NovelToon NovelToon
Dibalik Lampu Sorot

Dibalik Lampu Sorot

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Duniahiburan / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Andreas St. Clair adalah definisi dari kesempurnaan yang arogan. Sebagai aktor papan atas sekaligus pewaris dinasti elit New York, ia tidak memiliki toleransi untuk kegagalan atau amatirisme. Baginya, film terbarunya hanyalah bisnis biasa, hingga ia dipasangkan dengan Seraphina Vanderbilt, Terkenal Gadis Manis Manhattan yang reputasinya sebersih salju.
Ketegangan memuncak di lokasi syuting saat adegan ciuman mereka gagal hingga enam kali.
Andreas, yang muak dengan kekakuan Seraphina, menghina bakat dan profesionalitasnya di depan semua orang. Namun, Andreas tidak tahu bahwa di balik sikap dingin Seraphina, tersimpan sebuah rahasia, itu adalah ciuman pertamanya, baik di depan kamera maupun dalam hidupnya.
Terluka dan dipicu amarah, Seraphina melepaskan topeng "gadis baik-baik" miliknya. Dia menantang ego Andreas dengan keberanian yang belum pernah dilihat dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Studio pemotretan di sebuah gedung District itu terasa mencekam.

Di bawah arahan fotografer ternama dunia, lampu-lampu strobe berkilat dengan intensitas yang menyilaukan. Konsepnya adalah “Intim Morning”, sebuah narasi visual tentang pasangan yang baru saja terbangun di balik selimut sutra L’Aurore.

Andreas berdiri di tengah set, hanya mengenakan celana tidur satin hitam. Di depannya, Veris Cloth berdiri dengan kecantikan yang mematikan, mengenakan lingerie sutra yang hampir tidak menutupi apa-apa.

Begitu kamera mulai bekerja, Veris menunjukkan kelasnya sebagai supermodel papan atas. Namun, ada yang berbeda. Dia bukan hanya berakting, dia sedang mencoba merebut kembali apa yang pernah menjadi miliknya.

"Andreas, bisakah kau lebih dekat sedikit?" instruksi fotografer.

Veris mengambil kesempatan itu. Dia melingkarkan lengannya yang lentur ke leher Andreas, jarinya bermain di rambut belakang kepala pria itu, gerakan yang dulu selalu membuat Andreas luluh. Dia mendekatkan wajahnya, membiarkan napasnya yang beraroma vanila menyentuh bibir Andreas.

"Aku merindukanmu, Dre," bisik Veris, suaranya sangat lirih hingga hanya Andreas yang bisa mendengarnya di tengah kebisingan studio. "Paris terasa sepi tanpa bayanganmu. Aku sudah mengakhirinya dengan dia. Pernikahan itu... batal. Aku kembali untukmu."

Tangan Veris mulai melakukan sentuhan-sentuhan yang gila, dia mengelus dada bidang Andreas, jarinya menekan lembut tepat di atas detak jantung pria itu. Dia mencoba membangkitkan gairah lama yang biasanya sangat mudah ia kendalikan.

Namun, Veris melakukan satu kesalahan fatal, dia meremehkan seorang wanita bernama Seraphina Vanderbilt.

Andreas merasakan sentuhan Veris, namun alih-alih merasa bergairah, dia justru merasa muak. Di matanya, setiap sentuhan Veris terasa seperti manipulasi. Setiap kali dia melihat wajah Veris yang begitu dekat, ingatannya justru melompat pada wajah Sera yang menangis saat dia salah menyebut nama malam itu.

Dia teringat bagaimana Sera memberikan segalanya dengan tulus, sementara Veris hanya datang saat butuh dan pergi saat ada tawaran yang lebih menarik.

"Veris, cukup," desis Andreas dingin. Dia tidak melepaskan pelukannya karena kamera masih membidik, tapi matanya menatap Veris dengan kejernihan yang mengerikan.

"Kau tidak kembali untukku. Kau kembali karena kariermu di Paris meredup dan kau butuh namaku untuk naik lagi."

Veris tersentak, senyum modelnya sedikit retak. "Dre, aku membatalkan pernikahanku!"

"Itu urusanmu, bukan urusanku," jawab Andreas tegas. "Lakukan pekerjaanmu secara profesional, atau aku akan keluar dari studio ini sekarang juga."

