NovelToon NovelToon
Pesona Istri Yang Kusia-siakan

Pesona Istri Yang Kusia-siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Selingkuh / Pelakor / CEO / Suami Tak Berguna / Penyesalan Suami
Popularitas:120.3k
Nilai: 5
Nama Author: Melon Milk

Alyssa hidup dalam pernikahan yang hancur bersama Junior, pria yang dulu sangat mencintainya, kini menolaknya dengan kebencian. Puncak luka terjadi ketika Junior secara terang-terangan menolak Niko, putra mereka, dan bersikeras bahwa anak itu bukan darah dagingnya. Di bawah satu atap, Alyssa dan Niko dipaksa berbagi ruang dengan Maureen, wanita yang dicintai Junior dan ibu dari Kairo, satu-satunya anak yang diakui Junior.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melon Milk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

"Masih ada yang mau kamu beli, sayang?" tanya Alyssa pada Niko yang tak bisa menyembunyikan senyum lebar di wajahnya karena keyboard yang baru dibeli.

Hanya dengan membeli sesuatu yang ia sukai, suasana hati Niko sudah membaik. Karena itu Alyssa tidak melarangnya, terlebih ia tahu putranya sudah banyak berubah. Selama masih masuk akal, ia akan berusaha memenuhi keinginan anaknya.

Namun tentu saja tidak sampai menghamburkan uang. Alyssa tetap memberi batasan.

"Aku juga beliin adik aku, yang warna pink!" kata Niko sambil menunjukkan keyboard kecil untuk adiknya.

"Wow! Pasti Cecil senang sekali. Kamu kasih kejutan ya, Nak." Alyssa mengusap kepala anaknya. Ia selalu bahagia melihat Niko tersenyum.

Alyssa melepas pegangan troli ketika ponselnya berdering dari dalam tas. Ia melihat nama Edgar di layar dan langsung menjawabnya.

"Kamu di mana?"

"Baru mau keluar dari supermarket. Kenapa?"

"Pas! Aku ke sana ya. Atau kamu keluar saja, mobilku sudah di parkiran. Aku baru antar Ashley, terus Briana bilang kamu sama Niko belanja," jelas Edgar.

"Oke. Sekalian ikut ke apartemenku ya, aku mau masak carbonara," jawab Alyssa sambil melirik sekitar.

Pengunjung cukup ramai. Niko sendiri sibuk menatap keyboard barunya.

"Siap! Sampai ketemu!"

"Ayo, Nak. Om Edgar kamu mau datang," ajak Alyssa sambil lebih dulu mendorong troli. Barang belanjaan cukup berat sehingga ia tak bisa lagi menggandeng tangan Niko.

Troli itu akan ia tinggalkan di area parkir karena ada petugas yang akan mengurusnya.

***

Edgar bersiul pelan sambil memainkan kunci mobil di tangannya.

Tiba-tiba sebuah bola basket memantul ke arahnya dan berhenti di kakinya.

"Maaf, Om!" kata seorang anak laki-laki.

Edgar terdiam saat menatap anak itu. Wajahnya terasa familiar.

Tunggu… bukankah dia sudah lebih tinggi sekarang? Hampir setinggi Niko.

Anak itu hendak pergi, tetapi Edgar menahannya. "Tunggu sebentar!"

Anak itu menoleh sambil tersenyum.

"Kamu anaknya Maureen dan Junior, ya?" tanya Edgar. Wajah Kairo memang tak banyak berubah.

"Iya. Kok Om tahu?" Kairo mendekat, penasaran.

"Kamu nggak kenal aku?" Edgar tersenyum tipis. Ia memang membenci Maureen, tapi tidak pada anak ini.

"Enggak, Om."

Mungkin dia lupa. Dulu masih kecil.

"Orang tua kamu di mana?" tanya Edgar.

"Di sana!" Kairo menunjuk sepasang pria dan wanita di dekat mobil mewah.

Tanpa sengaja Junior menoleh ke arah mereka. Seketika udara di antara Junior dan Edgar terasa menegang. Maureen ikut menoleh mengikuti pandangan Junior.

