mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 14 kencan
Pukul lima sore....dan seperti biasa.
Xyra nampak berada di dalam kamar nyonya Laura untuk mempersiapkan segala sesuatu yang majikannya itu butuhkan untuk nanti malam.
Sementara nyonya Laura masih berada di bawah bersama putra dan menantunya juga cucu tirinya.
cklek...
Pintu kamar itu terbuka dari luar, Xyra menoleh ke arah pintu kamar yang terbuka.
" sudah mau pulang nona... ?! " tanya seseorang yang baru masuk itu yang tak lain adalah madam Liana.
" iya madam..." jawab Xyra sembari menghela nafas.
Ia merasa risih dengan cara wanita itu memanggilnya.
Ia tak tahu kenapa tiba tiba wanita itu memanggilnya demikian.
Padahal seingatnya, madam Liana tidak pernah memanggilnya seperti itu.
" madam...bisakah anda memanggil saya biasa saja ?!
saya hanya pelayan di sini, panggilan yang madam sematkan kepada saya sangat tidak pantas untuk saya..."
Ucap Xyra pelan.
Madam Liana menatap gadis cantik di hadapannya dengan mengangkat satu alisnya, bibirnya menyunggingkan senyum tipis.
" benarkah ?! lalu...bagaimana aku harus memanggilmu nona ?! " tanya madam Liana lagi setengah menggoda.
Sungguh hatinya tergelitik saat ini, wanita di hadapannya itu sangat polos.
Ia bahkan tak menyadari sama sekali jika keberadaannya telah menjadi sumber perhatian sang kulkas berjalan.
Mendengar panggilan yang masih sama kepadanya...
Xyra menghela nafas.
" sudahlah nona...hanya sebuah panggilan, jangan terlalu di pikirkan.
ini gaji kamu bulan ini....." ucap madam Liana sambil menyodorkan sebuah amplop putih yang cukup tebal kepada Xyra.
Xyra tertegun menatap amplop itu.
" bersenang senanglah nona....nyonya memberikan sedikit bonus untukmu...." tiba tiba madam Liana mendekat dan berbisik di telinga Xyra.
" tidak usah berpamitan kepada nyonya, langsung pulang saja...." ucap madam Liana sambil memutar tubuhnya meninggalkan kamar itu bersama Xyra yang masih tertegun.
Amplop di tangannya sangat tebal, ia tak tahu berapa isinya.
Ketika ia tenggelam tentang berapa isi di amplop itu.
Ponselnya berbunyi, sebuah pesan masuk.
( sayang...aku di depan )
Bunyi pesan dari Yari sang suami kepadanya dan sukses membuat Xyra tersenyum ceria.
Sejenak ia lupa dengan isi amplop di tangannya.
Xyra segera keluar dari kamar karena memang pekerjaannya sudah selesai.
Usai mengambil tasnya, Xyra segera melenggang keluar vila dan langsung menuju pintu gerbang vila.
Matanya kian berbinar ketika dari kejauhan ia bisa melihat mobil sang suami sedang terparkir di seberang jalan.
" pulang mbak Xyxi....?! " sapa ucup yang saat ini berada di pos.
" iya mas Ucup...."
" ngojek lagi ?! "
" tidak....itu....suami saya jemput " jawab Xyra sambil menunjuk Yari yang sudah berdiri di sisi mobilnya.
Seolah tak percaya dengan jawaban Xyra, Ucup melongokkan kepalanya melihat ke arah jari telunjuk Xyra.
" oh..." hanya itu kalimat yang keluar dari bibir Ucup melihat sosok yang tentu lebih segalanya darinya benar berada di seberang jalan.
Ada setitik kecewa di sudut hatinya.
Pantesan wanita itu nurut saja sama suaminya, orang suaminya emang seganteng itu....
Cicitnya di dalam hati.
Ucup masuk kembali dengan raut wajah di tekuk setelah Xyra pamit dan akhirnya berlalu dari hadapannya.
Ia memilih masuk kembali ke dalam pos karena tak mau lebih sakit hati melihat Xyra bersama sang suami.
Sementara Xyra,
" mas kok jemput ?! " ucap Xyra ketika ia telah berada di dalam mobil.
