📍Start: 30-08-2020
📍Finish: 10-01-2021
Kedatangan seorang siswi baru di SMA KEBANGSAAN menarik perhatian dan kegegeran hampir seluruh warga sekolah, karena bisa membuat dua musuh bebuyutan memperebutkannya. Angkasa dan Rahen, dua remaja nakal langganan BK yang berumusuhan hanya karena ingin dianggap jagoan dan menang sendiri.
"Apa yang mereka suka dari gue sih? Kalem enggak, murid pintar dan teladan juga enggak, aneh, sengklek kali ya otak mereka sampai suka orang kaya gue," ucap Naura.
Siapakah yang akan dipilihnya?
Simak kisah selengkapnya~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imell mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25
Hari minggu yang sangat cerah dengan udara segar juga matahari yang tak terlalu terik, rumah Samudra terus terdengar bunyi bel juga gedoran pintu.
"Bang tolong buka itu pintu! jadi kayak ada konser aja nih rumah rame amat." teriak Jihan dari kamarnya.
"Pembantu pada kemana semua sih? abang lagi pake sampo nih!" teriak Samudra dari kamarnya.
"Ini kan minggu bang! libur lah mereka!" sahut adiknya.
"Nah itu Fenrry tolong buka pintunya!" suruh Jihan.
"Huhh oke." Ferry pun membuka pintu rumahnya dan terlihatlah dua orang nyengir disana.
"Waalaikumsalam." sindir Fendy. "Udah ada bel ngapain gedor segala? jadi sahutan kan tuh bunyinya!" protesnya.
"Biar bunyinya kenceng, abisnya pada kemana sih orang rumah?" tanya David celingukan.
"Di rumah semua tapi pada sibuk, duduk gue ambilin minum sekalian panggil abang." ujar Fendy seraya mempersilahkan mereka masuk.
"Woi! rumah gue serasa diguncang bencana alam gegara ulah lo berdua." teriak Samudra yang berlari dengan masih memakai handuk kimono.
"Astajim! lo lagi pake handuk jangan lari-lari bahaya kalo copot!" jawab Viren.
"Pikiran lo kesono mulu, ada apa pagi pagi kesini? ganggu orang mandi aja!" sergah Samudra.
"Si Viren mau nembak Oliv, kita atur rencana sama Naura sekarang!" Sahut David semangat.
"Oh gitu! gue ganti baju dulu bentar." balas Samudra kembali ke kamarnya, namun di tengah jalan tali handuknya ditarik untung gak copot. "Woi curut se penasaran itu kah lo sama bentuk tubuh gue?" sindir Samudra seraya menampik tangan adiknya.
"Hahahahaha."
***********
"Astaghfirullah hal adzim." pekik David.
"Woi orang gila! masuk rumah orang itu salam bukan istighfar." jawab Naura seraya mempersilahkannya masuk.
"Eh ada Angkasa." pekik Viren menyapa orang di ruang tamu itu.
"Wih dek perkumpulan rakyat apaan nih?" tanya Kenzo yang akan memasuki kamarnya
"Pemilihan Bupati."
"Ada apaan lo pada kesini?" tanya Naura.
"Bantu gue nembak Oliv please!" pinta Viren memohon.
"Aduh keselek sendal gue dengernya!!" balas Naura seraya memegangi tenggorokan.
"Keselek sambil diem ngayal!" sahut Angkasa yang lagi nge-game.
"Gausah ikut komentar kao! penting PR beres udah." balas Naura sinis.
"Rencananya emang gimana?" tanya Samudra yang gak tau apa apa juga.
"Ra lo ajak Oliv ke caffe yang udah gue tentuin nanti malem jam 19.00, setelah itu urusan gue." jelas Viren.
"Nggak, gue gamau sahabat tercintahh dapet cowok fakboy kayak lo! bisa gila ntar Oliv." balas Naura seraya menyilangkan tangannya.
"Ayo ra demo demo hentikan perkumpulan fakboyy!" sahut David.
"Gue udah berubah suerr." ujar Viren seraya mengacungkan kedua jari.
"Gak percaya."
"Astaghfir oke gue nembak dia sendiri aja ga perlu bantuan lo!" pekik Viren seraya meninggalkan rumah itu.
"Hebat, fakboy hobinya ngambek!" cibir Naura.
"Lo tinggal sama pacar ra?" tanya Samudra.
"Ngawur! itu abang termuachh tauk." jawab Naura.
"Lebay." cibir Angkasa.
"Mulut lo minta diuleg sa?!"
"Nauraaa!" pekik Oliv yang tiba-tiba mendatangi rumah itu. "Eh ada paan nih rame amat?" tanyanya.
"Kondangan." balas Samudra.
"Ck ra jalan yuk! gue dapet tiket makan bakso bom mantap nih." ajak Oliv semangat.
"Ayo gue mah....," perkataan Naura terpotong.
"Gaboleh, kerjain tuh PR!" sela Angkasa cepat.
"Wahh mengganggu kesenangan gue lo!"
"Gue gak diajak?" tanya Samudra.
"Boleh semua boleh ikut, makan sepuasnya kok tiketnya." balas Oliv seraya berjoget ria.
