NovelToon NovelToon
Ambisi Mantan Istri Yang Depresi

Ambisi Mantan Istri Yang Depresi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Romansa / Balas Dendam / Pelakor jahat / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga)
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: SooYuu

“Anak? Aku tak pernah berharap memiliki seorang anak denganmu!”

Dunia seolah berhenti kala kalimat tajam itu keluar dari mulut suaminya.
.
.
Demi melunasi hutang ayahnya, Kayuna terpaksa menikah dengan Niko — CEO kejam nan tempramental. Ia kerap menerima hinaan dan siksaan fisik dari suaminya.

Setelah kehilangan bayinya dan mengetahui Niko bermain belakang dengan wanita lain. Tak hanya depresi, hidup Kayuna pun hancur sepenuhnya.

Namun, di titik terendahnya, muncul Shadow Cure — geng misterius yang membantunya bangkit. Dari gadis lemah, Kayuna berubah menjadi sosok yang siap membalas dendam terhadap orang-orang yang menghancurkannya.

Akankah Kayuna mampu menuntaskan dendamnya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SooYuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25

Di sebuah ruangan sempit dan menyesakkan, air sengaja dibiarkan terus mengalir meski bak penadahnya sudah penuh. Debaran jantungnya kian menderu, Airin duduk di atas sitting toilet.

Bibir bawahnya terus bergetar, sesekali ia mengulumnya erat-erat. “Bagaimana ini? Gimana caraku ngomong ke Mas Niko? Dia lagi sibuk banget dengan urusan kantor, apalagi masalah Kayuna sialan itu.”

Airin terus bergumam, rautnya terbesit kecemasan. Tangannya menggenggam sesuatu yang mirip stik kecil berwarna biru. Dua garis merah terlihat jelas di bagian stik tersebut.

Brak!

Terdengar seseorang membuka pintu toilet. Airin langsung membungkam mulutnya, tangannya cekatan menyembunyikan alat tes kehamilan ke dalam tas kecilnya.

“Ren, kamu kenal deket sama Airin, ‘kan?”

‘Itu … suara Riska?’ batin Airin. Ia masih duduk di toilet, dengan mengangkat kakinya ke atas, agar tak ketahuan sedang bersembunyi di sana.

Telinganya terbuka lebar — menguping percakapan Riska dan Rena, rekan kerjanya.

“Iya, aku tetangga kompleksnya,” sahut Rena.

“Kamu kenal juga sama sepupunya?” tanya Riska lagi.

“Sepupu?” Rena tampak menyipitkan mata. “Aku kurang tau, setauku saudaranya nggak ada yang di kota. Karena dia kan pindahan dari desa, kemungkinan keluarganya banyak yang di desa.”

“Benarkah?” Riska tampak menyeringai remeh. “Beberapa hari ini, apa ada saudaranya yang datang ke rumahnya?”

Rena menggeleng. “Kenapa? Kamu kepo banget sama Airin.” cetusnya.

Riska yang sedang bercermin kini merapatkan diri di dekat Rena. Suaranya setengah berbisik. “Aku beberapa hari lalu ketemu Airin di klinik, dan tau apa yang kulihat? Dia lagi duduk ngantri di depan ruangan dokter kandungan.”

Rena membelalak. “Hah?!” Suaranya melengking — menggema di ruangan.

“Ssttt,” bisik Riska sambil menekan mulut dengan telunjuknya. “Jangan berisik.”

Rena mencondongkan tubuh, mendekatkan diri ke Riska, demi agar mendengar jelas informasi gosip terpanas. “Ngapain dia ke dokter kandungan?”

“Dia bilang … nemenin sepupu, tapi aku nggak yakin.” Riska menyunggingkan bibirnya. “Jangan-jangan … dia yang hamil.”

Rena menajamkan pendengarannya. Hingga tiap detail kalimat yang dilontarkan Riska, melekat di telinganya. “Masa sih, Ris? Kira-kira siapa pria yang menghamilinya?”

“Aku curiga, dia main gila sama Pak Niko. Liat aja sekarang, nggak ada angin nggak ada ujan, kantor kita heboh dengan pengumuman identitas istri CEO. Aku dengar dari dari orang atas, katanya ….” Riska sengaja menggantung kalimatnya, lalu melanjutkan dengan nada rendah namun tajam.

“Istri CEO murka karna mengetahui perselingkuhan itu. Jadilah dia meretas website perusahaan dan mengumumkan identitasnya.”

