Aruna Putri Rahardian harus menelan pil pahit ketika ayahnya menuduh sang ibu berselingkuh. Bahkan setelehnya dia tak mengakui Aruna sebagai anaknya. Berbeda dengan adiknya Arkha yang masih di akui. Entah siapa yang menghembuskan fit-nah itu.
Bima Rahardian yang tak terima terus menyik-sa istrinya, Mutiara hingga akhirnya meregang nyawa. Sedangkan Aruna tak di biarkan pergi dari rumah dan terus mendapatkan sik-saan juga darinya. Bahkan yang paling membuat Aruna sangat sakit, pria yang tak mau di anggap ayah itu menikah lagi dengan wanita yang sangat dia kenal, kakak tiri ibunya. Hingga akhirnya Aruna memberanikan diri untuk kabur dari penjara Bima. Setelah bertahun-tahun akhinya dia kembali dan membalaskan semua perlakuan ayahnya.
Akankan Aruna bisa membalaskan dendamnya kepada sang ayah? Ataukah dia tak akan tega membalas semuanya karena rasa takut di dalam dirinya kepada sangat ayah! Apalagi perlakuan dari ayahnya sudah membuat trauma dalam dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Kembali Ayah! 25
"Sialan kau Bima! Kau mengirim Dewi mautmu padaku tanpa aba-aba! Dasar pria licik!" teriak Dave saat melihat Bima di sana.
"Kau saja yang teledor dan bo-doh karena bisa kalah oleh anak kecil seperti dia!" jawab Bima kemudian tertawa terbahak menikmati ekspresi ketakutan dan kemarahan dari Dave.
"Baji-ngan penge-cut kau Bima! Jika memang kau benar-benar seorang pemimpin, harusnya kaulah yang turun sendiri melawanku! aku yakin jika aku lebih kuat darimu! Kau tidak ada apa-apanya dibanding aku!" Sindir Dave membuat Bima marah.
"Apa gunanya kita merawat dan membesarkan juga menggaji para an-/jing seperti mereka kalau tidak dimanfaatkan dengan baik!" jawab Bima membuat Edwin dan Ramon juga anak buahnya yang lain di sana terlihat mengepalkan kedua tangannya merasa marah dengan ucapan Bima yang menyamakan mereka dengan hewan. Dia tak mengira ucapan Bima akan sangat merendahkan mereka seperti itu.
"Dasar pria baji-ngan!" teriak Dave tapi berakhir dengan satu tem-ba-kan tepat di kepala dari Bima membuat Dave langsung ambruk di tempat dan tak sadarkan diri.
"Dasar pria bo-doh!" umpat Bima melemparkan sen-ja-ta yang tadi dia gunakan seenaknya. Ramon membawa dan menyimpannya. Kemudian mereka mengikuti Bima ke aula. Semua anggotanya sudah berkumpul. Termasuk Aruna untuk hari terakhirnya.
"Kalian semua akan mendapatkan bonus sama rata! Edwin berikan uang itu kepada mereka semua agar mereka bisa lebih giat lagi untuk bekerja padaku!" ucap Bima.
"Terima kasih Tuan!" jawab mereka serempak kemudian membungkukkan bahunya. Aruna, Ramon dan Edwin membagikan uang secara cash kepada mereka semua. setelah selesai mereka berempat masuk ke dalam ruangan Bima.
"Ini, masa tahanan saya sudah habis hari ini. Hari ini adalah hari kebebasan saya dari neraka yang anda buat!" Aruna memberikan surat perjanjian mereka membuat Bima baru menyadari kalau Aruna sudah selesai.
"Sebagai seorang pria dan pimpinan kelompok bawah yang besar seperti ini tak akan membuat anda ingkar janji kan Tuan? semua sudah sesuai prosedur yang anda inginkan! Saya permisi. Sampai jumpa dengan Aruna versi yang lainnya. Saya akan kembali lagi ke hadapan anda!" jawab Aruna pergi dari sana.
Blaaam
Dia menutup pintu dengan sangat kencang membuat tiga orang pria di sana kaget bukan main. Aruna bisa seberani itu kepada Bima, mungkin karena sekarang dia sudah bebas dan tak terikat apapun dengan pria itu. Bahkan sejak lama dia tak masuk ke dalam kartu keluarga Ayahnya. Entahlah dia punya data pribadi atau tidak. Karena Aruna bisa membuat data sendiri.
