NovelToon NovelToon
Suami Hyper Anak SMA

Suami Hyper Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Teen Angst / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Raey Luma

"DAVINNNN!" Suara lantang Leora memenuhi seisi kamar.
Ia terbangun dengan kepala berat dan tubuh yang terasa aneh.
Selimut tebal melilit rapat di tubuhnya, dan ketika ia sadar… sesuatu sudah berubah. Bajunya tak lagi terpasang. Davin menoleh dari kursi dekat jendela,
"Kenapa. Kaget?"
"Semalem, lo apain gue. Hah?!!"
"Nggak, ngapa-ngapain sih. Cuma, 'masuk sedikit'. Gak papa, 'kan?"
"Dasaaar Cowok Gila!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raey Luma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orangtua Davin

"Apa kamu siap merawat Davin dengan kondisinya saat ini?” tanya Papa Davin.

Leora terdiam. Bukan karena tidak mendengar, melainkan karena terlalu banyak kemungkinan berputar di kepalanya dalam waktu bersamaan.

Jika ia menolak— ia tahu, Papa dan Mama Davin tidak akan pulang. Mereka akan tinggal di rumah ini. Mengawasi, menilai dan memperhatikan setiap gerakannya. Dan itu… neraka bagi Leora.

Karena di hadapan mereka, Leora bukan hanya istri secara status. Ia harus terlihat hangat dan romantis. Seorang istri yang terlihat sangat mencintai suaminya tanpa celah.

Padahal kenyataannya, ia bahkan sering menjaga jarak dari Davin. Jika itu sampai terbaca semuanya akan runtuh.

Papa Leora pun tak akan tinggal diam. Leora tahu betul, ayahnya tidak akan pernah memaafkan kegagalan ini.

“Leora, gimana?” Papa Davin mengulang,

“Eung… anu Om—eh Pa…” suara Leora nyaris tercekat. “Aku sanggup kok.”

Kata itu keluar, bukan dari keyakinan.

Melainkan dari keterpaksaan.

“Kamu yakin?” Mama Davin akhirnya angkat bicara.

“Ya—yakin, Ma,” ucapnya cepat.

Papa Davin mengangguk pelan. “Baik,” katanya singkat. “Kalau begitu, kami serahkan Davin padamu.”

Kalimat itu terdengar sederhana. Namun bagi Leora, rasanya seperti vonis.

Mama Davin lantas melangkah mendekat satu langkah. Tatapan matanya lurus ke wajah Leora.

“Kami percaya padamu karena kamu anak semata wayang dari Ardy Prawijaya,” ucapnya pelan. “Sahabat setia suamiku.”

Penekanan di kata terakhir membuat napas Leora tercekat. “Jangan sampai kepercayaan itu keliru.”

Leora mengangguk pelan. “Baik, Ma.”

Di belakangnya, Davin memejamkan mata sesaat. Entah lelah atau tengah menahan sesuatu.

"Oh ya, sekarang kamu ganti baju. Sudah ada makanan di dapur. Mama pesan makanan kesukaan kamu dan Davin, kita akan makan sebentar lagi." lanjut Mama Davin, dengan tenang.

Leora mengangguk, lalu dalam beberapa menit menghilang dari ruangan itu.

Davin yang masih duduk di kursi roda, hanya bisa diam tanpa aksi. Banyak hal yang ingin ia bicarakan, namun tidak sekarang.

Hari itu belum juga reda.

Belum lama Leora kembali ke ruang tamu, bel rumah kembali berbunyi. Dua orang guru berdiri di depan perwakilan sekolah.

Begitu mendengar suara guru, refleks Leora bekerja lebih cepat dari pikirannya. Ia langsung berbalik dan berlari ke lantai atas, bersembunyi di balik pintu kamar, napasnya tertahan.

Papa dan Mama Davin saling pandang. Mereka paham.

Dua minggu lalu, perjanjian itu sudah disepakati: pernikahan ini harus rapat. Di sekolah, mereka tetap murid biasa. Tak satu pun boleh tahu status Leora dan Davin.

Di bawah, Papa Davin menyambut para guru dengan tenang. Senyum sopan, nada wajar. Tak ada yang mencurigakan.

"Selamat Siang, saya Ayahnya Davin" kata Andrew, nama Papa Davin.

