NovelToon NovelToon
PELAKOR UNTUK MADU-KU

PELAKOR UNTUK MADU-KU

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:77.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Almira Abimanyu, di hari ia mengetahui kehamilannya, wanita itu berniat memberi kejutan untuk Gilang, suaminya.

Namun, Gilang justru pulang membawa kejutan yang menghancurkan segalanya. Seorang wanita bernama Lila diperkenalkan sebagai istri keduanya. Dan lebih menyakitkan, Lila juga tengah mengandung.

Saat itu Almira sadar, pernikahannya selama ini hanyalah sandiwara.

Dengan air mata yang diseka dan senyum yang terbit perlahan, Almira mulai menyusun langkah. Bukan untuk meratap, melainkan untuk membalas.

Karena ketika seorang wanita berhenti menangis, sesungguhnya ia sedang bersiap melakukan sesuatu yang tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Ledakan Kecil

.

Lila memejamkan matanya, kemarahan menggelegak dalam jiwanya. Ia merasa hancur dan terhina. Ternyata dugaannya selama ini benar. Gilang menyimpan perasaan pada Rini.

“Pantas saja dia selalu membela pembantu itu,” gumam Lila dengan hati geram.

"Dan pembantu itu juga selalu mencari perhatian Mas Gilang. Apa jangan-jangan mereka sudah menjalin hubungan di belakangku? Sejak kapan?" bisik Lila penuh kebencian. "Pembantu itu... Apa yang dia punya sampai bisa membuat Mas Gilang meliriknya?"

Lila membuka matanya perlahan, menatap langit-langit kamar dengan rahang yang masih mengeras.

“Aku tidak akan membiarkan ini terus berlanjut. Aku harus melakukan sesuatu. Sudah susah payah ibuku mengatur perjodohan dengan Bu Rosidah. Aku tidak akan membiarkan pembantu itu mengambilnya.”

Di saat yang sama, di kamar yang ada di lantai atas, Almira tertidur pulas. Senyum tipis menghiasi bibirnya setelah membaca pesan dari Mbak Rini, sebuah pesan singkat yang penuh arti.

"Misi berhasil."

Beberapa jam sebelumnya, saat Mbak Rini mengantarkan botol minum ke kamarnya, Almira telah menyampaikan instruksi penting. "Mbak, nanti gak usah siapkan air minum di kamar Gilang," bisik Almira.

“Kenapa, Bu? Kalau Mbak Lila marah gimana?" tanya Rini bingung.

Almira menarik tangan Rini dan dibawanya duduk di tepi ranjang. "Dia itu selalu terbangun tengah malam karena haus,” ucapnya membeberkan kebiasaan Gilang.

Almira melanjutkan, "Jika dia tidak menemukan air minum di kamarnya, dia pasti akan keluar mencari. Saat itulah kesempatanmu. Kamu harus siap menunggu Mas Gilang di dapur, dan lancarkan rencana serangan!"

“Oh, gitu?" Mbak Rini mengangguk mengerti. Ok, Bu. Saya paham apa yang harus saya lakukan. Saya akan pastikan rencana ini berjalan lancar."

Dan ternyata, semua yang diprediksi oleh Almira benar. Rantai peristiwa pun berjalan sesuai rencana yang telah dia susun bersama Mbak Rini.

Almira membalikkan tubuhnya, semakin nyaman dalam balutan selimut hangat. Rencananya berjalan dengan sempurna. Gilang telah jatuh ke dalam perangkapnya. Dan saat itu tiba, ia akan memberikan pelajaran yang tak terlupakan bagi pria yang telah mengkhianatinya

*

Pagi harinya, Lila bangun dan keluar dan mencari Rini di dapur. Tampak olehnya pembantu yang membuatnya tak bisa tidur nyenyak itu sedang sibuk menyiapkan sarapan.

"Rini," panggil Lila, dengan nada dingin.

Rini menoleh dan menatap Lila dengan tatapan sopan. "Ada apa, Mbak?"

"Pelet apa yang kamu gunakan pada suamiku?" sembur Lila dengan mata menyala.

