NovelToon NovelToon
Lima Sekawan Ginza

Lima Sekawan Ginza

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bulan Separuh

"Dunia ini memang nggak adil, Hana. Tapi, malam ini kita yang akan membajak mesinnya."

Kalimat dingin Kaito Fujiwara memecah kesunyian di atap sekolah. Tokyo tahun 2026 telah menjadi penjara bagi mereka yang kalah dalam undian kelahiran. Hana Tanaka, siswi pintar yang menyembunyikan kemiskinannya, harus menghadapi kenyataan pahit saat dana beasiswanya dicuri untuk kampanye politik kotor. Bersama Akane si aktivis digital, Ren sang mantan atlet yang cacat, Yuki si peretas jenius, dan Kaito sang putra politisi yang pemberontak, mereka membentuk aliansi rahasia.

Dari gang gelap Shinjuku hingga pembajakan layar raksasa di persimpangan Shibuya, lima remaja ini mempertaruhkan nyawa untuk meruntuhkan sistem yang bobrok. Di dunia yang diyakini bahwa nasib orang ditentukan sejak lahir, mampukah mereka memutar balik roda takdir? Ataukah mereka hanya akan menjadi tumbal berikutnya dari keserakahan para penguasa? Persahabatan ini adalah satu-satunya senjata mereka dalam melawan ‘gelapnya kota’.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bulan Separuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13. Runtuhnya Dinasti Fujiwara

Lampu kristal yang menggantung di plafon perpustakaan itu bersinar sangat terang. Haruo Fujiwara berdiri tegak dengan setelan jas abu-abu yang tampak sangat mahal sekali. Tangan kanannya memegang sebuah pistol semi otomatis dengan sangat stabil dan juga tenang.

Moncong senjata itu mengarah tepat pada dahi Kaito Fujiwara yang merupakan putra kandungnya sendiri. Keheningan di dalam ruangan besar itu terasa sangat berat dan juga sangat menyesakkan dada. Hana Tanaka berdiri tepat di samping Kaito sambil memeluk buku catatan hitam tersebut dengan sangat erat.

Dia bisa merasakan detak jantungnya sendiri yang memukul dinding dada dengan frekuensi yang sangat cepat. Bau bubuk mesiu dan juga aroma buku tua bercampur menjadi satu di dalam udara yang dingin.

Haruo Fujiwara menatap Kaito dengan tatapan mata yang sangat kosong dan juga sangat tanpa emosi. Dia tidak melihat Kaito sebagai seorang anak yang dia besarkan dengan penuh fasilitas mewah.

Dia melihat Kaito sebagai sebuah ancaman besar bagi seluruh imperium politik yang telah dia bangun. Para pengawal di belakang Haruo tetap diam membeku seperti patung batu yang tidak memiliki nyawa. Mereka semua memegang senjata laras pendek yang siap ditembakkan kapan saja jika ada perintah langsung.

Hana merasa tangannya mulai berkeringat dingin karena situasi ini benar-benar berada di luar kendali mereka. Dia menyadari bahwa kejujuran terkadang harus dibayar dengan harga yang sangat mahal yaitu sebuah nyawa.

"Letakkan buku itu di atas meja sekarang juga, Hana Tanaka," perintah Haruo dengan nada suara rendah.

Hana tidak bergerak sedikit pun dari posisinya berdiri meskipun ancaman maut berada di depannya. Dia mendengar sebuah suara statis yang sangat halus masuk ke dalam perangkat komunikasi di telinganya.

Suara itu berasal dari Yuki Nakamura yang sedang berada di dalam mobil bersama Ren Ishida. Yuki membisikkan sebuah instruksi singkat agar Hana tetap menahan posisi selama sepuluh detik lagi. Yuki sedang mencoba untuk mengambil alih kendali sistem penyiaran kamera keamanan di dalam ruangan tersebut.

Dia ingin mengubah fungsi kamera pengintai menjadi kamera penyiaran langsung ke seluruh jaringan media sosial. Seluruh dunia harus melihat wajah asli sang penguasa yang sedang mengancam nyawa anaknya sendiri.