"Papa datang!" seru Kairo.

Junior melangkah cepat mendekat. Tatapan mereka bertabrakan, seolah saling menusuk.

"Ke sini," panggil Junior pada Kairo, lalu menarik anaknya berdiri di belakangnya.

"Wah, dunia kecil ya, Edgar," Maureen tersenyum lebar. "Ngapain di sini?"

"Iya, kecil," jawab Edgar sambil tersenyum, matanya menatap seseorang di belakang Maureen.

Alyssa berjalan ke arah mereka, belum menyadari siapa yang dihadapi Edgar.

Junior perlahan berbalik mengikuti arah pandang Edgar.

"Bantuin dong--" Alyssa terhenti saat melihat siapa yang berdiri di depan Edgar.

Sekarang bagaimana reaksimu? Kamu sanggup menghadapi mereka?

Edgar menahan napas, khawatir Alyssa akan terluka.

Namun inilah kenyataan. Mereka pasti akan bertemu.

Alyssa mendorong troli dengan dahi berkerut.

Dasar Edgar! Nanti carbonaranya nggak aku kasih!

Dari jauh, ia sudah mengenali Edgar. Ia mempercepat langkah, berniat memasukkan belanjaan ke mobilnya, sampai akhirnya ia melihat dengan jelas siapa yang berdiri di sana.

Astaga…

"Astaga…" Maureen bertepuk tangan sambil tertawa. "Masih bareng-bareng ya? Kuat juga kalian. Kayak kami!" Maureen langsung merangkul lengan Junior.

Namun Alyssa dan Junior seakan tak mendengar apa pun. Mereka saling menatap, membaca pikiran satu sama lain.

Kenapa dia terlihat makin dewasa… makin berwibawa…

Dan kenapa aku menatapnya seperti ini?

"Ayolah, sayang!" Maureen menarik wajah Junior. "Lihat aku!"

Edgar terkekeh. Ia mendekat dan mengambil alih troli dari Alyssa. "Wah, kalian adu tatap ya?" candanya. Alyssa langsung mencubit pinggangnya.

"Oh! Tante Alyssa dan Om Edgar. Aku ingat sekarang!" seru Kairo ceria.

"Kairo, diam!" bentak Maureen.

"Itu bolaku!" Kairo berlari mengejar bola.

"Kenapa kamu masih bareng dia?" tanya Junior dengan senyum kaku, tinjunya mengepal.

Edgar tertawa keras. "Dasar bodoh. Kamu benar-benar bodoh, Junior."

"Apa katamu?" Junior hendak maju, tapi Maureen menahan lengannya.

"Sayang, banyak orang!" Maureen mendengus. "Kenapa sih ketemu orang kotor begini?"

"Terserah kalian mau menikah atau tidak," jawab Edgar. "Kami bahagia."

"Kalian pergi! Jijik!" bentak Maureen.

"Yang berkhianat itu kamu!" balas Edgar. "Kamu memutarbalikkan fakta demi merebut suami Alyssa!"

Alyssa melangkah maju. "Kalian belum menikah?" senyumnya tipis. "Katanya setelah perceraian langsung menikah. Lima tahun, baru sekarang?"

"Kami sibuk merencanakan masa depan," bela Maureen.

"Atau dia ragu menikahimu?" Alyssa tersenyum dingin. "Kamu tahu apa tentang jadi istri?"

"Diam!" Maureen mengepalkan tangan.

"Aku sudah tidak mencintai Junior," ujar Alyssa tegas. "Dan Edgar akan menikah. Kamu diterima keluarganya?"

"Cukup!" Junior menahan Maureen.

"Jangan terpancing," kata Edgar santai. "Lihat dia. Cantik sekali. Pantas saja tunanganmu menatapnya dari tadi."

"Aku tak peduli kalian menikah atau tidak," kata Alyssa dingin pada Junior. "Undang aku pun aku datang."