"Anak kurang ajar! Kau fikir bisa lolos dariku begitu saja! Aku tak akan membiarkanmu bebas begitu saja! Apalagi aku sudah mengurus dan juga membuat kamu menjadi seperti saat ini! Kau masih aku butuhkan untuk menjadi algojo utamaku!" geram Bima membuat Edwin dan Ramon mengepalkan tangannya di belakang sana.
Mereka berdua sudah memperkirakan hal ini, Bima takkan begitu saja membebaskan Aruna. Apalagi Aruna merupakan algojo utama pada kelompoknya dan dia sangat disegani oleh semua kelompok lawan. Musuh terbesar mereka sebenarnya bukanlah kelompok Dave. Dave hanya sebagian kecil saja dari kelompok yang akan dikuasai oleh Bima. Pria itu terlalu serakah, padahal mereka sudah menjadi tiga kelompok terbesar di wilayah itu. Tapi Bima sepertinya belum puas dengan pencapaiannya saat ini.
"Kalian ikuti dan awasi ke mana anak itu pergi setelah ini! Aku tak mau kalian kehilangan jejaknya!" perintah Bima.
"Apa anda lupa siapa Aruna sekarang Tuan! Dia sekarang merupakan Algojo anda yang di takuti banyak orang. Bahkan untuk saat ini kami juga tidak akan bisa melawannya sendirian," jawab Edwin.
"Bukan hanya itu saja, Aruna merupakan wanita yang memiliki kehebatan dalam berkamuflase dan juga bersembunyi. Kami akan kesulitan untuk mengikuti dia," Ramon mengingatkan.
"Shiiiit! Ikuti dia sekarang! Jangan sampai kehilangan jejaknya!" perintah Bima.
Mereka berlari menuju luar dan berharap Aruna masih ada di sekitar sana dan tak terlalu jauh.
"Apa Aruna sudah pergi?" tanya Bima.
"Sudah dari tadi Tuan! Dan dia pergi membawa tas ranselnya," jawab salah satu anggota di sana.
"Sial! Cepat cari dan bawa dia kembali lagi kesini dalam keadaan hidup!" perintah Bima terlihat frustasi.
Beberapa anak buahnya terlihat kebingungan tapi mereka tetap pergi dari sana termasuk Ramon dan juga Edwin. Selama ini mereka sengaja tidak menunjukkan kedekatan dengan Aruna di depan Bima seperti keinginan gadis itu. Dan buktinya hal itu berguna, saat ini Bima tak menaruh curiga kepada mereka berdua kalau mereka sangat dekat.
"Kurang ajar! Aku bahkan lupa kalau dia akan bebas hari ini! Kenapa aku bisa lupa dan tak ada yang mengingatkan aku akan hal ini! Aku tak boleh kehilangan anak itu! Dia sangat berguna untukku mendapatkan kekuasaan lebih besar lagi! Dasar anak kurang ajar! Sepertinya dia sudah mempersiapkan kepergiannya. Arkha! Apa mungkin dia menemui Arkha?" gumam Bima yang sedari tadi bolak balik di dalam ruangannya.
Bima benar-benar terlihat panik saat sadar kalau dia sudah kehilangan Aruna. Aset luar biasa yang dia miliki. Dia segera menghubungi orang yang di tugaskan menjaga Arkha. Ternyata sekarang mereka sedang dalam perjalanan pulang dan tak ada yang menemui Arkha semenjak tadi. Begitu laporan yang dia terima dari anak buahnya.
"Kurang ajar sekali kau Aruna! Aku tak akan membiarkan kamu pergi dariku dengan mudah?! Aku pastikan kau akan kembali secepatnya!" emosi Bima dan membanting semua yang ada di depannya. Dia juga berteriak membuat beberapa anak buahnya yang ada di sana terlihat saling pandang kebingungan. Tapi mereka tak berani mendekat bahkan mereka semua menghindar dari dekat Bima. daripada akan menjadi sasaran amarah pria itu tanpa alasan.
calon keluarga mafia somplak 🤣🤣🤣
mau anda apa sih Pak bima ,,
herman saya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/