Aneska Maheswari ratu bisnis kelas kakap yang di bunuh oleh rekan bisnisnya tapi dengan anehnya jiwanya masuk pada gadis desa yang di buang oleh keluarganya kemudian di paksa menikahi seorang pria lumpuh menggantikan adik tirinya .
Mampukah aneska membalaskan semua dendam dan menjalani kehidupan gadis buangan tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25.Rencana Kejutan
Satu hari sebelum pernikahan Kenzo…
Kenzo menyebarkan undangan pernikahannya melalui undangan online ke berbagai perusahaan besar, termasuk perusahaan Pranoto. Raka dan Raline pun menerima undangan tersebut pada sore harinya.
"Pernikahan yang begitu mendadak… tapi justru bagus untukmu, Celine, karena ini waktu yang tepat untukku memberikan kejutan." gumam Raline begitu melihat isi undangan pernikahan Kenzo.
Setelah jam kantor habis, Raline langsung bergerak menuju mansion-nya karena sudah ada dua orang tamu yang menunggunya di sana. Dengan gerakan tergesa, Raline berlari menuju mobil, masuk, lalu pergi—disaksikan oleh Raka yang melihat kepergian Raline yang begitu terburu-buru.
"Kemana perginya perempuan itu, kenapa begitu terburu-buru, aku jadi curiga," ucap Raka, lalu dengan cepat mengarahkan tombol kontrol kursi rodanya menuju area parkiran untuk segera menyusul Raline.
Begitu sampai di mansion-nya, Raline langsung masuk ke dalam rumah dan disambut senyuman hangat dari dua tamunya—yang tak lain adalah orang-orang suruhannya untuk mengambil brankas yang ia sembunyikan di dalam apartemen, di tempat rahasia yang belum ditemukan oleh Kenzo dan Celine.
Raline duduk lalu menatap kedua orang tersebut.
"Aku ingin kalian mengerjakannya besok pagi-pagi sekali, karena pernikahan Kenzo dan Celine adalah hari besok. Itu kesempatan emas untuk kalian membawa keluar brankasku dari sana tanpa diketahui dua orang tersebut," jelas Raline.
"Pastikan kalian datang dengan berpura-pura menjadi teknisi pompa air bulanan agar kalian bisa masuk ke semua titik akses di apartemen tersebut tanpa dicurigai. Dan jalankan misi sesuai arahanku setelah Kenzo dan Celine benar-benar pergi dari apartemen tersebut."
"Brankas itu terletak di salah satu lantai kabin di bawah lemari besar berwarna merah marun tempat meletakkan pakaian. Kalian bisa menggesernya dan mencari di sela-sela warna cat kabin yang berwarna putih dan bercahaya bila terkena cahaya. Kalian perlu membawa senter untuk mencarinya, karena dengan mata telanjang semua bentuk kabin dan cat terlihat sama. Kalian mengerti, bukan?" tanya Raline yang diangguki oleh orang-orang suruhannya.
"Mengerti, Nona," jawab dua orang itu kompak.
"Setelah misi berhasil, kalian langsung kabari aku dan bawa brankas tersebut ke rumah ini kembali. Pastikan tidak ada yang curiga. Jadi tetap berhati-hati jika ada yang bertanya, nanti bilang saja itu adalah paketku. Bungkus sedemikian rupa agar tak ada yang curiga," sambungnya lagi, yang lagi-lagi diangguki dua orang tersebut.
"Baiklah, kalian bisa pergi sekarang. Aku akan mentransfer dana utuh setelah kalian menyelesaikan misi dariku," jelas Raline.
Dua orang itu pun pergi meninggalkan mansion. Raline mengantar mereka keluar karena ia juga ingin mengecek bagaimana keadaan keluarga tercintanya di paviliun tua di belakang mansion.
Setelah orang-orang itu berjalan menuju gerbang, Raline pun bersemangat bergerak ke belakang mansion, untuk melihat bagaimana kondisi keluarga tercintanya setelah hidup miskin di paviliun tua itu. Namun, pembicaraan spektakuler yang menambah kejutannya tak sengaja ia dengar dari dalam paviliun. Perdebatan antara Arumi, Maya, dan Hendra yang berseteru di dalam rumah membuat Raline bersembunyi untuk mendengarkan.
"Sekarang bagaimana? Arumi hamil dan Kenzo tidak mau bertanggung jawab bahkan ia dan perempuan itu akan menikah besok. Arumi benar-benar akan mengandung tanpa sosok suami di sisinya."
"Ini semua salah kamu, Ma! Kamu terlalu memanjakannya hingga ia bertindak bodoh dan jadi wanita liar tidak terhormat yang menjajakan selangkangannya kepada pria—seperti yang kamu lakukan kepadaku dulu. Bedanya, aku bertanggung jawab dan mau menikahimu. Tapi Arumi, pria itu tidak ingin bertanggung jawab. Mau berkoar-koar di media sosial pun kita juga tidak punya bukti karena anakmu ini begitu tunduk dan menurut kepada laki-laki brengsek itu!" ucap Hendra berteriak-teriak di depan istri dan anaknya itu.
