- Berawal dari benci -
Akhh!
"Lo, kalau jalan pakai mata! "
"Maaf, kak "
"Ck, cewek gendut kaya lo mending pergi deh dari sini! "
" Baik ka! "
"Gendut amat sih! "
- berakhir di pelaminan -
"Apa nikah sama dia?, what! "
" Dewa bangun! "
" Akh, mama dewa ngga bisa nikah sama dia! "
" Harus bisa! "
- love 100 kg -
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 25 Date kedua
Aura, memperhatikan Wajah rupawan. Lelaki bertubuh atletis proporsional tersebut, ia sesekali tersenyum kagum pada makhluk yang sedang mengendarai mobil, di sebelahnya. Dewa menyipitkan matanya melirik gadis tersebut, dengan ekor matanya.
"Kenapa, lo senyum-senyum sendiri? " Tanya dewa dengan suara dingin, membuat aura langsung menggeleng cepat. "Udah jadi, gila kah? " Tanya dewa lagi membuat aura menggeleng, bibirnya menjuntai " Enak aja!, ngga tuh! " Sahutnya tegas membuat dewa tersenyum tipis "buktinya, lo kenapa suka banget senyam-senyum sendiri? " Cibir dewa pedas. Membuat aura menggeleng kan kepalanya, "ya, gue senang aja karena kita mau nonton kan? " Sahut Aura dengan suara penuh kesenangan. Membuat dewa tersenyum tipis mendengarnya, " Kalo, di pikir-pikir ini date kedua kita ngga sih? " Tanya dewa tetiba membuat,
Rona merah di pipi gadis itu muncul, ia hanya mangap dan ' ah oh' saja , entah kenapa jantungnya berdetak tidak karuan. Kala dewa berkata seperti itu, sementara lelaki tersebut tidak memikirkan dampak cakapannya. Ia dengan santainya menyetir, ia tidak tahu saja detak jantung aura sudah tidak normal.
"Kenapa bisa, gue kaya gini? " Monolog Aura di dalam hati, dewa memberhentikan menepikan mobil nya. Kala ia terlintas dengan satu nama yaitu ' bunga', aura menoleh ke arah lelaki tersebut dengan rasa penasaran. Mengelayut di wajahnya. " Gue mau, telefon irsyad dulu! " Cakap dewa yang seakan tahu. Apa yang ingin aura tanyakan. Ia hanya menganggukkan kepalanya,
Dewa, segera memasang Earphonenya di ke-dua telinganya. Lalu segera menelepon Irsyad, "𝗵𝗮𝗹𝗼, 𝘀𝘆𝗮𝗱 𝗸𝗮𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮. 𝗟𝗼 𝗺𝗮𝘂 𝗮𝗷𝗮𝗸 𝗯𝘂𝗻𝗴𝗮 𝗸𝗲 𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗺𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗯𝗲𝗻𝗲𝗿? " Cecar dewa ketika. Sambungan telepon sudah, diangkat " 𝗬𝗮, 𝗻𝗶𝗵 𝗴𝘂𝗲 𝗼𝘁𝘄 𝘁𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗷𝗮. 𝗕𝘂𝗻𝗴𝗮 𝗮𝗺𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗴𝘂𝗲 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁 𝗻𝗴𝗲-𝗱𝗮𝘁𝗲! " Dewa berdecak sebal, kala mendengar kekehan sang sahabat. Ia segera menyalakan kembali mesin mobilnya, " 𝗚𝘂𝗲, 𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗹𝗼 𝗷𝗮𝗴𝗮𝗶𝗻 𝗯𝘂𝗻𝗴𝗮! 𝗗𝗶𝗮 𝗯𝗲𝗿𝗮𝗿𝘁𝗶 𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗴𝘂𝗲!. 𝗟𝗼 𝘁𝗮𝗵𝘂 𝗶𝘁𝘂𝗸𝗮𝗻!? " Aura menundukkan kepalanya, kala tidak sengaja mendengar percakapan dewa. Otak kecilnya menerka-nerka sebenarnya kenapa bunga, bisa menjadi sosok yang paling berarti di hidup lelaki tampan tersebut,
"𝗚𝘂𝗲, 𝘁𝗮𝗵𝘂 𝗺𝗲𝗻𝗱𝗶𝗻𝗴 𝗹𝗼 𝘂𝗿𝘂𝘀 𝗮𝗷𝗮 𝗽𝗮𝗰𝗮𝗿 𝗯𝗮𝗿𝘂 𝗹𝗼!.. "Sahut Irsyad langsung mematikan sambungan telepon membuat, dewa mengerang marah melihat tingkah sang sahabat yang kurang akhlak!. Aura menundukkan kepalanya dalam-dalam kesunyian dan kecanggungan, menyelimuti kabin mobil.
