NovelToon NovelToon
The Journey Of Soul Detective

The Journey Of Soul Detective

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Mata Batin
Popularitas:423
Nilai: 5
Nama Author: humairoh anindita

Daniel Rei Erwin, seorang siswa baru yang dapat melihat arwah orang yang sudah meninggal. Berteman dengan 3 orang siswa penghuni bangku belakang dan 2 orang siswi pandai yang penuh dengan logika.

Ia kira semua akan berjalan normal setelah ia pindah, namun tampaknya hari yang normal tidak akan pernah ada dalam hidupnya.

Semuanya berawal dari kasus kesurupan misterius dan menjalar ke kasus-kasus lainnya, hingga pada akhirnya ia tidak tahu kapan ini akan berakhir.

Jalani saja semuanya dengan sepenuh hati, mungkin akan ada satu hati lain yang akan ia temukan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon humairoh anindita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KASUS 3 bagian 4

Tahun baru semester baru, dimulai dengan kegilaan baru. Bell telah berbunyi tepat setelah mobil Daniel memasuki gerbang utama. Ia dapat mendengar deru motor yang semakin banyak dan terburu-buru, ia yakin semua orang akan menyalahkan kemacetan kota. Terjebak di tengah kerumunan kendaraan yang mengantri bukalah hal yang menyenangkan. Dia terlambat datang, tapi sepertinya Ilyas dan Andre datang lebih terlambat. Motor mereka masuk tepat sebelum gerbang utama ditutup.

Kelas sudah penuh dengan siswa ketika ke-3 siswa itu masuk, dan belum sempat mereka duduk dengan benar wali kelas mereka sudah datang. Namun dia tidak mengatakan banyak hal, ia hanya bilang kalo hari pertama masuk sekolah itu tidak pernah efektif untuk belajar. Ia hanya memberikan lembar jadwal dan kalender baru sebelum keluar dari kelas.

“Bisa-bisanya telat di hari pertama masuk, kupikir kalian merencanakan liburan tambahan tanpa melibatkan aku” tegur Jonatan begitu melihat wali kelas mereka pergi.

“Macet”  jawab Ilyas singkat. Ia membenarkan ranselnya dan duduk bersandar pada tembok untuk mengobrol dengan ke-3 temannya.

“Kalian tidak tahu 2 gadis ambisus kelas ini sudah mendapatkan berita yang menggemparkan seluruh sekolah pagi ini” ucap Jonatan dengan nada yang sedikit terdengar kesal.

“Kalian lihat berita penemuan mayat yang terjadi di taman kota tahun baru kemarin?” Tanya Jonatan.

“Ya, kenapa?” Tanya Andre. Ia ingat beberapa hari yang lalu omnya juga meributkan hal yang sama.

“Mereka curiga itu dilakukan oleh pemuja setan” jawab Jonatan malas.

Bangku pojok pun seketika dipenuhi suara tawa anak laki-laki yang ada dalam masa pubertas itu, menarik perhatian seluruh siswa di kelas. Hani dan Ida yang penasaran akhirnya mendekat, mereka meminta 2 orang siswi yang duduk di bangku sebelah untuk sementara pindah ke depan.

“Woy, main usir-usir saja siapa anda?” tanya Andre tanpa mengubah posisi duduknya.

“Ada masalah penting yang ingin aku bicarakan. Kalian diam dan dengarkan!” ucap Hani begitu sudah duduk lebih dekat dengan ke-4 siswa itu.

“Apa nih, masih awal semester, awal tahun, ada saja masalahnya. Mau menjabarkan masalah pemuja setan, sudah lah materi sejarah semester ini tidak manusiawi terangkan saja materi itu” sahut Jonatan sedikit kesal. Ia datang bersama Ida hari ini membuat dia berada di kelas lebih dulu dari teman-temannya, ia sudah muak mendengar teori-teori konspirasi yang dikatakan Hani dan Ida.

Teori konspirasi memang hal yang menarik bagi sebagian orang, apalagi jika mereka punya pendapat yang berbeda dengan orang lain. Tapi bagi Jonatan itu sesuai yang tidak masuk akal, bukan hanya karena pendapat itu terlalu mengada-ada. Bagi orang yang tidak dapat memahami materi pembelajaran dengan baik, itu seperti menambah beban pencarian yang sangat sulit untuk ditemukan.

“Hey itu fakta ya, kamu tidak lihat berita secara menyeluruh ya. Jelas diberitakan ada temuan gambar pentagram terbalik yang ditemukan di TKP, mayatnya juga sudah tidak berbentuk dan kehilangan begitu banyak darah, apalagi kalau bukan pemuja setan? Aku curiga dia dijadikan tumbal pemujaan” ujar Hani menegaskan kembali opininya.

