NovelToon NovelToon
Abiyan; TUAN MUDA Terbuang

Abiyan; TUAN MUDA Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Persahabatan / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Hidup bergelimang harta, tetapi tanpa kasih sayang seorang ibu, membuat Abiyan tumbuh menjadi sosok pemuda yang keras kepala dan pembangkang. Suatu hari dia melakukan kesalahan fatal dengan terlibat balapan liar yang mengakibatkan dirinya tertangkap polisi.

Akibat perbuatannya, Bastian sang ayah murka dan Abiyan harus menerima hukuman terberat: dia terbuang dari rumah yang selama ini menjadi istananya. Tanpa kemewahan, tanpa perlindungan, Abiyan terpaksa harus menghadapi dunia yang keras dan penuh tantangan seorang diri.

Mampukah Abiyan sang tuan muda yang terbuang, bertahan hidup dan belajar menjadi pribadi yang bertanggungjawab? Atau justru dia akan semakin terpuruk dalam kesengsaraan?

Ikuti kisahnya hanya di sini:

"Abiyan, Tuan Muda Terbuang" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Pertemuan tak terduga

Abiyan menggelengkan kepalanya, menatap Aldo dan Benny bergantian. "Balas dendam nggak akan menyelesaikan masalah."

"Gue sudah nggak ingin lagi terlibat dalam masalah yang bisa menghambat tujuan gue."

"Wuih...hebat! Salut gue sama loe, Bi," kata Aldo dengan bangga sambil menepuk pundak Abiyan. "Setelah mendapat ujian bertubi-tubi dalam hidup loe, ternyata sekarang loe bisa berkata bijak."

"Loe benar, Do," timpal Benny. "Gue juga nggak nyangka kalau Abiyan kita, bisa berubah secepat ini."

"Apa-apaan sih, kalian ini," kata Abiyan dengan tersipu malu.

.

Malam berganti pagi, Abiyan berangkat kerja shift pagi. diawali dengan rutinitas yang sama seperti hari-hari sebelumnya, Abiyan pamit berangkat kerja pada Aldo dan Benny. Dia tidak mau terlambat datang ke kafe mengingat dirinya merupakan karyawan baru.

" Gue berangkat, ya, Gaes," pamitnya pada kedua temannya ketika mereka sampai di pertigaan jalan, karena tujuan mereka berbeda.

"Semangat kerjanya ya, Bi. Siapa tahu hari ini ketemu sama cewek cantik," ucap Benny berkelakar.

Abiyan hanya tersenyum samar sambil menggelengkan kepala dengan kekonyolan Benny. Namun, itulah yang membuatnya merasa nyaman berada di antara mereka. Dia kemudian naik angkot jurusan yang melewati kafe tempatnya bekerja.

Lima belas menit berselang, Abiyan menghentikan angkot di depan kafe. Dia segera turun dari angkot dan membayar ongkos.

Baru saja Abiyan masuk ke dalam kafe, seorang wanita berparas manis yang sedang menyapu lantai menyambutnya dengan tersenyum padanya. "Eh, masnya karyawan baru, ya?" tanyanya dengan ramah.

Abiyan tertegun sesaat dan menatap wanita itu, sebelum akhirnya membalas tersenyum dan mengangguk. "Iya, Mbak. Baru masuk kemarin," jawab Abiyan seperlunya.

"Wah...! Selamat ya, Mas," ucapnya seraya mendekat ke arah Abiyan dan mengulurkan tangannya.

"Kenalkan, namaku Naraya. Kamu boleh panggil aku Nara atau Raya, suka-suka kamu aja," imbuhnya tanpa melepaskan senyumnya.

Abiyan masih terdiam belum tergerak untuk menyambut uluran tangan tersebut. Dia mengamati Naraya dari atas ke bawah, hingga kemudian mengernyitkan dahinya.

"Oh, maaf. Nggak salaman sama wanita, ya?" tanya Naraya seraya menarik uluran tangannya kembali.

Abiyan tersentak kecil lalu menggeleng cepat. "Oh, bukan begitu," sahutnya lalu meraih tangan Naraya dan menjabatnya dengan erat. "Namaku Abiyan," ucapnya sambil tersenyum manis membuat Naraya sedikit terpana.

"Woi... Kalian!" teriak salah seorang karyawan yang melihat adegan Abiyan dan Naraya.

"Kerja dulu, nanti saja kenalannya!" ucapnya lagi sembari menurunkan kursi dari atas meja.

