Yin Chen menemukan papan catur ajaib di hutan bambu—setiap gerakannya mempengaruhi dunia nyata. Saat kekuatan gelap mengancam keseimbangan alam, dia bertemu Lan Wei dari kelompok Pencari Kebenaran dan mengetahui bahwa pemain lawan adalah saudara kembarnya yang hilang, Yin Yang. Bersama mereka harus menyatukan kekuatan untuk mengakhiri permainan kuno yang bisa menyelamatkan atau menghancurkan dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16: MASA DEPAN YANG TERANG BERSINAR
Setelah beberapa bulan bekerja di pusat pembelajaran dekat hutan Mengyou, Yin Chen, Yin Yang, dan Lan Wei melihat perkembangan yang luar biasa di seluruh wilayah sekitar. Desa-desa yang dulu terpuruk kini kembali ramai dengan kehidupan, ladang yang kering menjadi subur kembali, dan hubungan antara manusia dengan alam semakin erat dan harmonis. Namun mereka tahu bahwa tugas sebagai penjaga keseimbangan tidak pernah berakhir—selalu ada hal baru yang perlu dipelajari dan tantangan yang harus dihadapi.
Pada pagi hari yang cerah, mereka berkumpul bersama dengan para pengajar baru yang telah dilatih untuk meneruskan pekerjaan menjaga keseimbangan alam. Di halaman pusat pembelajaran yang kini sudah lebih luas dan lengkap dengan fasilitas baru, mereka akan memberikan arahan penting tentang langkah-langkah berikutnya dalam menjaga kelangsungan kerja mereka.
“Kita telah berhasil membangun dasar yang kuat untuk masa depan,” kata Yin Chen dengan suara yang jelas dan penuh keyakinan. “Namun kita harus selalu ingat bahwa alam adalah sesuatu yang hidup dan terus berkembang—kita tidak bisa hanya mengandalkan pengetahuan masa lalu, tetapi juga harus siap beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.”
Semua pengajar dan penjaga yang ada di sana mendengarkan dengan penuh perhatian. Mereka telah melihat sendiri bagaimana kerja sama antara manusia dan alam bisa membawa perubahan besar, dan kini siap untuk mengambil peran lebih aktif dalam menjaga keseimbangan yang telah terbangun dengan susah payah.
“Kita akan membentuk sebuah jaringan penjaga alam yang lebih luas,” jelas Yin Yang sambil mengarahkan tangan ke arah peta besar yang menggambarkan seluruh wilayah sekitar hutan Mengyou. “Setiap desa akan memiliki perwakilan yang bertanggung jawab untuk memantau kondisi alam di wilayah mereka, serta berkomunikasi dengan pusat pembelajaran jika ada hal yang perlu diperhatikan atau diperbaiki.”
Mereka mulai membahas tentang bagaimana mengembangkan jaringan komunikasi yang efektif antara desa-desa dan pusat pembelajaran. Dengan menggunakan simbol-simbol kuno yang telah mereka pelajari, mereka membuat sistem isyarat yang bisa dipahami oleh semua pihak—baik untuk memberikan informasi tentang kondisi alam, maupun untuk memanggil bantuan jika terjadi masalah yang tidak bisa ditangani oleh desa sendiri.
Pada hari kedua pembicaraan tersebut, mereka memutuskan untuk membentuk sebuah dewan yang terdiri dari perwakilan dari setiap desa sekitar. Dewan ini akan bertugas untuk memantau kondisi alam secara berkala, membuat keputusan bersama tentang langkah-langkah yang perlu diambil, serta menjadi jembatan antara masyarakat dan penjaga keseimbangan alam seperti mereka.
“Saya percaya bahwa dengan adanya dewan ini, kita bisa lebih efektif dalam menangani segala masalah yang muncul,” kata Lan Wei dengan suara yang penuh keyakinan. “Setiap desa akan memiliki suara yang sama pentingnya, dan keputusan yang diambil akan selalu berdasarkan pada apa yang terbaik bagi semua pihak.”
Beberapa minggu kemudian, dewan tersebut resmi dibentuk dengan nama Dewan Penjaga Alam. Setiap perwakilan dari desa-desa sekitar diangkat sebagai anggota dewan, dengan tugas untuk melaporkan kondisi alam di wilayah masing-masing serta bekerja sama untuk mencari solusi bersama jika ada masalah yang muncul.
Pada hari pertama pertemuan dewan, mereka membahas tentang bagaimana menangani musim kemarau yang mungkin akan datang serta cara membantu desa-desa yang mungkin kesulitan akibat kekurangan air. Mereka membuat rencana bersama untuk menyimpan air hujan di setiap desa, membangun sumur dalam dan waduk kecil yang bisa membantu mengatasi kekeringan jika musim kemarau tiba.
