Nona ketiga Xiao Xinyi di paksa menikahi Adipati Ling Yun menggantikan kakak tertuanya yang terus berusaha untuk mengakhiri hidupnya.
Siapa yang tidak tahu jika Adipati Ling Yun selalu berselisih dengan Tuan besar Xiao. Dua keluarga besar yang saling bertentangan itu di anugerahi pernikahan Kaisar Jing Hao.
Bersedia ataupun tidak salah satu wanita dari kediaman Xiao harus menikah menjadi Nyonya utama kediaman Adipati Ling Yun. Intrik dalam pernikahan yang berlandaskan politik menjadikan Nona ketiga Xiao Xinyi harus membuat rencana untuk dirinya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kota Yueji
Di ruangan keluarga, Tuan Xiao Lang menyambut kedatangan putrinya juga menantunya dengan kebahagiaan. Kerinduan yang dirinya rasakan kini perlahan mulai memudar. Saat ini dia hanya di liputi kebahagiaan tanpa henti. "Xinyi. Bagaimana keadaanmu? Apa ayahmu memperlakukanmu dengan baik? Juga," menatap kearah Adipati Ling Yun. "Suamimu bersikap baik kepadamu?"
"Ayah kedua. Ayah sangat baik begitu juga suamiku." Mantap ayah keduanya dengan senyuman kehangatan. "Kenapa ayah terus batuk? Apa penyakit lama ayah kedua kambuh lagi?"
Tuan Xiao Lang meneteskan air matanya. Dia seorang pria yang gagah namun tidak pernah bisa menyembunyikan kesedihannya. Mendengar penjelasan putrinya dia menjadi lebih hangat kepada menantunya. "Menantuku. Kamu juga harus makan lebih banyak. Agar tubuhmu lebih kekar." Dia merasa menantunya sangat kurus dan sulit di andalkan.
Adipati Ling Yun hanya tersenyum tipis dengan senyuman santai.
"Menantu. Apa pekerjaan keluargamu? Mertuamu itu membuatku tidak bisa mengetahui kabar dari kalian. Bahkan memblokir semua informasi yang sangat ingin aku terima." Tuan Xiao Lang mendekatkan dirinya.
"Ayah mertua, keluarga kami hanya dari kalahan orang biasa. Saya juga sipir tingkat tiga di Biro Pemerintahan kota," jelas Adipati Ling Yun memberikan alasan yang masuk akal. Identitasnya saat ini tidak boleh di bocorkan begitu saja.
Tuan Xiao Lang menepuk pundak menantu laki-lakinya. "Selama kamu baik dan setia dengan putriku. Pekerjaan apapun yang kamu tekuni. Aku tidak akan menjadi masalah. Yang terpenting kalian hidup bersama dan selalu di penuhi kebahagiaan."
Adipati Ling Yun mengangguk mengerti.
Hari itu di kediaman Tuan Xiao Lang kebahagiaan terasa sangat melekat kuat. Berkat putrinya dan menantunya yang datang mengunjungi dirinya.
Di ruangan kamar tidak terlalu besar namun cukup nyaman. Kamar yang selalu di tempati Xiao Xinyi selama sepuluh tahun terakhir. "Yichen, maaf sudah membuatmu harus tidur di sini. Aku tidak bisa memberitahukan ayah tentang keadaan pernikahan kita."
Pria muda yang ada di kursi ruangan kamar membalik dokumen yang ada di tangannya. "Tidak masalah. Kamar ini juga cukup nyaman."
"Jiang Xu bilang kita bisa pergi ketempatnya saat sore hari," ujar Xiao Xinyi meletakkan selimut tebal di tempat tidur. "Kamu yakin tidur denganku tidak menjadi masalah?"
"Em."
"Baiklah." Gadis itu menata kamar tidurnya dengan cukup cekatan. Karena dia tidak ingin hubungan pernikahannya dengan suaminya yang masih penuh ketidaknyamanan di lihat ayah keduanya. Xiao Xinyi meminta kedua pelayannya untuk membantu Ayahnya saja. Dan semua keperluan dirinya juga suaminya akan di selesaikan sendiri.
Adipati Ling Yun meletakkan dokumen di tangannya. Dia berjalan mendekat kearah Istrinya. "Lebih baik kamu duduk. Jika terjadi sesuatu denganmu. Semua orang hanya akan menjadikan aku sebagai tersangka." Menarik pelan tangan istrinya agar menjauh. Dia mulai mengambil alih untuk menata tempat tidur. Setelah selesai dia keluar dari kamar. Masih ada banyak hal yang harus di lakukan. Di tambah sepuluh ribu pasukan masih ada di luar perbatasan kota Yueji.
Xiao Xinyi tersenyum lembut menatap punggung suaminya yang berlalu pergi meninggalkan dirinya.
Dua pelayannya masuk membawakan baskom air hangat untuk mencuci kaki dan wajah. "Nyonya muda. Kesehatan anda masih belum pulih sepenuhnya. Tolong jangan terlalu bekerja keras." Daxia berkata dengan pelan dia takut ada orang lain yang mengetahuinya.
