'Betapa kejamnya dunia pada seorang wanita yang belum bergelar ibu.'
Zahra sudah menikah dengan Aditya selama tiga tahun. Namun masih belum dipercaya memiliki seorang anak.
Meskipun belum juga hamil, tapi Zahra bersyukur Aditya dan keluarganya tidak mempermasalahkan hal itu. Zahra merasa hidupnya sempurna dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
Tapi takdir berkata lain, suatu hari ia mengetahui bahwa Aditya akan menikah dengan Nadia, teman masa kecil Aditya karena Nadia hamil.
Rasa marah dan kecewa melebur jadi satu dalam hati Zahra. Ia mulai mempertanyakan keadilan dunia.
Mampukah Zahra mengobati hatinya dan menata lagi hidupnya atau ia tetap menggenggam cinta yang menyakitkan tersebut ?
..
Hay readers kesayangan Author, Author kembali lagi nih dengan tema berbeda dari novel sebelumnya. Terus kasih dukungan buat Author ya. Silahkan dikoreksi jika ada salah.
Mohon bacanya tidak di skip-skip ya. Makasih 🙏🫶🤩
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berita Buruk
Kening Zahra berkerut saat menemukan nota pembelian cincin berlian yang hampir sama dengan miliknya namun dengan ukuran yang berbeda di dalam saku kemeja Aditya.
"Apa Mas Aditya mau menerima hadiah untukku ya ? tapi ukurannya berbeda. Apa untuk Santi ya ?" pikir Zahra seorang diri. Ia mengira suaminya membelikan cincin itu untuk adik perempuannya.
"Nanti lah aku tanya. Barangkali dia lupa cerita sama aku," katanya lagi berusaha menepis segala prasangka buruk yang mulai bersarang di hatinya.
Lalu ia memutuskan untuk membuat kue sembari menunggu pakaian kotor digiling di mesin cuci.
Zahra sangat suka membuat kue. Berbagai resep ia coba selama tiga tahun ini sebagai kegiatannya sehari-hari. Tapi sebenarnya bukan membuat kue nya yang ia sukai. Melainkan pujian dari Aditya sebagai suaminya yang membuat nya bahagia.
Aditya selalu memuji apapun buatan Zahra. Mulai dari masakan yang hambar, terlalu asin sampai kini terasa sangat pas di lidah.
Sebenarnya Aditya sudah melarang Zahra melakukan pekerjaan rumah. Namun Zahra yang bersikeras ingin mengerjakan nya sendiri tanpa bantuan dari asisten rumah tangga.
Zahra merasa senang melakukannya. Apalagi ia belum memiliki anak jadi membuatnya tidak tau harus melakukan apa lagi. Sebab Aditya sudah melarangnya bekerja diluar rumah.
Ponsel Zahra tiba-tiba berdering hingga memecah fokus Zahra yang tengah asik bergulat dengan adonan tepung.
Tertera nama 'Zafirah', saudara kembarnya yang menelfon. Cepat-cepat ia mengangkat panggilan tersebut kalau tidak Zafirah akan mengomel tanpa henti.
"Dimana kamu ?" tanya Zafirah dengan suara dingin.
"Aku dirumah. Sedang membuat kue. Ada apa ?" tanya Zahra. Entah mengapa ia merasa tidak enak mendengar suara Zafirah.
"Datanglah kesini. Aku melihat suami mu menikah lagi," kata Zafirah dengan nada penuh amarah yang tertahan.
Zahra terdiam. Mencoba menelaah kembali apa yang baru saja didengarnya. Apa Zafirah sedang membuat lelucon ? tapi sungguh ini tidak lucu. Pikir Zahra.
"Aku tidak bohong. Cepat kesini. Aku akan kirim alamatnya," kata Zafirah kemudian menutup panggilan nya.
Zahra menurunkan tangannya dari telinga sembari menggenggam erat ponselnya. Zafirah tidak pernah bercanda soal perasaannya. Benarkah jika Aditya sedang menikahi perempuan lain. Ia mengingat tentang nota pembelian cincin berlian beberapa waktu lalu.
"Apa Mas Aditya mengkhianati ku ? apa ibu juga tau ?" tanyanya seorang diri. Dadanya penuh sesak dan air mata luruh dengan sendirinya.
Cepat-cepat ia mencuci tangan dan meninggalkan adonan yang sudah siap dicetak. Harapan mendengar pujian dari resep barunya ia tinggalkan berganti dengan rasa penasaran yang Zafirah katakan.
Ia mengendarai mobil sendiri menuju alamat yang Zafirah kirimkan tidak lama setelah panggilan terputus.
Zahra mengenal alamat tersebut. Itu adalah alamat rumah Nadia Prameswari. Teman masa kecil Aditya yang begitu dekat dengan keluarga suaminya. Dan ia pun mengenalnya.
"Apa mungkin ..?" Zahra menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya. Berharap pikirannya salah. Tidak mungkin kan Aditya menikahi Nadia di belakangnya.
'Pergilah kesana dulu. Aku juga sedang dalam perjalanan. Berita ini aku dapat dari Vino dan Maura,' Pesan Zafirah masuk lagi ke dalam ponsel Zahra disertai foto sebuah rumah berlantai dua yang ramai dengan beberapa karangan bunga selamat serta banyak kendaraan berjajar di depan rumahnya.