"Benarkah, ini dengan Pak Andrew, pengacara terkenal itu?" tanya guru lainnya.

Pak Andrew hanya mengangguk, sedikit tersipu. Sementara guru satunya, mencoba menyadarkan, sebab mereka datang ke sana bukan sebagai orang biasa, melainkan sebagai perwakilan dari sekolah Davin.

"Euh– anu, Pak... Maaf. Saya terbawa suasana" kata guru itu.

"Tidak apa-apa, Pak Guru. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Andrew, ramah.

"Sebenarnya kami berdua datang kemari, untuk menengok Ananda Davin yang kemarin sempat cidera karena kelalaian tim lawan saat turnamen"

Di atas, Leora diam diam menempelkan punggung ke dinding. Lututnya masih gemetar. Sedikit saja bocor habis sudah semuanya.

Para guru tak berlama-lama, hanya menyampaikan doa dan titipan, mereka pamit dengan raut puas, dan sedikit kagum. Pintu tertutup. Rumah kembali sunyi.

Leora masih di lantai atas ketika Mama Davin memanggilnya lagi.

“Leora. Turun.”

Nada itu dingin, tak memberi ruang menawar. Leora menelan ludah, lalu menuruni tangga perlahan.

Papa Davin mendekat. “Mulai hari ini, Papa titip Davin padamu. Urusan sekolah, dan hal lainnya Papa yang urus.”

Leora mengangguk pelan. Tak berani membantah.

Mama Davin menimpali singkat, “Jaga diri kamu juga. Kalo ada sesuatu jangan segan kabari kami.”

Leora kembali mengangguk.

"Hari ini, kami cuma ingin memastikan Davin mendapat perawatan terbaik di rumah. Karena Davin paling tidak bisa berada di tempat ramai." kata Mama Diana, nama Mama Davin.

"Iya, Ma. Terimakasih. Dan, maaf... Karena sudah membuat Mama dan Papa datang jauh jauh ke sini"

"Enggak apa-apa. Kami justru minta maaf karena enggak bisa temani kalian lama-lama. Sebab, setelah makan, kami harus pergi. Harus ngejar jadwal penerbangan sore ini untuk ke Singapur"

Leora terdiam.

Bukan melarang, namun justru itu kabar baiknya. Sedari tadi Leora benar benar mengharapkan orang tua Davin agar segera beranjak dari rumah itu.

Lagipula, tidak bisa dipungkiri, mereka begitu sibuk. Sebab keduanya orang orang penting dengan bisnis yang tersebar hampir di seluruh negeri.

Saat Leora hendak menjawab, akan tetapi suara Bi Marni membuatnya urung.

"Non, Tuan... Hidangan sudah siap" katanya lantang.

Mama Davin mengangguk kecil. “Baik. Kita harus makan sebentar.”

Meja makan segera terisi. Suasananya rapi, tenang. Leora duduk berseberangan dengan Davin, menjaga jarak aman, tangannya sibuk sendiri dengan sendok.

Papa Davin hanya makan beberapa suap. Mama Davin lebih banyak memperhatikan.

"Davin, kamu makan pelan pelan ya, Sayang. Kamu harus isi perut kamu" kata Mama Davin, mengingatkan.

Davin mengangguk, nyaris tak bersuara.

Suasana dapur terasa lebih canggung dari biasanya. Bi Marni turut makan bersama, ia sama sekali tak berani mengeluarkan suara, sama halnya dengan Leora.

Tak lama kemudian, Mama Davin berdiri. “Kami harus berangkat sekarang.”

Papa Davin ikut bangkit. “Jaga Davin baik-baik, Leora.”

“Iya, Pa.”

Mama Davin mendekat, merapikan sedikit rambut Leora. “Jangan buat kami khawatir.”

Mereka menciumi putra kesayangannya, lalu menatap Bi Marni lama seolah mereka menitipkan banyak hal padanya.

Setelah perpisahan singkat itu, pintu tertutup. Mobil mereka pergi, dan rumah kembali senyap.

Leora berdiri terpaku beberapa detik.

Baru saat itu napasnya terasa jatuh.

Davin memecah hening. “Lo kelihatan mau pingsan.”

Leora menoleh tajam. “Lo kira ini mudah. Hah?”

Davin diam, lalu berkata pelan, “Maaf.”

