NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Dua Perwira Angkatan Laut

Kisah Cinta Dua Perwira Angkatan Laut

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:730
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Diwarnai dengan keegoisan karena didik keras sedari kecil, bukan hanya diterima tempat pendidikan ketika mereka bersekolah di akademi militer. Apakah cinta Agatha dan Jefry bisa mengalahkan sifat ego mereka???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sedih

Jefry sedang kunjungan kerja ke daerah di Indonesia bagian timur sudah empat hari rencananya hanya satu minggu berarti ini hari terakhir mereka. Agatha di ajak, namun dia sedang hamil muda. Perjalanan dinas ini sebenarnya wajib di temani istri. Jefry berat meninggalkan istrinya, namun dia tahu bahwa disini, di Surabaya ada keluarganya, ada kedua orangtuanya, ada kedua kakak perempuannya mba Sisca dan Debora bersama suami dan anak - anak mereka yang juga sayang kepada istri dan anaknya.

Agatha sedang sibuk melayani pasien. Kembali dia di hubungi ke IGD karena ada pasiennya. Setelah melakukan pemeriksaan. Dan meminta ners di IGD melakukan beberapa tes, dia kembali ke kliniknya sambil menunggu hasil agar dia bisa meresepkan obat, sebelum pasiennya di tempatkan di ruangan agar di rawat. Semua aktivitas Agatha di saksikan oleh dokter Bertha. Ada kecemburuan dari raut wajahnya.

Agatha berlari ke IGD waktu mendapat telephone dari kakak iparnya bahwa papa mertua sedang dilarikan ke rumah sakit karena pingsan, untung pasien yang mau konsultasi sudah selesai yang ada sekarang pasiennya yang mau terapi. Agatha berada di IGD tepat setelah rombongan tiba. Langsung mendorong tempat tidur rumah sakit kedalam ruangan. Dokter Bertha langsung memeriksa pasien.

"Papa mengalami serangan jantung dan juga hipertensi. Ini menyebabkan papa pingsan dan masih belum sadarkan diri. Ada pendarahan di otak mas. Ade harus mengoperasi papa."

"Lakukan sayang, mas percaya kepadamu. Mas dan rombongan sudah berada di Makassar, sore tiba Surabaya."

Mama dan kedua kakak iparnya sudah mengijinkan Agatha untuk mengoperasi papa. Agatha menjelaskan kondisi papa dab apa resikonya.

"Lakukan sayang, setidaknya kita sudah berusaha yang terbaik."

"Kakak percaya sama kamu sayang. Dan kita serahkan semuanya dalam doa kepada Tuhan." mba Sisca dan Debora serta mama mertuanya memeluk Agatha. Mereka tahu bahwa ini berat bagi Agatha. Operasi ini akan dipimpin langsung oleh Dokter Sherly, Agatha bertindak sebagai asisten membantu dokter.

Operasi yang berjalan tiga puluh menit, diawali dengan drama pendarahan. Setelah itu serangan jantung tiba - tiba. Beberapa ahli bedah sedang berusaha melakukan yang terbaik, dokter spesialis bedah jantung dan pembulu dokter Sherly berusaha melakukan penanganan. Namun nyawa mertua Agatha tidak tertolong. Agatha membantu memompa jantung namun tidak tertolong.

"Papa, pleaseee. Papa."

"Dokter Agatha...." Dokter Sherly rekan kerjanya langsung memeluk Agatha. Mertua Agatha dinyatakan meninggal Pembantu Letnan satu purnawirawan Nathaniel Wibowo sudah menghembuskan nafas terakhirnya. Kenyataan berat harus Agatha terima dan lebih berat lagi harus menyampaikan berita duka ini.

Semua orang melihat ke arah Agatha yang sudah bengkak matanya. Dia tidak sendir keluar dari ruang operasi, ada dokter Sherly sebagai ketua tim, dokter Prasetyo. Sebelum papa di Operasi kedua dokter ini sudah menjelaskan kepada mama dan kedua kakak iparnya.

Mba Sisca langsung memeluk Agatha, mereka empat perempuan ini saling merangkul.

"Maafkan kami ibu. Bapak meninggal." Sedikit kaget, sedih namun mama tetap kuat.

"Maafkan Agatha mama, Agatha dan teman - teman sudah melakukan yang terbaik. Maafkan mba."

"Semua ini sudah Tuhan rencanakan. Ayo sayang anak - anak mama kita siapkan kepulangan papa ke penciptanya."