" iya...pengen ngajak kamu kencan, mau ?! " jawab Yari sambil mencium sekilas kening sang istri.
" mau...kemana ?! "
" kemanapun kamu mau, kamu mau kemana ?! "
" terserah mas aja....aku nurut aja " jawab Xyra sambil tersenyum.
" ok...kita ke mall aja ya....kita cari makan di sana lalu nonton "
" emmmm.....mas...aku baru gajian, pakek uang aku aja ya..." ucap Xyra hati hati.
Yari menatap sang istri,
" tidak...aku yang bayar,
gaji kamu simpan untuk kamu sendiri... "
" tapi mas....nanti ibu...."
" sudah jangan pikirkan ibu, ibu urusan mas...
kita berangkat..." ucap Yari dan tak lama laki laki itu melajukan mobilnya dan mulai menjauh dari tempat itu.
Sepanjang perjalanan, Yari nampak ceria...sesekali ia melempar gombalan kepada sang istri.
Setelah hampir satu jam perjalanan.
Mobil Yari mulai memasuki area food teras dan terus melaju hingga akhirnya berhenti di area parkir sebuah mall berlantai tiga.
Sebuah mall terbesar di kota tempat mereka tinggal dan jaraknya juga cukup lumayan jauh dari rumah mereka.
Yari melangkah masuk ke dalam area mall sambil menggandeng mesra tangan Xyra.
Tempat pertama yang ia tuju adalah sebuah toko pakaian.
Yari membelikan satu stel gamis lengkap dengan hijabnya.
Warna denim dengan hijab long khimar warna cream menjadi pilihan Xyra.
Wanita itu terlihat cantik dengan warna gamis dan hijab pilihannya itu.
Sangking terlihat cantiknya, Yari sampai tidak sadar mencium pipi sang istri di tempat umum.
Xyra yang terkejut dengan kelakuan sang suami sontak melotot dan mengeplak pelan lengan sang suami.
Sementara Yari hanya bisa tersenyum kiku menyadari apa yang ia lakukan kepada Xyra menjadi pusat perhatian banyak orang.
Usai memilih pakaian dan langsung memakainya, Yari kembali mengajak sang istri menuju ke sebuah food court yang ada di mall itu.
Kali ini laki laki itu melangkah sambil memeluk pinggang Xyra,
Ia seolah ingin menegaskan ke semua orang jika wanita di sisinya itu adalah miliknya.
Yari dan Xyra benar benar seperti orang yang sedang berkencan.
Perlakuan dan sikap Yari sungguh membuat Xyra merasa menjadi wanita paling beruntung.
Saat ini keduanya telah berada di salah satu tempat makan pilihan Yari karena memang Xyra yang hanya mau menurut pada Yari saja.
Dan bebek goreng lada hitam menjadi pilihan Yari.
Yari dan Xyra nampak bahagia dan terlihat mesra saat makan bersama.
Hingga mereka tak menyadari adanya sepasang mata yang menatap kebahagiaan dan kemesraan mereka dengan tatapan tajam dan raut wajah dingin.
baru ini q mendukung yg namanya Pelakor
ayo kak up lagi, esmosi jiwa ini aku🤣🤣🙏🙏
Manusia seperti Yati akan sadar,ketika dia sudah di tinggalkan.
dia akan tahu kekurangannya sebagai laki laki normal.
Bener² suami yg cocok jadi hujatan netizen.
Makasih Kak Thara, hari ini udah up 3 kali. aku kasih kopi deh yah biar lancar ide dongeng dan up lagi wkwkwkw
bikin ilfil tahu kelakuan mu yariii!!!
cobalah jadi laki laki gentleman gitu nah..akui kalau km yg gak bisa menghamili istrimu.
jangan diem ajj nyari aman.
kenapa setiap part "Julid" di buku kak Tara ini bikin hati dongkol..mbayangin yg ngomong persis mulutnya ibu² komplek yg suka ghibah.
rasa pengen ku remes mulut mertuanya xhyra
emosi akuhh🤭🙏🙏
yg ada malah bikin Xyxi jengkel.