Rena menggelengkan kepala, rautnya seolah mengatakan jijik tanpa suara. “Dih! Nggak nyangka Airin jadi wanita simpanan.”

Riska mengangguk, bibirnya masih terus lincah menggunjing rekan kerjanya. “Kalau jadi istri sah, aku juga pasti murka-lah. Bakal tak cabik-cabik tuh muka pelakor, kujambak sampe abis tuh rambutnya. Ku peting, kubejek-bejek! Musnahkan pelakor!”

Rena cekikikan sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan.

Sementara di balik bilik toilet yang tertutup. Airin mengerang tanpa suara, raut wajahnya sudah merah menggambarkan rasa yang sulit dijabarkan. ‘Mulut para jalang ini!’ geramnya dalam hati.

Di sisi pintu masuk toilet. Tampak seorang wanita mengenakan seragam petugas kebersihan, ia menempelkan kupingnya lekat-lekat ke dinding, berusaha menangkap kasak-kusuk berita dari dalam sana.

“Hamil?” gumamnya tak percaya.

Ia kemudian menyentuh telinga. “Wah, berita besar, Bos.” Laudia berkata lirih.

Dengan senyum penuh niat terselubung, ia kembali memegang gagang sapu, berpura-pura menyapu di sekitar area itu.

Kala salah satu karyawan wanita melintas di sana, dengan sigap Laudia menghampirinya. “Eh, Mbak. Udah denger gosipnya belum?”

Gadis yang dikenal pendiam, garang, dan berwajah datar itu kini tampak luwes menyebarkan berita, yang ia pun sebenarnya tak tahu kebenarannya.

Dalam sekejap, gosip beredar luas ke seluruh gedung. Cap pelakor dan wanita hina, siap menjatuhkan harga diri Airin.

***

“Aaaaakh!!!” Kayuna menjerit di balik ruangan, dua staf wanita dan satu waria sibuk mondar-mandir di dekatnya.

Wanita dengan senyum berlesung pipi, mengenakan seragam rapi berwarna maroon, sibuk mengolesi sebuah bodycare di bagian betis Kayuna. Lalu menempelkan waxing strip dan menariknya.

“Aaaaakkhh!!” Kayuna kembali berteriak.

“Mbak. Udah, Mbak. Cukup!” serunya sambil menaik-turunkan dada — mengatur napasnya.

Seorang waria mengusap lembut bahu Kayuna. “Sabar, Sayang … si Ganteng bilang kamu harus tampil maksimal hari ini,” ujarnya.

“Tapi, Buk ….”

“Ibuk?!” Alis si waria menukik tajam. “Call me MADAM! M.A.D.A.M.” Mulutnya menganga lebar, mengeja satu per satu huruf kapital.

Kayuna terperangah, kaget bercampur perih bekas bulu-bulu halus yang terangkat paksa dari betisnya.

“Ma-maaf, Madam.” Kayuna menelan ludah.

.

.

.

Sebagai mantan seorang model yang dahulu cukup dikenal, namun dalam sekejap mimpi dan cita-cita Kayuna runtuh, digulung kenyataan yang sangat tak ia harapkan.

Pernikahannya dengan Niko, bukan mengangkat derajatnya. Justru namanya kian redup seolah hilang ditelan bumi yang tak pernah mengembalikan apapun.

Sebelumnya, Adrian dan Kayuna sudah sepakat akan mengeksekusi misi hari ini.

Adrian bukanlah dokter biasa, berkat geng yang ia dirikan, membuatnya sering bertemu dengan banyak dan macam-macam orang.

Melalui koneksinya, Adrian menemui Madam Merry, seorang waria sekaligus pendiri agensi yang menaungi beberapa aktris, aktor dan model ternama.

Setelah bertemu Kayuna, bola mata Madam Merry terbuka lebar-lebar seolah baru saja menemukan berlian di antara tumpukan jerami.

Pesona dan auranya memancar menyilaukan manik pekat Madam Merry.

‘Ini … permata yang kucari,’ batin Madam Merry.

Tanpa pikir panjang. Waria berambut pirang dan berhidung runcing itu pun segera menerima dan membawa Kayuna ke sebuah salon miliknya.

Ia menyulap Kayuna bak Cinderella yang baru saja bangkit dari keterpurukan.

“Ini konsep yang kuinginkan, Say,” ujar si Madam sambil tersenyum puas.

Kayuna mengulum senyum. Gaun yang membalut tubuhnya jatuh anggun mengikuti lekuknya, membuat setiap gerakan kecil terlihat lebih mempesona dari biasanya. Wajah jelitanya tak kalah indah dari gaun bercorak merah menyala yang dikenakannya.