"Ntar gue borong tuh semua bakso." sahut Angkasa.
"Idih ngaco lo bakso yang lagi ngetren lo borong? ya kagak bisalah!" cibir Samudra.
"Terserah." balas Angkasa cuek. "Awas lo sampe gak nyelesein tuh PR, bentar lagi baksonya dateng." ucap Angkasa.
"Gausah ngibul deh sa!" jawab Naura. "Liv lo duduk sini aja nunggu gue kelar."
"Serah." tak begitu lama tiba-tiba datanglah dua pria membawa empat kantong kresek besar ke rumah itu.
"Permisi." ucap pria tersebut membuat mereka semua menoleh kearah pintu.
"Ada apa pak?" tanya Naura.
"Saya mau mengantar pesanan atas nama Angkasa." jawab pria tersebut seraya menyerahkan semua kantong keresek yang berisi bakso.
"Makasih mas Angkasa sudah memborong semua bakso hari ini." ucap pria tersebut dan beranjak pergi.
"Kalo masih kurang gue beli kedai, pelayan, mangkok, gelas disana sekalian sekarang!" sindir Angkasa.
"Wahgila seh." sahut David.
"Hallo gue dateng mau gabung makan!!!" pekik Ervan yang datang dengan Rendy, Diva, juga Laila.
"Huaaa makan besar nih." sahut Oliv.
"Makasih sultan! sekalian aja pindahin kedai sama pelayannya disini biar gue untung." ucap Naura ke Angkasa.
"Oke ntar malem." jawab Angkasa.
"Janganlah gue becanda."
"Nah terus, bakso segini banyak mau dikemanain?" tanya Naura saat begitu banyak porsi bakso yang tersisa.
"Buang." balas Angkasa santai.
"Mubazir woii!" sahut Laila.
"Wah lo kayak gatau sultan aja! uang jajannya sehari bisa beli mobil atau rumah loh!" sahut Ervan seraya menggelengkan kepala.
"Dibagiin aja sisanya, segini banyak dibuang? kasian orang yang gak mampu beli tauk!" saran Oliv.
"Terserah." balas Angkasa cuek bebek.
***********
Senin paginya di SMA KEBANGSAAN para murid baru saja selesai melakukan upacara bendera.
"Eh si Angkasa sultan banget tuh kayaknya? jadi penasaran gue pengen keliling rumahnya." ucap Laila membuka topik pembicaraan.
"Bukannya kita pernah kesana?" tanya Difa.
"Pernah tapi kan ga sampe keliling! tapi sumpah jalan dari pintu utama rumah Angkasa ke taman belakang itu capek banget! apa mungkin jaraknya 200 meter ya?" tanya Laila.
"Mungkin segitu, kenapa gak tanya aja sama Naura dia kan calon menantu rumah itu." sahut Oliv.
"Njirr woi ngapa gue dibawa bawa gausah ngawur kalo ngomong!" pekik Naura kesal.
"Aciee calon mantunya tante Martha." goda Oliv.
"Males gue ngeladenin warga binaan rutan modelan lo!" balas Naura.
"Eh ogeb gue gak salah apa-apa ngapa jadi warga binaan rutan segala?!"
"Salah lo banyak liv, gabisa diitung!" taklama datanglah Ervan juga Rendy dengan berlari ke kelas mereka entah untuk apa.
"Ada lomba maraton dimana?" ledek Difa seraya tertawaaaa.
"Ini lebih penting dan lebih gawat dari lomba maraton, ra lo ikut kita!" ujar Rendy kelabakan.
"Ada apaan emang?" tanya Naura yang bingung.
"Ada kejutan yang membuat semua orang terkejut." balas Ervan.
"Jangan becanda." sahut Oliv.
"Angkasa lari ngejar orang yang lempar batu ke kaca mobilnya bawa mobil gue bannya kempes duh bahaya khawatir gue, pinjem motor lo buat ngejar dia!" ucap Ervan panjang lebar.
"Emang lari bawa mobil gak berat?" tanya Laila.
"Heh ogeb! maksutnya naik mobil gue yang kempes lah!" balas Ervan sewot.
"Halah Angkasa udah gede, ngapa pake di khawatirin segala." sahut Naura santai.
"Dah bawa mobil gue aja! ra lo tetep ikut!" ucap Rendy seraya menarik tangan Naura.
"Heh lepas, pacar lo bisa salah paham sat!"
"Yaelah ra gue gak se posesif itu kali." sahut Difa cengengesan.
"Gua yang posesif tangan dipegang sembarang orang!" sergah Naura seraya melepas tangannya dan jalan cepat menuju parkiran.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued~~
Jangan Lupakan Like, Vote, and Coment.
💜💜💜💜💜💜💕💕💕💕💕
Sapta Eka
Tujuh dalam Satu
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sapta Eka
Tujuh dalam Satu
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
7in1
Sapta Eka
Tujuh dalam Satu
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
jangan lupa mampir ya di
"Morning Glory Family"
1000% bakalan ketagihan deh:v.
banyak pelajaran yang di ambil tentang hubungan kakak adek. cocok untuk haluan anak tunggal hehe