Rini mengerutkan kening. “Maaf, Mbak? Ini maksudnya apa, ya? Kok saya gak paham?"

"Jangan pura-pura bodoh kamu!” bentak Lila.

"Saya benar-benar tidak tahu apa yang Mbak Lila maksudkan,” ucap mbak Rini sambil menggelengkan kepala.

Air mata perlahan menetes di pipi Rini yang entah kenapa Lila merasa semakin hari semakin glowing. Tidak seperti waktu pertama ia melihat Rini di rumah itu. Apakah Rini sengaja melakukan perawatan demi bisa menggoda suaminya?

Bu Rosidah dan Riana yang baru saja datang, menoleh dan menatap Lila dengan tatapan penasaran.

"Ada apa, Lila?" tanya Bu Rosidah. "Kenapa selalu ada ribut pagi-pagi?”

"Pembantu ini menggoda Mas Gilang, Bu," jawab Lila penuh kebencian. "Dia pasti lelah hidup miskin, ingin panjat dengan jalan pintas. Dan mas Gilang sudah tergoda sama dia. Mas Gilang selingkuh sama dia."

Bu Rosidah dan Riana terkejut mendengar ucapan Lila. "Apa?!" seru Bu Rosidah histeris. "Jangan menuduh anakku sembarangan kamu!"

"Aku tidak menuduh sembarangan," sahut Lila. Suaranya sudah naik beberapa oktaf, tak sadar jika yang ada di hadapannya adalah ibu mertuanya.

"Mbak Lila punya bukti?” tanya Riana yang juga tak suka kakaknya dituduh.

Lila tersenyum sinis, menatap Rini dengan tatapan merendahkan. "Memang aku belum punya bukti, tapi…” Lila menghentikan ucapannya. Apa iya dia harus bilang kalau Gilang menggaulinya dengan Rini sebagai fantasi? Itu tidak bisa membuktikan kalau Rini yang menggoda. Justru sebaliknya… Gilang yang memang buaya. Dan Rini tetap tampil sebagai pembantu yang rajin dan baik hati.

Tidak! Bukan seperti yang ia inginkan. Ia mau Rini terbukti bersalah dan diusir dari rumah ini.

Rini yang sejak tadi hanya terdiam menundukkan kepala sambil mengusap air mata, kini mengangkat wajahnya.

"Saya benar-benar tidak melakukan apa yang dituduhkan oleh Mbak Lila, Bu,” ucapnya sambil menatap wajah Bu Rosidah.

Bu Rosidah bingung harus memutuskan apa karena sama sekali tak tahu apa yang terjadi.

Di kamarnya, Gilang yang baru saja selesai bersiap untuk pergi ke kantor, tiba-tiba mendengar suara perdebatan sengit dari arah ruang makan. Suara Lila yang tinggi bersahutan dengan suara tangisan Mbak Rini, membuatnya bertanya-tanya.

Dengan langkah tergesa-gesa, Gilang bergegas menuju ruang makan. Pemandangan yang menyambutnya membuat darahnya mendidih. Mbak Rini bersimpuh di dekat sofa di mana ibunya duduk, menatap ibunya dengan berurai air mata. Sementara Lila berdiri di depan Rini dengan berkacak pinggang dan mata melotot merah.

"Ada apa ini?!" seru Gilang membuyarkan situasi yang mencekam. Kehadirannya membuat semua mata tertuju padanya, bagaikan seorang wasit yang datang untuk menghentikan pertandingan tinju.

Lila menoleh dan menatap Gilang dengan tatapan sinis. "Tanpa bertanya pun kamu pasti tahu. Ternyata benar kecurigaanku. Kamu berselingkuh dengan pembantu ini kan?"

"Apa maksudmu?" tanya Gilang gelagapan. Matanya memicing ke arah Rini. Apa jangan-jangan gadis ini sudah mengaku?