Kaito Fujiwara melangkah satu tindak ke depan untuk menutupi tubuh Hana dari arah moncong pistol. Dia menatap mata ayahnya dengan penuh keberanian yang belum pernah dia tunjukkan sebelumnya di rumah.

Kaito mengatakan bahwa sistem gacha kehidupan yang diciptakan ayahnya telah menghancurkan ribuan mimpi anak muda. Dia merasa sangat malu karena selama ini dia hidup menggunakan uang hasil keringat rakyat yang dicuri. Kaito menantang ayahnya untuk menarik pelatuk senjata itu jika memang kekuasaan lebih penting daripada cinta.

Haruo Fujiwara terlihat sedikit terkejut melihat perubahan sikap putranya yang biasanya sangat penurut dan diam. Namun rasa haus akan kekuasaan segera menghapus sedikit keraguan yang muncul di dalam hatinya.

"Kau terlalu naif untuk memahami cara kerja dunia ini, Kaito," sahut Haruo dengan nada meremehkan.

Haruo menjelaskan bahwa dunia ini hanya memiliki dua jenis manusia yaitu pemangsa dan juga mangsa. Dia menganggap tindakannya mencuri dana beasiswa adalah sebuah bentuk seleksi alam yang sangat wajar.

Menurut Haruo, orang miskin tidak membutuhkan pendidikan tinggi karena mereka hanya akan menjadi beban negara. Dia merasa tindakannya memberikan fasilitas mewah pada Kaito adalah bentuk kasih sayang yang paling tinggi. Kaito menggelengkan kepalanya karena dia merasa pemikiran ayahnya sudah sangat sakit dan juga sangat sesat.

Dia menyadari bahwa ayahnya tidak akan pernah bisa berubah melalui kata-kata diskusi yang baik. Keadilan harus dipaksakan melalui sebuah tindakan nyata yang sangat berani dan juga sangat tegas.

Tiba-tiba lampu merah pada kamera keamanan di sudut ruangan mulai berkedip dengan sangat cepat. Yuki Nakamura memberikan sinyal bahwa siaran langsung sudah berhasil dijalankan ke seluruh penjuru dunia sekarang.

Jutaan orang yang sedang terjaga di malam hari mulai melihat pemandangan di dalam perpustakaan pribadi tersebut. Mereka melihat seorang pejabat tinggi negara sedang menodongkan senjata kepada seorang remaja perempuan dan anaknya. Komentar kemarahan mulai membanjiri layar monitor di berbagai pusat kendali informasi di seluruh Jepang.

Haruo Fujiwara belum menyadari bahwa rahasianya sudah terbongkar secara total di depan jutaan pasang mata. Dia masih merasa menjadi orang yang paling berkuasa di dalam ruangan yang sangat mewah tersebut.

Yuki Nakamura mulai memasukkan data-data dari buku hitam ke dalam siaran langsung tersebut secara otomatis. Dokumen mengenai suap dan juga rencana penggusuran muncul di samping gambar wajah Haruo Fujiwara yang marah.

Publik bisa melihat dengan sangat jelas daftar nama pejabat lain yang ikut menerima aliran dana ilegal. Ini adalah sebuah hantaman besar bagi kredibilitas pemerintah yang selama ini mengaku bersih dari korupsi. Di luar rumah, Ren Ishida mulai menyalakan kembang api sebagai sebuah tanda pengalihan perhatian yang sangat besar.

Suara ledakan kembang api di langit malam membuat para pengawal di dalam rumah menjadi sangat panik. Mereka mengira ada serangan fisik yang sedang dilakukan oleh kelompok penyerang dari luar pagar rumah.

Haruo Fujiwara menoleh ke arah jendela dengan raut wajah yang menunjukkan rasa sangat bingung dan heran. Kesempatan ini digunakan oleh Kaito untuk segera merebut pistol yang ada di tangan kanan ayahnya.

Terjadi pergulatan fisik yang sangat sengit antara ayah dan anak di atas lantai kayu perpustakaan tersebut. Hana Tanaka segera berlari menuju arah pintu keluar sambil tetap memegang buku hitam dengan sangat erat. Dia harus memastikan buku ini sampai ke tangan Mika Sato agar bisa dijadikan bukti hukum yang sah.

