpah akan memenggal kepala Xiao Xi dengan tangannya sendiri. Berbekal pengetahuannya sebagai penulis tentang rahasia istana dan plot masa depan, Yang Chi harus memutar otak untuk membersihkan namanya, menghindari hukuman mati, dan mengungkap konspirasi gelap yang ternyata jauh berbeda dari apa yang ia tulis di atas kertas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

momen menegangkan di kolam

Pagi itu, sinar matahari baru saja mengintip dari celah jendela besar istana. Di dalam bilik pemandian yang luas, uap air hangat membubung tinggi, menciptakan kabut tipis di atas kolam air panas pribadi milik sang Kaisar. Long Wei sudah berada di sana, menyandarkan tubuh kekarnya di tepian kolam dengan mata terpejam, menikmati ketenangan sebelum badai politik dimulai lagi.

Sementara itu, di dalam kamar, Yang Chi baru saja mengerjap-ngerjapkan matanya. Kepalanya terasa sangat berat, dan kesadarannya belum sepenuhnya terkumpul. Di tahun ini, biasanya dia akan langsung mencari ponsel untuk mematikan alarm, tapi di sini yang ia temukan hanyalah keheningan yang mewah.

Dengan langkah gontai dan nyawa yang masih tertinggal di alam mimpi, Yang Chi bangkit dari ranjang. Ia berjalan dengan keadaan linglung, jubah tidurnya terseret di lantai marmer. Tanpa sadar, kakinya melangkah menuju ke arah sumber uap panas yang tercium sangat menenangkan.

Duh, pengen berendam biar seger... batinnya dalam hati.

Yang Chi tidak menyadari bahwa ada orang lain di sana. Dengan gerakan otomatis, ia berjalan ke tepi kolam, masih dengan mata setengah terpejam, dan langsung bersiap untuk merendamkan dirinya ke dalam air.

"Aaaah... hangatnya..." gumam Yang Chi lirih saat kakinya mulai menyentuh air.

Long Wei yang mendengar suara air dan gumaman itu langsung membuka matanya dengan tajam. Ia tertegun melihat Yang Chi yang sudah berdiri di pinggir kolam, siap untuk menceburkan diri tepat di depannya.

"Xiao Xi! Apa yang kau lakukan?!" bentak Long Wei dengan suara beratnya yang menggema di seluruh bilik pemandian.

Yang Chi tersentak kaget. Matanya langsung melotot lebar. Ia melihat Long Wei sedang berendam tanpa jubah, hanya beberapa jengkal dari tempatnya berdiri.

"A-A-APA?! TUAN KAISAR?!" teriak Yang Chi seketika.

Karena terkejut yang luar biasa, keseimbangan tubuhnya yang masih linglung pun goyah. Kakinya terpeleset lantai marmer yang basah.

"Aaaa—!"

BYUURRR!

Yang Chi jatuh terjerembap ke dalam kolam, tepat di atas tubuh Long Wei yang sedang bersandar. Air kolam memercik ke mana-mana, dan dalam sekejap, jubah tidur Yang Chi sudah basah kuyup dan menempel di tubuhnya.

Suasana mendadak sunyi, hanya terdengar suara riak air yang menenangkan, berbanding terbalik dengan jantung Yang Chi yang serasa mau meledak karena malu dan kaget.

"T-tuan... maaf... saya benar-benar belum bangun tadi!" rintih Yang Chi sambil mencoba menjauhkan dirinya di dalam air, namun tangannya tak sengaja malah memegang pundak kokoh Long Wei untuk menjaga keseimbangan.

Long Wei membeku, wajahnya hanya berjarak beberapa inci dari wajah Yang Chi yang basah kuyup. "Kau... apakah kau sengaja ingin mati di kolam ini, atau kau memang berniat menggodaku sepagi ini?" desis Long Wei dengan tatapan yang sangat dalam dan mengintimidasi.

Yang Chi merasa wajahnya lebih panas daripada air kolam tersebut. "Sumpah Tuan, saya cuma mau mandi! Saya lupa kalau Tuan ada di sini!"

Long Wei tertawa sinis, sebuah tawa rendah yang bergema di ruangan yang penuh uap itu. Ia tidak melepaskan tatapannya, justru semakin mendekatkan wajahnya.

"Xiao Xi, jujurlah," desis Long Wei. "Aku memang memancing perhatianmu, bukan? Sampai-sampai kau tidak sabar dan langsung melompat ke arahku sepagi ini."

Yang Chi, yang jantungnya sudah berdebar, langsung mendelik. Rasa malunya mendadak berganti menjadi rasa kesal karena tingkat kepercayaan diri kaisar di depannya ini sudah melampaui batas.

"Kaisar, nggak usah kepedean ya!" semprot Yang Chi sambil berusaha mendorong dada bidang Long Wei agar menjauh. "Tadi itu murni kecelakaan! Lantainya licin, dan nyawa saya belum kumpul semua. Lagipula, di duniaku—maksudku, aku sudah sering lihat pria yang lebih... eh, maksudnya, Tuan itu biasa saja!"

Long Wei menaikkan sebelah alisnya, tampak tidak percaya dengan bualan Yang Chi. Ia justru menangkap kedua pergelangan tangan Yang Chi di dalam air, menguncinya sehingga gadis itu tidak bisa menjauh.