"Jangan pura-pura tidak tahu, Mas!" teriak Lila histeris. "Aku sudah tahu semuanya! Aku sering melihat kamu mencuri pandang ke arahnya! Dan semalam... aku dengar sendiri kamu menyebut namanya saat bersamaku! Hatiku sakit, Mas!" Akhirnya kalimat itu keluar juga dari mulut Lila. Ia tidak punya cara lain karena Gilang yang pura-pura tak berdosa.

Mata Gilang terbelalak. Tidak tahu harus berkata apa. Ia sendiri tidak sadar menyebut nama Rini. Tapi… apakah dia harus mengakui?

"Sudah cukup, Lila!" seru Gilang marah. "Omongan kamu itu ngawur!"

Gilang mendekati Rini dan membantu gadis itu untuk berdiri. "Sudah, Rini," ucap Gilang lembut. “Kamu kelihatan syok. Ayo aku antar kamu ke kamar."

Rini mengangguk dan menurut saja Gilang memapah tubuhnya.

“Ibu bisa lihat, kan?" Lila menatap ke arah Bu Rosidah. “Untuk apa Mas Gilang sampai repot-repot ngantar pembantu itu ke kamar kalau mereka memang tidak punya hubungan?”

Bu Rosidah dan Riana saling pandang. Apa benar Gilang berselingkuh? Tapi kenapa dengan pembantu? Kenapa tidak mencari wanita yang berkelas supaya bisa mengangkat derajat mereka?

“Ada apa sih, pagi-pagi ribut?" seru Almira yang baru turun dari kamarnya. “Kalian gak bisa ya, sehari saja membiarkan aku tenang?” Wanita itu segera duduk di kursi yang biasa ia duduki. Menyeruput jus alpukat yang sudah disiapkan oleh Mbak Rini. Matanya melirik ke arah Lila yang duduk dengan wajah merah padam.

“Ini baru ledakan kecil, dan kamu sudah kebakaran? Apa yang akan terjadi jika kamu tahu yang akan terjadi pada babak selanjutnya?"

1
ora
Kejutan apa lagi ini. Gilang jantungnya masih aman kan😆😆
Cindy
lanjut
mery harwati
Kami adalah pembeli rumah Ibu Almira 😛
Bongko langsung Gilang 😀
Rosidah langsung stroke
Lila langsung brojol bayine
Riana langsung semaput, ternyata pas diperiksa semaput mergo meteng
Wis paket komplit arep riyoyo siap dinikmati 😀😀
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: /Joyful//Joyful//Joyful/
total 2 replies
Hary Nengsih
terusir dr rumah nih
dewi rofiqoh
🤣 🤣 🤣 🤣 🤣 🤣 🤣 Ada-ada aja si rini.
Gagal maning gagal maning... Kagak jadi belah duren lagi si gilang🤣🤣🤣
astr.id_est 🌻
ngakak 🤣🤣🤣
tyta betyta
Itu meriam tembakannya paten banget brat bret brot🤣🤣🤣🤣
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: /Facepalm//Facepalm//Joyful//Joyful/
total 1 replies
Cindy
lanjut
〈⎳ FT. Zira
duhh.. miii.../Facepalm//Facepalm/

Sambil berdiri semua pengang perutnya... ini gimana konsepnyaa/Facepalm//Facepalm/
〈⎳ FT. Zira
Rini ngapainn... astaga/Facepalm//Facepalm/
〈⎳ FT. Zira
salah sendiiri lupa daratan/Smug/
〈⎳ FT. Zira
ada kta yg kurang nih mi..

"kali ini aku akan membiarkan pria lain...." kata tidak nya mana🧐🧐
Irma
jiyah sii rini emang paling bisa sungguh di luar dugaan 🤣🤣🤣 semangat thor
Nar Sih
hahaha rini,,pinter bnr ya ,serangan kentut brett.. yg bikin gilang kaburr😂😂
juwita
meni brat Bret brot si rini saking takutnya di mp🤣🤣
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
juwita
jurus mematikan itu rin. harusnya smpe pingsan si galangnya🤣🤣🤣
ora
Perkara kentut gagal lagi deh/Facepalm/
ora
Ada-ada aja🤣🤣🤣
Ummee
karma on the way
Ummee
ngakak akuu🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!