"Aku tidak akan selingkuh kalau--"

"Kalau bukan karena aku?" Alyssa memotong. "Kamu pintar, tapi bodoh."

"Ayo pergi," kata Edgar sambil mendorong troli. "Kamu harus memasak, yang mau makan masakanmu sudah menunggu."

Alyssa melirik Edgar tajam. Ia lalu menoleh ke belakang. Niko berdiri di sana, menatap Junior.

"Menjijikkan," kata Niko pada Junior.

"Niko!"

"Jangan bicara dengan mereka, Mommy," ucap Niko tegas. "Aku malu punya ayah seperti dia."

Niko menarik tangan Alyssa menjauh.

Begitu masuk mobil, Niko menangis tersedu.

"Ada apa, sayang?" Alyssa memeluknya.

"Aku benci dia," isak Niko. "Dia cuma peduli sama Kairo. Aku cemburu. Aku juga mau punya ayah."

Alyssa dan Edgar sama-sama terdiam.

Niko memeluk ibunya erat. "Aku kangen Daddy…"

Alyssa mengusap rambutnya lembut. "Tidak apa-apa, Nak."

Edgar mulai menjalankan mobil. Niko tertidur di pelukan Alyssa, sementara hati Alyssa terasa semakin berat.

1
kalea rizuky
menye menye alisya males dahh
kalea rizuky
pergi jauh alisya enak aja qm sama anak mu cm di jadiin cadangan doank dih laki goblokkk
Asyatun 1
lanjut
Oma Gavin
waduh ini yg koma istri edgar jgn seneng dulu kamu maureen hbs ini giliran edgar yg akan menghabisi mu dan hans
Anonymous
LEMAH AMAT 🤣
Asyatun 1
lanjut
Anonymous
Alyssa mental Slime
Ma Em
Alyssa bulatkan tekadmu pergilah ke Amerika lbh baik Alyssa dan anak2 tinggal di Amerika , Alyssa hrs bisa melupakan Junior emang Junior tetaplah papanya Niko dan Cecil itu tdk akan ada yg bisa menggantikannya , aku tdk sukanya sama Alyssa tetap saja lemah dan bodoh msh saja TDK bisa move on dari Junior sama saja Alyssa dipakai tambah lumayan sama Junior dulu dicaci dihina dan diusir dibuang seperti sampah tapi Alyssa sdh melupakan momen itu .
Ma Em
Alyssa akhirnya kamu emang selalu kalah dari Maureen kamu yg bodoh Alyssa msh saja percaya sama Junior , Junior tetap saja memprioritaskan Kairo daripada Niko , lbh baik kamu lupakan Junior lbh baik kamu keluar negeri lagi jgn tinggal di indonesia lagi lupakan Junior carilah kebahagiaanmu dan anak2 Alyssa .
Asyatun 1
lanjut
Adinda
Alysa tolol udah dibuang,difitnah direndahkan masih mau bertahan
Adinda
wanita tolol udah dibuang kayak sampah masih saja bodoh
kalea rizuky
kapok goblok sih jd orang menyia nyiakan anak dan istri demi anak haram
Oma Gavin
nah bener kan kairo bukan anak junior sudah jelas dari kelakuan nya mirip maureen kamu saja yg oon bin goblok junior selama ini kamu hanya dimanfaatkan maureen jelas" selingkuh dgn hans kamu masih saja ngga test DNA udah dari awal kamu ragu wajah ngga ada miripnya dgn kamu masih saja kamu pertahankan, semoga kamu juga ditinggalkan sama alyssa dan niko, cecil biar komplit penderitaan mu junior
Anonymous
ole ole balikan... DASH DASH OHRANGER
Anggrenioi
okeee
Anita Rahayu
cerita kamu memuakkan dan jenuh thor karakter cowo gk tegas dan plin plan begitu juga dgn cweknya gk sukalah bacanya
kalea rizuky
Alisa lemah lembek tolol lawan bodoh
kalea rizuky
sekali lacur ttep lacur
kalea rizuky
klo balik q ksih rating jelek. ini. novel liat aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!