NovelToon NovelToon
PANTASKAH AKU BAHAGIA

PANTASKAH AKU BAHAGIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Enemy to Lovers
Popularitas:255
Nilai: 5
Nama Author: yunie Afifa ayu anggareni

Deskripsi Novel: Pantaskah Aku Bahagia

"Dunia melihatku sebagai badai, tanpa pernah mau tahu betapa hancurnya aku di dalam."
Lahir sebagai saudara kembar seharusnya menjadi anugerah, namun bagi Alsya Ayunda Anantara, itu adalah kutukan yang tak kasat mata. Di mata orang tuanya, dunia hanya berputar pada Eliza Amanda Anantara—si anak emas yang sempurna, cantik, dan selalu bisa dibanggakan. Sementara Alsya? Ia hanyalah bayang-bayang yang dipandang sebelah mata, dicap sebagai gadis pemberontak, jahat, dan tukang bully.
Di balik tawa cerianya yang dianggap palsu, Alsya menyimpan luka yang menganga. Ia hanya ingin dicintai. Ia hanya ingin diperhatikan. Itulah alasan mengapa ia begitu terobsesi mengejar Revaldi Putra Raharja. Baginya, memiliki Revaldi adalah cara untuk membuktikan bahwa ia jadi berharga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunie Afifa ayu anggareni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: BAYANG-BAYANG KEBOHONGAN

Taksi yang diikuti Alsya berhenti di sebuah kawasan bengkel kumuh di pinggiran kota, jauh dari gemerlap pusat kota tempat mereka biasanya berkumpul. Alsya turun dari ojeknya beberapa meter di belakang, bersembunyi di balik tiang listrik besar. Jantungnya berdegup kencang saat melihat motor hitam Samudera sudah terparkir di sana.

"Kenapa Samudera ke sini? Katanya ada urusan di bengkel temen, tapi kok Eliza juga ada di sini?" bisik Alsya, suaranya bergetar karena rasa takut yang mulai menjalar.

Di depan sebuah bengkel tua yang tampak berantakan, Samudera berdiri dengan wajah tegang. Tak lama, Eliza keluar dari taksi dan menghampiri Samudera. Dari kejauhan, mereka terlihat sedang berbicara serius. Eliza bahkan sempat menyentuh lengan Samudera sambil menunjukkan sesuatu di ponselnya.

Alsya merasa dunianya kembali runtuh. Ingatannya melayang pada kata-kata Revaldi di ruang musik: "Loe cuma butuh akses ke keluarga Anantara." Apakah ini bagian dari rencana itu? Apakah Eliza dan Samudera sebenarnya bekerja sama di belakangnya?

"Sam... loe bohong lagi sama gue?" air mata Alsya menetes, tapi dia buru-buru menghapusnya. Dia tidak ingin terlihat lemah lagi.

Sementara itu, Samudera sama sekali tidak menyadari keberadaan Alsya. Pikirannya hanya terfokus pada laki-laki berkaus lusuh yang sedang memperbaiki mesin di dalam bengkel. Laki-laki itu adalah Arka, kakaknya.

"Arka..." panggil Samudera lirih.

Laki-laki itu menoleh. Wajahnya

yang dulu bersih kini tampak kusam, namun matanya masih menyimpan kehangatan yang sama. "Samudera? Ngapain kamu ke sini?"

"Gue dapet alamat loe dari dia," jawab Samudera sambil menunjuk Eliza.

Arka menatap Eliza dengan tatapan tajam, lalu kembali ke adiknya. "Sam, kamu harus pergi. Ayah nggak boleh tahu kamu nemuin aku. Kamu tahu kan perjanjiannya? Kalau kita ketemu, Ayah bakal nyabut semua dukungan buat biaya pengobatan kaki temen kamu itu."

Samudera terpaku. Ternyata bukan hanya karier Arka yang diancam, tapi juga tanggung jawab Samudera pada korban kecelakaannya dulu. Ayah mereka benar-benar mengendalikan mereka dengan uang.

Eliza mendekat, suaranya terdengar manis namun beracun. "Makanya, Sam... gue bilang kan jangan kasih tahu Alsya. Kalau Alsya tahu dan dia cerita ke Papa, Papa pasti bakal bilang ke Ayah loe. Semuanya bakal hancur."

Samudera mengepalkan tangannya. Dia merasa terjepit di antara rasa rindu pada kakaknya dan rasa sayangnya pada Alsya. "Gue terpaksa bohong sama Alsya demi ini semua," batinnya pahit.

Di luar, Alsya tidak bisa lagi menahan diri. Dia melangkah keluar dari persembunyiannya tepat saat Eliza sedang mendekatkan wajahnya ke arah Samudera—seolah-olah mereka sedang berbagi rahasia yang sangat intim.

"Bagus ya, urusan bengkelnya ternyata sama kembaran gue," suara Alsya terdengar dingin dan tajam, memecah ketegangan di antara mereka.

Samudera tersentak hebat. Dia berbalik dan melihat Alsya berdiri dengan mata sembab dan wajah penuh kekecewaan. "Sya! Loe... loe ngapain di sini?"

"Harusnya gue yang nanya, Sam. Kenapa loe bohong? Kenapa loe harus sembunyi-sembunyi ketemu Eliza di tempat kayak gini kalau emang nggak ada apa-apa?"

"Sya, ini nggak kayak yang loe lihat. Ini soal kakak gue—"

"Kakak loe? Atau alasan baru buat deketin Eliza karena dia lebih 'aman' buat reputasi loe?" potong Alsya. Dia menoleh ke Eliza yang sekarang memasang wajah pura-pura panik.

"Puas loe, El? Loe beneran bisa bikin dia bohong sama gue dalam waktu sehari?"

"Sya, gue cuma mau bantuin Samudera..." Eliza mulai berakting, suaranya gemetar.

"DIEM LOE!" teriak Alsya.

Alsya menatap Samudera untuk terakhir kalinya sore itu. "Loe bilang gue berharga, Sam. Tapi ternyata rahasia loe sama Eliza jauh lebih berharga daripada kejujuran loe ke gue. Jangan cari gue lagi."

Alsya berbalik dan berlari sekuat tenaga menuju jalan raya. Samudera hendak mengejar, tapi Arka menahan bahunya.

"Biarin dia tenang dulu, Sam. Kalau kamu kejar sekarang dengan kondisi ada Eliza di sini, semuanya bakal makin kacau," ucap Arka tegas.

Samudera hanya bisa menatap punggung Alsya yang menjauh dengan rasa sesak yang luar biasa. Dia menoleh ke arah Eliza dengan tatapan membunuh. "Loe sengaja kan biar dia ngikutin kita? Loe bener-bener iblis, El."

Eliza hanya mengangkat bahu dengan santai. "Gue nggak nyuruh dia dateng, Sam. Dia sendiri yang nggak percaya sama loe. Jadi... siapa yang salah sekarang?"

Keretakan besar terjadi lagi! Kepercayaan Alsya hancur berkeping-keping.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!