“Han, polisi melihatnya dari sisi atas tentu akan menjadi pentagram terbalik. Coba kalau lihatnya dari bawah pasti itu hanya bintang biasa. Semua akan menjadi normal jika dilihat dari sisi yang lain. Lagi pula orang bodoh mana yang melakukan ritual aneh di taman kota saat tahun baru?”  sahut Andre ikut menegaskan opininya. Ia tidak menolak adanya teori konspirasi tapi selagi itu dapat dilogika kenapa harus melibatkan banyak hal yang tidak perlu?

“Tapi ndre, ada begitu beberapa alat pemujaan di sana. Lilin merah, apel, darah juga ada” ujar Ida ikut menimpali opini Hani. Ia pernah membacanya di beberapa buku tentang pemujaan sekte sesat, dan hal itu adalah sesuatu yang mereka butuhkan.

“Da, kamu terlalu banyak membaca fiksi. Mungkin saja saat itu pembunuhnya lapar dan dia ingin makan, eh sudah ramai orang”  bantah Andre lagi.

“Aku setuju dengan Andre, mungkin itu hanya kebetulan atau memang dirancang untuk mengacaukan penyelidikan. Kalian tahu sendiri hal-hal mistis sangat sulit diselidiki kepolisian. Benar kan Dan?”  imbuh Ilyas yang sejak tadi mendengarkan.

“Aku tidak pernah berpikir pembunuhan itu akan jadi sejauh itu, lagipula setahuku pemuja setan sebenarnya tidak pernah melakukan pembunuhan. Mereka hanya mengajak orang untuk tidak taat kepada agama. Meski aku dengar akhir-akhir ini ada yang mengolah janin manusia, apakah itu disebut pembunuhan juga?” ujar Daniel. Sebenarnya ia tidak membaca atau melihat berita itu dengan jelas, ia terlalu malas untuk terlibat dalam hal-hal seperti itu. Liburan semesternya pun hanya berada di tempat usaha ayahnya.

“Aborsi ya, itu marak terjadi di akhir tahun. Aku bahkan mencurigai klinik yang dibangun tidak jauh dari tempat tinggalku, hampir semua pasiennya adalah pasangan yang keluar dengan wanitanya yang hampir pingsan” sahut Ida mengingat apa yang terjadi di sekitarnya. Ia beberapa kali juga melihat seorang siswa berseragam ada di sana. Ia tidak ingin berburuk sangka tapi terkadang fakta benar-benar lebih mengerikan dari apa yang ia kira. 

“Alah itu tidak penting, ada yang lebih penting daripada berdebat tentang pemuja setan. Kau tahu Yulia dan Miki, anak yang terlibat dalam kasus Mitha itu. Tadi pagi mereka mendatangiku” ucap Hani.

“Untuk apa dia mendatangimu?”  Sela Ilyas, dia diam begitu Hani memelototinya.

“Awalnya aku berpikir kalau mereka ingin meminta maaf atau berterimakasih, ya mereka memang melakukan itu sih. Tapi ada sesuatu yang mereka inginkan. Dia ingin meminta tolong pada kalian. Dia berada di TKP kejadian pembunuhan tahun baru itu, dan hingga saat ini mereka tidak dapat melupakannya. Mereka juga bilang kalau sejak saat itu mereka selalu merasa ada yang mengikuti mereka” jelas Hani.

“Ah halusinasi itu. Yang realistis saja, berada di TKP dan melihat mayatnya langsung pasti ada perasaan takut lah” sanggah Jonatan.

“Aku juga sudah menekankan hal itu pada mereka, namun Yulia kukuh kalau ada sesuatu yang mengikutinya. Sejak beberapa hari yang lalu dia telah memimpikan hal yang sama terus menerus, dan beberapa kali ia juga melihat bayangan transparan di kamarnya. Dia takut akan kesurupan seperti Mitha” sambung Hani.

“Jadi apa inti permasalahannya?” Tanya Daniel akhirnya.

“Dia ingin kamu membantunya menyelesaikan masalah ini. Dia mendengar dari rumor yang beredar kalau Mitha diselamatkan oleh kalian jadi dia juga ingin minta tolong soal hal ini. Dia juga bilang kalau kakaknya yang bernama Danila hilang seminggu sebelum tahun baru, tidak dapat dikatakan menghilang juga sih. Dia tidak dapat dihubungi” jawab Hani.

“Woh, lama-lama kita bisa buat club baru yang tugas pokoknya menolong orang yang terjebak dalam masalah gaib. Mereka itu terlalu pintar atau apa? Laporan orang hilang bisa di kantor polisi kenapa harus bertanya pada kami?”  Tanya Andre dipenuhi dengan sarkasme.

