NovelToon NovelToon
Encrypted Hearts

Encrypted Hearts

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Trauma masa lalu / CEO / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Sequel Langit Senja Galata

Pernikahan adalah suatu hal sakral untuk menyatukan dua hati dalam satu ikatan janji suci. Lalu bagaimana jika pernikahan tersebut terjadi antara dua orang yang tidak pernah akur satu sama lain? Alvin adalah CEO yang dingin, sedangkan Nana adalah gadis yang terlihat sempurna tapi memiliki gangguan duck syndrome. Baik Alvin maupun Nana memiliki ke hidupan lain di balik layar, tanpa ke duanya tahu bahwa mereka adalah musuh bebuyutan di dunia cyber.

Adik Lunara Ayzel Devran tersebut tanpa pikir panjang menujuk gadis yang sedang duduk di samping sang kakak adalah calon istrinya. Hanya demi menghindari kehidupannya diusik oleh sang kakek yang telah membuat hati sang kakak banyak tersakiti.

“Aku akan menikah dengan Nana,” ucap Alvin.

Nana yang sedang minum terkejut, dia tidak sengaja menyemburkan minumannya.

“Onty jolok! Baju Ezza jadi bacah,”

Apa alasan Nana akhirnya menyetujui permintaan Alvin? Lalu bagaimanakah kehidupan ke duanya setelah menikah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saling serang

Alvin berpapasan dengan sang bunda yang baru saja keluar dari kamar Nana, sedangkan dirinya baru saja dari ruang kerja sang ayah.

“Bunda nyari aku?”

Bunda Anara mengerutkan dahinya. “Di sini bukan hanya kamu yang tinggal, Vin. Pede banget,” jawab bunda Anara.

“Kirain,” sahut Alvin.

Bunda Anara menggeleng, sebelum turun dia memastikan pada putranya. “Kamu serius soal Nana?” ulangnya bertanya pada sang putra.

Alvin menghela napas. “Pada gak percaya banget sama Alvin,” jawabnya.

Bunda Anara langsung menatap tajam putranya.

“Iya-iya, bun. Alvin ini serius,” Alvin langsung merangkul pundak sang bunda.

Plak

“Aduh! Sakit bun,” keluh Alvin saat sang bunda menggeplak lengannya.

“Kamu ini benar-benar ya, Vin. Jangan sampai bunda dengar kamu mempermainkan anak orang,” ucap sang bunda.

“Terus Alvin harus mainin anak mo nyet gitu, bun?”

“Kamu ini,” kesal bunda Anara.

Alvin terkekeh, dia suka sekali menggoda sang bunda. “Bercanda, bun. Alvin tidak mungkin mempermainkan perempuan, karena kakak dan bunda Alvin adalah wanita-wanita yang luar biasa hebat. Kalian adalah hidupku,” Alvin memeluk manja sang bunda.

Dari balik pintu kamar, Nana melihat interaksi hangat antara anak dan ibu tersebut. Senyum tipis terukir dari sudut bibirnya, momen yang tidak akan dia temui saat tinggal bersama keluarganya di Korea.

“Nana kangen mama,” lirihnya, Nana kemudian menutup pintu kamar dengan sangat pelan agar tidak berisik.

Alvin ternyata menyadari hal tersebut, senyum tipis telihat dari bibirnya.

“Lepasin bunda, Vin! Bunda mau ketemu pacar halal dulu,” ucap bunda.

“Ck…cucu sudah dua bun, pacaran mulu.”

“Biarin. Dari pada situ…jomblo,” ledek bunda Anara pada putra bungsunya.

Bunda Anara turun ke lantai satu, kamar bunda Anara dan ayah Devran memang ada di lantai satu. Alvin memandangi sang bunda yang turun dari tangga, dia baru masuk ke dalam kamarnya setelah sang bunda menghilang masuk ke dalam kamar.

Alvin menghempaskan tubuhnya diatas kasur begitu masuk ke dalam kamar, sebenarnya bukan hanya Nana yang gelisah. Pria itu juga sedang gelisah, memang benar dia sebenarnya terlalu gegabah saat menyebut melibatkan Nana dalam masalahnya. Alvin sadar jika mereka berdua tidak dekat, namun Alvin juga tidak sedang bermain-main. Alvin akan memilih Nana di bandingkan harus menikah dengan Yerin yang tidak lain pilihan sang kakek.

Dia tidak mau hidupnya di kuasai oleh sang kakek, Alvin punya bisnisnya sendiri. Jazganara Tech yang sekarang adalah hasil kerja kerasnya, meskipun sang ayah belum melepaskan Alvin untuk seratus persen mengurus Jazganara. Namun nama Alvin Devran sudah cukup bisa bersaing jika di sandingkan dengan jajaran pebisnis muda yang cukup di pertimbangkan.