Keberangkatan Jefry dipercepat, selesai menerima telephone dari istrinya. Dia bersama rekan - rekannya menghubungi maskapai yang lima menit mau boarding keberangkatan ke Surabaya. Dan Jefry pun berangkat.

Jenasah papanya sudah dibawa ke rumah duka rumah sakit. Informasi kematian papanya, diperoleh Jefry dari mbanya Sisca. Lewat pesan WA. Jefry di hubungi beberapa kali tidak bisa karena dia berada di pesawat. Keluarga tidak tahu, bahwa Jefry mengusahakan terbang pertama terpisah dari rombongan. Jefry langsung ke rumah sakit. Dibandara sudah ada anggota yang menjemput Jefry, pimpinan yang masih di makassar sudah mengetahui tentang meninggalnya orangtua Jefry makanya semua kesiapan sudah diambil oleh dinas.

Agatha masih bersedih, dia masih menemani kedua kakak dan mertuanya, sedangkan dirumah kediaman sudah ada kedua ipar dibantu oleh dinas menyiapkan kepulangan jenasah. Agatha, Alex, Alexa Dan Nael sudah menanti opa mereka dirumah, mereka berempat saling menguatkan. Karena sosok opa bagi mereka sangat mendapat tempat penting dihati ke empat cucu ini.

Jefry memeluk Agatha yang sangat terpukul. Dia mencium istrinya. Agatha menangis dalam pelukan suaminya.

"Its oke sayang. Ini sudah rencana Tuhan."

 Dia langsung mencium mama dan kedua kakaknya. Mereka berlima berada dalam pelukan Jefry. Jenasah papa sudah sampai dirumah. Isak tangis ke empat cucunya membuat Agatha kembali pingsan. Kondisi Agatha memang sangat tidak stabil di tambah dia sedang hamil, jadi daya tahan tubuhnya lemah. Langsung Jefry mengendong dan membawa ke kamar. Nael yang menangisi opanya,langsung berlari mengikuti papinya karena melihat maminya pingsan.

"Mami, mami, papi mami kenapa??"

"Mami kelelahan sayang."

"Dek, Agatha baik - baik saja."

"Aku baik - baik mba."

"Ooooo puji Tuhan." Mba Sisca dan mba Debora datang melihat Agatha.

"Mba, Agatha lagi hamil, makanya sedikit emosional."

"Serius sayang, kamu hamil."

"Iya mba ini sudah empat bulan."

Agatha langsung di peluk oleh kedua kakak iparnya. Jefry sudah di lantai satu menemani mama dan kakak - kakaknya menerima orang - orang yang datang melayat. Bersama dengan cucu - cucu papa dan kedua kakak iparnya. Sedangkan Agatha sedang beristirahat setelah di suntik obat penguat kandungan dan vitamin. Sekarang dia sedang beristirahat. Jefry rencana satu jam lagi akan melihat istrinya. Makanya dijamnya sudah disetel alaram.

Rencana pemakaman akan dilakukan besok secara militer. Semua sudah disiapkan oleh dinas. Semalam pukul tujuh Agatha ada dalam ibadah penguatan bersama keluarga. Orangtua Agatha sudah datang dari Atambua.

"Mama tidak perna menyalakan kamu sayang. Ini sudah rencana Tuhan."

"Maafkan Agatha tidak bisa melakukan apa - apa buat papa."

Dikamar Agatha dipeluk mesra oleh mama mertuanya. Beliau tahu bahwa menantunya ini merasa bersalah karena tidak bisa menolong mertuanya.

Pagi hari keluarga semua sudah siap untuk mengantar orang terkasihnya. Istri, anak, cucu dan menantu menggunakan baju putih. Peti ditutup semua menangis. Cucu - cucunya bahkan tidak rela melepaskan kepergian opa mereka. Yang Agatha sedih, melihat suaminya yang menangis dalam dia kehilangan figur pahlawan dalam hidupnya. Dia menghormati papanya memberi ciuman dan peti itu di tutup. Jefry memeluk istrinya sangat kuat. Dia mengantar ke mobil bersama mama dan mertuanya. Dan Jefry bersama kedua kakaknya mba Sisca dan Debora berada di mobil jenasah.

Pemakaman berlangsung baik. Papa dimakamkan bersebelahan dengan makam Elise anak perempuan Jefry dan Agatha. Banyak yang mengantar kepergian papanya Jefry, selain rekan kerja dan anggota juga teman - teman sekolah mereka. Ada Bertha juga disana.

"Turut berduka Jeff."

"Terima kasih." Bertha mengucapkan turut berbelasungkawa kepada Jefry dan keluarganya. Bertha merasa senang karena dia boleh memeluk Jefry.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!