“Aku tidak tahu, tapi kedua orang tua Yulia sepertinya tidak menyukai pihak-pihak seperti kepolisian. Mereka hanya akan menganggap mengundang mereka adalah bencana. Sementara Miki, meski terlihat misterius sebenarnya orang tuanya juga sama seperti orang tua kita, terlalu realistis dan menganggap yang tidak terlihat itu ya tidak ada” jawab Hani lagi. Ia sebenarnya juga malas berurusan dengan anak-anak itu, tapi mereka meminta tolong setidaknya ia harus sedikit kooperatif.

“Keluarga yang aneh, tidak ingin melibatkan kepolisian tapi merepotkan orang lain. Kita bisa membuka peluang usaha dengan ini, satu kasus terpecahkan dengan dana 1 juta, jika tidak terpecahkan bayar 500ribu untuk menghargai usaha kami” ucap Ilyas dengan jiwa bisnisnya.

“Ide bagus. Orang tua mereka kaya kok, uang saku mereka pasti lebih dari itu. Mencari sesuatu yang tidak kita tahu kepastiannya itu merepotkan, kalian tidak lihat nilaiku anjlok jauh sekali” sahut Andre cepat. Siswi-siswi ini adalah orang yang menuduhnya terlibat masalah mereka semester lalu, bagaimana mungkin mereka meminta tolong tanpa rasa malu? Tidak meminta maaf pula.

“Yang mana sih anaknya?” tanya Daniel tiba-tiba.

“Miki itu gadis bercepol yang datang ke kelas kita bersama Sora awal semester kemarin dia juga sering ada di pertemuan bisnis orang tua kita kok, biasanya yang pakai baju-baju china gitu. Kalau Yulia itu gadis misterius berambut panjang yang sukanya melamun, lupa kamu pernah lihat atau tidak. Yang pasti dia biasanya sama Miki” jelas Ida yang sejak tadi diam. Ia menyadari kekesalan Hani.

“Oh, tidak ingat” jawab Daniel tanpa rasa bersalah.

Semua orang menghela nafas pasrah mendengarnya. Hal yang wajar bagi Daniel tidak mengingat mereka. Bukan hanya karena mereka tidak pernah berkumpul bersama, kelas mereka tidak berdekatan dan selama satu semester terakhir yang dia dan ke-5 teman barunya lakukan hanya lah berlari kesana kemari untuk mengikuti arwah penasaran. Bagaimana caranya mereka berinteraksi dengan teman-temannya yang lain? Terkadang Daniel juga tidak ingat yang mana teman sekelasnya.

“Tapi kalian pernah lihat kakaknya si Yulia ini tidak?” Tanya Daniel lagi..

“Aku pernah melihatnya beberapa kali bertemu dengannya. Dia tidak terlihat seperti anak nakal yang akan kabur dengan pacarnya karena cinta buta. Tapi kalian sadar tidak sih kalau dari 4 anggota keluarganya, hanya Yulia yang terlihat berbeda” jawab Ida sedikit berpikir.

“Aku dengar tanggal lahir mereka sama” timpal Hani.

“Tidak tahu, dan tidak mau tahu. Aku juga tidak berniat memberinya kado atau apa pun. Aku merasa berurusan dengan mereka tidak sesederhana itu, rasanya itu akan melebar ke masalah lain” sahut Andre malas. Ia melirik Daniel yang terlihat bingung dengan yang mereka katakan.

“Sudahlah tidak usah berpikir buruk. Mereka ingin mengadakan pertemuan dengan kita  di taman belakang sore ini sepulang sekolah. Kalian bisa mengambil keputusan setelah itu, terserah kalian mau menolong atau tidak” ucap Hani malas. Ia memainkan pulpen Daniel yang tergeletak di meja.

“Tidak bisa aku mau kencan” sahut Jonatan dan Ida mengangguk setuju.

“Aku mau rapat PMR” sahut Ilyas.

“Kalian berdua tidak ada kepentingan apa pun jangan ada alasan, mereka sebenarnya juga mau meminta tolong sama kalian tapi tidak tahu bilangnya bagaimana. Inti dari tim dadakan ini juga kalian, jadi kalian harus datang”  ucap Hani keras. Ia memandang galak Andre dan Daniel tanda tidak boleh ada penolakan.

“Yang benar saja Han, ini semester 2 kalau nilaiku anjlok ayah akan mencoret ku dari kartu keluarga” ujar Daniel keberatan.

“Ini bukan kasus pembunuhan lainnya kok, hanya memastikan sesuatu yang dirasakan oleh Yulia dan Miki. Siapa tahu akan menambah relasi bisnis. Lagipula tadi aku bilang terserah kalian mau membantu atau tidak, mereka juga belum meminta maaf atas apa yang terjadi semester kemarin” jawab Hani sambil mengembalikan bangku yang tadi diambil. Ia mengabaikan panggilan yang disebutkan Daniel, sudah lelah ia mengingatkannya.