Andreas menyelesaikan sesi itu dengan wajah yang datar dan kaku. Dia tidak memberikan celah sedikit pun bagi Veris untuk menyentuhnya lebih dari sekadar tuntutan naskah foto. Baginya, Veris kini hanyalah rekan kerja yang menyebalkan, sama sekali bukan lagi sebuah rumah.

Sore harinya, hasil foto itu resmi dirilis sebagai teaser. Internet langsung meledak. Namun, bukan hanya karena foto panas mereka, melainkan karena pernyataan resmi dari agensi Veris Cloth yang keluar hampir bersamaan:

"Veris Cloth secara resmi telah membatalkan pertunangan dan rencana pernikahannya. Saat ini, ia fokus untuk kembali membangun kariernya di New York."

Dunia hiburan New York berasumsi bahwa reuni mereka di pemotretan adalah alasan di balik batalnya pernikahan itu. Media sosial dipenuhi dengan teori bahwa Andreas St. Clair adalah penyebab Veris kembali.

Andreas langsung menyambar jasnya dan pergi meninggalkan studio tanpa berpamitan pada Veris yang masih mencoba mengejarnya. Dia memacu mobilnya dengan kencang menuju Tribeca. Dia tahu Sera pasti sudah melihat berita itu. Dia tahu Sera pasti sedang hancur di dalam sana.

Saat Andreas sampai di apartemen Sera, dia menemukan pintu terkunci dari dalam.

"Sera! Buka pintunya!" teriak Andreas sambil terus menekan kode akses, namun Sera sepertinya telah mengubah kodenya.

"Sera, dengarkan aku! Berita itu sampah! Dia yang membatalkan pernikahannya sendiri, aku tidak ada hubungannya dengan itu!" Andreas memukul pintu dengan frustrasi.

"Aku mencintaimu, Sera! Jangan biarkan wanita itu menang dengan membuatmu meragukanku!"

Tiba-tiba, pintu terbuka. Sera berdiri di sana dengan mata yang sembab, memegang ponsel yang masih menampilkan foto panas Andreas dan Veris.

"Kau terlihat sangat serasi dengannya di foto itu, Andreas," ucap Sera, suaranya bergetar hebat. "Dia bebas sekarang. Dia sudah tidak punya siapa-siapa. Bukankah itu yang kau inginkan selama ini?"

Andreas tidak menjawab dengan kata-kata. Dia merangsek masuk, menyudutkan Sera ke dinding dan menciumnya dengan intensitas yang seolah mengatakan bahwa hanya Sera-lah yang ada di hidupnya. Ciuman itu penuh dengan rasa haus, penyesalan, dan pernyataan kepemilikan.

"Dia mencoba segalanya di studio tadi, Sera," bisik Andreas di sela ciumannya.

"Dia menyentuhku, dia memohon padaku... tapi aku hanya memikirkan mu. Aku muak padanya. Aku mencintaimu, kau dengar? Aku tidak akan pernah kembali ke rumah yang sudah hancur jika aku sudah menemukan istana di dalam dirimu."

Sera terisak, tangannya yang tadi terkepal perlahan mulai merambat naik ke leher Andreas. Rasa sakit hati itu masih ada, namun ketegasan di mata Andreas memberikan sedikit harapan.

"Jangan pernah... jangan pernah sebut namanya lagi," bisik Sera di antara tangisnya.

"Tidak akan pernah," janji Andreas. "Mulai hari ini, naskah hidupku hanya tentang kita."

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Triana Oktafiani
Terloveh semua ceritamu ❤️❤️
ros 🍂: ma'aciww kak 😍
total 1 replies
isnaini_jk 28
Luar biasa
ros 🍂: Ma'aciww kak😍
total 1 replies
Siti Maryati
bagus .... bagus ..... ceritanya
ros 🍂: Ma'aciww kak 😍
total 1 replies
Siti Maryati
enak bacanya...bahasa tertata, alur cerita nya bagus
ros 🍂: Ma'aciww 😍
total 1 replies
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
ini tuch bgus banget asli cuma baru nemu aja.... karna gak kepikiran judulnya Inggris gak nyambung di pencarian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!