“Sepertinya besok aku harus bicara dengan bocah itu,” monolog Alvin, dia memang harus segera bicara dengan Nana. Bagaimanapun dia adalah pihak yang akan di rugikan terkait ucapan Alvin yang mengatakan kalau dirinya dalah calon istri Alvin.

Ting

Layar PC yang ada di meja kerja kamar Alvin berkedip-kedip, Alvin belum menyadari ada sesuatu yang janggal. Hingga sesaat kemudian barisan tulisan hijau bergerak merayap keatas, Alvin langsung bangkit dari tempat tidurnya.

Rasa kantuknya seketika hilang saat layar PC nya mendeteksi sinyal bahaya, Alvin langsung duduk di kursi kebesarannya. Lampu-lampu kamarnya berganti, khas ruangan anak cyber. Jari-jarinya mulai menari diatas keyboard dengan lihainya, ada yang berusaha menembus firewall (benteng pertahanan server milik Alvin).

Alvin tentu tidak akan tinggal diam. “Siapa yang berani menyerangku,” monolognya dengan nada datar, jari-jarinya terus bermain diatas keyboard. Tidak ada kata kalah baginya di dunia cyber, seorang Galaxy Cosmic adalah hacker kelas dunia yang handal. Dia bergerak dengan cepat, bahkan nyaris tak terdeteksi. Namun kali ini Alvin sepertinya menemukan lawan yang seimbang, akhir-akhir ini ada hacker yang begitu mengusik dirinya. Lebih tepatnya Alvin penasaran dengan sosok K.Nara, dia sudah memerintahkan orang-orangnya untuk mencari tahu siapa K. Nar. Namun sampai saat ini hacker satu itu masih belum tertembus, dan malam itu K.Nara malah masuk ke kandang singa.

“K.Nara…K.Nara, jadi kamu ingin bermain-main denganku lagi? Sepertinya kamu belum kapok,” monolog Alvin.

Alvin berperang dengan musuhnya, mereka saling serang di dunia cyber. Alvin bergerak cepat, dia kembali menyerang K.Nara. Dia mengimbangi serangan demi serangan yang di lancarkan oleh K.Nara, awalnya Alvin hanya menganggap hacker dengan identitas K.Nara itu dengan enteng. Alvin hanya menyerang dengan santai dan tidak memperhitungkan siapa lawannya.

Alvin kira K.Nara hanyalah seorang ingusan yang baru terjun ke dunia cyber, namun Alvin salah.

Sementara itu Nana yang tidak lain adalag K.Nara, gadis itu menyerang pertahanan Alvin dengan terus menerus. Jika di dunia nyata dia adalah sosok gadis manis, tidak ada lagi sosok gadis manis yang tersemat dalam di Nana saat dia berada di depan layar dan berubah identitas menjadi seorang hacker. Nana menjadi lebih garang, gerakan jari-jarinya juga sangat cepat dan teratur. Netranya menatap layar dengan tajam dan dingin, siapapun dapat merasakan aura dingin gadis itu saat dalam mode menjadi hacker.

Nana tersenyum. “Kena kamu, Galaxy Cosmic! Ini akibatnya kalau terlalu kepo padaku,” ucapnya.

Alvin lengah, diah terlalu menyepelekan K.Nara. Hal tersebut membuat Nana mendapatkan celah untuk masuk ke dalam server Alvin. Nana bahkan sudah hampir menembus inti, rupanya dia mengganti strategi. K.Nara atau Nana menyerang dengan pelan dan halus, Alvin bahkan hampir saja terkecoh.

“Si alan!” umpat Alvin, dia kecolongan saat lawan sudah mendekat pada inti sistem. Untungnya belum  terlambat dia menyadarinya, hingga Alvin mengerahkan kemampuannya. Keringat bahkan mulai membasahi pelipisnya, baru kali itu dia mendapatkan lawan yang tidak mudah.

Di kamar seberang, Nana terkekeh melihat lawannya mulai panik. Tidak tahu saja Nana, kalau yang dia lawan adalah pria yang berkata ingin menikah dengannya. Bahkan tempat yang dia tinggali adalah rumah milik keluarga hacker yang sedang bertarung dengannya di dunia maya.