Beberapa pengawal mencoba mengejar Hana namun mereka terhalang oleh tumpukan rak buku yang roboh. Ren Ishida tiba-tiba muncul dari balik jendela kaca setelah berhasil memanjat dinding balkon yang sangat tinggi.

"Hana, cepat lompat ke bawah sekarang juga," teriak Ren Ishida dengan suara yang sangat lantang.

Ren melemparkan sebuah tas berisi alat peluncur tali ke arah Hana agar dia bisa turun dengan cepat. Hana menangkap tas tersebut dan segera memasang pengaitnya pada pagar balkon besi yang sangat kuat.

Dia meluncur turun ke arah halaman bawah dengan kecepatan yang sangat tinggi dan juga sangat mendebarkan. Angin malam menerpa wajahnya namun Hana tidak merasakan rasa takut sedikit pun di dalam hatinya. Dia hanya memikirkan keselamatan Kaito yang masih berada di dalam ruangan perpustakaan bersama ayahnya.

Ren segera mengikuti Hana turun setelah memastikan tidak ada pengawal yang bisa menembak dari arah atas. Mereka mendarat di atas rumput halaman belakang dengan selamat dan segera berlari menuju arah pagar.

Kaito Fujiwara berhasil menjauhkan pistol dari jangkauan tangan ayahnya yang mulai terlihat sangat lelah itu. Dia melihat ayahnya terduduk di atas lantai dengan napas yang terengah-engah dan wajah yang sangat pucat.

Haruo menyadari bahwa dia sudah kalah secara total saat melihat rekaman dirinya sendiri di layar televisi. Dia melihat wajahnya terpampang di semua saluran berita dengan label sebagai seorang penjahat nasional yang kejam.

Kaito menatap ayahnya untuk terakhir kalinya dengan tatapan mata yang penuh dengan rasa sedih yang mendalam. Dia berbalik dan segera berlari menuju balkon untuk menyusul Hana dan juga Ren Ishida di bawah. Kaito melompat ke arah pohon besar yang ada di dekat balkon dan merosot turun dengan sangat cepat.

Para pengawal mulai menembakkan senjata mereka ke arah pepohonan namun peluru mereka tidak mengenai sasaran. Yuki Nakamura berhasil mematikan seluruh lampu taman sehingga suasana di luar rumah menjadi gelap gulita.

Kegelapan ini menjadi keuntungan besar bagi kelompok lima sekawan untuk melarikan diri menuju gerbang belakang. Mereka berhasil mencapai mobil van yang sudah menunggu di jalan kecil di balik tembok pembatas rumah. Yuki segera memacu kendaraan tersebut dengan kecepatan maksimal menuju arah pusat kota Tokyo yang sangat ramai.

Hana Tanaka menarik napas lega saat melihat Kaito sudah berada di dalam mobil bersama mereka semua. Mereka telah berhasil melewati misi yang paling berbahaya dan juga paling mematikan dalam hidup mereka.

"Kita sudah melakukannya. Seluruh dunia sekarang sudah tahu kebenarannya," ujar Hana Tanaka penuh haru.

Akane Sato segera mengambil buku hitam dari tangan Hana dan mulai memotret setiap halamannya menggunakan ponsel. Dia ingin membuat salinan cadangan yang banyak agar data ini tidak akan pernah bisa hilang lagi.

Akane merasa sangat puas karena impiannya untuk mengguncang sistem gacha kehidupan akhirnya menjadi kenyataan. Dia melihat berita di internet bahwa massa mulai berkumpul di depan kantor kementerian untuk menuntut keadilan. Rakyat Jepang sudah tidak bisa lagi dibohongi oleh janji-janji manis para politisi yang sebenarnya adalah pencuri.

Gelombang protes besar mulai tumbuh di berbagai kota besar seperti Osaka, Nagoya, dan juga di Fukuoka. Ini adalah awal dari sebuah perubahan besar yang tidak akan bisa dihentikan oleh kekuatan militer mana pun.