Lidah Zahra terasa kelu. Dadanya begitu sesak tidak mampu mengungkapkan bagaimana perasaannya saat ini. Ia hanya ingin cepat sampai. Di tekannya pedal gas kuat-kuat agar segera sampai. Tanpa melihat maps pun ia sudah tau kemana arahnya.
"Jika itu benar terjadi, aku tidak akan memaafkan mu mas.." kata Zahra penuh luka.
Selama perjalanan, semua bayangan bagaimana perlakuan Aditya berputar di benaknya. Aditya sosok suami yang baik selama tiga tahun pernikahan mereka. Tidak sekali pun membentak ataupun menyuruh Zahra melakukan sesuatu yang tidak Zahra sukai. Aditya juga kerap membantu pekerjaan rumah Zahra tanpa diminta. Membelikan banyak hadiah sudah menjadi kebiasaannya apalagi jika Aditya mendapatkan bonus dari kantornya.
Begitu juga dengan keluarga suaminya yang terdiri dari ibu, kakak perempuan dan adik perempuannya. Mereka semua begitu menerima keberadaan Zahra. Ibu mertuanya pun sangat baik dan tidak menuntut cucuk ata segala hal yang membuat Zahra tidak nyaman.
Namun apa ini ? kenyataan apa yang nanti akan ia hadapi setibanya di rumah yang akan ia datangi ? apa seluruh keluarga Aditya tau akan hal ini ?
Zahra tidak bisa berpikir jernih lagi. Ia hanya ingin cepat sampai dan membuktikan kebenaran yang sejak tadi mengusiknya. Dan sejauh itu, ia masih berharap jika foto dan berita yang Zafirah kirimkan tidaklah benar.
Mobil Zahra sudah memasuki gerbang perumahan tempat rumah Nadia berada. Beberapa kali ia pernah kemari. Entah bersama Aditya atau bersama ibu mertuanya. Hubungan dua keluarga tersebut sangat baik hingga layaknya saudara.
Zahra menghentikan mobilnya di sebuah tanah lapang yang tidak jauh dari rumah Nadia disebabkan jalanan depan rumahnya sudah penuh dengan mobil.
Dan dari tempatnya berdiri dengan jelas ia melihat tulisan di karang bunga 'selamat menempuh hidup baru Nadia dan Aditya '.
Zahra merasa amat pusing. Tubuhnya bergetar dan air mata mulai berjatuhan tanpa diminta. Ia terpaku ditempatnya tanpa bisa menggerakkan kaki nya barang selangkah pun.
"Zahra..." sebuah suara menyadarkan nya dari keterdiaman. Ia menoleh, mendapati sahabat Zafirah yang bernama Maura dan suaminya, Vino mendekati nya.
"Maura.." ucap Zahra pelan.
Maura memeluk Zahra dan seakan mengerti apa yang saat ini Zahra rasakan.
"Apa benar Mas Aditya yang menikah di dalam sana ?" tanya Zahra tersendat-sendat.
"Benar. Aku dan Vino melihat suami kamu sedang bersiap-siap untuk menikah dengan perempuan bernama Nadia," kata Maura pelan. Ia sebenarnya tidak tega mengatakan itu. Tapi Zahra harus tau. Dan ia memang sengaja tetap berada disana menunggu kedatangan Zahra sebab Zafirah masih ada di perjalanan.
"Tolong antar aku kesana," kata Zahra pelan sembari menyeka air matanya.
"Tapi apa kamu kuat ?" tanya Vino yang mengenal Zahra juga.
Maura dan Vino memiliki usaha ketring yang lumayan besar. Dan pada hari ini mereka ikut mengantar pesanan yang sangat banyak dikarenakan beberapa anak buahnya mengantar di tempat lain. Sedangkan ibu Nadia baru memesan ketring kemarin malam.
Aditya tidak mengetahui jika ada Maura dan Vino. Lagi pula ia tidak terlalu mengenal keduanya meskipun pernah bertemu beberapa kali.
"Aku harus kuat kan. Aku harus melihat apa yang sebenarnya dilakukan oleh suamiku," kata Zahra.
"Apa tidak menunggu Zafirah dulu ?" tanya Maura. Karena Maura yakin jika Zahra yang masuk kesana sendirian dia tidak akan sanggup meskipun Maura sendiri ikut menemani nya.
Berbeda hal nya jika bersama Zafirah. Adik kembar Zahra yang tidak identik tersebut memiliki keberanian yang besar dan tidak tanggung-tanggung dalam memberi pelajaran pada seseorang yang menyakiti nya.
Masih teringat dengan kejadian enam bulan lalu ketika Zafirah menghajar mantan suaminya dengan brutal setelah persidangan mereka hingga membuat Zafirah hampir menginap di penjara.
...
Assalamualaikum.. Jumpa lagi sama othor dengan karya baru lagi. Kali ini othor mau bikin cerita yang berbeda.
Mohon dukungannya ya. Kasih tau jika ada kekurangannya. Makasih semuanya 🙏
penasaran siapa itu.. smngt up ny Thor
sempet kirain genre BL novelnya gegara cover ternyata bukan hehehe
Semangat thor 💪