“Sebentar lagi pas booom,”

Benar saja, karena beberapa menit kemudian sistem milik Alvin berubah warna menjadi merah dan bertuliskan sistem alert. Nana kembali tertawa membayangkan betapa kesal musuh bebuyutannya tersebut, dia hampir saja membuat layar pc Alvin menjadi gelap. Meskipun sempat lengah, tetap saja Alvin bisa mengatasinya. Nana hampir berhasil masuk menembus sistem milik Alvin, namun sang pemilik sistem memang bukan hacker sembarang hacker. Tidak akan semudah itu menembus pertahanan Alvin.

“Ini hanya peringatan untukmu Galaxy Cosmic, jangan mencari tahu lagi siapa aku! Atau aku akan menghancurkan sistem milikmu,” begitulah kiranya tulisan bergerak yang muncul pada layar pc Alvin.

“Si alan memang. Ternyata dia tahu kalau aku menyelidiki IP nya,” Alvin mengepalkan ke dua tangannya.

Sedangkan Nana tertawa puas di kamarnya, karena bisa membuat sang lawan kesal. Keresahannya hari itu seakan ikut menguar begitu saja, dunia cyber memang tempat Nana untuk melampiaskan ke tidak berdayannya di dunia nyata. Di sana dia menjadi dirinya sendiri, dunia yang menurut Nana paling mengerti tentang dirinya.

***

Siang itu Nana pergi ke mall bersama dengan Ayzel dan ke dua putranya, sementara Alvaro masih harus mengurus sesuatu. Alvaro akan menjemput keluarganya di mall setelah selesai dengan keperluannya.

Nana berjalan di depan Ayzel sambil menggandeng Altezza, Ayzel mendorong stroller twin di mana Haziel tidur dengan anteng setelah kenyang makan. Hati itu memang hari yang di tunggu Nana dan juga Altezza, mereka memang belum jalan-jalan semenjak sampai di Bandung. Akhirnya setelah beberapa waktu, mereka bisa jalan-jelan ke mall.

“Mau main itu tidak, boy?” tunjuk Nana pada playground yang ada di mall tersebut.

“Ndak mau!” ucapnya datar.

Nana merotasi malas bola matanya, sang keponakan terlalu pelit kosa kata. Mirip dengan unclenya. “Lama-lama aku pasang tombol juga nih,” sahut Nana.

Ayzel yang berjalan di belakang mereka tertawa ringan, dia lantas mengambil ponsel dan memotret Nana dan Altezza.

Send a picture 📷

“Ke mall x. Kita makan siang bareng,”

“Oke,”

Ayzel lantas menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas, dia lanjut mengekori dua anak manusia beda generasi tersebut. Terlihat bukan Nana yang menjaga Altezza, justru bocah tiga tahu tersebut malah seperti yang jadi penjaga untuk sang aunty.

“Naik itu yuk, boy!” ajak Nana untuk naik kereta mini.

“Ndak boleh. Ingat umul, aunty. Cudah becal macih mau naik odong-odong,” tegur Altezza.

“Haah? Odong apa tadi?” bingungnya yang tidak paham odong-odong.

Altezza menepuk keningnya bak pria dewasa. “Tau ah. Ezza cetles kalo cama aunty,” celetuk Altezza yang frustasi.

Nana mencebik. “Anakmu nih kak,” gerutunya, Ayzel hanya terkekeh melihat tingkah mereka.

Mereka akhirnya keluar masuk toko yang ada di mall tersebut, Nana terlihat membawa beberapa paper bag berisi belanjaan. Setelah puas melihat-lihat dan juga belanja, Aayzel mengajak mereka untuk makan siang.

“Makan siang dulu, yuk!” ajak Ayzel.

“Tidak tunggu kak Alvaro dulu, mbak?”

“Tidak usah, Na. Hubby masih meeting, baru selesai setengah jam lagi. Anak-anak bisa kelaparan kalau nunggu mas Alvaro,” jawab Ayzel diangguki Nana.

“Oke. Makan apa saja kau ikut,” ucapnya kemudian.

Ayzel membawa mereka ke resto makanan sunda yang ada di mall tersebut, mereka lantas memesan meja untuk beberapa orang.

“Kamu yang kemarin itu kan?” tanya sesorang dengan tiba-tiba pada Nana.

“Siapa ya?” Nana mengerutkan dahinya, dia memang tidak ingat siapa perempuan yang menyapanya. Ayzel baru saja datang dari kamar mandi saat melihat Yeri berdiri di depan Nana yang duduk di kursi.

“Ka-kamu?” kesal Yeri saat diabaikan. “Kamu lupa siapa aku? Aku ini calon istri Alvin,” ucap Yerin.

“Oh! Aku kira patung,” jawab Nana.

“Onty ndak pucing teliak-teliak telus dali tadi. Itu tikuc mau nyebelang campe takut cama cuala onty,” sahut Altezza, membuat Nana dan Ayzel menahan tawa.