Baik Abiyan maupun Naraya langsung tersipu malu dan salah tingkah. Naraya lantas melanjutkan pekerjaannya menyapu lantai, sementara Abiyan pergi ke ruang ganti untuk mengenakan seragam kafe. Kemudian dia pergi ke belakang mengambil alat pel untuk mengepel lantai.

Tak lama kemudian kafe pun mulai beroperasi. Aroma kopi menguar dari mesin kopi memenuhi ruangan, bercampur dengan wangi kue yang baru keluar dari pemanggang. Naraya dengan cekatan menata kue-kue di etalase, sedangkan Abiyan berdiri di depan pintu masuk untuk menyambut pelanggan yang datang.

"Selamat datang di kafe 'Impian'." Abiyan tersenyum ramah kepada para pelanggan yang mulai berdatangan. Ada yang datang untuk sekadar menikmati kopi pagi sebelum berangkat kerja, ada juga yang datang untuk mengerjakan tugas atau bertemu dengan teman. Suara obrolan pelan bercampur dengan alunan musik yang mengalun lembut, menciptakan suasana yang nyaman dan hangat di pagi hari.

Sesekali Abiyan melirik ke arah Naraya yang tampak ramah dan cekatan melayani pelanggan. Senyumnya yang manis seakan tak pernah pudar tersungging di bibirnya. Abiyan merasa kagum dengan Naraya yang tampak profesional dalam bekerja. Sementara dia sendiri kadang masih merasa kaku dan canggung, terutama saat harus berinteraksi dengan pelanggan.

Seorang wanita muda dengan make-up tebal dan pakaian mewah memanggil Abiyan dengan ketus. "Mas, ini gimana sih, mejanya masih kotor!" tegurnya sambil menunjuk meja yang terdapat noda tumpahan kopi dan remahan kue. Wajahnya menunjukkan ekspresi tidak senang dan tampak jijik.

Abiyan buru-buru menghampiri wanita tersebut dengan wajah panik. "Oh, maaf ya, Bu. Saya nggak lihat tadi. Sebentar saya bersihkan," jawabnya gugup, merasa bersalah karena tidak teliti.

Dia segera berlari ke belakang, mengambil lap basah dan spray pembersih. Dengan cepat, menyemprotkan cairan pembersih ke meja dan mengelapnya dengan kasar, berusaha menghilangkan noda kopi dan remahan kue secepat mungkin.

"Lama banget sih, Mas! Sampai kapan saya harus nunggu? Nggak kelar-kelar dari tadi!" bentak wanita itu, membuat beberapa pelanggan lain menoleh ke arah mereka. "Kenapa pelayanannya kayak gini, sih? Padahal saya ini pelanggan prioritas di sini!"

Abiyan semakin gugup. Dia terus mengelap meja dengan lebih keras, berharap bisa segera menyelesaikan pekerjaannya dan menenangkan wanita itu. Mengabaikan telapak tangannya yang terasa nyeri akibat terkena pecahan kaca kemarin.

"Sudah, Bu. Ini sudah bersih," Abiyan mempersilakan wanita itu duduk. Dia berusaha tersenyum, meskipun hatinya dipenuhi rasa bersalah.

"Lain kali, kalau pelanggan sudah pergi itu langsung dibersihkan, Mas! Jangan dibiarkan kayak gini! Ini nggak profesional namanya!" omel wanita itu sambil mendudukkan dirinya di kursi dengan kasar. "Saya itu bayar mahal di sini, bukan buat duduk di meja kotor!"

"Maafkan atas keteledoran kami, Bu. Saya janji, selanjutnya kami tidak akan mengulanginya lagi," kata Abiyan dengan tulus, sambil membungkukkan sedikit badannya. "Dan terima kasih atas kritik dan sarannya." berharap wanita itu tidak memperpanjang masalah.

Abiyan merasa malu karena kurang tanggap sehingga mendapat teguran pedas dari pelanggan yang marah. Namun, dia juga merasa termotivasi untuk belajar lebih banyak dan bekerja lebih baik lagi.

Naraya menghampiri Abiyan ketika pemuda itu berjalan lesu ke belakang, menuju ruang karyawan. "Sabar ya, Bi," katanya lembut sambil tersenyum menenangkan. "Kadang memang kita harus menghadapi pelanggan dengan beragam karakter. Ada yang sabar, ada juga yang rewel kayak tadi."

Abiyan menatap Naraya. "Iya, Ra. Aku tadi benar-benar panik."