Mobil van hitam itu melaju menembus jalanan Tokyo yang mulai dipenuhi oleh kendaraan kepolisian patroli malam. Namun Yuki Nakamura sudah meretas sistem navigasi polisi agar mereka diarahkan ke rute yang salah secara terus-menerus.

Kelompok lima sekawan ini menuju ke kantor kedutaan besar sebuah negara yang merupakan rekan Mika Sato. Di sana mereka akan menyerahkan diri sebagai saksi kunci sekaligus mendapatkan perlindungan suaka politik sementara. Mika Sato sudah menunggu di depan gerbang kedutaan dengan tim pengacara internasional yang sangat berpengalaman.

Dia menyambut Hana dan teman-temannya dengan sebuah pelukan hangat yang menunjukkan rasa bangga yang luar biasa. Mika mengatakan bahwa hari ini adalah hari kemenangan bagi hukum dan juga bagi kemanusiaan di Jepang.

Pemerintah Jepang segera mengeluarkan pernyataan darurat mengenai pengunduran diri beberapa menteri yang terlibat skandal korupsi. Haruo Fujiwara ditangkap oleh unit khusus kepolisian di rumah pribadinya beberapa saat setelah kelompok Hana pergi.

Dia dibawa ke pusat penahanan dengan pengawalan yang sangat ketat agar tidak ada upaya pelarian. Foto Haruo yang sedang mengenakan borgol menjadi gambar utama di semua surat kabar nasional pagi ini. Masyarakat merasa sangat puas melihat salah satu orang paling berkuasa di negeri ini akhirnya harus tunduk.

Namun, Hana tahu bahwa perjuangan mereka belum berakhir sepenuhnya karena sistem yang rusak harus dibangun kembali. Mereka harus memastikan bahwa tidak ada lagi anak muda yang menjadi korban dari sistem gacha yang tidak adil.

Hana Tanaka duduk di kursi ruang tunggu kedutaan sambil memegang segelas teh hangat yang diberikan petugas. Dia melihat teman-temannya yang sedang beristirahat dengan wajah yang sangat lelah namun terlihat sangat bahagia.

Ren Ishida sedang mengobati luka kecil di lengannya sementara Yuki masih sibuk memantau reaksi dunia di laptop. Kaito duduk diam di samping Hana sambil menatap langit pagi yang mulai berubah menjadi warna biru cerah. Dia merasa hidupnya yang baru benar-benar dimulai hari ini sebagai seorang manusia yang memiliki kejujuran.

Mereka bukan lagi sekadar remaja yang melarikan diri dari kenyataan hidup yang pahit dan juga sangat menyakitkan. Mereka adalah pahlawan yang telah berani memutar balik roda nasib yang selama ini dianggap sebagai sebuah takdir.

Matahari mulai terbit di ufuk timur dan menyinari gedung-gedung tinggi di pusat kota Tokyo yang sangat megah. Hana Tanaka berjalan menuju jendela dan melihat orang-orang mulai memulai aktivitas mereka dengan semangat yang baru.

Dia melihat beberapa siswa sekolah menengah berjalan bersama sambil tertawa dan juga saling bercerita satu sama lain. Hana berharap suatu hari nanti para siswa itu bisa mendapatkan pendidikan yang layak tanpa harus merasa takut. Dia merasa sangat bersyukur karena gacha kehidupannya telah mempertemukan dia dengan empat orang yang sangat hebat.

Persahabatan mereka telah membuktikan bahwa keberanian adalah kunci utama untuk meruntuhkan dinding ketidakadilan yang kokoh. Hana tersenyum dan dia merasakan sebuah kedamaian yang sangat dalam di dalam lubang hatinya yang paling kecil.

Petugas kedutaan menginformasikan bahwa konferensi pers internasional akan segera dimulai dalam waktu tiga puluh menit lagi. Hana Tanaka akan menjadi pembicara utama untuk menceritakan seluruh kebenaran di depan jurnalis dari seluruh dunia.

Dia merapikan pakaiannya dan mencoba untuk mengumpulkan sisa keberanian yang dia miliki untuk bicara sekali lagi. Kali ini dia tidak akan bicara melalui layar peretasan yang gelap dan juga sangat penuh dengan misteri. Dia akan bicara sebagai seorang warga negara yang menuntut haknya untuk hidup dengan penuh martabat dan kejujuran.

