Di pesantren Queen Al-Falah, Abigail, seorang Ning yang dingin dan penuh talenta, lebih memilih kopi dan kesibukan pondok daripada cinta. Ia adalah permata yang tersembunyi di balik sikap judes dan penampilannya yang sederhana. Namun, takdir berkata lain ketika sang kakek menjodohkannya dengan seorang Gus Abdi Ndalem, partnernya dalam tim multimedia dan hadroh. Di antara jadwal padat, sholawat, dan misteri masa lalu, Abigail harus membuka hatinya untuk cinta yang tak pernah ia duga. Mampukah ia menemukan kehangatan di balik dinginnya ndalem dan kerasnya hatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Syarat Kepercayaan, Kajian Kitab Kuning, dan Live Jualan
[Setelah makan, Bijel tiba-tiba dengan suara dinginnya mengatakan kepada Arya untuk membantunya menerima semua ini. Ia memberikan kepercayaan kepada Arya, tapi Bijel menekankan bahwa jika kepercayaan itu disia-siakan dan ia disakiti, maka Arya harus siap melepaskan Bijel. Dengan artian, jika sudah memiliki Bijel, hanya ada satu kesempatan. Jika lebih dari satu kali, ia tidak akan memberikan kesempatan lagi.]
(Setelah Makan Siang)
Bijel: (dengan nada dingin dan datar) "Arya, aku akan mencoba memberikanmu kepercayaan. Tapi, aku punya satu syarat."
Gus Arya: (dengan nada serius) "Syarat apa?"
Bijel: "Bantu aku menerima semua ini. Jaga kepercayaan yang aku berikan. Kalau suatu saat kamu menyakitiku, kamu harus siap melepaskanku."
Gus Arya: (dengan nada tegas) "Aku janji, Bijel. Aku akan menjaga kepercayaanmu dan tidak akan pernah menyakitimu."
Bijel: "Ingat, Arya. Kesempatan hanya datang sekali. Kalau kamu menyia-nyiakannya, aku tidak akan memberikan kesempatan kedua."
[Malam harinya, Arya ikut kajian Abah Yai Hamdan di masjid putra bersama para pengurus dan kang-kang pengabdian yang usianya sudah lanjut, yang sepertinya sudah waktunya untuk menikah. Di kajian itu dibahas kitab Quratul Uyun dan sebagian kitab Fathul Muin. Abah Yai Hamdan membuka sesi tanya jawab seputar kedua kitab tersebut dan menjawabnya langsung.]
(Di Kajian Kitab Kuning)
Abah Yai Hamdan: "Baik, para santri dan hadirin sekalian, apakah ada pertanyaan seputar kitab Quratul Uyun dan Fathul Muin?"
Kang Ahmad: "Abah Yai, bagaimana hukumnya seorang suami yang tidak bisa memenuhi kebutuhan biologis istrinya?"
Abah Yai Hamdan: (dengan nada bijaksana) "Dalam kitab Quratul Uyun dijelaskan bahwa seorang suami wajib memenuhi kebutuhan biologis istrinya. Jika tidak, maka istri berhak untuk mengajukan gugatan cerai."
Pengurus Masjid: "Abah Yai, bagaimana cara menjaga keharmonisan rumah tangga menurut kitab Fathul Muin?"
Abah Yai Hamdan: (dengan nada bijaksana) "Dalam kitab Fathul Muin dijelaskan bahwa cara menjaga keharmonisan rumah tangga adalah dengan saling mencintai, menghormati, dan memahami satu sama lain. Selain itu, suami istri juga harus saling terbuka dan jujur dalam segala hal."
[Setelah selesai, Arya kembali ke ndalem barat. Ia melihat istrinya di ruang santai sedang live mempromosikan produk jualannya, yaitu skincare dan beberapa baju.]
Bijel: (dengan nada ceria dan profesional) "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman semuanya! Selamat malam! Apa kabar? Hari ini aku mau promosiin produk skincare andalanku yang..."
(Bijel melanjutkan dengan menjelaskan manfaat dan keunggulan produk skincare-nya, serta menjawab pertanyaan dari para penonton live)
Penonton 1: "Ning, skincare-nya cocok untuk kulit berjerawat nggak?"
Bijel: "Tentu saja cocok, dear! Skincare ini diformulasikan khusus untuk mengatasi masalah jerawat dan membuat kulit kamu jadi lebih bersih dan glowing!"
Penonton 2: "Ning, harganya berapa?"
Bijel: "Harganya sangat terjangkau, juga murce dear! Cuma..."
(Bijel menyebutkan harga produknya dan memberikan diskon khusus untuk para penonton live)
Penonton 3: "Ning, bajunya bagus banget! Beli di mana?"
Bijel: "Bajunya ini koleksi terbaru dari butikku, dear! Bahannya adem dan nyaman banget dipakai sehari-hari. Harganya juga lagi diskon lho!"
(Bijel menunjukkan beberapa koleksi bajunya dan memberikan tips mix and match kepada para penonton live)
[Arya memperhatikan istrinya dari kejauhan dengan perasaan kagum dan bangga. Ia tidak menyangka bahwa Bijel begitu pandai dalam berjualan dan memiliki banyak penggemar. Ia merasa terharu karena Bijel bisa tetap mandiri dan produktif.]