Leora menarik napas panjang. “Gue butuh angin segar.”

Ia melangkah pergi, meninggalkan Davin yang menatap punggungnya tatapan yang sama seperti tadi. Dan entah kenapa, membuat hari itu terasa belum benar-benar selesai.

Bi Marni yang masih berdiri di sana hanya terpaku melihat interaksi keduanya. Bukan hal baru mereka seperti ini.

Lalu setelahnya, Davin mencoba bangkit dari kursi roda untuk mengejar Leora, namun dengan cepat Bi Marni menghadang–

"Den. Jangan sekarang."

1
Neneng
g suka bgt sm leora
Raey Luma
Bacaan yang ringan dan santai. Cocok untuk menemani waktu luang.
muna aprilia
lanjut kak bagus ceritanya
banyak" in update kak
diah nursanti
lanjut thor,,,penasaran,itu Rey udah tau kalo leora tinggal ma davin ya??
Raey Luma: kita lihat nanti kak🤭
total 1 replies
diah nursanti
leora bener2 gak punya hati,buat leora menyesal thor
diah nursanti
hah,,,jadi leora tau semua kelakuan Rey nyelakai Davin???cinta memang buta,,awas leora nanti km bakal nyesel
muna aprilia
lanjutkan kak
diah nursanti
keras kepala bnget leora,,tau rasa nanti kalo dikerjain Rey lagi
Raey Luma: Namanya orang jatuh cinta kak😃
total 1 replies
muna aprilia
lanjut
diah nursanti
leora keras kepala banget jadi cewek
Shifa Burhan
author tolong jawaban donk dengan jujur

*kenapa di novel2 pernikahan paksa dan sang suami masih punya pacar, maka kalian tegas anggap itu selingkuh, dan pacar suami kalian anggap wanita murahana, dan suami kalian anggap melakukan kesalahan paling fatal karena tidak menghargai pernikahan dan tidak menghargai istrinya, kalian akan buat suami dapat karma, menyesal, dan mengemis maaf, istri kalian buat tegas pergi dan tidak mudah memaafkan, dan satu lagi kalian pasti hadirkan lelaki lain yang jadi pahlawan bagi sang istri

*tapi sangat berbanding terbalik dengan novel2 pernikahan paksa tapi sang istri yang masih punya pacar, kalian bukan anggap itu selingkuh, pacar istri kalian anggap korban yang harus diperlakukan sangat2 lembut, kalian membenarkan kelakuan istri dan anggap itu bukan kesalahan serius, nanti semudah itu dimaafkan dan sang suami kalian buat kayak budak cinta dan kayak boneka yang Terima saja diperlakukan kayak gitu oleh istrinya, dan dia akan nerima begitu saja dan mudah sekali memaafkan, dan kalian tidak akan berani hadirkan wanita lain yang baik dan bak pahlawan bagi suami kalau pun kalian hadirkan tetap saja kalian perlakuan kayak pelakor dan wanita murahan, dan yang paling parah di novel2 kayak gini ada yang malah memutar balik fakta jadi suami yang salah karena tidak sabar dan tidak bisa mengerti perasaan istri yang masih mencintai pria lain

tolong Thor tanggapan dan jawaban?
Raey Luma: Sementara contoh yang kakak sebutkan mungkin lebih menonjolkan karakter pria yang arogan, sehingga apa pun yang dia lakukan selalu tampak salah di mata pembaca. Apalagi di banyak novel, perempuan yang dinikahkan secara paksa biasanya digambarkan berasal dari tekanan ekonomi atau tanggung jawab keluarga, sehingga karakternya cenderung lebih lemah dan rapuh. Dan itu yang akhirnya membuat tokoh pria terlihat seperti pihak yang “dibenci”.


Beda dengan alur ceritaku di sini, di mana pernikahan mereka justru terjadi karena hal konyol dua orang ayah yang sama-sama sudah kaya sejak lama, jadi dinamika emosinya memang terasa berbeda.

Kurang lebih seperti itu sudut pandangku. Mohon maaf kalau masih ada bagian yang kurang, dan terima kasih sudah berbagi opini 🤍
total 2 replies
Felina Qwix
kalo aja tau Rey si Davin suaminya Leora haduh🤣🤣🤣
Raey Luma: beuuh apa ga meledak tuh sekolah🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!