NovelToon NovelToon
Supreme Imortal System

Supreme Imortal System

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Action / Sistem / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan / Kelahiran kembali menjadi kuat / Tamat
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Pensiun sebagai pembunuh nomor satu karena penyakit mematikan, Kenzo bereinkarnasi ke dalam novel kultivasi buatannya sendiri. Berbekal 'Sistem Sampah' yang ia modifikasi menjadi senjata maut dan pengetahuan sebagai sang pencipta, Kenzo siap membantai siapa pun yang berani mengusik waktu santainya bersama sang putri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Cokelat dan Balas Dendam Kecil

​Satu jam berlalu sejak insiden di bawah pohon. Kenzo masih berbaring di rumput, namun tangannya kembali gatal. Meskipun buku "Cara Berhenti Berjudi" masih membeku di dalam kulkas, hasrat gacha Kenzo sepertinya sudah mencapai stadium akhir.

​"Hanya beberapa ratus poin saja," gumam Kenzo sambil membuka layar biru di udara. "Untuk menghilangkan stres setelah menghadapi keanehan Ling Yue."

​Ding!

[Ampas: Kulit Jeruk Kering.]

​Ding!

[Ampas: Puntung Rokok Antar Galaksi.]

​Ding!

[Ampas: Batu Baterai Karatan.]

​Kenzo mendecak kesal. Wajahnya semakin muram setiap kali layar menunjukkan warna abu-abu. "Ayo, berikan aku sesuatu yang bisa dimakan atau dipakai, setidaknya!"

​Tepat pada tarikan terakhir, layar berkedip hijau lembut.

​Ding!

[Hadiah: Cokelat Bar 'Surga Hitam' (Edisi Terbatas).]

[Deskripsi: Cokelat dari dunia modern dengan rasa yang sangat manis dan bisa memulihkan mood secara instan.]

​Kenzo mengambil batangan cokelat itu dari ruang dimensi. Kemasannya mengkilap, sangat asing bagi dunia kultivasi ini. Baunya yang manis dan pekat langsung menusuk hidung.

​"Ayah, apa itu?" Lin-er muncul dari balik pintu, kepalanya menyembul penasaran. Sepertinya ia sudah selesai menemani Ling Yue yang masih mengurung diri karena malu.

​"Ini harta karun, Lin-er. Kemari." bisik Kenzo sambil memberi isyarat agar anaknya mendekat.

​Lin-er berlari kecil dan duduk di samping Kenzo. Kenzo merobek bungkus cokelat itu, membaginya menjadi dua bagian besar, dan memberikan salah satunya kepada Lin-er.

​"Enak sekali, Ayah!" mata Lin-er membelalak lebar setelah satu gigitan. "Rasanya seperti pelukan hangat di dalam mulut!"

​"Makanlah dengan tenang. Jangan sampai 'Singa Betina' di dalam sana tahu." ucap Kenzo sambil mengunyah bagian miliknya dengan nikmat. Ia merasa ini adalah balasan yang setimpal karena Ling Yue sudah sering mengomelinya.

​Tiba-tiba, jendela gubuk terbuka. Ling Yue mengintip dari sana, hidungnya kembang kempis mencium aroma manis yang sangat asing namun menggoda.

​"Bau apa ini? Kenapa baunya sangat enak?" tanya Ling Yue dengan suara yang masih sedikit serak. Ia melihat Kenzo dan Lin-er sedang asyik mengunyah sesuatu yang berwarna cokelat gelap.

​Kenzo melirik Ling Yue sekilas, lalu dengan sengaja memasukkan potongan terakhir ke dalam mulutnya dan mengunyahnya dengan ekspresi sangat puas. "Bukan apa-apa. Hanya sampah hasil gacha."

​"Ayah, cokelatnya—hmmph!" Lin-er baru saja ingin bicara, tapi Kenzo langsung menutup mulut kecil itu dengan tangannya.

​"Lin-er, jangan bicara saat makan." ucap Kenzo datar.

​Ling Yue keluar dari gubuk dengan langkah cepat, menghampiri mereka. Matanya menatap bungkus cokelat yang sudah kosong di atas rumput. "Kau... kau makan sesuatu yang enak tanpa membaginya kepadaku?! Setelah aku memasak daging harimau untukmu kemarin?!"

​"Tadi kau bilang aku tiran," jawab Kenzo sambil bangkit berdiri, membersihkan remah-remah di bajunya. "Tiran tidak berbagi makanan dengan pelayannya."

​"KAU... KENZO BRENGSEK!" teriak Ling Yue, wajahnya kembali merah, tapi kali ini karena marah. "Aku lapar dan stres gara-gara kau, dan kau malah makan makanan lezat dengan anakku secara sembunyi-sembunyi!"

​"Ayo Lin-er, kita jalan-jalan ke kolam. Di sini udaranya mulai panas karena ada yang mau meledak." ajak Kenzo sambil menggandeng tangan Lin-er.

​Lin-er hanya menatap Ling Yue dengan tatapan kasihan. "Maaf Ibu, cokelatnya sudah habis di perut Lin-er. Nanti Lin-er minta Ayah judi lagi ya untuk Ibu."

​Ling Yue hanya bisa berdiri mematung di halaman, menatap punggung Kenzo yang berjalan santai. "Judi lagi?! Jangan berani-berani kau melakukannya, Kenzo!"

1
I'm Nao
trauma sudah beliau 😬😬😅😅
I'm Nao
tolong bersabar ini ujian 🤗🤗🤗
I'm Nao
"turut mengheningkan cipta" kata si bodoh 😅😅😅
I'm Nao
hormat komandan!!!! pejuang kita akhirnya dapat ber istirahat dengan tenang 😬😬😬😬
I'm Nao
ekhem ini adalah sesuatu yang berada di luar logika sistem dan kamu masih terlalu kecil nak 😉😉😉
I'm Nao
houuuuu mengerikan 😬😬😬
I'm Nao
......kering pun kering wak 😅😅😅😅
I'm Nao: rillll
total 2 replies
I'm Nao
.....😐😐😐...........Allllamak😮😮😮
I'm Nao
😐😐😮😮😮😮😮😮😮
I'm Nao
anjay mulai berguna......



sebentar😅😅
I'm Nao: wkwkwkwkwkwkw
total 2 replies
I'm Nao
🤣🤣🤣🤣
I'm Nao
🤣🤣🤣
I'm Nao
anjirlah mau di smackdown juga wkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣
Agen One: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙃𝙖𝙟𝙚𝙗𝙨𝙞𝙨𝙚𝙞
/Skull/
𝙃𝙖𝙟𝙚𝙗𝙨𝙞𝙨𝙚𝙞
ngakak🤣🤣🤣
𝙃𝙖𝙟𝙚𝙗𝙨𝙞𝙨𝙚𝙞
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
𝙃𝙖𝙟𝙚𝙗𝙨𝙞𝙨𝙚𝙞
satu kali tembak langsung modaaarr
𝙃𝙖𝙟𝙚𝙗𝙨𝙞𝙨𝙚𝙞
Sistem nya tidak berkutik/CoolGuy/
𝙃𝙖𝙟𝙚𝙗𝙨𝙞𝙨𝙚𝙞
Bagus dan menarik. semangat teruzzzz
𝙃𝙖𝙟𝙚𝙗𝙨𝙞𝙨𝙚𝙞
/Doge/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!