Jamila Anata gadis sembilan belas tahun yang tiba-tiba hamil anak kakak Iparnya kejadian itu terjadi karena Kakak ipar Mila pulang kantor dalam keadaan Mabuk parah dan dia menganggap Jamila adalah sang istri
Bagaimana kejadian nya simak di novel terbaru ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mesya icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dimana Kamu Mila
Chira telah sembuh dan sudah pulang ke rumah. Dinda dan Jovan sudah merasakan lega, karena putri mereka telah kembali sehat.
" Mami, Daddy aku pengen jalan-jalan dong, ajak Chira.
Dinda dan Jovan menyetujui keinginan sang putri. " Nanti setelah Chira sembuh total kita jalan-jalan ya, sekalian pergi ke pernikahan sahabat Daddy.
Chira sangat senang sekali. Dinda menatap suaminya " Siapa yang nikah Mas? Rayyan?? tanya Dinda karena dia cuma tau sahabat satu-satunya suaminya hanya Rayyan.
Jovan mengangguk. " Iya Sayang, Rayyan akan menikah dalam waktu dekat ini. Kamu tau sayang, dia ke Jakarta cuma demi wanita itu. Rayyan sungguh gila, dia membangun Hotel untuk wanita itu, ucap Jovan.
Dinda terkejut, dia sangat tau betapa cintanya Rayyan kepada almarhumah istri nya dulu. Betapa Rayyan terpuruk dan terpukul atas kematian mendadak sang istri.
" Luar biasa, wanita seperti apa yang beruntung mendapatkan cinta Rayyan ya Mas. Semoga dia bahagia seperti dulu, ucap Dinda.
Jovan mengaminkan doa sang istri. Malam itu Jovan dan Dinda tidur nyaman setelah tiga hari tidur di rumah sakit.
Jovan melakukan keinginan nya untuk segera kembali menghamili sang istri. Malam dingin itu menjadi malam indah untuk Dinda dan Jovan..
Setelah selesai dengan rutinitas intim mereka, Dinda tiba-tiba menatap Jovan marah. " Ingat janji kamu Mas, jika aku memberikan kamu anak lagi, kamu tidak akan mengambil anak itu.
Aku tidak akan rela Mas, posisi Chira ada yang mengganggu nya. Chira satu-satunya anak kita, ucap Dinda.
Dinda sungguh ketakutan jika Bara merebut posisi Chira karena Bara anak laki-laki.
Namun di keluarga Jovan, anak di luar pernikahan tidak bisa memiliki hak atas warisan keluarga Andrean.
Jovan menatap Dinda. " Din, kamu kenapa kejam sama adik kamu din. Bagaimana juga Mila itu adik kamu dan Bara itu juga bukan cuma keponakan kamu melainkan anak tiri kamu Din.
Aku udah janji tidak akan berhubungan dengan Mila, aku cuma ingin tanggung jawab atas anak itu saja. Aku ini ayah nya juga Din, aku yang membuat dia hadir di dunia ini walau itu kesalahan.
Jangan hukum anak itu dan Mila. Mereka tidak bersalah, aku yang salah. Semua karena aku yang mabuk berat, seandainya malam itu aku sadar tak mungkin aku melakukan hal menjijikkan itu.
Dinda menangis memeluk Jovan. Dia sangat takut kehilangan suaminya. Dia lebih rela kehilangan Mila adiknya dari pada posisinya sebagai istri sah Jovan.
" Aku enggak mau kamu bertanggung jawab atas Mila Mas. Kalau kamu mau kasih yang ke Bara aku enggak masalah, tapi aku takut jika Bara meminta kamu menikahi ibunya dan menjadi keluarga utuh untuk nya. Aku memang kakak nya Mila, tapi aku tidak mau berbagi suami Mas.
Jovan menatap tak percaya sang istri. " Pikiran kamu kotor banget tentang aku ya. Aku ini suami kamu Dinda. Aku tidak akan pernah menikahi wanita mana pun termasuk Mila. Walaupun Bara meminta aku menikahi ibunya, aku akan bilang jika itu tidak bisa.
Buang pikiran buruk itu Dinda. Suami kamu ini masih waras, tidak mungkin menikahi adik istri aku sendiri.
Sekarang tidur udah malam. Cukup pikiran buruk itu sekali ini ada dalam otak kamu. Aku cuma mencintai kamu dan Chira. Kalau untuk Bara aku hanya ingin tanggung jawab sebagai seorang ayah cukup hanya itu.
Dinda memeluk Jovan dan tertidur. " Kamu tak tau Din, bagaimana perjuangan Mila di luar sana. Mila itu adik kamu dan aku yang merusak nya. Aku ini brengsek Din, seharusnya Mila berhak menuntut tanggung jawab ku atas Bara dan saat dia hamil Bara dulu, tapi Mila memiliki pergi dan sampai sekarang rasa bersalah masih bersarang di hatiku.
Jovan selama ini selalu mencari dimana Mila dan anak nya Bara. Namun Rena telah menutup akses dimana Mila berada.