"Aku mengerti. Hanya saja di rumah ini aku takut ayah kedua mengetahui semua hal yang aku sembunyikan. Kalian juga harus hati-hati," tegas Xiao Xinyi.
"Baik."
"Sudah lama aku tidak pergi ketoko obat." Gadis itu bangkit dari tempat duduknya pergi kearah toko obat yang ada tepat di samping kediaman pribadi Ayah keduanya. Setiap hari selalu ada pembeli yang datang bahkan terkadang toko menjadi sangat ramai. Toko obat Xiao Lang sangat terkenal di kota Yueji. Gadis itu diam menatap keramaian bahkan sesekali ikut membantu menyiapkan obat.
Di tengah kesibukannya. Dia melihat pemuda yang dulu selalu mengikuti dirinya di akademi. Pemuda itu berlari mendekat penuh semangat. Saat menerobos keramaian di toko obat ada sedikit rasa tidak sabar yang terlibat jelas. "Xinyi," dia berteriak kuat. Membuat beberapa orang menghindar juga menatap kearahnya. Tuan muda ketiga He Liqin putra ketiga dari keluarga pejabat kota. Datang menghampiri pujaan hatinya yang telah lama pergi.
Xiao Xinyi bangkit menatap biasa. Dia selalu saja merasa kurang nyaman setiap pemuda itu mendekat kearahnya. Tapi dirinya juga tidak dapat menolak secara langsung. Karena kakak tertuanya seorang hakim daerah. Memiliki kekuasaan cukup kuat di kota. Jika penolakan yang Xiao Xinyi berikan melukai Tuan muda He Liqin dirinya takut ayahnya akan mengalami masalah. "Tuan muda ketiga."
"Xinyi, kenapa selalu memanggilku dengan sangat asing. Kamu bisa memanggilku Liqin." Tatapan penuh cinta itu terus di perlihatkan dengan jelas. "Saat kamu pergi waktu itu. Aku sangat ingin menyusulmu tapi kakak tertuaku cukup sulit di hadapi. Dia selalu mengawasi setiap tindakanku." Tuan muda ketiga He Liqin terus berusaha mendekatkan tubuhnya.
Dua pelayan Xiao Xinyi menghadang di depan. "Tuan muda tolong jaga sikap anda terhadap Nyonya muda kami," ujar Daxia menatap sinis. Begitu juga Daiyu yang cukup kesal melihat pemuda di depannya.
"Nyonya muda? Hahah... Apa yang kalian maksudkan? Dia belum pernah manikah. Bagaimana bisa menjadi Nyonya muda?" Tuan muda ketiga He Liqin tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Di saat dia melihat kearah Xiao Xinyi. "Xinyi, kamu sudah menikah?" hatinya di tekan kuat.
Xiao Xinyi tersenyum tipis. "Iya. Aku sudah menikah."
Penjelasan dari Xiao Xinyi membuat raut wajah Tuan muda ketiga He Liqin berubah seketika. Dia meremas hadiah yang ingin di berikan kepada Xiao Xinyi. Saat dia sadar kembali bungkusan hadiah di rapikan. "Tidak masalah. Xinyi kamu harus menerima hadiah ini. Aku telah menyiapkan hadiah ini sejak dulu." Pemuda itu berusaha untuk memaksakan kehendaknya. Namun tanpa di duga tangannya di tarik dengan kuat agar menghindar. Pria muda menghadang di hadapan Xiao Xinyi. Tatapannya sangat dingin juga tajam. "Kamu?"
"Aku suaminya," suara dingin tidak bersahabat itu penuh tekanan. Adipati Ling Yun berusaha menyembunyikan tubuh istrinya dengan baik berada di belakang punggungnya.
Melihat suami Xiao Xinyi telah datang. Tuan muda ketiga He Liqin pergi penuh rasa kecewa. Tubuhnya sangat lemah bahkan hampir tidak bisa berdiri tegap karena mendapati kenyataan pahit. Gadis yang ia cintai selama bertahun-tahun sudah menjadi istri orang lain. Dia benar-benar tidak bisa menerimanya. "Sekalipun kamu menikah. Tetap saja kamu harus menjadi istriku. Sedangkan suamimu harus mati di tanganku." Membuang bungkus berisi hadiah yang ada di tangannya.
Di dalam toko obat sendiri Xiao Xinyi menyapa kearah pria muda yang telah berdiri di depannya. "Bukannya kamu masih ada hal yang harus di urus? Kenapa cepat sekali kembali?"
Tatapan Adipati Ling Yun masih sama. "Istriku akan di ambil orang lain. Bagaimana bisa aku tidak kembali," ujarnya yang langsung berlalu pergi.
Xiao Xinyi masih berusaha menangkap penjelasan dari suaminya. Dia berlari mengejar, "Yichen."
Sehat selalu banyak rezeky nya yaaa biar lancar bikin cerita baru sm rajin up nya🥰😘❤