Ida mengikuti Hani yang kembali ke tempat duduknya. Mengabaikan 2 orang siswa yang mendesah kecewa dan 2 orang lainnya yang mulai menertawakan nasib temannya. Sejak kapan mereka jadi sedekat ini? Mereka tidak tahu, waktu berjalan begitu saja begitu pula dengan kedekatan mereka.

Bell pulang berbunyi tepat pukul 13.00. Suara deru motor sekali lagi memenuhi halaman belakang. Hani segera menyeret Andre dan Daniel begitu melihat mereka hendak kabur.

“Hani kita perlu ke masjid”  ucap Andre berusaha menghindar.

“Aku juga, ayo cepat biarkan saja anak-anak itu menunggu” jawab Hani tanpa melepaskan tangan keduanya.

“Hani lepas aku bukan kambing, masih bisa jalan sendiri juga” ucap Andre sedikit kesal. Dia segera berjalan mendahului mereka dan membiarkan Hani tetap memegang tangan Daniel. Mereka tidak peduli pada siswa lain yang melihat mereka aneh, mungkin sebentar lagi akan ada gosip yang memenuhi sekolah.

“Heh, ini tempat ibadah kenapa pacaran di sini?” tegur seorang guru. Andre telah masuk terlebih dahulu meninggalkan mereka.

Keduanya tidak menyangkal namun juga tidak membenarkan, Hani hanya tersenyum sebelum ikut masuk. Daniel menyusul setelah melepas sepatunya dan menjawab beberapa pertanyaan dari seorang guru yang mencoba menjilatnya. Dia tidak tahu apakah semua orang akan melakukan itu pada orang-orang sepertinya, yang pasti itu membuatnya tidak nyaman. Lalu apakah mereka akan melakukan hal yang sama jika mereka tahu apa yang telah ia dan teman-temannya perbuat dalam satu semester. Semua orang mengira kepolisian dengan jeli memberantas kasus kejahatan, tidak tahu saja mereka juga terlibat dalam hal itu.

Cuaca sedikit mendung ketika mereka keluar dari masjid, halaman sekolah sudah cukup sepi begitu mereka kembali ke taman belakang. Hanya ada beberapa siswa yang masih berkencan atau tengah melakukan rapat organisasi, yang pasti siswa siswi yang tertinggal  tampak sibuk dan mengabaikan mereka.

Di halaman belakang sudah ada 3 orang siswa duduk di bangku taman. Itu adalah Harry, Miki dan Yulia. Mereka tampak kesal menunggu, terlihat dari wajah mereka yang merengut. Daniel yang berjalan paling belakang mengerutkan dahinya bingung ketika melihat ke-3 orang itu. Tapi dia tidak mengatakan sepatah kata pun.

“Maaf lama, kami dari masjid” ucap Hani tanpa rasa bersalah.

“Iya tidak apa-apa” jawab Yulia.

“Jadi apa masalahnya?”  tanya Andre tidak sabar. Dia sudah lapar.

“Pertama kami minta maaf pada kalian, terutama kamu ndre. Kami sudah menuduhmu macam-macam, dan hari ini kami ingin minta tolong pada kalian. Aku dengar kalian yang membantu Mitha yang kesurupan mungkin kalian bisa membantu masalah kami saat ini” ucap Miki dengan ragu-ragu.

“Aku memaafkan kalian, santai saja. Sebenarnya teman baru kami yang membantu Mitha kemarin, dan jika kasusnya sama dengan yang diceritakan Hani pagi ini, hanya dia yang bisa membantu. Kami hanya toping pelengkap”  jawab Andre sambil duduk di bangku panjang yang diduduki Harry.

Daniel yang ditatap semua orang hanya tersenyum canggung, namun tatapannya tidak beralih dari Yulia. Membuatnya tidak nyaman.

“Aku tidak bisa menyelesaikan masalah tanpa melihat langsung sumbernya, jadi aku harus datang ke tempat dimana kalian merasakan kejanggalan atau melihat sesuatu. Kalian tidak ditempeli arwah atau entitas yang tidak dikenal, tapi sepertinya seseorang memang mencoba melukaimu” ucap Daniel sambil menatap pergelangan tangan Yulia.

Yulia yang melihat kemana arah pandang segera menutup kancing baju panjangnya dan tersenyum kecut. Semua orang bisa merasakan suasana berat yang terjadi, dan Harry memutuskan untuk mengucapkan sesuatu.

“Hari Rabu besok tanggal merah, kalian bisa melihat langsung di mana penampakan yang Yulia lihat”  ucap Harry.

“Ya, orang tuaku kebetulan akan pergi” jawab Yulia.

Semua orang akhirnya mengangguk setuju.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!