Seorang gadis bernama Sabrina adelia, dia cewek tomboy, cuek, suka yang gratisan dan juga ringan lidah, namun terkadang juga memiliki lidah pedas jika di usik, mendadak terbangun di dunia novel kerajaan modern. Novel yang dia buat sendiri. Sabrina adalah seorang penulis terkenal, namun ketika dia merilis novel terbaru, banyak para penggemarnya yang marah. Karena kehidupan pemeran utama wanita yang tragis bernama kayana. Dimana pemeran utama wanita yang lemah, di jodohkan oleh pria tokoh utama, pria terkaya dan dingin bernama Pangeran Xavier Maheswara. Namun pangeran xavier telah memiliki kekasih bernama Aruna Lauren, aruna sang figuran yang seharusnya menjadi pelengkap di puja bagaikan tokoh utama wanita.
Sang pemeran utama wanita juga harus menyamar sebagai pria, karena kehidupan yang terancam. Dengan modal otak encer, dan sedikit nekat, dia merubah alur novel yang di buatnya. Hingga menarik perhatian pangeran xavier sang pemeran utama pria dan membuatnya sangat terobsesi dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Pangeran Xavier yang akan membantu kayana
Pangeran xavier masuk kembali lewat balkon kamar kayana. Dia membuka pakaiannya, hanya menyisakan celana, terlihat tubuh atasnya yang six pack dan berotot. Pangeran xavier melangkah naik ke atas kasur kayana. Dia mengecup kening kayana. Kayana tidak terbangun karena obat yang diberikan pangeran xavier di air minum yang tersedia. Kebiasaan kayana minum air putih sebelum tidur.
Pangeran xavier mengecup bibir kayana, tetapi kecupan itu kurang menurutnya. Dia langsung mencium bibir kayana dengan liar dan sangat menggebu-gebu.
Dia memejamkan matanya menikmati bibir indah calon istrinya. Setelah puas dia melepaskan ciumannya. ciuman itu membuat bibir kayana bengkak. "Rasanya aku tidak tahan sayang. Untuk selalu bisa berdekatan dengan mu." Ucapnya dengan nada penuh hasrat.
Pangeran xavier memeluk kayana erat dan tertidur pulas.
Sedangkan di sebuah markas.
"Boss, enggak pulang?" Tanya alaska dengan nada santainya.
Albert menatap dingin Alaska. "Mau nginep di markas." Jawabnya santai dan dingin.
Alaska tersenyum tipis. "Kenapa boss, karena belva nginep di mansion kamu ya?? boss, yasmin lebih cantik, kenapa tidak tertarik dengannya atau lizzie si anak baru." Sambungnya dengan nada santainya.
Albert langsung tersenyum tipis. Dan alaska tahu arti senyuman itu. Albert bangkit dari duduknya. "Aku ingin istirahat, sudah malam." Jawabnya dengan nada santai lalu pergi.
Ponsel pangeran xavier bergetar, dia mengambil ponselnya. Dia melihat hans yang menelponnya.
"Pangeran, sudah waktunya nona kayana bangun."
"Hmm, sebentar lagi hans." Jawabnya dengan nada dingin. Lalu mematikan sambungannya.
Dia menatap kayana yang masih tertidur pulas. "Hari ini, hari pernikahan kita sayang. Setelah itu kamu tidak akan bisa lari dariku lagi." bisiknya dengan nada penuh penekanan.
Dia mengecup kening kayana dan mencium bibirnya. Melumatnya intens dan dalam setelah puas dia melepaskannya. "Aku tahu banyak pria yang menginginkan kamu, Karena itu aku bertindak cepat." Ucapnya dengan nada dingin. Dia langsung bangkit dari duduknya. Dia memakai pakaiannya setelah rapi, pangeran xavier mengecup kening dan bibir kayana kembali dan pergi.
Pagi pun tiba.
Keheningan pagi di kamar kayana pecah oleh nada dering yang mengalun indah dari ponselnya di atas mejanya. Jarum jam menunjukkan pukul enam pagi. Kayana membuka matanya.
Dengan gerakan malas dia menjulurkan tangannya untuk mengambil ponselnya dan mematikannya. Kemudian dia bangkit dari kasurnya menuju kamar mandi.
Dia menatap dirinya di cermin. "Kok bibir ku bengkak lagi ya??" gumamnya bingung. "Ya sudahlah, mandi saja sudah siang." Ucapnya Langung menuju ruang head shower.
Sedangkan di sebuah apartemen mewah.
"Pangeran, semuanya sudah siap, nanti setelah nona kayana pulang anda bisa menikahinya." ucap hans dengan nada sopan dan dingin.
Pangeran xavier tersenyum puas." Akhirnya, kamu akan menjadi milikku sayang. Milik xavier." Ucapnya dengan mata penuh kilatan obsesi. "Hansa, jauhkan para pengganggu, jika ingin menganggu pernikahan ku, walaupun untuk sekarang hanya menikah di kantor catatan sipil. Tetapi nanti, aku akan melakukan perayaan besar setelah semua misteri istriku terungkap" Ucapnya dengan nada dingin.
"Baik pangeran." Jawabnya cepat.
"Aku akan membantumu sayang, mengambil alih milik mu. Aku tidak ingin kamu terus bersembunyi." Ucapnya dengan nada dingin.