“Bocah berisik sekali,” Yerin mulai kesal.

Yeri menatap tajam pada Altezza, bocah itu hanya diam saja. Tidak perduli dengan adanya Yerin di sana, Altezza sibuk dengan tabletnya.

“Apa yang kamu inginkan, Yerin?” kali ini Ayzel ikut bersuara. “Aku ke mari membawa anak-anak untuk bersenang-senang, tapi kamu datang sangat menganggu. Aku ingin quality time dengan mereka,” ucapnya tegas.

“Aku hanya ingin dia menjauhi Alvin, jangan salahkan kami kalau kami bertindak nekat” ucap Yerin.

“Kamu mengancam kami, Yerin?” tanya Ayzel dengan nada yang masih lembut namun menahan kobaran api yang sudah ingin meledak.

“Apa yang akan kamu atau tuan Zekai lakukan, Yerin?”

Mereka langsung menoleh kearah sumber suara.

“A-Alvin!” Yerin terkejut, begitu juga dengan Nana. “Dia itu muncul seenaknya saja,” batin Nana.

Alvin berjalan mendekat kearah mereka, dia berdiri di belakang Nana. Gadis itu bisa menghirup aroma maskulin yang membuat candu Nana.

“Katakan pada tuan Zekai, aku tetap akan menikah dia. Aku hanya akan menikah dengan Nana,” tegasnya lagi penuh penekanan pada Yerin.

Nana hanya diam membatu, pasalnya jarak Alvin berdiri begitu dekat dengannya. Punggung Nana nyaris menempel pada dada Alvin, Nana tiba-tiba berubah jadi gugup saat Alvin mendekatkan bibirnya pada telinga Nana. “Sudah siap menjadi nyonya Alvin Devran?”

Ucapan Alvin bukan sekedar ucapan lirih, namun ucapan yang dapat di dengar orang-orang di sekitarnya termasuk Yerin. “Kakek tidak akan tinggal diam, Vin. Kamu lupa bagaimana kakek sangat menyayangiku? Dia ingin kita yang mengurus perusahaan,” ucap Yerin.

“Aku tidak tertarik dengan perusahaan tuan Zekai,” jawab Alvin tegas.”Sebaiknya kamu pergi dari sini, Yerin. Atau aku panggil keamanan kalau kamu menganggu kami,”

Yerin menahan kesal di dalam hatinya, dia lantas pergi meninggalkan meeka semua. Sementara Alvin ikut bergabung makan siang dengan mereka, pria itu duduk di samping Nana duduk. Terlihat kecanggungan diangara ke duanya, terutama Nana.

1
Mar lina
aku mampir, kak
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimaksih kk... smg tdkmengecewkn kk sbg pembaca nvlku🙏🙏💗
total 1 replies
lyla lafiya
👍
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trmksh kk❤️
total 1 replies
partini
ini nanti yg bucin duluan siapa yah
tapi aku suka gaya Nana sih
partini: dua"nya Thor boleh"
total 2 replies
partini
kakek benci banget sama nana aihhh no good suatu saat pasti bangga punya cucu mantu BADAS
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkw blm th dia siapa nana kan ya. tak kenal maka hrs kenalan 🤭
total 1 replies
Ira Indrayani
/Good//Good//Heart//Heart//Heart/
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trmksh kk ❤️
total 1 replies
partini
tua Bangkotan emang susah karena udah alot
moga kena stroke 🤣🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): ekwkkw. hrs dibasmi biar g ganggu ya ka🤭
total 1 replies
partini
na tadi kamu jawab aja ,,aku ga bisa
ga bisa nolak 🤣🤣🤣
partini: yah udah expired Thor 🤭
total 2 replies
partini
Alvin keren 👍👍👍 like someone yg selalu selangkah di depan
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkw sat set dia
total 1 replies
partini
so sad bnggt ini jirr mewek akuhhh
a yulaela_fa(Ayu Anfi): cup kkk jgn nangis... kita temani kawal Nana biar bhgia nnti ❤️❤️
total 1 replies
partini
Alvin selangkah di depan weh
a yulaela_fa(Ayu Anfi): gaspoll dia kk... sblm ke duluan kakeknya🤣
total 1 replies
partini
Alvin kaya kulkas 100 pintu
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwk perlu di lelehin makanya dia kk 🫣🤣
total 1 replies
partini
dapat notif,,tapi mesti baca yg dulu" ini maklum Mak Mak memory cuma 4 GB gampang ful 🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkwk...g hrs bc sequel yg lm kk. soalnya g trll ngaruh jg nnti
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!