Irsyad, membuka pintu mobil sampingnya dengan sigap ia membentengi. Kepala gadis tersebut dengan tangannya, " Hati-hati kepalanya!, " Kata Irsyad mengingatkan. Bunga tersenyum melihat perilaku manis Irsyad lalu ia keluar dari, mobil tersebut " Makasih ya bang! " Sahut bunga sembari menggenggam tali tas selempang nya,
"Ayo! " Ajak Irsyad tangannya, bergerak menarik pergelangan tangan. Gadis tersebut membuat bunga terperangah dengan, kelakuan Irsyad ia menutun bunga ke masuk ke pasar malam tersebut. Tatapan bunga masih saja jatuh ke tangan Irsyad yang, tanpa sadar menggandeng nya. " Dek, kamu mau mainkan yang mana? "Tanya Irsyad tanpa sadar apa yang telah ia lakukan.
Tatapan Irsyad langsung jatuh ke tangannya, yang mengenggam tangan gadis tersebut
" Sorry! , abang ngga sengaja! " Irsyad segera melepaskan tangannya dari tangan bunga.
"Ngga apa-apa kok!, " Sahut bunga seraya berjalan ke arah wahana. Biang lala yang berada di pasar malam tersebut, "mau naik itu! , bang boleh kah? " Pinta bunga wajahnya memelas bagaikan anak kecil. Irsyad tersenyum lalu mengangguk kan kepalanya, "ayo, naik! " Irsyad kembali menggandeng tangan sang sahabat, sekarang keduanya tidak sadar. Kalau tangan mereka menyatu,
Aura tersenyum puas, kala mereka sudah selesai nonton film. Ia merasa sangat puas sekali dengan, film yang ia nonton sedangkan lelaki tersebut yang mengajaknya nonton hanya. Diam bagaikan bodyguard di sebelahnya, " filmnya, bagus banget! " Ujar aura dengan sebuah senyuman kepuasan. Matanya berbinar, "menurut gue, biasa aja! " Aura terperangah dengan, perkataan dewa. Lalu ia menatap lelaki tersebut, "segitu, seru nya tapi kenapa ka dewa ngga suka?. Bukankag filmnya bagus? " Tanya aura penasaran, dewa tidak menggubris nya. Ia malah membuka kan pintu mobil, "masuk!, " Tangannya membentengi kepala. Sang kekasih
Aura, langsung masuk ke dalam mobil tersebut. Di susul oleh dewa yang duduk di balik kemudi, ia mulai memacu mobilnya. Keluar dari parkiran mall. "Lo senang? " Tanya dewa sembari menatap. Aura yang mulai maju-maju kedepan, kepalanya menandakan gadis itu mengantuk "banget! " Serunya, sembari tersenyum. Dewa tersenyum tipis mendengarnya "lo ngga, pernah begadang? " Tanya dewa ia sesekali menangkap aura, yang menguap lalu. Kepalanya maju-maku kedepan
"Jarang, paling kalo. Gue belum buat naskah untuk novel gue" Sahut aura membuat dahi dewa berkerut, " Maksudnya? " Tanya dewa memperjelas. " Gue kan p-" Dewa menyerengitkan dahinya, kala mendengar perkataan aura yang belum selesai. Maniknya langsung menatap menyalang gadis tersebut, yang ternyata. Sudah terlelap tidur "eh!, gue ngomong lo malah tidur! " Cebik dewa menggeleng kan kepalanya.
" Kebo juga ya, lo! " Ejeknya