Sedangkan kayana sudah sampai sekolahnya. Dia masuk dalam kelas dengan santainya. Laku dia duduk di bangkunya.
Yasmin tersenyum tipis melihat kayana. "Lizzie, tumben kamu baru datang?" tanyanya dengan nada penasarannya.
"Aku telat bangun." jawabnya dengan nada santai. "Kok, pelajaran belum di mulai?" tanya dengan nada penasarannya.
"Lagi rapat, kan kita sebentar lagi lulus. Jadi, gurunya rapat terus." jawab yasmin.
Tiba-tiba albert datang para sahabatnya. kayana melihat tatapan Albert yang marah. "Yasmin, kenapa kamu mendorong belva dari tangga, hingga dia terjatuh." tanyanya dengan nada dingin.
Yasmin menatap albert kesal. "Albert kita itu sahabat dari kecil, tetapi kenapa sekarang kamu menyalahkan aku terus. Kamu tahu aku tidak mungkin melakukan itu." Jawabnya dengan nada kesal.
Deg..
"Yasmin, sahabat masa kecil Albert." Batin kayana berbisik bingung.
"Kamu tahu, dia sudah berkali-kali menyalahkan aku, tetapi kamu selalu membelanya." Sambungnya dengan nada kesal.
Tiba-tiba belva datang.
"Albert, aku tidak apa-apa. Mungkin dia tidak sengaja menjatuhkan aku." Jawabnya dengan nada lembutnya.
Yasmin menatap kesal belva. "Aku tidak pernah menjatuhkan mu." Sambungnya dengan nada dingin.
Kayana menatap sahabatnya yang ketua kelas. Di depannya ada laptop.
"Yola, tolong pinjamkan aku laptop milik Doni, aku akan membantu yasmin." bisik kayanya.
"Baik lizzie." Jawab yola langsung pergi.
"Yasmin tidak bersalah, Albert kamu itu ketua geng, jangan asal percaya omongan seseorang." Jawabnya dengan nada dingin.
Albert menatap lizzie lekat. "Aku tahu kamu teman dekat yasmin, tetapi jangan menutupi kesalahannya." jawabnya kembali dengan nada dingin.
"Lizzie, ini laptopnya." Yola memberikan laptop kepada lizzie.
kayana mengambil laptop tersebut. "Aku akan membuktikan bahwa yasmin tidak bersalah." Jawabnya dengan nada santainya. "Duduklah." Ucapnya dengan santai.
Albert dan para sahabatnya langsung duduk.
Jemari lentik kayana dengan cepat diatas keyboard. Menciptakan ketukan yang kostan di ruang kelas yang mendadak hening. Fokusnya adalah barisan kode hijau yang terus bergulir.
Albert dan semua sahabat kelasnya terkejut.
Dia tersenyum tipis, berhasil menembus enkripsi tingkat tinggi, dia memegang kendali penuh atas rekan cctv sekolah. Dengan sekali klik dia memutar video rekaman dan terlihat perdebatan antara belva dan yasmin. dan disitu belva yang mulai memprovokasi yasmin. Tetapi Yasmin dengan tenang hanya mengatakan "Ambil saja, aku tidak butuh sahabat yang tidak percaya dengan sahabat sendiri." Ucapnya dengan nada dingin kemudian Yasmin berjalan. Membuat albert terkejut.
"Yasmin, berhenti. Aku akan membuat mu di benci albert begitu juga sahabat barumu." Ucap belva mengancam. Tiba-tiba belva menjatuhkan dirinya sendiri..
Deg..
Semuanya terkejut dengan rekaman itu, semuanya menatap belva dengan tajam dan dingin. "Belva, aku tidak sangka, kamu sebegitu ingin memisahkan albert dengan yasmin. Aku jadi ragu kecelakaan itu, dan yang menolong albert bukan kamu." Ucap Alaska.
Deg..
"Kecelakaan?" Tanya yasmin dengan nada dingin.
"Iya kecelakaan di jalan mawar waktu malam. seorang wanita menyematkan Albert dari ledakan mobilnya. Hanya Albert melihatnya samar." Jawab alaska kesal. Karena itu Albert untuk mengucapkan terimakasihnya di selamatnya nyawanya, selalu mengikuti kemauan belva.
Yola membelalakkan matanya. "Itu bukannya kamu yasmin yang menyelamatkan albert ya? Terus kerena ledakan kamu pingsan, karena kepalamu berdarah kakakmu panik membawamu pergi karena pas waktu itu keluarga Albert datang." Ucap yola.
Albert dan semuanya terkejut dengan ucapan. Yola. Albert diam membeku.
Deg..
Yasmin bangkit. "Itu kejadian sudah lama yola, dan disaat itu aku kehilangan sahabat ku." Jawabnya langsung melangkah pergi.
Kayana Kanya menatap punggung tasmin dan juga menatap albert yang diam membeku. "Kamu melakukan kesalahan albert, sahabat mu yang setia dan mencintaimu dari sekedar sahabat kini telah pergi, karena kesalahan mu percaya pulu-pulu." Bisik kayana pelan nyaris tak terdengar, tetapi albert memiliki pendengaran mendengarkannya.
penasaran