Madam Merry membuka tirai, sosok pria berparas rupawan tampak membuka perlahan mulutnya, terbuai akan kecantikan Cinderella yang diselamatkannya.

“Adrian, gimana penampilanku?” tanya Kayuna.

Adrian tak menjawab, ia masih menganga sambil memindai dari ujung kaki hingga rambut Kayuna.

“Hmmm … si Gantengmu itu pasti sangat terpesona!” celetuk Madam Merry.

“Bos …,” bisik Danar yang duduk di samping Adrian, sikunya tampak sibuk menyenggol lengan Adrian.

“Hah? Cantik, iya cantik.” Adrian tergagap.

Beberapa pasang mata tampak memahami sorot netra Adrian yang tak melepas pandangan sedetikpun dari Kayuna. Lalu Madam Merry memberi isyarat pada Danar untuk meninggalkan ruangan.

Hanya tersisa Adrian dan Kayuna di sana. Adrian lalu melangkah mendekat. “Kamu sudah siap?”

Kayuna tersenyum simpul, lalu mengangguk pelan. “Aku siap.”

Adrian menyodorkan tangannya agar Kayuna menggandengnya. Meski sempat kikuk tapi Kayuna segera tanpa ragu menerima tawaran itu.

Beriringan dengan langkah pelan, namun jantungnya berdegup kencang. Kayuna berbisik pelan di hatinya.

‘Dari sini, semua kumulai setelah melangkahkan kaki keluar dari ruangan ini. Dengan sentuhan lembut tangan seorang pria yang siap menjadi perisaiku, akan kupastikan, orang-orang yang dahulu menjatuhkanku akan membayar dengan tunai! Hina dibalas hina, sakit dibalas sakit, darah … dibalas darah.’

*

*

Bersambung.

1
Sayuri
lh kn emg ank hram
Sunaryati
Kayunya emak ikut lega semua orang yang jahat padamu menemui dan kau bebas karena bantuan Adrian.
SooYuu: terima kasih emak, sudah menemani perjalan Kayuna sejauh ini🙏🫶🏻
total 1 replies
💕Bunda Iin💕
lah ko nanya ya...itu karma kau sekeluarga...ingat loh apa yg kita tanam itu akan berbuah...sekrang kau sedng merasakan buah yg kau tanam😁
💕Bunda Iin💕
langsung dibuat ga punya apa² sama tuhan😅
SooYuu: karma dibayar tunai😆
total 1 replies
💕Bunda Iin💕
niko jdi bahan permainan para napi😁kesombongan + keangkuhannya langsung sirna😅
💕Bunda Iin💕
aw aw aw ngiluuuuu😁
N Wage
yaaaaah....
kamu...iya kamu❤️
💕Bunda Iin💕
ckckckck manusia berhati iblis yg ga mengakui klo diri nya bersalah😡
💕Bunda Iin💕
1M mah terlalu sedikit itu dan aturan di hukmat aj atuh
SooYuu: mau bagaimana lagi, beginilah hukum yang berlaku🤧🤧
total 1 replies
💕Bunda Iin💕
ringan sekali hukuman nya 20thn penjara itu blom revisi😱
💕Bunda Iin💕
pembunuhan thor bukan pembuhaan😁
💕Bunda Iin💕
apakah anak hasil dri perempuan lain
💕Bunda Iin💕
demi ambisi anak perempuan nya menjdi korban😡
💕Bunda Iin💕
didunia nyata jg banyak yg melanggar etik ke dokteran apabila anak yg berduit bikin ulah..seandainya nyata jg dokter² yg melanggar etik kedokteran mempunyai rasa bersalah dan dihantui rasa bersalah nya
💕Bunda Iin💕
typo ya thor aturan dan di kalimat "luka sayatan tak tusukan"
💕Bunda Iin💕: gpp say...slalu semangat dlm berkarya💪💪ak hanya senang membaca tdk bisa menulis dan berkarya seperti mu🥰
total 2 replies
💕Bunda Iin💕
kirain kevin menjdi saksi jg...akhir nya nih bpk irwan berguna jg menjdi bpk
💕Bunda Iin💕
apakah kevin menjdi saksi jg🤔
💕Bunda Iin💕
inilah bumerang kau irwan...neraka yg kau ciptakan bukan kedamaian
💕Bunda Iin💕
ambisi mu menjdi bumerang mu😡
💕Bunda Iin💕
uang sangat jauh beda pak dgn kasih sayang yg tulus..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!