Raline sontak menutup mulutnya. "Apa? Jadi Arumi hamil anak Kenzo dan Kenzo tidak ingin bertanggung jawab? Ini pasti karena Celine memegang rahasia besar antara mereka tentang kematianku, "batin Raline yang menemukan rencana lain selain pengambilan brankasnya dari dalam apartemen.
Raline teringat pada video yang ia ambil beberapa waktu lalu tentang ciuman panas Arumi dan Kenzo saat ia pergi melihat apartemennya." Ya… video itu akan menjadi bukti yang sangat konkret dan dipastikan Kenzo tidak akan bisa mengelak lagi. Wah… sepertinya acara pernikahan Kenzo besok akan menjadi ajang pertunjukan yang sangat menyenangkan, "sambung batinnya lagi.
Perdebatan antara Hendra, Maya, dan Arumi kembali berlanjut. Kini Maya terdengar membela anaknya itu.
"Mas, jangan berkata seperti itu kepada anak kita. Dia tidak salah apa-apa. Ini salah laki-laki brengsek tersebut yang mempengaruhi Arumi hingga berbuat seperti itu," ucap Maya memeluk anaknya yang kembali menangis.
"Tapi ini juga karena kebodohan anakmu ini yang memperlakukan dirinya begitu murah hanya dengan rayuan gombal laki-laki itu. Bahkan dia juga tidak menyimpan bukti apa pun atas hubungan mereka. Dia hanya manut-manut menerima perintah laki-laki itu. Sekarang apa yang harus kita perbuat? Tidak akan ada yang percaya jika hanya omong kosong tanpa bukti, terlebih dia bukan orang sembarangan. Tanpa uang dan jabatanku yang dulu, aku tidak bisa melakukan apa pun!" ucap Hendra mengacak rambutnya frustasi.
Namun, di saat itu Raline membuka pintu rumah tersebut, membuat orang-orang di dalamnya menoleh ke arahnya.
"Kalian semua bisa mengacaukan acara pernikahan Kenzo dan membuatnya bertanggung jawab atas calon keponakanku itu," ucap Raline lantang, membuat Hendra, Maya, dan Arumi berkerut kening.
"Apa maksudmu? Kamu pasti bukan bermaksud menolongku, bukan? Kamu pasti sangat bahagia mendengar nasib buruk yang menimpaku," ucap Arumi.
"Arumi… aku ini kakakmu. Aku pasti akan membantumu ketika adikku dalam kesusahan seperti sekarang, apalagi ini menyangkut kehidupan calon keponakanku. Tenang saja, aku akan membereskannya untukmu. Aku pastikan Kenzo akan mempertanggungjawabkan apa yang telah ia lakukan kepadamu."
"Bagaimana caranya, Raline? Kamu sedang tidak mengada-ada, bukan?" tanya Hendra.
"Aku sama sekali tidak mengada-ada. Jika kalian tidak percaya, datanglah ke pernikahan Kenzo dan Celine besok. Aku akan membuktikannya secara nyata di depan mata kalian dan semua orang."
Raline kemudian berbalik hendak keluar, namun wajahnya melirik ke arah Arumi sebelum melangkah dari ambang pintu.
"Kamu harus datang jika tidak ingin menanggung malu dan mengandung tanpa suami," ucap Raline menegaskannya lagi, lalu keluar dari paviliun itu.
Namun, begitu ia keluar, ia tidak menyangka ternyata tidak jauh dari pintu paviliun, Raka berada di sana—duduk diam di kursi rodanya sambil menatap ke arah Raline yang baru saja keluar.
"Mas Raka?!" ucap Raline sedikit kaget dengan kehadiran Raka di sana.
"Kamu merencanakan apa Raline?, "tanya Raka.
"Aku?.. aku tidak merencanakan apapun mas aku hanya mengajak keluargaku untuk datang bersama - sama ke pernikahan Kenzo dan Celine nanti. Kamu sedang apa di sini kenapa tidak mengabariku. ''tanya Raline dengan wajah tegang yang berusaha untuk ia sembunyikan.
"Mama memintaku untuk pergi membeli baju untuk pergi ke pernikahan Kenzo dan Celine besok bersamamu. " Dengan cepat Raka mencari alasan yang tepat agar tak di curigai.
"Ooh... yasudah ayo kita pergi sekarang. "ucap Raline mencoba tidak terlihat mencurigakan di dekat Raka yang jelas - jelas begitu mencurigainya saat ini.
"Sebanarnya apa yang di rencanakan Raline dan siapa dua orang yang baru saja keluar tadi? . " batin Raka masih menerka- nerka.
.
.
.
💐💐💐Bersambung💐💐💐
Wahh dengan bermodalkan adu domba Raline dengan mudah membalaskan dendamnya pada kenzo dan Celine ya, 😁
Lanjut Next Bab ya guys😊
Lope lope jangan lupa ya❤❤
Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semuan ya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat