NovelToon NovelToon
The CEO'S Only Cure: Married To The Untouchable

The CEO'S Only Cure: Married To The Untouchable

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / CEO / Anak Yang Berpenyakit / Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Bagi Arkanza Malik, sentuhan wanita adalah racun yang mematikan. CEO dingin ini mengidap penyakit aneh yang membuatnya sesak napas dan kulitnya terbakar setiap kali kulitnya bersentuhan dengan lawan jenis. Namun, sebuah insiden di lorong hotel mengubah segalanya.
Aira, gadis miskin yang kabur dari kejaran rentenir setelah menghantam kepala pria yang ingin melecehkannya, tanpa sengaja jatuh ke pelukan Arkanza. Bibir mereka bertemu dalam kegelapan. Arkanza yang seharusnya mati karena alergi, justru merasakan napasnya kembali. Gadis kumal ini adalah satu-satunya penawar racunnya!
"Aku sudah melunasi hutang ayahmu. Sebagai gantinya, kau harus menjadi istriku dan biarkan aku menyentuhmu kapan pun aku membutuhkannya."
Aira terjebak. Menjadi "obat hidup" bagi CEO kejam yang tidak punya hati. Di antara kontrak miliaran rupiah dan intrik perebutan harta, mampukah Aira bertahan tanpa harus menyerahkan hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Nyonya Malik yang Tak Terduga

Pagi itu, lobi Malik Tower yang biasanya tenang berubah menjadi medan tempur bisik-bisik. Sebuah limusin hitam berhenti tepat di depan pintu utama. Arkanza Malik keluar dengan setelan jas navy yang sangat rapi, tapi pemandangan di sebelahnya membuat semua karyawan mematung.

Arkanza menggandeng tangan seorang gadis yang mengenakan gaun sutra simpel namun elegan. Gadis itu adalah Aira.

"Tuan Arkanza... menggandeng wanita?" bisik seorang resepsionis dengan mata hampir keluar.

"Tanpa sarung tangan? Dia tidak sesak napas?" sahut yang lain.

Arkanza mengabaikan mereka semua. Ia justru mempererat genggamannya pada tangan Aira yang sedikit dingin.

"Angkat kepalamu, Aira. Kau bukan lagi pelayan kafe. Kau adalah istriku," bisik Arkanza, suaranya berat dan penuh dominasi.

"Tapi Tuan... mereka semua menatapku seolah aku ini alien," jawab Aira pelan, suaranya bergetar.

"Biarkan saja. Mereka menatap karena mereka iri. Tetaplah di sampingku."

Saat mereka mencapai lift eksekutif, asisten pribadi Arkanza, Reno, datang dengan wajah pucat. "Tuan, ada rapat dewan direksi sepuluh menit lagi. Tuan Dion sudah berada di dalam."

Arkanza menyeringai dingin. "Bagus. Biarkan dia melihat apa yang paling dia takuti."

Lantai 50 - Ruang Rapat Dewan Direksi

Pintu ruang rapat terbuka lebar. Arkanza melangkah masuk, menarik Aira tepat ke sisi kursinya yang berada di kepala meja. Dion, yang duduk di sisi kanan, langsung berdiri dengan wajah merah padam.

"Arkanza! Apa maksudnya ini? Ini ruang rapat rahasia, kenapa kau membawa wanita asing ke sini?" teruk Dion sambil menunjuk Aira dengan kasar.

Arkanza duduk dengan tenang, lalu menarik Aira untuk duduk di kursi kosong tepat di sebelahnya. "Wanita asing? Jaga bicaramu, Dion. Dia adalah Nyonya Arkanza Malik. Istri sahku."

Seluruh ruangan hening seketika. Para direktur saling pandang dengan bingung.

"Menikah? Kau bercanda?" Dion tertawa sinis, meski matanya berkilat marah. "Semua orang tahu kau punya 'cacat' fisik. Kau tidak bisa menyentuh wanita. Jangan bilang kau menyewa wanita ini untuk sandiwara demi warisan Ayah!"

Arkanza menatap Dion dengan pandangan menghina. Ia perlahan meraih tangan Aira, mengangkatnya ke atas meja, lalu mengecup punggung tangan Aira di depan semua orang.

"Sandiwara? Lihat sendiri, Dion. Apakah aku terlihat seperti pria yang sedang sekarat?" tanya Arkanza dengan nada mengejek. "Justru sebaliknya, aku merasa sangat sehat. Jauh lebih sehat daripada kau yang terus-menerus kalah dalam tender proyek."

"Kau—!" Dion memukul meja. "Gadis ini pasti punya trik. Siapa namamu, hah? Berapa Arkanza membayarmu untuk akting ini?"

Aira tersentak, namun ia teringat kata-kata Arkanza di mobil. Ia harus kuat.

"Nama saya Aira Kirana Malik, Tuan Dion," ucap Aira dengan suara yang diusahakan tetap tenang. "Dan saya tidak dibayar untuk akting. Saya di sini karena suami saya membutuhkan saya."

"Suami? Cih! Dasar wanita mata duitan," maki Dion. Ia beralih pada para direksi. "Tuan-tuan, kita tidak bisa membiarkan perusahaan ini dipimpin oleh orang yang membawa masalah pribadinya ke kantor! Ini melanggar etika!"

"Etika?" Arkanza berdiri, auranya yang mengintimidasi langsung memenuhi ruangan. "Etika mana yang kau maksud? Etika saat kau mencoba menjebakku di hotel kemarin malam? Atau etika saat kau berusaha mencuri saham pribadiku?"

Dion terdiam, wajahnya berubah pucat. "Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan!"

"Reno, bagikan dokumennya," perintah Arkanza.

Asisten Reno membagikan map hitam kepada para direktur. "Itu adalah bukti legalitas pernikahan Tuan Arkanza dan Nyonya Aira. Lengkap dengan sertifikat kesehatan yang menyatakan Tuan Arkanza dalam kondisi prima."

Arkanza mencondongkan tubuh ke arah Dion, berbisik cukup keras agar terdengar semua orang. "Harta warisan itu tetap milikku, Dion. Karena sekarang, aku tidak hanya punya istri, tapi aku punya 'alasan' untuk tetap hidup lebih lama darimu."

Dion mengepalkan tangan hingga buku jarinya memutih. "Jangan pikir ini sudah selesai, Arkan. Aku akan mencari tahu siapa gadis ini sebenarnya. Dan saat aku menemukannya, kau akan menyesal pernah membawanya ke sini!"

Dion keluar dari ruang rapat sambil membanting pintu. Arkanza kembali duduk, napasnya sedikit memberat karena emosi, tapi tangannya tidak lepas dari Aira.

"Tuan... Anda tidak apa-apa?" bisik Aira cemas.

Arkanza menatap Aira. Tatapannya yang tadi tajam pada Dion, mendadak melunak saat melihat wajah khawatir Aira. "Aku baik-baik saja selama kau ada di sini."

"Tapi Tuan Dion terlihat sangat marah. Dia pasti akan melakukan sesuatu," lanjut Aira.

Arkanza menarik kursi Aira agar lebih dekat dengannya, mengabaikan para direktur yang masih ada di sana. "Biarkan dia mencoba. Dia hanya tidak tahu bahwa dengan menyentuhmu, dia baru saja menggali kuburannya sendiri."

Arkanza beralih pada para direktur yang masih terpaku. "Rapat dimulai sekarang. Dan Nyonya Malik akan tetap di sini, mendengarkan setiap kata yang kalian ucapkan. Ada keberatan?"

Tidak ada satu pun direktur yang berani bersuara. Mereka hanya mengangguk patuh.

Sepanjang rapat yang berlangsung dua jam itu, Arkanza tidak melepaskan tangan Aira. Bagi Arkanza, tangan kecil itu bukan hanya obat, tapi juga senjata untuk menunjukkan pada dunia bahwa sang Monster kini telah memiliki pelindungnya sendiri.

...****************...

Saat rapat selesai, Reno masuk dengan terburu-buru dan berbisik pada Arkanza. "Tuan, ada seorang pria bernama Alan di lobi bawah. Dia berteriak-teriak bahwa dia adalah ayah mertua Anda dan meminta uang dua puluh miliar atau dia akan membeberkan rahasia Aira ke media."

1
Ms. R
Ka ceritanya sangat menarik, saya suka. tapi nama2nya bikin gak mood baca, ini seperti cerita mafia Eropa tapi namanya indo banget, maaf ka gak enak dibaca nya
Ariska Kamisa: hehe maaf ya kak kalo kurang memuaskan🙏
latarnya emang di indo, tapi plot twist nya aira emang keturunan mafia, ibunya kabur ke indo.
total 1 replies
Suginah Ana
critanya bagus menegangkan q suka
Ariska Kamisa: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
Ariska Kamisa
emang agak tsunder sih arkan 🤣
🍒⃞⃟🦅 ☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
ini dnamakan keluar mulut buaya masuk mulut harimau🤣 dua² ngeri
umie chaby_ba
seru nih ... penasaran akhirnya gimana ? apa penyakitnya Arkan akan sembuh atau selamanya akan bergantung pada Aira . /Whimper/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!