"Nggak apa-apa, Bi. Itu wajar kok. Yang penting kamu sudah berusaha memberikan yang terbaik," kata Naraya sambil menepuk pelan bahu Abiyan. "Semangat ya! Jangan biarkan satu pelanggan yang rewel merusak mood kamu seharian."

Abiyan tersenyum, kata-kata penyemangat dari Naraya seolah mengembalikan semangatnya yang sempat meredup. Kehadiran wanita itu mampu memberikan ketenangan dan kekuatan baginya.

.

Sore itu, Pak Joni manager 'Kafe Impian' mengumpulkan semua karyawannya. "Malam ini kafe kita kedatangan tamu istimewa," ucapnya dengan nada serius.

"Ada seseorang yang membooking kafe kita. Jadi, layani mereka dengan baik dan jangan sampai mengecewakan," lanjutnya berpesan.

"Malam ini, kalian yang shift pagi, harus lembur membantu yang kerja shift malam. Kalian, paham?"

"Paham, Pak!" sahut karyawan serentak termasuk Abiyan dan Naraya.

Kemudian karyawan pun menyiapkan menu sesuai permintaan tamu istimewa tersebut. Abiyan diperbantukan di bagian penyajian minuman. Dia berusaha sebaik mungkin mengikuti instruksi dari barista senior, belajar membuat kopi dengan berbagai variasi.

"Kira-kira siapa ya, yang membooking kafe kita?" tanya salah seorang karyawan yang bekerja di bagian dapur.

"Dengar-dengar sih, owner dari aplikasi KopiKeliling," jawab rekannya.

"Aplikasi KopiKeliling?" gumam Abiyan dengan kening berkerut mendengar nama itu. Dia mencoba mengingat nama aplikasi tersebut, tetapi dia sama sekali tak mampu mengingatnya.

.

Malam pun tiba, kesibukan di Kafe Impian semakin meningkat seiring tamu istimewa yang datang. Pak Joni segera menyambut mereka dengan senyum lebar.

"Selamat datang di Kafe Impian, silakan duduk dan menikmati hidangan kami," ucapnya ramah sambil menyalami mereka satu persatu

Para karyawan langsung bergerak cepat mempersiapkan pesanan serta melayani tamu dengan ramah. Suasana kafe semakin ramai dan meriah. Abiyan yang sedang meracik kopi, tak sengaja melihat ke arah tamu yang datang. Pandangan mereka berserobok, membuatnya terkejut bukan main. Jantungnya berdegup kencang dan tubuhnya seakan membeku di tempatnya berdiri dengan wajah pucat pasi.

Siapakah kira-kira seseorang itu?

1
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
itu karena Lo aslinya bego🤣
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ngarang aja lo
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
keok dia. makanya jgn curang
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
tuh yg ditunggu² udah datang😄
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ortu egois. kalau mau nikah lagi seharusnya cari laki² yg juga mau menerima putrimu
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
nungguin Abiyan ya🤭
Aditya hp/ bunda Lia
anak tiri emak durjana nya Naraya ....
Aditya hp/ bunda Lia: pasti 😂😂
total 2 replies
Cindy
lanjut
vj'z tri
waduh kalau Abi d tolak cewek terus apa kabar kalian 🤣🤣🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya udah terima nasib🤭
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
emang kemjamu semula bagaimana? bentuk kodok atau kadal? di cci kan biar bersih, 🤧
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 3 replies
Esther
siapa dia
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah🤭
total 1 replies
ora
Mamanya, kah/CoolGuy/
Terus pemuda itu anak tirinya. Nggak punya sopan santun banget ....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin🤭
total 1 replies
ora
Haduhhh. Perkara kemeja aja jadi ngehina orang😒😒
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Patrick Khan
wahhh anak manja kyk nya itu😒
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: masa????
total 1 replies
Tiara Bella
siapa lg nh perempuan ibunya kah.....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin🤭
total 1 replies
Esther
Aku juga cinta kamu Abiyan.....kata Naraya🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😍🫶🫰😂
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
pertanyaanmu terjawab setelah membuka tas bekalnya.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nar Sih
ungkapan cinta keluar juga ,pasti nara menerima cinta mu abyan ,tpi kmu mesti sabar nunggu hinga nara sdh lahiran
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
Waaw, ... Biyan 👍
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
sudah kuduga. ayo Biyan, tunjukkan kalau kamu tdk bisa dipandang remeh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!