“Kita harus selalu siap menghadapi segala kemungkinan,” kata salah satu anggota dewan bernama Liu Jing dari desa Ping'an. “Dengan persiapan yang matang, kita bisa membantu banyak orang dan mencegah kesulitan yang tidak perlu.”
Setelah pertemuan dewan selesai, mereka kembali ke pusat pembelajaran untuk merencanakan langkah-langkah berikutnya. Yin Chen mulai mengembangkan metode baru untuk mengukur keseimbangan alam secara lebih akurat, menggunakan kombinasi antara pengetahuan kuno dan teknologi sederhana yang bisa dibuat oleh masyarakat desa.
“Saya telah menemukan cara untuk membuat alat sederhana yang bisa membantu memantau kualitas udara dan tanah,” jelasnya sambil menunjukkan sebuah alat kecil yang terbuat dari kayu dan logam yang ditemukan di sekitar hutan. “Alat ini bisa menunjukkan apakah ada perubahan pada energi alam di sekitar kita.”
Lan Wei membantu menguji alat tersebut dengan berbagai kondisi alam yang berbeda. Mereka menemukan bahwa alat tersebut bekerja dengan sangat baik—dapat menunjukkan perubahan kecil pada kualitas udara, kelembaban tanah, serta keseimbangan energi di sekitar mereka. Hal ini menjadi alat yang sangat berguna bagi masyarakat desa untuk memantau kondisi alam di wilayah mereka sendiri.
Pada bulan berikutnya, mereka mengadakan lokakarya besar yang dihadiri oleh ratusan orang dari berbagai desa sekitar. Lokakarya ini bertujuan untuk menyatukan pengetahuan kuno dengan pengetahuan modern, serta mengembangkan cara-cara baru untuk hidup selaras dengan alam. Banyak ahli dari berbagai bidang datang untuk berbagi pengetahuan—mulai dari petani yang ahli dalam mengelola tanah, hingga penyembuh tradisional yang mengetahui khasiat tanaman obat.
“Saya sangat terkesan dengan semangat yang Anda semua tunjukkan,” kata Yin Yang dengan suara yang penuh penghargaan. “Ini adalah bukti bahwa kita bisa mencapai hal-hal besar jika bekerja sama dengan tujuan yang sama.”
Mereka menghabiskan beberapa minggu untuk mengajar dan berbagi pengetahuan dengan semua orang yang datang. Setiap hari ada sesi praktik di mana peserta diajarkan cara mengidentifikasi tanaman obat, membuat ramuan tradisional, serta memahami siklus alam yang memengaruhi kehidupan mereka sehari-hari. Banyak yang merasa terbantu dan mulai menerapkan apa yang mereka pelajari di desa masing-masing.
Ketika musim hujan tiba, mereka membantu masyarakat desa dalam menyiapkan diri untuk menghadapi musim tersebut. Mereka mengajarkan teknik untuk memperbaiki saluran irigasi, membangun tempat penampungan air yang aman, serta membuat bahan bakar alternatif dari limbah organik yang bisa digunakan selama musim hujan panjang.
“Sangat penting bagi kita untuk selalu siap menghadapi segala kemungkinan,” kata Yin Chen dengan suara yang tegas. “Alam memberikan kita banyak hal, dan kita harus merespons dengan cara yang tepat untuk menjaga kelangsungan hidup kita semua.”
Setelah musim hujan berlalu dan cuaca kembali cerah, mereka melanjutkan pekerjaan mereka dalam mengembangkan pusat pembelajaran menjadi lebih baik. Mereka menambahkan fasilitas baru seperti ruang untuk menyimpan bahan obat tradisional, area untuk menanam tanaman obat khusus, serta tempat untuk mengadakan pertemuan rutin dengan masyarakat desa.
Pada hari terakhir sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke wilayah lain, seluruh desa berkumpul untuk memberikan penghargaan kepada Yin Chen, Yin Yang, dan Lan Wei. Mereka diberikan hadiah berupa perhiasan tangan yang dibuat dengan simbol-simbol kuno yang telah mereka pelajari bersama-sama.
“Kalian telah membawa perubahan besar bagi kita semua,” ucap seorang pemimpin desa dengan suara yang penuh rasa hormat. “Kita tidak akan pernah melupakan apa yang telah kalian lakukan untuk kita.”
Dengan hati yang penuh rasa syukur dan harapan yang besar untuk masa depan, mereka melanjutkan perjalanan ke wilayah lain yang membutuhkan bantuan mereka. Mereka tahu bahwa tugas sebagai penjaga keseimbangan alam adalah pekerjaan seumur hidup, dan mereka siap menghadapi segala tantangan yang akan datang dengan keyakinan bahwa kerja sama dan rasa hormat adalah kunci untuk kehidupan yang lebih baik bagi semua makhluk hidup di dunia ini.