"Biasa saja?" ulang Long Wei dengan suara yang semakin dalam. "Lalu kenapa wajahmu semerah itu? Dan kenapa tanganmu gemetar?"

Yang Chi menelan ludah. Ia terjebak. "Ini... ini karena airnya panas, Tuan! Bukan karena Tuan! Duh, lepasin nggak? Nanti kalau ada pelayan masuk dan lihat kita begini, reputasi Tuan sebagai kaisar galak bisa hancur!"

Long Wei tidak mempedulikan ancaman itu. Ia menatap wajah Yang Chi yang basah kuyup, rambut hitamnya menempel di pipi, membuatnya terlihat sangat cantik meski sedang marah-marah.

"Biarkan mereka lihat," jawab Long Wei santai. "Lagi pula, kau adalah tawananku. Apapun yang terjadi di kolam ini adalah urusanku."

Yang Chi memutar bola matanya, mencoba kembali ke mode "cerdiknya". "Tuan, mending Tuan fokus deh. Ingat nggak, hari ini kita harus urus Yang Nan dan Deng Xiaoping? Masa Tuan malah mau main air sama 'pembunuh' istri Tuan? Nggak elit banget!"

Mendengar nama Yang Nan disebut, sorot mata Long Wei sedikit berubah, namun ia tidak melepaskan Yang Chi. "Kau benar. Tapi sebelum itu, kau harus dihukum karena sudah mengganggu ketenangan mandiku."

Long Wei secara tiba-tiba meraih tengkuk Yang Chi dengan telapak tangannya yang hangat dan kokoh. Sebelum Yang Chi sempat mengeluarkan bantahan lagi, Long Wei sudah membungkam bibirnya dengan sebuah ciuman yang dalam dan penuh penekanan.

Yang Chi seketika membeku di tempat. Matanya membelalak lebar, menatap lurus pada kelopak mata Long Wei yang terpejam rapat. Seluruh saraf di tubuhnya seakan lumpuh; ia tidak bisa merespons, namun juga tidak bisa melawan. Di dalam benaknya, ribuan pertanyaan berkecamuk seperti badai.

Bagaimana bisa... Bagaimana bisa pria ini mencium wanita yang ia yakini sebagai pembunuh istrinya? batin Yang Chi dengan sangat bingung.

Rasa hangat dari air kolam yang mengepul seolah kalah dengan sensasi terbakar yang ia rasakan di wajahnya. Ciuman itu tidak terasa seperti hukuman yang kejam, melainkan penuh dengan luapan emosi yang tertahan—antara kebencian, keraguan, dan ketertarikan yang tak masuk akal.

Setelah beberapa saat yang terasa seperti selamanya bagi Yang Chi, Long Wei perlahan melepaskan pagutannya. Ia tidak langsung menjauh, melainkan menempelkan dahi mereka berdua, deru napasnya memburu di depan wajah Yang Chi.

"Kenapa..." suara Long Wei terdengar serak dan sangat rendah, "kenapa jiwamu terasa begitu berbeda sampai-sampai aku ingin melupakan fakta bahwa tangan ini yang telah menghunuskan pedang pada Yang Nan?"

Yang Chi masih terdiam seribu bahasa, bibirnya terasa kelu. Ia bisa merasakan tatapan Long Wei yang penuh konflik batin. Sebagai penulis, Yang Chi tahu betul bahwa Long Wei seharusnya adalah pria yang sangat setia pada mendiang istrinya. Namun sekarang, plot novel itu seolah hancur berkeping-keping karena tindakan kaisar itu sendiri.

"T-tuan..." Yang Chi akhirnya berhasil bersuara meski sangat lirih. "Tuan sadar siapa saya, kan?"

Long Wei menjauhkan wajahnya, matanya kembali menajam meski ada gurat kegelisahan di sana. Ia melepaskan tangan Yang Chi di dalam air dan berdiri, memperlihatkan tubuh tegapnya yang basah sebelum meraih jubah mandi di pinggir kolam.

"Cepat keluar dari kolam dan ganti pakaianmu," ucap Long Wei dengan nada dingin yang kembali seperti semula, seolah mencoba menutupi apa yang baru saja terjadi. "Kita harus segera mengurus Deng Xiaoping. Jangan biarkan kejadian tadi membuatmu berpikir bahwa kau sudah dimaafkan."

Yang Chi masih mematung di dalam air, menatap punggung Long Wei yang menjauh. Ia menyentuh bibirnya dengan jari-jari gemetar. Ini sudah bukan lagi cerita yang aku tulis, pikirnya panik sekaligus berdebar. Plot twist ini... benar-benar di luar kendaliku.

1
Fatur Fatur
thor bikin adegan romantis thor bikin adegan dia pas namnya pulih bikin dia kabur dari istana itu bikin kaisar kejar dia thor
Fatur Fatur
cepat update lagi thor cerita seru
Nur Sabrina Rasmah: like aja kagak /Sob/🙏🙏🙏🤣, bercanda
total 1 replies
Fatur Fatur
cepat bersihkan nama mcnya thor bikin kaisar itu jatuh cinta pada mcnya bikin mcnya pergi dari istana kaisar itu thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!