Akane Sato memberikan sebuah jempol kepada Hana sebagai tanda dukungan yang sangat kuat bagi sahabat terbaiknya itu. Kelompok lima sekawan ini siap untuk menghadapi dunia dengan kepala tegak dan juga dengan hati yang sangat bersih.

Kisah tentang remaja di atap sekolah ini akan selalu diingat sebagai sebuah legenda perlawanan digital yang sangat modern. Mereka telah menunjukkan bahwa teknologi bisa menjadi senjata yang mematikan jika berada di tangan orang yang benar.

Gacha kehidupan mungkin tetap akan ada tapi sekarang rakyat sudah memiliki kekuatan untuk mengubah hasilnya sendiri.

Hana Tanaka melangkah keluar dari ruangan menuju mimbar konferensi pers dengan penuh rasa percaya diri yang tinggi. Dia menatap kamera-kamera yang sudah siap merekam setiap kata yang akan keluar dari bibirnya yang mungil.

Hari ini dunia akan mendengarkan suara dari mereka yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai sama sekali. Perjuangan panjang ini akhirnya mencapai puncaknya di bawah sinar matahari pagi yang sangat hangat dan juga indah.

1
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
perut memang tidak bisa diajak kompromi. dia terlalu jujur, karena memang dia butuh asupan
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
tengah hari, lagi puasa. tentu lapar lah 🤭
˚₊· ͟͟͞͞➳❥𝐋𝐢𝐥𝐲 𝐕𝐞𝐲༉‧₊⁴.
Kayak kondisi dimana yaaa/Doge/
negara defisit, pajak dinaikin, yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin😂, si hana juga, kemiskinan bukan aib, jangan terlalu takut dulu, dia pasti ngiranya ga ada yang mau temenan sama dia kalo tau dia miskin🤭😭
-Thiea-
Akane gak mungkin ngejauhin Hana kan.. secara dia vokal banget sama urusan politik. dia kan juga pengen bantu orang-orang susah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak..
-Thiea-
beruntung Hana punya teman kayak akane.. dia sangat perhatian .🥹
Miu Nuha.
dimana2 keadaan itu sama ya 😫
,, entah gaji rendah, pajak naik, barang2 mahal, kritik masyarakat... bahkan sirkel pertemanan yg canggung karena perbedaan ekonomi...
,, tapi buat Akane, semoga kamu bisa menjadi sahabat terbaik buat Hana 😌👍
😾🍟 𝒾Ř𝓪 𝐌𝐀ү𝓪 🐚
suka banget sama ceritanya. salut buat Hana. keren! tx kak bulan udah nulis cerita ini
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semangat Kaito 💪🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semoga akan menjadi sejarah yang baru
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Wah bener" ga adil 😏
Pipin GEMY
ceritanya recommended 👍
votfo
semangat nulis thor
ഒ𝓡𝔂𝓪𝓱𝓪𝓴𝓲
Negara Jepang JD standar/kiblat perkembangan teknologi. Pas bgt! Indo kapan ya? Semangat terus author nulisnya
ᨮ꫶ׁׅ֮υׁׅᥣׁׅ֪꯱ׁׅ֒ɑׁׅ֮ ꩇׁׅ݊
recommended 👍
❈🌠 🎀 𝒜𝓂𝒶𝓁𝒾𝒶 🎀 🌠
5 orang sahabat penuh petualangan. 👍 Mantap. Baru sebatas bab 40, ga tau kapan tamat. Semangat
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ayo cepatlah 😣
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
Kadang-kadang keresahan bisa melahirkan imajinasi yang gila. Terima kasih teman-teman yang menyelesaikan cerita ini. Cerita ini gratis, apresiasi yang bisa diberikan adalah dengan menamatkan baca cerita ini.
♱ Friska໒꒱ ‧₊˚
Bagus ceritanya,mereka adlh org trsibuk di dunia
♱ Friska໒꒱ ‧₊˚
culik ya 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!